
Kediaman HUTAMA
Pukul 7malam.
" Sa ini kue buatan kamu nak?" Tanya Bu Dewi.
" Iya Ma maaf ya kalau masih kurang enak?" Jawab Charissa sambil duduk dikursi dengan mengelus sedikit perutnya yang udah mulai membesar diumur bayinya yang masih 7bulan tapi sudah membuatnya mudah kelelahan.
" Ya ampun Sa ini tuh selera papa, daritadi papa memuji terus." Jawab Bu Dewi lagi yang duduk disamping suaminya.
" Papa kira Mama Sa yang buatin ternyata kamu. Pantas saja enak." Ehehhe ujar pak Hutama yang menyindir istrinya.
" Iya deh pa lain kali Mama belajar ke Charissa."Ucap Bu Dewi.
" Jangan Ma nanti gagal kalau belajarnya sama Charissa video diinternet sekarang banyak kok ma tinggal pilih Charissa belajarnya juga dari situ kok Ma."
" Yang ada keburu malesnya Sa." Saut Pak Hutama.
" Ah biasa pa, soalnya mager itu enak, ehehehhe."celetuk Bu Dewi.
" Emang betul pa mama kalau udah main handphone paling-paling ya cuman nyimak digrub arisan mama muda, teman-teman mama." tambahnya.
" Udah mau punya Cucu 2 masih saja bilang muda."
" Pa mama ini masih muda pa meski mau cucu 2 tapi wajah mama masih kelihatan muda, papa itu selalu saja begitu." Marah Bu Dewi, Charissa yang melihat pemandangan tersebut beranjak pamit masuk kekamar gak enak melihat mertuanya beradu mulut.
" Charissa pamit kekamar dulu ya pa ma mau sholat isya."
" Tuh Charissa sampai malu tuh." Jawab pak Hutama.
" Enggak kok pa, udah biasa kok ayo lanjutin aja." Jawab Charissa dengan mengguyoni.
...****************...
Narendra sedang sibuk membereskan meja kerjanya, malam ini begitu melelahkan dilihatnya sudah pukul jam8 malam dalam hatinya biasanya istrinya sudah menunggu dirinya pulang.
Tok tok tok
" Masuk." Ucapa Narendra.
"Sudah selesai semua pak?" Tanya Riyan.
" Udah beres Yan." Jawab singkat Narendra.
"Baik pak ini berkasnya saya bawa saja kalau begitu, saya persiapkan agar besok tidak telat pak."
" Oke baik kamu jaga berkas-berkas penting itu dengan baik Yan."
" Siapa pak. Oh ya pak tadi ada kabar dari Bu Susan katanya 2 hari lagi Acra louncing Cafetaria sudah siap."
" Oh begitu, kenapa Susan tidak mengabari saya."
" Maaf pak kalau itu saya kurang paham, Mungkin saja sibuk jadi hanya bisa menghubungi saya, tadi Bu Susan hanya berpesan jika bapak berkenan bapak boleh menyurvei terlebih dahulu bersama Bu Charissa jika sudah sesuai selera Bu Susan langsung mempersiapkan acara untuk pembukaan pak."
" Oh begitu baiklah tidak apa-apa lebih cepat juga lebih baik."
...****************...
CEKLEK
"Tumben jam segini sudah pulang?" Ucap Charissa pada Narendra.
" Iya kerjaan hari ini lebih cepat."
"Sudah jam9 kenapa belum tidur."
" Ini lagi membuat Desain produk, daripada belum mengantuk." Jawab Charissa.
" Untuk siapa?" Tanya Narendra.
" Tidak untuk siapa-siapa aku sering membuat seperti ini dari aku kuliah dulu biasanya buat membantu taman, biar nganggurku juga bermanfaat." Ujar Charissa sambil tersenyum.
" Besok sibuk nggak." Tanya Narendra sambil melonggarkan dasinya.
" Emmm sepertinya tidak, ada apa?"
" Besok ikut aku ya?"
" Kemana?"
" Udah besok ikut aja."
" Kalau aku gak mau?"
" Ya pokoknya harus ikut."Ujar Narendra
" Itu namanya pemaksaan." Ucap Charissa.
" Yang penting kamu harus mau dan wajib ikut suami."Ujarnya lagi sambil menaruh jasnya dan segera masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
" Huffft orang aneh." Ucap Charissa sambil mendengus kesal.
pagi menjelang siang aktivitas Narendra sama seperti kemarin Berkas berkas yang berada di mejanya sudah mulai menumpuk ditambah pekerjaan yang ada diluar kota membuatnya semakin pusing memikirkannya, tapi semua itu tidak menjadikan hal yang berat untuk dirinya karena dia sudah terbiasa sejak dulu.
Tok tok tok
" Masuk." Ucapnya.
" Ini berkas Yang sudah bapak tanda tangani sudah siap semua pak jadi kita tinggal bertemu para klien."
