
Memahamimu adalah hal yang paling menyulitkan untukku. Kau bahkan bertindak sesuai kehendakmu. Meski perasaan yang ku torehkan tulus dan dalam sekejap kau dapat melihatnya, namun hingga saat ini aku tak pernah tahu bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya.
-Diara Felisya
“Rey, tolong dengarkan dulu. Setidaknya sampai aku selesai bicara.”
Diara terus mengikuti langkah Reyhan yang semakin cepat. Sikap Reyhan yang dingin bak balok es sejujurnya sudah cukup membuatnya jengah, namun gadis itu terus meyakinkan dirinya sendiri jika suatu saat Reyhan pasti akan berubah dan sedikit demi sedikit dapat menerima pertunangannya yang sudah berjalan satu tahun.
Diara faham betul jika pertunangan itu terjadi karena perjodohan yang bertujuan untuk hubungan bisnis papa mereka. Namun Diara juga tidak bisa menampik perasaannya sendiri yang memang sangat tulus mencintai Reyhan meskipun itu hanya perasaan sepihak. Bahkan pertunangan secara diam-diam karena keinginan Reyhan juga Diara sanggupi asalkan dirinya bisa mengikat hubungan dan perasaannya yang entah sampai akan terbalas.
“Jangan ikuti aku!” titah Reyhan dengan nada tinggi.
“Rey, aku mohon kali ini saja dengarkan dulu pendapat papamu.”
“Kau tidak melihat kita berada dimana? Jangan bicarakan itu disini Ra!”
“Tapi Rey, kalau tidak disini kau selalu saja menghindariku. Bahkan jika aku ke rumahmu kau tak sudi menemuiku.” kali ini emosi Diara hampir di ambang batasnya.
Tanpa berfikir panjang Reyhan langsung menarik tangan Diara dan membawanya untuk meninggalkan koridor kampus yang saat itu masih banyak mahasiswa berlalu lalang serta sekedar berbincang satu sama lain. Karena perlakuan Reyhan yang tiba-tiba menarik tangan Diara menjadikan keduanya pun tak luput dari pandangan mahasiswa-mahasiswa disana.
Meskipun banyak yang sudah tahu jika selama ini Diara selalu di samping Reyhan kemanapun dia pergi, namun mereka tak pernah sekalipun melihat Reyhan menyentuh seorang wanita apalagi ini sampai menarik tangannya. Alhasil beberapa mahasiswa terutama para wanita yang melihat kejadian itu dibuat baper akan perlakuan Reyhan yang menurut mereka sangat sweet. Berbeda dengan para wanita yang masih kelimpungan karena melihat sikap Reyhan, Diara justru semakin takut hingga keringat dingin tiba-tiba saja menembus celah bajunya tanpa permisi. Kaki dan tangannya semakin bergetar hebat tatkala tubuh Reyhan tiba-tiba saja berhenti di sebuah lorong sepi yang terletak di pojok kampus mereka.
Sejujurnya ini pertama kalinya bagi Diara melihat Reyhan seperti ini. Bahkan dari raut wajah Reyhan, terlihat begitu jelas jika Reyhan sangat marah dan ingin meluapkan segala amarahnya. Meskipun tadi sempat terpancing emosi, kali ini Diara berusaha setenang mungkin agar dirinya tidak menjadi korban amarah Reyhan.
“Sekarang bicaralah. Apa yang ingin kau katakan padaku?” ucap Reyhan dingin sambil melepaskan tangan Diara.
“Rey, aku tahu jika selama satu tahun ini kamu terpaksa menjalani ikatan pertunangan denganku. Aku juga tahu jika sampai saat ini pun kamu masih belum bisa mencintaiku. Tapi aku mohon, kali ini tolong dengarkan ucapan papa kita. Apa salahnya meresmikan pertunangan ini di depan publik? Toh kita juga sudah menjalaninya meskipun itu hanya diam-diam.”
Diara memperlihatkan wajah memelasnya agar Reyhan bisa luluh dan menerima permintaannya.
“Apa kau sungguh ingin melanjutkan hubungan ini sampai jenjang pernikahan?” tanya Rey dengan wajah datar.
Degg
__ADS_1
Apa maksud Reyhan bertanya seperti ini? Bukankah setiap hubungan pertunangan akan berujung pada pernikahan?
“Maksudmu apa Rey bertanya seperti itu?”
“Jawab saja. Tidak usah balik bertanya.”
“Ya! Aku ingin melanjutkannya sampai kita bisa menikah dan aku bisa memilikimu seutuhnya.” jawab Diara mantap.
“Meskipun hatiku bukan untukmu, kau yakin bisa hidup denganku?”
Reyhan mengeluarkan senyum smirk.
“Aku yakin, suatu saat kamu bisa mencintaiku Rey meskipun itu bukan sekarang. Namun jika kita sudah tinggal bersama atau bahkan memiliki anak, aku pastikan rasa cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya.” ucap Diara meyakinkan.
“Hahaha.. tidak akan.” tawa Reyhan pecah saat Diara menyebut kata anak.
“Apa maksudmu?”
“Apakah kau masih belum faham Diara?”
