
" Udah siap semua?" Tanya Narendra dari belakang Charissa yang sedang berkaca dengan memperbaiki rambutnya.
" Sudah mari."Ujar Charissa kepada Narendra.
" Itu Mama Papa." Ucap Narendra.
"ma, pa, terimakasih ya sudah datang diacara Charissa." sama-sama sayang jawab mama Rani.
" Pa sehat?"
"Sehat Ren." Jawab papa Roni sambil memeluk menantunya.
" Shella gak ikut ma?" Tanya Charissa.
" Ikut kok Sa, gak tau katanya pamit keluar dulu ketoilet mungkin nak." Jawab mama Rani.
" selamat malam pak Roni." Ujar pak Hutama dari belakang sambil menjalurkan tangan untuk bersalaman.
" Oh Besan." Dijawab pak Roni sambil bercengkerama.
" Bu Dewi." Ucap mama Rani.
" BuRani sehat." Tanya Bu Dewi.
"Alhamdulillah sehat semua Bu."
Jawab mama Rani dengan senyum manisnya.
"kelihatannya sudah datang semua kalau gitu kita mulai saja acaranya" ucap Narendra Carissa mengangguk mengiyakan.
acara launching cafeteria akan segera dimulai para tamu undangan bersiap berdiri di depan pintu cafeteria MC mengarahkan kepada pemilik TV tersebut untuk memotong bunga yang berada di depan pintu cafeteria melambangkan agar keselamatan dan kesuksesan untuk usaha tersebut dengan hitungan 123 para undangan bertepuk tangan dan tali bunga yang berada di depan pintu dipotong oleh Narendra dan istrinya melambangkan pembukaan launching cafeteria dibuka semoga dengan acara pembukaan ini usaha cafeteria yang diberikan kepada istrinya bisa sukses.
"Sheila terima kasih ya sudah menyempatkan datang di acara kakak."
"kalau bukan karena papa sih aku males. "jawab Sheila.
Charissa hanya bisa tersenyum mendengar jawaban dari adiknya.
Narendra sibuk dengan para tamu undangan sedangkan Carissa sibuk mencari dua sahabatnya yang ditunggunya dari tadi hingga sekarang sepertinya belum tampak.
dari jauh kelihatan Putri dan Miko sedang berjalan ke arah Carissa tapi dengan wajah yang tidak seperti biasanya, Carissa yang tidak tahu dia tetap tersenyum bahagia melihat kedatangan dua sahabatnya Carissa menyambut kedatangan sahabatnya dengan penuh bahagia.
βNarendra yang sibuk dengan para tamu undangan tiba-tiba melihat sosok mantan kekasihnya datang bersama Susan. Susan datang bersama Livia langsung mendekat kepada keluarganya Rendra.
Bu Dewi yang melihat kedatangan mantan kekasih Narendra yang dulu langsung wajahnya kesal seketika jika Livia tidak datang bersama Susan mungkin langsung akan diusir oleh ibu Dewi.
"selamat malam? "ucap Susan.
" tante kita boleh kan gabung di sini bersama kalian. "Bu Dewi yang sudah kesal malas untuk membalas ucapan Susan.
"boleh kok San, ayo silahkan duduk di sini. "jawab pak Hutama.
"terima kasih ya Om. "jawab Susan.
" apa kabar Om tante? "ucap Livia. "baik kok Vi kamu juga apa kabar sehat semua kan? "tanya pak utama.
" Alhamdulillah sehat kok om. "jawab Livia.
"om tante maafkan atas kesalahan Livia selama ini, Livia menyesal sudah berbuat seperti itu, Livia harap om dan tante bisa memaafkan perbuatan Livia. "Isak Livia.
" Sudah sudah Vi tidak apa-apa toh semua ini harus dijadikan pelajaran buat kamu juga buat Narendra, agar bisa lebih baik untuk kedepannya lagi."
" Terimakasih ya om sudah bisa memaafkan Livia."
''Sama-sama sudah jangan menangis." Jawab pak Hutama sedang Bu Dewi hanya melirik dengan sinis.
"Susan ayo dimakan hidangannya."
