
Terjebak dalam kisah cinta segitiga sudah biasa. Tapi pernahkah kalian terjebak dalam perputaran kisah cinta yang begitu rumit? Hingga kalian pun merasa bahwa kisah itu tak memiliki ujung akhir?
-Kinan Putri Cantika
Kinan menunduk lesu sambil menatap nanar map biru yang berada dipangkuannya. Mata gadis itu sesekali terpejam sambil menengadah ke atas. Pantulan sinar matahari nampak sedikit menembus dibalik rindangnya pohon trembesi yang tumbuh subur di sana. Selain itu Kinan juga bisa merasakan hembusan angin yang begitu menyejukkan, setidaknya dengan seperti itu Kinan bisa sedikit mendinginkan fikirannya.
Huh, selalu saja. Yang membuat janji siapa, yang membatalkannya siapa. Sudah yang ke berapa kali ini? Aku bahkan tidak bisa menghitungnya. Sabar Kinan, sabar. Mungkin besok Bu Susi akan langsung meng-ACC skripsimu. Tapi apa mungkin?
Kinan terus bergumam sendiri dan mendengus kesal sambil sesekali memukuli wajahnya dengan map yang ada di tangannya. Siang itu suasana hatinya benar-benar sedang buruk karena lagi-lagi Bu Susi yang notabennya adalah dosen pembimbing dua Kinan kembali membatalkan bimbingan skripsi dengan sebelah pihak.
Namun tak beberapa lama Kinan juga teringat akan ucapan Kevin kemarin yang mengatakan jika dia akan membuat ayah Kinan membatalkan sendiri perjodohan Kinan dengan Arga. Kinan begitu khawatir jika Kevin akan berbuat hal-hal nekad demi membuktikan ucapannya tersebut, karena yang selama ini Kinan tahu Kevin tidak pernah bermain-main dengan ucapannya sendiri.
Semoga saja kali ini Kevin tidak benar-benar serius dengan ucapannya. Jangan sampai anak itu berbuat hal bodoh lagi.
“Ah, sudahlah jangan difikirkan lagi! Sekarang aku kemana lagi ini? Aku bahkan tidak punya tempat tujuan lagi.” Kinan berucap sendiri dengan mata tertutup dan kepala yang menengadah ke atas.
“Pulang saja jika tidak ada tujuan!” suara deep berat milik seorang pria tiba-tiba mendekat ke arah Kinan. Hal itu membuat Kinan segera bangkit dari posisinya dan duduk tegak untuk melihatnya.
“Reyhan?? Sedang apa kau di sini?” ujar Kinan karena merasa heran dengan kehadiran Reyhan yang secara tiba-tiba.
“Minumlah!” titah Reyhan sambil menyodorkan satu gelas plastik yang berisi jus strawberry di tangannya.
Kinan masih tidak menanggapinya dan semakin menatap Reyhan lekat. Pandangan mata Kinan tidak henti-hentinya memperhatikan tubuh tinggi pria yang saat itu berdiri di sampingnya. Tiba-tiba saja Reyhan mendekatkan gelas tersebut ke pipi Kinan.
“Aww!!” teriak Kinan yang sedikit terkejut karena rasa dingin dari jus strawberry.
“Jangan melamun. Ambil ini!” Reyhan kembali menyodorkan jus tersebut.
Kinan sedikit ragu untuk menerimanya, dia sangat heran dengan sikap Reyhan yang selalu berubah-ubah kepadanya. Terlebih pria itu selalu saja muncul secara tiba-tiba di hadapan Kinan. Bahkan saat semua orang tidak bisa menemukannya, Reyhan lah satu-satunya orang yang dengan mudah menemukan dan membawa Kinan pulang. Kinan sempat berfikir, apakah pria itu memiliki kemampuan khusus untuk bisa menebak isi hati seseorang? Memikirkan kembali fikiran aneh itu membuat Kinan sedikit terkekeh, namun sejurus kemudian dia langsung menggelengkan kepalanya kuat.
“Kau gila? Tertawa sendiri tidak jelas lalu menggeleng-geleng seperti itu.” dahi Reyhan berkerut heran melihat tingkah laku Kinan.
“Hei aku masih waras, dasar kurang ajar!” umpat Kinan tidak terima.
“Kalau kau tidak mau ini buang saja! Tanganku sudah pegal memegangnya terus.” Reyhan menggoyangkan gelas plastik transparan berisi jus strawberry yang masih penuh itu sehingga membuat isinya terlihat ikut bergoyah di dalam. Dia berniat hendak membuangnya.