Dengan satu gerakan, tangan kiri Reyhan berhasil merengkuh pinggang ramping Diara, sedangkan tangan kanannya memegang wajah cantik itu yang saat ini entah perasaannya senang atau takut. Di satu sisi, Diara senang karena ini pertama kalinya Reyhan menyentuhnya. Namun di sisi lain, wanita itu juga takut dengan tatapan Reyhan yang seolah ingin menghabisinya.
Memikirkan apa yang akan terjadi pada dirinya membuat Diara hanya bisa pasrah dengan perlakuan Reyhan yang semakin mendekatkan wajah ke arahnya.
“Oh astaghfirullah! Maaf-maaf aku tidak tahu.”
Kinan berteriak saat melihat gerakan Reyhan yang seolah akan mencium Diara. Mata Diara yang sebelumnya terpejam, langsung terbuka lebar dan menoleh ke arahnya. Begitupun dengan Reyhan, mereka sama-sama terkejut melihat Kinan yang masih berdiri mematung sambil menutup mata menggunakan kedua telapak tangannya. Reyhan kembali ke posisi semula dan memasang muka datar seperti biasa. Sedangkan Diara, takut hal ini akan menjadi kesalah fahaman yang mengundang kehebohan publik atas tindakan tidak s*nonoh di tempat umum segera menghampiri Kinan.
“Ki..kinan? Kau benar Kinan? Kin, ini tidak seperti yang kamu fikir. Tolong jangan salah faham. Aku dan Reyhan tidak melakukan apa-apa.” Diara berucap dengan terbata-bata.
“Buat apa kau harus lelah mengatakannya. Dia tidak berhak atas penjelasanmu!”
Reyhan berbicara dengan nada datar kemudian meninggalkan dua wanita yang masih terlihat sama-sama bingung. Yang satu bingung harus menjelaskan seperti apa, yang satunya lagi bingung harus berbuat bagaimana karena merasa dirinya sudah berdosa telah mengganggu dua pasang insan yang tengah memadu asmara saat itu.
__ADS_1
“Reyy??” panggil Diara.
Namun sekejap pandangannya kembali ke Kinan yang masih berdiri di sampingnya.
“Kin, tolong jangan bilang siapa-siapa perihal ini. Aku mohon, anggap kau tak pernah melihat kejadian tadi. Reyhan juga tidak pernah melakukan apapun denganku.” Diara menggenggam tangan Kinan sambil mengiba.
“Kenapa kau harus menjelaskannya kepadaku Ra? Benar kata Reyhan tadi, aku tidak berhak atas penjelasanmu.” Kinan merasa bingung dengan perlakuan Diara.
“Tidak Kin, aku hanya tidak ingin kau salah faham yang nantinya akan berakibat pada nama baikku dan Reyhan. Aku khawatir jika kejadian tadi membuatmu berfikiran bahwa Reyhan melakukan hal tidak baik denganku, sedangkan kamu tahu sendiri kan jika keluarga Reyhan bukan dari kalangan biasa. Maaf, bukannya aku tidak mempercayaimu. Aku hanya berjaga-jaga karena ini akan menyangkut keluargaku dan keluarga Reyhan juga.” jelas Diara panjang lebar.
“Tenang Ra, aku tidak seperti yang kau fikir. Akan ku pastikan tidak akan ada berita aneh-aneh tentangmu dan Reyhan. Itu akan menjadi rahasia kalian berdua.”
Kinan faham maksud penjelasan Diara dan berusaha menenangkannya karena melihat kekhawatiran di wajah wanita cantik itu.
“Sungguh Kin? Kau tak akan menyebarkan rumor tentangku kan?” kali ini Diara menatap dengan mata berbinar dan semakin mengeratkan genggamannya.
“Iya Ra, sungguh. Aku berjanji padamu.” Kinan membalas genggamannya.
“Terimakasih Kin, Terimakasih.” Diara semakin menggenggam dan menggoyang-goyangkan tangan Kinan.
“Oh ya Kinan karena aku sudah menganggap kamu dapat bisa dipercaya, mulai sekarang kita harus menjadi teman. Oh tidak-tidak, kita harus bersahabat. Kau bersedia kan? Okey??” imbuhnya tampak begitu antusias.
“Ehm, apakah itu tidak terlalu berlebihan Ra?” ucap Kinan tampak ragu.
“Sama sekali tidak Kinan. Justru aku sangat senang dapat memiliki teman baru lagi, terlebih orang baik sepertimu.” Diara tambah bersemangat lagi.
“Hehe, baiklah-baiklah. Aku bersedia.” Kinan hanya tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya.
Dua wanita yang sebelumnya tidak pernah dekat dan hanya Kinan yang tahu keberadaan Diara, kini mereka justru semakin akrab setelah kejadian itu. Awalnya Kinan sangat sulit dan enggan untuk menerima Diara sebagai temannya karena memang kepribadiannya yang pendiam dan tertutup. Namun karena sifat Diara yang sangat ramah tamah serta mudah bergaul ke semua orang, membuat Kinan pun lama kelamaan ikut nyaman menjalin pertemanan dengannya.
***
***HAPPY READING ALL💕
__ADS_1
Like, Vote, dan beri saran serta kritikan kalian ya biar Author tambah semangat berimajinasi🖎***