Skripsi atau Resepsi

Skripsi atau Resepsi
21 - Tolongin saya,ya?


__ADS_3

From : Adrian Pramudya


"Kamu sibuk?"


"Saya bisa minta tolong ga?"


"Kay..."


"Kayana.."


"Sudah tidur?"


Kayana yang baru saja memejamkan mata tentunya merasa terusik dengan bunyi notifikasi yang lumayan heboh dari ponselnya. Dia baru saja kerja rodi menyelesaikan skripsinya hari ini.


Kayana berusaha mengabaikan bunyi notifikasi tersebut dan memejamkan matanya kembali. Namun dering notifikasi tak kunjung berhenti, Kayana nyaris menangis saking kesalnya. Bisa nggak sih? dia dibiarin istirahat? Jahat banget ini dunia dan seisinya, lama-lama dia tuntut juga ini perusahaan handphone, dia tau benda kecil persegi ini sangat fungsional sebagai media untuk berkomunikasi, tapi plis deh, khusus untuk malam hari layanan nya ditiadakan dulu.


Sambil menggerutu Kayana menggeser tombol kunci di layar ponselnya dan muncul pop up pesan dari Adrian.


5 New Messages


Kayana Amira


"Belum pak"


Adrian Pramudya


"Temenin saya besok ya,ketemu mami saya."


Kayana mengerutkan keningnya dalam,lalu ia segera membalas pesan Adrian.


Kayana Amira


"Kenapa harus ditemenin segala sih pak? udah gede juga."


Adrian Pramudya


"Please Kay, saya butuh bantuan kamu. Besok saya ceritain ya."


Jari Kayana mengetik dengan lincah balasan dari pesan tersebut, setelah puas dengan isi pesannya Kayana langsung menekan tombol send dan seketika senyuman tipis terbit dari bibirnya.


Kayana Amira


"Oke deh pak,tapi ga gratis loh pak."


Adrian Pramudya


"Asal bayaran nya nggak nikahin kamu saat ini juga,inshallah saya sanggup. Tapi kalau kamu mau nikahnya bulan depan,saya pasti bisa usahakan."


Kayana Amira


"Nggak lucu."


Adrian Pramudya


"Saya nggak sedang melucu kok."


Kayana melirik malas pada balasan terakhir Adrian. Tuh kan, kumat lagi rese-nya!tak lama kemudian muncul pop up pesan baru dari Adrian.


Adrian Pramudya


"Oke..bayarannya mau apa?"


Kayana Amira


"Bab 5 saya langsung di acc besok juga👌 itu baru sepadan."


Adrian Pramudya


"Saya nggak jadi minta tolong."


Senyum Kayana luntur seketika melihat balasan singkat dari Adrian,sambil melirik sebal ke arah ponselnya Kayana langsung mematikan ponselnya saat itu juga.Dibilangin juga apa,Adrian tuh rese nya kebangetan!


***


"Kay...Kayana." panggil ibunya dipagi buta. Kayana yang sedang bermimpi indah menggerutu kesal dan menutup telinga nya menggunakan bantal,berusaha mengabaikan panggilan ibunya.


"Mama dobrak deh ya." Ancam ibunya.


Akhirnya Kayana terpaksa bangun, mengingat bu Ratna bukan tipe ibu-ibu penyabar alias bersumbu pendek. Dia takut pintu kamarnya sampai di dobrak beneran.


Kayana menghela nafas lelah.


Weekend plus bangun pagi. Bagi Kayana nggak ada hal yang lebih menyebalkan dari itu.


"Bangun woy...itu Dosen kamu sudah didepan." panggil Ibunya sekali lagi.


Matanya langsung terbuka lebar dan rasa kantuknya hilang seketika. Sambil memaksakan tubuhnya yang terasa renta ini Kayana menyeret kedua kakinya paksa ke arah pintu.


"Adrian sudah didepan sejak 30 menit yang lalu,cepetan bangun!" Ucap ibunya sambil berlalu membawa kue-kue serta cemilan kesukaan Kayana kearah ruang tamu.


Tunggu,coba dia ingat-ingat dulu?


Ada urusan apa Adrian datang sepagi ini kerumahnya? Ngalah-ngalahin tukang sayur dipagi hari cepetnya. Perasaan dia nggak pernah ngundang, tuh!


Seingat Kayana tadi malam mereka nggak ada tuh janjian ketemu pagi-pagi. Kesepakatan tadi malam juga dianggap batal karena Adrian nggak menyanggupi syarat yang Kayana ajukan. Memang apa sulitnya sih, tinggal ACC bab 5 nya saja, gitulho!

__ADS_1


Sambil menggerutu kesal Kayana mencuci wajahnya asal dan memakai sedikit cushion ke wajahnya supaya nggak kucel-kucel amat! Hatinya boleh berantakan tapi wajahnya jangan,Malu dong!


Kayana mengintip sedikit ke arah ruang tamu. Tampak Adrian sedang duduk sambil berbincang dengan ibunya, dengan setelan Polo dan celana denim biru, ala-ala eksekutif muda sewaktu liburan ke mall.