“Tunggu!! Kenapa kau mau membuang minuman enak seperti ini?” Kinan menahan tangan Reyhan kemudian mengambil jus tersebut dan meminumnya tanpa memberi jeda.
Reyhan memposisikan diri untuk duduk bersejajar di samping Kinan. Dia menarik sedikit ujung bibirnya hingga menampilkan sedikit senyuman yang begitu jelas di wajah tampannya. Matanya terus memperhatikan Kinan yang masih asyik menikmati jus strawberry pemberiannya.
“Pelan-pelan. Tidak ada yang akan merebutnya.” ucap Reyhan kemudian menselonjorkan dan menyilangkan kedua kakinya ke depan.
Kenapa sikap dia tidak seperti biasanya? Benarkah dia Reyhan si manusia bongkahan es? Atau mungkin ada roh lain yang masuk ke jiwanya? Hah, lalu roh siapa yang mau-maunya masuk ke tubuh manusia menyebalkan seperti dia?
“Kau menggunjingku?” seketika ucapan Reyhan tersebut membuyarkan lamunan Kinan yang memang sedari tadi merutukinya dalam hati.
__ADS_1
“Hah, tidak.” Kinan mengelak dan mengusap kasar mulutnya yang sedikit lengket akibat jus strawberry.
“Kau fikir aku tidak tahu isi kepalamu ini?” ucap Reyhan sambil menunjuk dahi Kinan dengan jari telunjuknya dan sedikit memberi penekanan hingga membuat tubuh Kinan sedikit terdorong ke belakang.
“Aww.. Hei, sakit tau!!” Kinan mengaduh kesakitan sambil memegangi dahinya yang terasa nyut-nyutan.
“Benarkah? Yang seperti sakit?” Reyhan mengulanginya lagi dengan lebih keras.
“Kau benar-benar mau mati ya!!!” kali ini Kinan membalas dengan mengacak-acak rambut Reyhan. Tak mau kalah, Reyhan pun kembali membalas hal serupa ke Kinan. Cukup lama mereka saling beradu hingga Kinan sedikit melupakan permasalahan tentang skripsinya. Rasanya Reyhan benar-benar bisa membuat mood Kinan kembali membaik.
“Kia!!” panggilan yang familiar didengar Kinan itu terdengar begitu memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya, bahkan dari jarak yang cukup jauh sekalipun panggilan itu terdengar sangat jelas. Kinan menoleh ke sumber suara tersebut, dan terlihat sosok Kevin yang tengah berlari ke arahnya.
“Kia, kenapa kau bersama pria sombong ini?” ucap Kevin saat sesampainya di depan Kinan dan menatap tajam ke arah Reyhan.
“Kevin jangan seperti itu, dia memiliki nama.” tutur Kinan dengan menautkan kedua alisnya ke atas seolah tidak suka dengan perkataan sahabatnya.
“Memang benar kan Ki, dan kenapa kau malah membelanya?” selidik Kevin sambil menatap Kinan penuh curiga.
“Aku bukan membelanya Vin, tapi sikapmu ini tidak sopan. Dia memiliki nama, dan namanya adalah Reyhan. Bukannya kau sudah tahu?”
Mendengar penuturan Kinan yang dirasa memang seolah membelanya, Reyhan seketika menoleh ke arah Kinan. Terdapat guratan senyum kemenangan yang ia tahan begitu melihat ekspresi Kinan yang begitu serius.
“Baiklah terserah. Ki, ayo ikut denganku!” ajak Kevin hendak meraih tangan Kinan, namun Kinan segera menampisnya.
“Kau ingin terlepas dari perjodohan konyol itu kan? Kali ini akan kutunjukkan caranya.” senyum Kevin mengembang saat memikirkan kembali cara untuk membatalkan perjodohan Kinan dengan Arga.
“Kevin kau jangan gila! Vin, kali ini aku minta tolong jangan ikut campur urusanku. Aku tidak ingin kau terlibat masalah, terlebih ini berhubungan langsung dengan ayahku. Biar aku saja yang akan menyelesaikannya sendiri.” tutur Kinan karena takut sahabatnya itu akan terlibat masalah dengan ayahnya.
“Gila bagaimana sih Ki? Bukankah selama ini aku juga seperti ini kalau kamu sedang ada masalah?” dahi Kevin berkerut heran.
