SKIP

SKIP
PART 20


__ADS_3

Usaha semaksimal apapun jika kau tidak pernah memberi kesempatan orang lain untuk membantumu, maka hal tersebut akan sia-sia.


-farikakoka


Hendra menyela ucapan Dr. Frans yang hendak memberitahu keadaan Kinan yang sebenarnya. Dia tidak ingin jika kondisi Kinan dapat diketahui semua orang. Pandangan Hendra beralih ke sosok laki-laki yang ikut duduk di samping Arga, dirinya begitu terkesiap saat menyadari ternyata Reyhan sedari tadi berada diantara mereka.


“Kau?? Sedang apa kau di sini!” sarkas Hendra ke arah Reyhan, namun Reyhan hanya diam dan menundukkan kepalanya.


“Kau kenal dia?” sahut Dandi.


“Dandi, kenapa anak kurang ajar ini berada di rumahmu?” Hendra bertanya seolah-olah dia sangat mengenal Reyhan sampai-sampai dia menyebut Reyhan sebagai anak kurang ajar.


Sebutan itu tentu membuat Dandi tersinggung karena tunangan putrinya dianggap tidak baik oleh sahabat sekaligus calon besannya itu.


“Hendra, apa yang kau maksud anak kurang ajar? Calon menantuku ini tidak seperti itu!” seru Dandi tidak terima.


“C-calon menantu?” Hendra mengulangi ucapan Dandi dengan terbata karena begitu terkesiap saat mengetahui bahwa Reyhan adalah calon menantu Dandi.


“Iya. Dia Reyhan, tunangan Diara sekaligus anak dari rekan bisnisku.” tutur Dandi.


“Apa yang kau maksud rekan bisnismu itu adalah Alan?” tanya Hendra memastikan.


“Iya, benar. Bagaimana kau bisa tahu? Ah, tentu saja kau tahu. Alan memang seorang pengusaha yang sukses di dalam maupun luar negeri. Siapapun pasti akan mengenalnya.” Dandi berucap dengan bangganya seolah dia sangat beruntung jika Alan akan menjadi besannya.


“Hah, apa yang perlu dibanggakan dari seorang penghianat seperti Alan! Bahkan mendidik anak semata wayangnya saja dia sama sekali tidak becus.” ucap Hendra disertai nada sindiran yang diarahkan ke Reyhan.


“Hendra cukup! Apa yang kau maksud? Kenapa kau dari tadi seolah sangat membenci Alan dan keluarganya?”


“Dengarkan Dandi! Jika kau tidak ingin sepertiku dan tidak ingin putrimu itu kenapa-kenapa, jauhi Alan dan keluarganya. Mereka hanya pembawa sial, termasuk anak itu!” Hendra berucap dengan nada berapi-api kemudian mengarahkan jari telunjuknya ke arah Reyhan yang masih tetap diam.


“Reyhan, berbicaralah! Apa yang sebenarnya terjadi?”

__ADS_1


Arga yang sedari tadi hanya diam, kini ikut angkat bicara dan mendesak calon adik iparnya itu untuk segera memberikan penjelasan atas apa yang sebenarnya terjadi. Namun bukannya menjawab, Reyhan hanya memandang sekilas semua orang kemudian menundukkan kepalanya kembali.


“Nak Arga, percuma kau tanya ke anak itu. Dia tidak akan bisa menjawab!” tukas Hendra masih dengan nada penuh kebencian.


“Hendra, tolong jelaskan! Sebenarnya apa hubunganmu dengan keluarga Alan?” tanya Dandi ingin segera mendapat jawaban atas rasa penasarannya.


“Asal kau tahu Dandi, Alan itu….”


“Papa.. Kinan Pa!!!” suara Diara yang tiba-tiba membuka pintu seketika menghentikan ucapan Hendra dan membuat semua orang yang berada di ruangan itu menoleh ke arahnya. Dengan memasang wajah panik, Diara langsung masuk tanpa permisi.


“Tolong, tolong Kinan!!” imbuhnya.


“Diara tenanglah, ada apa nak?” tanya Dandi berusaha menenangkan putrinya.


“K-Kinan Pa.. Kinan!!” ucap Diara sambil sesenggukan diikuti air mata yang terus menderas di pipinya.


“Ada apa dengan Kinan?” Reyhan yang semula bungkam, kini ikut bertanya dan terlihat begitu khawatir.


Tanpa menunggu jawaban Diara, Hendra dan Dr. Frans langsung berlalu dari ruangan itu menuju kamar Diara. Sedangkan Arga dan Reyhan sejenak saling mematung, namun kemudian mereka segera menyusul Hendra untuk memastikan keadaan Kinan. Dandi masih berusaha menenangkan putrinya dengan cara memberikan tepukan lembut di bahu Diara.


💢💢


Sesampainya di ambang pintu kamar Diara, Dandi dibuat terkejut saat melihat calon menantu sekaligus anak dari sahabatnya tersebut sudah diberikan beberapa suntikan oleh Dr. Frans, bahkan yang membuatnya tak kalah terkejut adalah saat dirinya juga melihat pergelangan kaki Kinan masih ditahan oleh Arga. Desi yang melihat suaminya berdiri di ambang pintu langsung berhambur memeluknya disertai isakan tangis yang sama dengan Diara.


