
Akankah penantian yang selama ini ku tunggu harus berakhir sia-sia? Aku bahkan belum sampai memulainya. Namun kenapa tiba-tiba Tuhan mematahkan hati yang selama ini tertambat hanya untuknya? Salahkah aku? Dosakah perasaanku?
-Kevin Fardiko
Kevin berdiri dan mematung saat tidak sengaja mendengar pembicaraan Reyhan dan Kinan. Awalnya dia hanya iseng berjalan di depan pintu masuk bioskop sambil sesekali pandangannya mengedar ke penjuru area. Kevin terkekeh sambil sesekali melihat beberapa pasang insan yang tengah mengantri untuk membeli tiket ataupun snack. Senyum kecut nampak jelas di wajah Kevin saat menyadari dirinya hanya seorang diri. Mungkin jika dirinya memiliki kekasih akan sangat menyenangkan jika mengajaknya ke bioskop, begitu pikirnya. Kevin segera sadar dan menepis fikirannya sendiri karena sebenarnya tidak sedikit wanita yang merayu secara terang-terangan hanya untuk mendapatkan hatinya, namun secar terang-terangan pula Kevin menolaknya dan berkata sudah memiliki kekasih.
Haha… dasar aku saja yang bodoh. Banyak wanita yang ingin mengencaniku, namun aku malah menolaknya hanya karena menunggu harapan dari seorang wanita yang bahkan tidak pernah sedikitpun menganggapku sebagai seorang pria. Dia bahkan selalu menekankan jika hubungan kita adalah saudara, padahal jika dipikir-pikir memang hubungan saudara dari mana? Orang tua kita saja bahkan tidak memiliki hubungan darah setetes pun. Terkadang aku sangat heran dengan pemikirannya.
Gumam Kevin dalam hati, dia terus menggerutu. Namun sekejap pandangannya teralihkan ke dua pasang insan yang saat ini berdiri tidak jauh darinya. Mereka terlihat begitu akrab, bahkan yang tak kalah mengejutkan adalah Kevin mengenali keduanya. Dia sangat tidak asing dengan tubuh mereka berdua, terlebih lagi dengan tubuh si wanita. Kevin sangat mengenal jelas karena itu adalah tubuh wanitanya, tubuh seseorang yang selama empat tahun ini sudah hinggap dan menetap di hatinya.
Kinan maupun Reyhan saling menatap dan seperti tengah membicarakan sesuatu yang serius, hal itu terlihat dari ekspresi keduanya. Mereka sama-sama tidak memperdulikan keberadaan orang sekitar, termasuk keberadaan Kevin saat itu. Perlahan Kevin pun sedikit mendekat untuk mengetahui lebih jelas pembicaraan mereka. Namun saat mengetahui Kinan dan Reyhan ternyata sudah beberapa kali bertemu dan terlibat sebuah perjanjian, tubuh Kevin tiba-tiba saja membeku seolah sudah kalah sebelum berperang.
Apakah hubungan mereka sedekat itu? Sampai mana kedekatan Reyhan dan Kinan selama ini? Apakah lebih dari apa yang aku fikirkan?
Kevin terus bertanya sendiri tanpa berani mengungkapkan, namun tiba-tiba respon tubuhnya mengatakan hal lain. Mulutnya memberanikan diri untuk memanggil nama sahabat sekaligus wanita yang dicintainya sejak lama itu.
“Kia!!” panggilnya. Kinan dan Reyhan langsung menoleh, mereka begitu terkesiap saat mengetahui Kevin telah berada diantara mereka.
“Kevin??” ucap Kinan.
“Kau sedang apa Ki? Dan kenapa kau bisa bersamanya?”
“Emm.. itu Vin, anu…” belum sempat Kinan menjawab, Reyhan sudah lebih dulu menyelanya.
“Urusan apa kau bertanya?” sahut Reyhan masih dengan ekspresi datar.
“Aku tidak ada urusan denganmu. Aku bertanya dengan Kinan.” seru Kevin.
“Ki?? Jawab aku Ki, kenapa kau diam?” sambungnya.
“Itu Vin, aku…” lagi-lagi ucapan Kinan harus terhenti karena kehadiran Arga dan Diara yang sudah kembali dengan membawa empat buah tiket dan minuman serta dua buah popcorn di tangan mereka.
__ADS_1
“Kinan.. Reyhan, ayo. Filmnya sudah akan dimulai.” ajak Diara yang membawa dua buah popcorn kemudian memberi satu ke Kinan.
“Loh Ki, kenapa wanita ini juga ada di sini?” Kevin semakin penasaran dengan kehadiran Diara.
“Kau?? Kenapa kau ada di sini? Sedang apa kau?” Diara begitu terkejut saat melihat Kevin tiba-tiba berada di sana.
“Aku yang seharusnya tanya, kenapa kalian bisa bersama?” Kevin balik bertanya.
“Haha kau ini sangat lucu sekali, yang datang terakhir kan kau. Jadi kenapa kau bertanya ke kita?” entah kenapa hanya dengan Kevin sikap Diara begitu jutek, padahal biasanya jika kepada siapapun sikapnya selalu ramah. Mungkin karena kesan pertama mereka saat bertemu tidak begitu baik, jadi kesan itu tetap melekat hingga saat ini.
“Maksud dia apa Ki?” kali ini Kevin beralih ke Kinan kembali.