" Baik Yan Terimakasih, kamu sudah mengerjakannya tepat waktu."
" Terus untuk perkembangan produk yang ada di Hongkong gimana Yan."
" Semua beres pak tinggal menunggu surat perijinan nanti kalau sudah selesai kita bertemu langsung kesana pak."
" okke bagus nanti biar aku cek lagi sudah seberapa matang persiapannya yang ada disana."
" Iya pak mungkin 5 hari lagi kita bisa meluncur kesana."
" Oke Yan kamu susun saja jadwalku biar saya tinggal mengikuti."
" Siap pak, kalau begitu saya permisi dulu pak."
Ucap sang sekretaris Narendra mengangguk mengiyakan
" Tunggu Yan?"
" Iya pak." Jawab Riyan yang berniat membuka pintu.
"Tolong kamu handle pekerjaan saya hari ini jika ada clien yang ingin bertemu saya kamu temui terlebih dahulu ya karena saya mau mengecek perkembangan Cafetaria."
" Siap pak."
" Udah gitu aja, Kamu bisa kembali keruangan kamu dan saya mau pergi dulu."
"Baik Iya pak."
Drrrtttt Drttttt drtttt
📞:"Halo ada apa?" Tanya Charissa disebrang telepon
📞:" Kamu udah siap?"
📞: "Sudah dari tadi."
📞: "Iya sebentar, aku pamit Mama dulu."
📞: "Oke aku tunggu." Jawab Narendra.
"Bik Mirna? bik?" Teriak Charissa.
" Iya non ada apa?" Jawab bik Mirna.
" Bik Mama kemana ya?"
" Mama kan sedang keluar arisan Non, tadi pagi belum pamit Non?"
" Pamit kok bik, Charissa kira sudah pulang."
" Belum Non."
" Kalau gitu Charissa pamit dulu ya bik mau Keluar sama Mas Rendra, bilangin sama Mama nanti bik." Charissa Jarang mengucapkan kata panggilan "Mas" biasanya dia gengsi bahkan tidak Sudi jika didepan suaminya, baginya terlalu bagus panggilan itu untuk Narendra, panggilan itu hanya berlaku didepan keluarganya atau didepan asisten rumah tangganya.
" Siap non."
" Terimakasih bik."
" Iya non hati-hati ya non?"
" Siap bik Mirna." Jawab Charissa sambil tersenyum.
...****************...
Narendra melihat Charissa keluar dari rumah segera dia beranjak keluar dari mobilnya untuk membukakan pintu untuk istrinya.
" Hati-hati." Ucap Narendra sambil memegang i lengan istrinya dengan membukakan pintu mobilnya.
" Kenapa pakai mobil ini sih, kan jadi nyusahin aku." Rajuk Charissa sambil memanyunkan bibirnya dengan mengelus perut buncitnya Charissa kesal karena Narendra memakai mobil sportnya padahal digarasi masih banyak mobil selain mobil sport.
" Ini tadi dari kantor langsung jemput kamu, udahlah gak usah cerewet." Jawab Narendra dengan menutup pintu mobilnya.
" Jangan lupa sabuk pengamannya dipakai dong." Ujar Narendra sambil memasangkan di bahu Charissa tidak sengaja dia melihat istrinya yang begitu cantik dengan tatapan intens.
" Hek Hem." Charissa yang menyadari dia berdehem.
" Sudah kan?"Ucap Charissa sambil melirik suaminya.
" Ayo berangkat." Angguk Narendra sambil mengalihkan pandangannya kedepan.
__ADS_1
tidak butuh waktu lama hingga sampai ditempat Cafetaria.
" Kita mau kemana sih?" Ucap Charissa yang penasaran.
" Sudah kamu diam dulu disini." Jawab Narendra.
Narendra membukakan pintu mobilnya untuk Charissa.
" Hati-hati, nanti kebentur." Ucap Narendra sambil mengambil tas kecil yang dibawa Charissa.
" Kamu merem ya nanti ikut aku saja."
" Mau ngapain sih?"
" Sudah ikuti perintahku saja jangan bawel." Ujar Narendra.
Charissa memejamkan mata yang ditutupi oleh kedua tangan Narendra menuju kedepan pintu Cafetaria.
" Sekarang kamu bisa buka mata."
" Maksudnya apa?"
" Gimana kamu suka nggak?" Tanya Narendra.
" Aku tidak mengerti apa yang kamu tanyakan?" maksudnya apa?" Tanyanya lagi.
" Sa ini semua untuk kamu, ini nantinya akan dibuat cafe dan atasnya itu sebuah butik fashion dan semua ini untuk kamu. Biar kamu tidak merasa kesepian lagi dirumah dan kamu bisa beraktivitas lagian jarak dari rumah juga tidak terlalu jauh kan? Gimana kamu suka nggak?"