" Terimakasih om."
"Livia." Panggil Narendra.
"Pa mama mau keluar dulu ya gerah disini suasananya gak enak." Ujar Bu Dewi dengan sinis.
"pasti itu orang marah, Ren kalau gitu papa ke sana dulu ya samperin Mama kamu! "
" Oke pah. "jawab Narendra.
"terima kasih ya Vi sudah menyempatkan datang ke sini. "ucap Narendra kepada sang mantan kekasih.
"aku yang harusnya terima kasih kamu masih mau mengundangku di acara ini. "jawab Livia.
__ADS_1
"Ren aku tidak melihat istrimu, di mana istrimu? "
"oh itu dia, sebentar aku samperin."
" Sa daritadi kamu berdiri terus, ayo duduk dulu biar gak capek."Ucap Narendra .
"eumm iya." Jawab Charissa sambil melihat dua sahabatnya dari kejauhan.
"Sini duduk dulu." Ujar Narendra sambil membuka kursi disamping Livia mempersilahkan istrinya untuk duduk. Livia yang melihat perlakuan mantan kekasihnya kepada istrinya membuatnya cemburu tapi masih ditahan dengan senyuman, Susanpun yang melihatnya juga membuatnya sangat cemburu.
" Pak itu ada pak Axel." Bisik Riyan sang sekretaris.
" Oh baiklah aku akan kesana."
" Sa aku tinggal dulu ya, kamu istirahat duduk dulu biar nggak capek."
" Susan, Livia silahkan dinikmati, aku kesana dulu." UCap Narendra.
" Oh jadi ini yang namanya Livia." Batin Charissa, ingin rasanya Charissa menumpahkan airmata tapi masih bisa dia tahan nama Livia membuatnya mengingat pada kejadian itu dimana Narendra meracau tak karuan sambil menyebut nama Livia.
" Pantas saja kamu begitu mencintainya bahkan dia sangat kelihatan seperti orang berkelas." Batin Charissa.
" Hai ja****g apa kamu tidak berkeinginan untuk kenal lebih dekat seseorang yang sangat dicintai oleh suamimu." Ucap Susan yang tidak dihiraukan oleh Charissa.
" Oh jadi ini istrinya Narendra, kenalin aku Livia."Ucap Livia sambil menyalami.
"Charissa." ucap Carissa dengan singkat.
" ****** dari sini kamu bisa tahu kan seleranya Narendra itu seperti apa, kamu itu tidak ada apa-apanya dengan Livia jadi kamu jangan harap lebih pada NaRendra, toh pada akhirnya Livialah yang akan menjadi istri Narendra yang sesungguhnya dan Livia yang akan menjadi ibu dari anak yang di dalam kandunganmu." ujar Susan penuh kemenangan, Carissa tetap berdiam menahan tangisnya.
" Hai hai cupu. "Sheila kepada dua sahabat Carissa.
"kalian pasti nyariin si suhu kan? "ucap Sheila yang dimaksud suhu adalah kakaknya yakni Carissa.
"dimana Carissa?"tanya si Putri.
"noh orangnya yang kamu cari dia lagi asik bersama keluarga barunya. "jawab Sheila sambil memanyunkan bibirnya.
Putri dan Miko berjalan ke arah Carissa. dari arah belakang Putri memanggil Carissa.
" Sa. " Ucap putri.
"Putri Miko. "jawab Carissa penuh bahagia.
"oke put ayo kita ke sana. "Carissa meninggalkan dari dua orang yang telah menyakiti hatinya tanpa perkata apapun.
"emmm Putri Miko aku tuh kangen sama kalian semua. "ucap Carissa sambil memeluk Putri tapi segera dilepas oleh Putri.
"sa. udah nggak usah basa-basi aku tahu kok maksud kamu ngundang kami ke sini, kamu hanya ingin memperlihatkan kebahagiaan kamu yang udah punya keluarga baru yang menyayangi kamu kan? "ujar Miko.
"maksud kamu apa ko? " ucap Carissa penuh kebingungan.