“Kami memang sedari tadi pergi berempat Vin.” jawab Kinan sedikit sungkan, karena dia tahu jika dari awal Kevin tidak begitu suka dengan Reyhan dan Diara. Kesan pertama mereka saat bertemu sama-sama buruk.
“Lalu siapa dia?” tunjuk Kevin yang merasa asing dengan Arga.
“Kenalkan, dia kak Arga. Kakak kandung aku sekaligus calon tunangan Kinan?” sahut Diara dengan bangga.
DUARR
“Iya. Apakah masih kurang jelas? Dia adalah tu-na-ngan Kinan.” Diara berusaha lebih memperjelas kata tunangan dengan memberi penekanan pada kalimatnya.
“Apa benar Ki?” Kevin beralih ke Kinan. Berharap dia akan mendapatkan penjelasan atas pertanyaannya, namun yang dilakukan Kinan hanya diam.
Jadi benar jika Kinan telah tunangan? Tapi sejak kapan? Kenapa dia tidak pernah menceritakan hal ini kepadaku? Apakah aku hanya dianggapnya angin lalu?
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus saja memenuhi fikiran Kevin, dia terlalu terkejut untuk mengetahui jika Kinan sahabatnya sekaligus wanita yang disukainya telah memiliki kekasih, bahkan sudah sampai ke jenjang pertunangan. Padahal selama ini yang Kevin ketahui Kinan hanya dekat dengannya, bahkan dengan Diara pun mereka baru dekat baru-baru ini. Lalu kenapa Kinan akan melangsungkan pertunangan? Sekelebat pemikiran aneh pun tiba-tiba menghampiri Kevin.
“Apa kau memaksa dan menjodohkan Kinan dengan kakakmu?” pertanyaan itu langsung saja meluncur halus dari mulutnya. Sontak hal tersebut membuat Arga, Kinan, Diara, serta menoleh serempak menatap Kevin.
“Hahaha… apa katamu? Aku menjodohkan kakakku dengan Kinan?” tawa Diara pecah seketika saat mendengar pertanyaan Kevin yang sangat menggelikan itu.
__ADS_1
“Lalu bagaimana bisa mereka akan tunangan? Aku sangat mengenal Kinan. Selama ini dia tidak pernah dekat dengan pria manapun. Kinan hanya dekat denganku, bahkan sebelum kau mengenalnya. Tidak mungkin jika Kinan berpacaran lama dengan kakakmu kan?” ucap Kevin penuh selidik.
“Hei tuan Kevin, dengarkan aku ya. Aku tahu Kinan ternyata calon kakak iparku juga baru tadi, awalnya aku sempat terkejut tapi mengetahui itu aku sangat senang. Ternyata calon kakak ipar aku adalah sahabatku sendiri, dan untuk masalah perjodohan. Memang mereka berdua dijodohkan, tapi bukan karena aku. Orang tua kami yang mengaturnya.” jelas Diara panjang lebar.
“Tapi tunggu, lalu apa hubungannya denganmu? Kenapa kau seperti tidak terima begitu? Hubunganmu dengan Kinan kan hanya sebatas sahabat, kenapa kau bersikap seolah hubungan kalian lebih dari itu? Bukankah sebagai sahabat seharusnya kau senang dan mendukungnya?” sambungnya semakin curiga dengan sikap Kevin.
“Aku senang. Hanya saja aku tidak ingin sahabatku berhubungan dengan pria sembarangan.” jawab Kevin berbohong.
“Hey, kau fikir kakakku pria sembarangan!” seru Diara merasa kesal.
“Lalu jika bukan kenapa kau harus marah?” tanya Kevin sedikit meledek.
“CUKUP!!! Apakah tidak bisa kalian diam?” Arga menyela dengan nada tinggi.
“Dia dulu kak yang mulai, kakak dengar sendiri kan bagaimana anak ini membicarakanmu.” Diara mengadu ingin mencari pembelaan dari kakaknya.
“Kau!! Dasar wanita…” ucapan Kevin tertahan saat Kinan tiba-tiba saja menggenggam tangannya.
“Sudah Vin, jangan diteruskan lagi. Pulanglah, besok akan kujelaskan semua kepadamu.” ucap Kinan berusaha menahan sahabatnya.
“Tapi Ki..”
“Aku tidak apa-apa Vin. Maaf karena aku belum menceritakannya kepadamu.”
“Kau dengar sendiri kan Kinan bicara apa? Bukankah lebih baik sekarang kau seharusnya pergi?” sahut Diara.
“Baiklah, aku pergi Ki. Tapi besok kita harus bertemu, masih banyak hal yang harus ku tanyakan langsung kepadamu.” pamit Kevin kemudian berlalu meninggalkan mereka.
Setelah kepergian Kevin, Kinan beralih menatap Arga, Diara, dan Reyhan yang berdiri di depannya. Perasaan tidak nyaman serta risau semakin menggelayuti fikirannya. Hari sudah semakin larut, tapi ia tak kunjung pulang. Bukan karena sang ayah yang disiplin serta tidak suka jika anak-anaknya pulang terlalu malam, namun karena Kinan memang tidak pernah keluar melebihi jam 7 malam dan sesuatu yang membuatnya sangat membenci suasana malam di luar.
***
__ADS_1
HAPPY READING👀
Jangan lupa tinggalkan jejak ya^^