“Bukan seperti itu Vin, tapi…”
“Tidak usah memaksa jika memang dia tidak mau.” sahut Reyhan yang membuat Kevin beralih menatap tajam ke arahnya.
“Kau tidak usah ikut campur!” seru Kevin.
“Kinan!!!” teriakan Diara yang secara tiba-tiba itu berhasil menghentikan perdebatan diantara mereka. Kinan, Kevin, tak terkecuali Reyhan pun menoleh secara bersamaan. Terlihat Diara dan Arga tengah berjalan bersama menuju ke arah mereka, wajah Diara nampak begitu senang dan terus tersenyum.
“Kinan, ternyata kamu disini. Dari tadi aku dan kak Arga mencarimu kemana-mana.” ucap Diara setelah sampai di depan Kinan.
“Reyhan! Kamu disini juga.” sambungnya ke arah Reyhan, namun laki-laki itu tidak menanggapinya dan memilih menatap ke sembarang arah.
“Diara? Ada apa Ra? Kenapa kak Arga juga ada disini?” Kinan bertanya dengan heran sambil melihat ke arah Diara dan Arga secara bergantian.
“Mama dan Papa ingin mengajakmu makan malam bersama di rumah kami Kin. Tadi kebetulan aku di kantor kak Arga, jadi sekalian ikut jemput kamu disini.” tutur Diara.
__ADS_1
“Kinan tidak bisa!” sahut Kevin tiba-tiba.
“Kevin!” Kinan mencoba untuk menahan Kevin agar tidak semakin berulah.
“Tapi benar kan Ki? Kemarin kau kan sudah ada janji denganku.” protes Kevin.
“Kenapa anak rusuh ini ada juga disini Kin?” tanya Diara menyindir Kevin.
“Apa kau bilang? Anak rusuh!” seru Kevin ke Diara.
“Memang benar kan? Wee…” Diara menjulurkan lidahnya untuk meledek Kevin.
“Sudah-sudah, kalian ini kenapa selalu saja bertengkar setiap kali bertemu?” ucap Kinan yang pusing dengan kelakuan dua sahabatnya yang tidak pernah akur.
“Ra, memangnya ada apa om Dandi dan tante Desi mengundangku makan malam?” imbuhnya ke arah Diara.
“Hanya ingin saja Kin, kemungkinan untuk membahas lebih lanjut pertunanganmu dengan kak Arga. Iya kan kak?” jawab Diara kemudian beralih menoleh Arga.
“Hmm.” jawab Arga singkat.
“Ehm Ra, bagaimana ya? Sebenarnya..” belum sempat Kinan menjawab, Kevin sudah lebih dulu menyelanya.
“Sudah dibilang Kinan tidak bisa. Dia ini sudah ada janji denganku, jangan memaksanya!” seru Kevin.
“Hei kau manusia rusuh diamlah! Aku sedang berbicara dengan Kinan, bukan denganmu.” celoteh Diara tidak senang.
“Hei makhluk cerewet! Aku ini juga sedang menjawabnya, karena Kinan memang tidak bisa.” timpal Kevin tidak terima.
“Apa? Makhluk cerewet!!” seru Diara sambil menautkan kedua alisnya karena geram.
“Hahaha.. memang benar kan?” ledek Kevin.
“Sudah-sudah! Astaga, harus bagaimana lagi aku untuk membuat kalian ini tidak bertengkar setiap kali bertemu.” rasanya Kinan sudah sangat putus asa menghadapi kelakuan Kevin dan Diara yang terus-terusan bertengkar setiap kali bertemu.
“Emm.. Ra, maaf. Apakah tidak terlalu cepat membicarakan masalah pertunangan sekarang? Aku..” imbuh Kinan yang sangat enggan untuk membahas masalah perjodohannya dengan Arga.
“Kinan.. sebelumnya kan ini sudah dibahas oleh orangtua kita, nah sekarang mama dan papa ingin lebih mengenal kamu. Kamu kan juga belum pernah ke rumahku selama kita bersahabat. Jadi aku mohon, kamu mau yah? yah?” desak Diara.
“Tapi Ra…”
“Aku ikut.” sahut Reyhan yang sedari tadi hanya diam namun tiba-tiba mengeluarkan suaranya sehingga membuat Kinan, Diara, Kevin, serta Arga menoleh ke arahnya secara bersamaan. Mereka saling tertegun dan menatap Reyhan lamat-lamat.
***
HAPPY READING^^
__ADS_1