"udahlah sa kita tuh udah tahu, kok kamu tega ya sama kita, kamu tega khianati kita, dengan mudahnya kamu hancurin persahabatan ini, hanya karena kamu udah punya keluarga baru terus kamu seakan-akan nggak butuh kami lagi."
"Miko aku itu nggak tahu maksud kalian apa? " ucap Carissa yang seketika air matanya langsung menetes.
"carissa aku juga tidak menyangka kamu setega ini sama kita kamu tahu Kan sa, kenapa kami sampai begini kenapa? Karena kita tuh marah sama kamu, kamu tega sama kita. "ucap Putri.
"aku nggak tahu, Putri maksud kalian itu apa bilang begini."ucap Rissa dengan tangisnya,.
Dari kejauhan Sheila dan Susan menguping pembicaraannya.
" hahaha hahaha akhirnya kita menang juga ya. "ucap Susan dari kejauhan yang mendengar pertengkaran mereka.
"aku juga senang sekali melihat sisuhu bisa se menderita itu. "bales Sheila.
"Sa kamu tahu kenapa kami marah sa, kamu itu udah tega sama kami, Putri susah payah cari tempat buat buka usaha butik mamanya buat meneruskan usaha butik mamanya yang udah berbulan-bulan cari tempat dan aku juga udah bingung dari dulu mau cari cabang buat cafe aku, eh malah kamu tusuk kami dari belakang, kamu tahu kan tempat ini udah aku beli tapi sama pemiliknya seketika langsung dibatalkan, hanya karena harganya lebih tinggi yang kamu tawarkan daripada aku, nggak nyangka Sa kamu setega ini sama kami." Ucap Miko penuh kemarahan.
"Jadi kalian marah hanya karena ini. "ucap Carissa
"hanya karena ini, kamu bilang? ya memang buat kamu hanya semacam ini dipermasalahkan, karena kamu sekarang lebih mudah, lebih enak mau beli apapun mau keinginan apapun semua pasti bisa dapatkan karena suami kamu berkuasa." Ucap Putri.
"Tidak put bukan maksud aku begitu. "jawab Carissa.
"halah udahlah sa cukup kita gak perlu penjelasan dari kamu cukup sampai sini saja persahabatan kita, kami pulang, terima kasih sudah mengundang kami." ucap miko kembali.
" Putri Miko tunggu." ucap Carissa yang ingin menahan dua sahabatnya.
...Carissa berjalan di belakang dua sahabatnya, Carissa mencoba menahan kedua sahabatnya, airmata yang ditahannya sedari tadi langsung ditumpahkan, hari ini dia benar-benar hancur bukan hanya hatinya yang telah tersakiti oleh masa lalu Narendra, ditambah lagi dia seakan-akan kehilangan kedua sahabatnya Carissa berjalan ke arah parkir tetap mencoba menahan kedua sahabatnya tapi sahabatnya tidak menggubrisnya mereka tetap berjalan menuju mobil dan segera meninggalkan tempat itu, Carissa yang menangis di parkiran segera naik mobil yang kebetulan dilihatnya didalam mobil nampak ada pak Karyo dia yang merasa badannya tidak begitu enak dirasa segera mengurungkan niatnya untuk mengikuti kedua sahabatnya....
"pak Karyo kita langsung pulang saja ya sepertinya saya kurang enak badan. "ucap Carissa kepada sopirnya.
__ADS_1
"baik non. "jawab sang supir.
Narendra yang masih asik mengobrol dengan pak Axel tiba-tiba disamperin oleh mertuanya.
"Narendra dari tadi Mama kok belum melihat Carissa di mana ya?"tanya Mama Rani.
"oh di sana mah. "ternyata yang diusir benerin tak salah merenda mengira Clarissa masih duduk bersama Susan dan livia.
"ya kok nggak ada ke mana ya? ke toilet mungkin mah, tapi kok nggak bilang."ucap Narendra.
"nyariin Mbak Risa ya tadi aku lihat dia berjalan keluar tuh."ucap Sheila.
"keluar ke mana kamu jangan ngadi-ngadi sel. "jawab papa Roni.
"Sheila beneran tahu pa,tadi sahabatnya keluar duluan tuh terus Mbak Carissa ikutan keluar."ucap Sheila.