“Huu.. Pa, Kinan Pa.. Huu..” ucap Desi dengan sesenggukan.


“Tenang Ma, tenang. Kinan pasti baik-baik saja.” tutur Dandi sembari mengelus lembut punggung istrinya.


“Mohon maaf semua, lebih baik kita keluar dan membiarkan nona Kinan beristirahat di sini.” tutur Dr. Frans setelah memeriksa denyut nadi Kinan dan memastikannya stabil.


“Kinan… putriku yang malang.” ujar Hendra sambil membelai lembut pucuk kepala Kinan yang masih terlelap akibat suntikan obat penenang. Pandangannya kini beralih menatap tajam ke arah Reyhan yang berdiri di pojok ruangan tersebut.

__ADS_1


“Kau, ikutlah denganku!!” titahnya. Mereka semua pun keluar dan meninggalkan Kinan sendiri untuk beristirahat.


💢💢


“Dasar anak si*lan!! Ini semua gara-gara kamu!! Putriku menderita gara-gara kamu!! Pergi kau dari sini!! Enyah dari hadapanku sekarang juga dan jangan pernah temui putriku lagi!!!” seru Hendra sambil menarik kerah baju Reyhan sehingga membuat pria itu sedikit terhuyumg ke belakang.


“Hendra.. Apa-apaan kau!! Lepaskan!! Dia tidak salah apa-apa.” Dandi mencoba melerai mereka dengan cara menampis tangan Hendra dari kerah baju Reyhan.


“Kau tidak tahu dia Dandi!! Anak ini sungguh berbahaya, dia pembawa sial!! Gara-gara dia putriku harus menanggung beban ini selama bertahun-tahun!” Hendra terus berucap dengan amarah yang semakin membuncah.


“CUKUP!! Kau dari tadi selalu menyalahkan dia. Sebenarnya apa yang telah dia perbuat kepada Kinan?” tukas Dandi ikut terpancing emosi akan ucapan Hendra yang terus menyudutkan calon menantunya itu.


“Papa.. tenang Pa, tolong kontrol emosi! Ingat dengan tekanan darahmu Pa..” ujar Desi yang berusaha menenangkan suaminya.


“Mohon maaf tuan-tuan sekalian, tapi saya harap untuk saat ini tolong jaga ketenangan di sekitar nona Kinan. Jangan sampai dia mendengar keributan sekecil apapun, karena itu akan berpengaruh pada kondisi psikisnya.” tutur Dr. Frans.


“Lalu apa yang sebenarnya terjadi dengan Kinan dokter? Tolong jelaskan kepada kami! Kami juga bagian dari keluarga Kinan dan berhak mengetahui kondisinya.” Desi mendesak Dr. Frans untuk segera memberitahu kondisi Kinan yang sebenarnya.


“Baiklah nyonya, saya akan menjelaskan kondisi nona Kinan yang sebenarnya. Tapi sebelumnya saya ingin meminta izin kepada tuan Hendra..” jawab Dr. Frans seraya memberikan pandangan ke Hendra.


“Saya mohon maaf tuan karena tidak bisa menepati janji saya untuk tetap merahasiakan ini. Saya tahu jika rahasia yang sudah tersimpan rapi selama bertahun-tahun ini merupakan aib keluarga anda, tapi saya rasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk semua orang mengetahui semuanya. Tolong jangan kecewa kepada saya, karena ini demi kebaikan nona Kinan juga.” imbuhnya.


Tidak ada jawaban Dari Hendra, sedangkan semua orang hanya diam sambil menunggu penjelasan Dr. Frans yang dirasa sangat penting karena menyangkut kondisi Kinan. Dr. Frans pun sejenak terdiam dan memandangi semua orang yang berada di sana. Dengan satu tarikan nafas yang panjang, dia pun memulai untuk menjelaskannya.


“6 tahun terakhir ini saya ditunjuk langsung oleh tuan Hendra untuk menjadi dokter pribadi nona Kinan, dimana selama itu pula saya sudah mengamati dan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi nona Kinan. Untuk hasilnya sendiri saya juga menyimpulkan jika nona Kinan telah mengidap Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang dimana kondisi tersebut diakibatkan karena peristiwa kecelakaan enam tahun silam.” tutur Dr. Frans seraya memandangi mereka satu persatu.


“A-apa?? Kinan mengalami trauma dok??” ucap Diara masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya, sedangkan semua orang termasuk Reyhan memasang wajah dengan mata yang bulat sempurna.


“Iya nona, selain itu hal yang lebih memperburuknya adalah sebelum kecelakaan terjadi saya menduga jika mental nona Kinan sudah lebih dulu terguncang. Akan tetapi sampai sekarang pun saya juga tidak tahu hal apa itu, karena pihak keluarga sendiri juga tidak pernah memberitahu saya. Tuan Hendra selalu menutupinya. Mungkin itu masalah pribadi keluarga yang tidak bisa diumbar ke sembarang orang dan saya dapat mengerti hal tersebut.” imbuh Dr. Frans.


***

__ADS_1


Happy Reading👀


Note : koKA ingin mengucapkan mohon maaf yg sebesar-besarnya karena ketelatan update part ini. Bantu koKA supaya lebih semangat ya😳


__ADS_2