
...Charissa menata bunga-bunga didepan toko, sudah hampir setengah hari dan sebentar lagi jam 12.00 dia beristirahat, hari ini pekerjaannya begitu melelahkan banyak sekali konsumen yang datang Charissa merasa sangat lelah dan mengusap keringat didahinya....
"Rissa silahkan istirahat habis makan langsung kembali ketoko."
" Siap ci." Jawab Rissa kepada sang majikan.sambil membereskan bunga-bunga tersebut.
" Mbak masih ada mawar biru nggak?" Tanya seseorang dari belakangnya sambil menepuk pundaknya.
" Masih kok buk, silahkan?" Jawab Rissa dengan tangan yang mempersilahkan.
" Loh nak Rissa?" Kaget tante Dewi
" Tante Dewi." Ujar rissa dengan senyum sumringah.
" Ayo Tan silahkan tan, masih banyak kok mawar birunya?"
"Ayo masuk didalam, saya antarkan milih?"
" Terimakasih Rissa."
" Kamu udah lama kerja disini?"
Tanya Bu Dewi sambil memilih dan berjalan dikebun belakang.
...Toko bunga ini memang sangat besar didepan toko hanya sebuah contoh hiasan, jika konsumen request bunga apa yang diinginkan, para konsumen tersebut diperbolehkan langsung memetik bunga dari kebunya langsung, dan para konsumen bisa memilih sesuai selera mereka masing-masing, kebun bunga tersebut terdapat dibelakang toko jadi mereka disuruh memetik sendiri sesuai apa yang diinginkan, makanya toko bunga ini sangatlah ramai....
"Enggak kok Tan aku baru 1 bulan lebih kerja disini."
" Oh begitu." Jawab Tante Dewi sambil berjalan menuju kebun
" Sa kamu istirahat dulu nanti waktu istirahatmu habis Lo." Teriak Cici sang majikan.
" Iya ci sebentar."
" Rissa ini waktu istirahatmu, gapapa Tante bisa milih sendiri kok kamu istirahat dulu sana."
" Gapapa nih Tan rissa tinggal."
" Gapapa kuq sa."
...Hampir satu jam memilih, akan tetapi Bu Dewi tak kunjung menemukan bunga yang sesuai dengan seleranya dia mencari bunga mawar biru kesukaannya tapi tak kunjung menemukan yang bagus dan segar, karena Bu Dewi datang disiang hari jadi bunganya tidak sesegar dipagi hari....
...Charissa. kembali ketoko dan membersihkan tangkai bunga yang berserakan setelahnya dia berjalan kekebun untuk memotong bunga-bunga yang sudah layu....
" Loh Tante Dewi belum pulang to?"
" Rissa, istirahat kok cepat sekali?"
" Gak usah lama-lama Tan cukup makan dan sholat ya harus kerja lagi."
" Memangnya gak capek kamu Rissa."
" Gak kok Tan udah biasa."
" Namanya juga kerja, kalau capek ya sudah biasa."
" Kalau gak capek ya tidur aja." Canda Rissa
" Kamu itu kok bisa aja sa." Jawab Tante dewi. rissa membalas senyuman.
" Tante mau milih yang gimana? Siapa tau rissa bisa bantu?"
" Ini Lo sa Tante cari mawar biru yang agak besar tapi masih freessh dan awet segar."
" Berarti dari tadi Tante belum dapat ?"
" Sudah sa. sudah dibungkus tadi?"
" Tapi bukan mawar biru hanya mawar putih."
" Tante pengenya biru. "
" Untuk siapa Tan?"
" Untuk Tante sendiri kok sa."
" Kok banyak Tan."
" Yang tadi untuk calon menantu Tante sa."
" Woooooo. Tante penyayang banget ya sama calon menantu."
__ADS_1
" Biasa aja kok sa." Jawab Tante Dewi dengan senyuman.
"Dibelikan bunga mawar sama calon mertua pasti bahagia banget, apalagi punya calon mertua yang baikkk banget."
" Beruntung banget ya Tan semoga kelak aku dapat mertua yang penyayang dan baik seperti Tante ya. aamiin!"Ujar rissa
" Dan semoga Tante juga dapet menantu yang baik dan lucu seperti kamu ya sa." Jawab Tante Dewi dengan tertawa.
" Hahaha."
" Aamiin aja deh." Jawab Charissa.
" Ini bagus Tan mawar birunya Tante suka nggak?"
" Iya sa Tante mau."
" Ini juga mau."
" Bungkus sa."
" Tante suka banget ya sama mawar biru." Tanya rissa
" Ya gak begitu sih sa."
" Kamu juga suka bunga kan sa."
" Tante kok tahu."
"Dari cara kamu merawat dan memotong kelihatan sa."
" Ehehheheh, iya Tan aku suka banget sama bunga."
" Kamu suka bunga apa sa."
" Mawar biru."
" Oh ya, kita samaan dong sa?
sama-sama pecinta mawar biru."
hahahaha Rissa tertawa.