Seketika Charissa terharu matanya berkaca-kaca dia sudah tidak bisa menahan perasaannya lagi.
" Kenapa kamu sebegitu perhatiannnya, apa maksud dari semua ini, bahkan kamu baru saja beberapa hari lalu mengungkapkan takut jika aku berharap lebih, mengapa kamu seperti ini?aku tidak tau maksud dari semua ini, entahlah aku tidak mengerti." batin Charissa menangis dia berkecamuk dengan perasaannya sendiri.
Charissa tidak menjawab sepatah katapun dia hanya meneteskan air matanya.
" Kok malah nangis sih? Kenapa?" Tanya Narendra kebingungan.
" Tidak hanya saja aku tidak pernah dapat perhatian semacam ini, bahkan kamu selama ini masih menyempatkan melihat diriku yang kesepian." Jawab Charissa sambil mengusap air matanya dengan mengguyoni Narendra.
" Sudah gak usah nangis cengeng banget sih, yang terpenting sekarang kamu suka nggak?" Kalau nggak suka ya biar saya kontrakan ke orang lain saja." Ujar Narendra sambil menelusupkan tangannya kedalam sakunya.
" Suka banget ini tuh impianku dari dulu bisa bangun dari usaha kecil, bedanya dulu aku ingin bangun dengan jerih payah hasil dari uangku sendiri tapi gapapalah nanti hasil uang kerja dari Cafe ini aku bisa menabung sedikit agar bisa bangun sendiri."
" Ckk kamu itu udah dikasih seperti ini masih saja punya pikiran mau bangun sendiri, dasar gak punya rasa terimakasih." Ujar Narendra sambil mengoyak rambut Charissa dengan gemas.
" Ya bukannya begitu."
" Udah-udah sekarang ayo masuk kamu bisa melihat semua isinya jdi nanti kamu bisa desain sesuai selera kamu sendiri." Ucap Narendra sambil jalan masuk kedalam.
" Aku suka banget, ini sudah sesuai selera aku."
" Duduk dulu, dari tadi berdiri gak capek apa?" Ucap Narendra sambil mempersilahkan duduk istrinya.
" Terimakasih." Jawab Charissa sambil tersenyum.
" Gimana kamu menyukainya?
"Emmmh aku suka kok, ini desain klasik cocok untuk semua kalangan jadi aku tidak perlu mengubahnya, hanya saja nanti diproduk yang mau kita jual mungkin aku koreksi terlebih dahulu."
" Sa kamu kan sebentar lagi melahirkan jadi gimana kalau kita lebih percepat acara pembukaannya, sebelum kamu melahirkan masih ada kesempatan sedikit lah untuk Mengajari para karyawan kamu duluan, kemungkinan kamu masih bisa berkecimpung sedikit, biar bisa mengisi hari-hari kamu saat melahirkan juga?" Ujar Narendra.
" Ya udah gapapa terserah aku ngikut aja." Jawab Charissa lagi.
"Oke kalau gitu gimana kalau kita louncing 2 hari lagi? Tapi dengan satu syarat kamu tidak boleh capek-capek kamu hanya boleh menyuruh asisten kamu saja, dan besok aku usahakan untuk mencarikan asisten buat kamu."
" Iya siap deh, gak usah cari asisten gimana kalau kita ngambil anaknya bang Maman saja? kayaknya dia nganggur tuh kan kita bisa ajak." Ujar Charissa.
" Oh lebih bagus itu Sa aku lupa kalau anak pak Maman juga baru lulus kuliah dia seumuranmu kan?" Tanya Narendra.
" Aku kurang tau hanya saja aku lebih sering melihatnya membantu pak Maman membersihkan kebun, dan pak Maman pernah cerita kalau anaknya juga baru lulus kuliah tapi masih bingung cari kerjaan." Cerita Charissa.
" Oke baiklah kalau itu terserah kamu." Jawab Narendra.
"Terimakasih sudah membuatkan kesibukan untukku."Ucap Charissa pada Narendra yang melihat pemandangan keluar seketika dia melihat Charissa.
" Sama-sama." Jawabnya.
" Bolehkah aku mengundang Miko dan putri?"
" Terserah kamu Sa, itu kan acara kamu besok kalau bisa keluarga mama Rani semuanya kamu undang."
" Papa Hutama dan mama Dewi juga.?"
" Iya sa kalau perlu semua asisten rumah tangga yang ada dirumah kamu ajak tuh biar mereka bisa makan-makan sepuasnya disini, menikmati kebersamaan juga."
" Emmmh Terimakasih." Jawab Charissa sambil mengusap air matanya yang jatuh karena terharu.
" Hemmm Nangis lagi, seharian udah berapa kali kamu nangisnya? Udah jangan cengeng. kita cari makan ya cacingku udah pada minta makan nih.!" Ujar Narendra.
Charissa mengangguk mengiyakan.
__ADS_1