"ya udah kalau gitu Mama di sini aja dulu Rendra coba cari keluar. " Ucap Narendra sambil berjalan keluar.
"Kamu ke mana aja sih sa CK." ucap NaRendra sambil berdecak.
"mobil pak Karyo juga gak ada apa jangan-jangan ni anak pulang duluan, tapi kenapa tidak pamit, apa ada sesuatu?" Ucap Narendra penuh kekhawatiran.
Tutt tutt tutt Narendra mencoba menelpon rumah.
π: "halo bik Mirna?"
π:"iya den ini saya bik Mirna."
π:"bi apakah Carissa sudah pulang. "π:"oh iya den non Carissa sudah sampai rumah, ini baru saja Bibi bukain pintu untuk non Carissa, Bibi tanyain katanya kurang enak badan den makanya pulang duluan tapi kelihatannya wajah non Carissa habis nangis wajahnya pucat sekali den." Bibi jadi khawatir.
π:"oh gitu ya udah bi terima kasih bibi jagain Carissa dulu aja ya di rumah, ini saya langsung mau pulang aja."
π:"oh iya Den baik Bibi akan jagain non Carissa."
Narendra berjalan dalam untuk menemui kedua mertuanya.
"gimana Ren Carissa di mana? "ucap Mama Rani.
"iya mah Carissa pulang duluan kok, tenang aja Mama nggak usah khawatir, Carissa baik-baik aja katanya sih cuman nggak enak badan jadi dia nggak berpikir panjang langsung pulang."
"ya udah Ren kalau gitu mama sama papa pamit dulu pulang. "ucap Mama Rani lagi.
"iya ma papa terima kasih sudah datang. hati-hati di jalan. "ucap Narendra.
"pah sebentar ya Sheila mau ke toilet dulu tungguin di parkiran aja ya pa.? "ucap Sheila.
"ya udah cepetan papa tungguin di parkiran. "jawab bapak Roni.
Sheila berjalan sambil tersenyum sendiri penuh kebahagiaan karena hari ini hari kemenangannya yang sudah sangat puas untuk menyakiti hati Carissa Dia berjalan untuk menemui Susan.
"hai San gimana kamu hari ini? "ucap sila kepada Susan yang sedari tadi berdiri sambil membawa kelas senyum-senyum dari kejauhan. dan
"yes aku sangat puas karena hari ini Carissa sudah cukup menderita."
jawab Susan.
"ya memang ini adalah hari kemenangan kita. "jawab Sheila sambil bersulang.
"ya kita tinggal menunggu kabar peperangan dari mereka." jawab Susan kembali.
Narendra berjalan mencari kedua orang tuanya dia hendak berpamitan akan pulang duluan.
"papa mama Narendra pamit pulang duluan ya, nanti kalau ada tamu tolong diurusin dulu ya mah. "ucap Narendra kepada orang tuanya.
"loh ini kan acara kalian Ren kenapa kok jadi mama sama papa. "jawab ibu Dewi.
"iya ma tapi maaf sekali ini Carissa udah pulang duluan katanya kurang enak badan kecapekan mungkin jadi Narendra minta tolong buat urusi tamu-tamu di sini ya ma. "ucap Narendra
"oh begitu Carissa nggak apa-apa kan Ren?" tanya ibu Dewi yang mengkhawatirkan.
" nggak papa kok Ma, ya udah Narendra pulang duluan ma. "jawab Narendra.
Narendra berjalan keluar untuk mengambil mobilnya di perjalanan Dia sangat khawatir akan kondisi istrinya Dia tidak tahu apa yang terjadi kepada istrinya di perjalanan dia tidak fokus dalam menyetir mobilnya .
"Setttt"
bunyi Rem mobil Narendra yang hampir saja menabrak seseorang.
"kalau nyetir yang benar dong, kalau mabuk nggak usah nyetir mobil. "ucap seseorang itu.
"iya pak maaf. "jawab Narendra yang ada di dalam mobil sambil berteriak di luar kaca mobilnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih Sa, bikin kepikiran saja. "ucap Narendra yang sambil menyetir.