" Gak tau sih Tan mawar biru seakan-akan mengingatkanku pada keluargaku yang dulu memberi kedamaian dan kebahagiaan seperti namaku biru." Canda Rissa sambil menghias mawar yang dipilih Tante dewi
" Emang keluarga kamu yang sekarang gimana sa." Tanya Tante Dewi kepada rissa yang sedang melamun sambil menggunting.
" Eh gapapa kok yang sekarang juga bahagia kok."
" Syukurlah." Saut tante Dewi.
" Oh ya beneran nama kamu biru sa?" Tanya Tante dewi.
Rissa mengangguk mengiyakan.
" Iya Tan nama panjangku Charissa Biru CAHARI."
" Cantik sekali namamu sa seperti orangnya."
" Tante suka bercanda deh." Jawab Rissa sambil menghias buket yang hampir selesai.
" Ini Tan udah jadi."
" Baik terimakasih sa."
" Sama-sama Tante."
" Iya sa kapan-kapan kalau ada waktu kita ngobrol- ngobrol lagi ya sa. " Jawab Tante.
" Siap Tante !" Jawab rissa
" Tante Dewi hati- hati dijalan." Teriak Rissa.
" Ok sa." Jawab Tante Dewi dari jauh sambil mengacungkan jempol.
...* * *...
" Rissa dimana?" Telpon miko
"Ini baru mau pulang ko."
" Aku jemput ya."
__ADS_1
" Gak usah ko ini hampir mau Sampek kosan aku."
" Ada apa?" Tanya Rissa.
" Aku mau main kekosan kamu sama putri nih."
" Ok aku tunggu."
" Minta bawakan apa?"
" Martabak depan kampus aja ko, aku kangen nih."
" Ok siap." Jawab Miko.
...***...
Tidak lama mereka datang.
Tok tok tok
" Assalamualaikum Rissa?" Panggil putri
ceklek.
" Lama banget sih kalian laper nih aku."
" Habisnya ngantri martabak. pak Mamad rame banget ko sa kyak gak hafal aj kamu." Jawab Miko.
" Masak sih sa kamu kelaparan?" Tanya Putri.
" Hahahah boong Put."
"Kamu itu suka gitu aja terus ." Jawab Putri.
" Ko nanti aku ijin gak masuk kerja ya, kayaknya aku kurang enak badan nih."
" Iya sa beres terserah kamu, aku gak disuruh duduk nih."Ujar Miko.
" Oh ya ayo duduk disana." Rissa menyuruh duduk didepan kos-kosan yang memang disediakan untuk tamu kos-kosan.
"Emmm martabak pak Mamad emang top enak banget maksih ya kalian."
" Ya ampun Rissa kayak belum makan 1 tahun kalau makan belepotan tuh." Ujar putri sambil mengusap bibir Rissa yang belepotan coklat, tidak sengaja putri menyentuh badan rissa yang demam.
" Rissa kamu sakit." Disentuhnya dahi rissa.
" Gak kok perasaan kamu aja kali put." Disentuhnya lagi oleh Miko.
" Ya ampun Charissa kamu ini sakit, nih dahi kamu tuh panas banget."
" Udah kamu masuk istirahat gih, aku buatin teh anget."
" Put antar Rissa kedalam gih."
" Iya ko." Jawab putri sambil menuntun Rissa.
" Kamu udah makan sa?" Tanya putri sambil mengompres.
" Udah kok put, aku gapapa kok put."
" Kamu gak usah bandel deh sa dibilangin istirahat ya tidur aja, gak usah kemana-mana."
" Ini ku buatkan teh anget minum dulu sa" Ujar Miko sambil menyuduhkan teh angetnya.
" Besok gak usah kerja dulu istirahat sampai sembuh." Ujar Miko sambil kesal.
" Iya iya makasih ya, maaf aku ngrepotin kalian terus."
" Udah gak usah ngomong kyak gitu gak perlu, yang penting kamu fokus kesehatan kamu."
" Udah jadi tugas kita, untuk saling membantu , saling menguatkan." Jawab Putri.
" Terimakasih banyak ya Put." Rissa sambil nangis
" Tuh kan cengeng, makanya gak usah kerja, pindah ke rumahku aja nanti temani nenek aku."
" Makasih Miko kamu udah bantu aku banyak banget."
" Sudah-sudah kamu tidur dulu, aku temani disini sama putri kok, ya kan put kamu gak pengen pulang dulu kan put? "
" Iya Rissa kamu tidur dulu gih, aku temani disini kuq ." Rissa mengangguk sambil memejamkan mata dengan berlinang air mata, mungkin Rissa lelah dia juga merindukan rumah, tapi percuma jika Rissa pulang yang ada dia akan dipermalukan dirinya sendiri dan pastinya Shella akan mengejek dan menertawakannya, meski Rissa pulangpun percuma siapa yang akan dipulanginya karena mamanyapun belum pulang, kalau bik Iyem, Rissa kadang-kadang masih bertemu bik Iyem jadi dia tidak begitu merindukan bik Iyem.
__ADS_1