Loh?ini kenapa jantung nya mendadak berdegup nggak karuan. Perasaan dia nggak begadang semalam, nggak habis minum kopi juga.


Semakin dia memperhatikan Adrian, semakin detak jantung nya nggak karuan. Seriusan, dia nggak suka lagi kan? sama itu orang?


Oh-****!


Tiba-tiba saja tatapan mata Adrian beralih kearahnya, memergoki Kayana sedang mengintipnya diam-diam.


Pria tersebut tersenyum kecil seolah mengejeknya, Kayana langsung menarik ucapannya perkara kembali menyukai Adrian. No in a millions ways! Lihat betapa menyebalkannya pria itu.


Akhirnya Kayana terpaksa berjalan keruang tamu, sudah kepergok juga. Ya kali kabur? dia nggak se cupu itu.


"Baru bangun, Kay?" tanya Adrian berbasa-basi.


Kayana hanya menyunggingkan senyum tipis, malas menanggapi plus takut kena hipertensi di pagi hari.


"Kebiasaan emang dia, jam segini baru bangun." ibunya menanggapi.


Kayana sibuk mencari-cari bantal favoritnya yang bergambar wajah lee min ho, seingatnya bantal tersebut Kayana letakkan disebelah sofa yang Adrian duduki saat ini,namun tidak ketemu!


Saat melirik ke arah bangku yang Adrian duduki sontak mata Kayana terbelalak kaget melihat Adrian dengan seenaknya menduduki bantal bergambar aktor korea favoritnya,lee min ho oppa!


Meskipun tidak sengaja,tindakan ini benar-benar keterlaluan dan tidak bisa dimaafkan! Hati nya terasa ngilu saat melihat muka lee min ho oppa gepeng sebelah! Kurang ajar!


Kayana yang naik pitam langsung berjalan cepat kearah Adrian dan menarik paksa bantal favoritnya tersebut sehingga Adrian yang tidak waspada nyaris terjengkang kebelakang.


"Jangan didudukin pak,lee min ho oppa sesek dikekep pantat bapak dari tadi!" Sembur Kayana marah.


Ibu Kayana pun langsung berdiri dan mencubit lengan Kayana sedikit pedas, Kayana auto meringis.


"Masih juga ngurus oppa,oppo kamu itu! Besok beneran mama bakar deh semuanya,terus poster mu itu mama jadikan bungkus nasi padang!" omel Ibu nya disertai ancaman, sehingga Kayana langsung kicep dan terpaksa duduk manis ditempatnya.


"Maaf ya nak Adrian." ucap Ibunya malu dengan kelakuan absurd Kayana barusan.


"Gapapa tante." balas Adrian dengan senyuman manis.


Bu Ratna auto luluh.


Kayana cuma mendengus, ini cowok mau ngajak anak gadis orang cuma modal senyam senyum doang. Harusnya dia minta beliin barang mahal sekalian, biar ini orang tekor dan dia nggak rugi-rugi amat.


Disambangin pagi-pagi buta, terus nggak dikasih apa-apa? Acc bab 5 pun enggak. Memangnya dia badan amal?


"Eh,kok masih manggil tante sih! Panggil mamah dong nak Adrian,biar akrab." 


Lagi-lagi Adrian menanggapi guyonan ibunya dengan senyuman manis, ini orang mendadak kena diabetes apa gimana? mendadak murah senyum. 


"Okesip kalau gitu. Karena Kayana sudah bangun, Mama izin ke belakang dulu ya! Mau lanjut nyiapin pesanan orang. Kerja bagai kuda shay,orderan melimpah ruah!" gurau ibu Kayana sembari tertawa, lalu berjalan kearah dapur meninggalkan mereka berdua diruang tamu.


Karena sekarang tinggal mereka berdua, mau nggak mau Kayana langsung menyadari gelagat aneh dari Adrian. Pria yang duduk disebelahnya ini tampak gelisah, apakah dia salah lihat?atau memang benar pria disebelahnya ini kelihatan sedikit-gugup?


Kayana sengaja ikut-ikutan diam, sengaja nggak mengungkit perihal tadi malam. Biar itu orang kikuk sendiri dan merasa nggak enak hati, Kayana nggak mau repot-repot membuka percakapan karena rasanya bukan dia yang butuh tapi Adrian.


Sambil berpura-pura sibuk dengan ponselnya,Kayana melirik ke arah hidangan diatas meja tamu yang belum disentuh Adrian sama sekali.


Kayana sedikit melongo melihat jamuan sang ibu yang super lengkap. Mulai dari putu ayu,ongol-ongol,klepon,lapis legit bahkan sampai kue bolu medan napoleon yang kemungkinan dibawa abangnya sebagai oleh-oleh pun dihidangkan ibunya diatas meja. 


Sejak kapan ya dirumahnya ada kue-kue begini? kok dia nggak pernah tau?!


"Dimakan pak." tawar Kayana sedikit judes, antara sangsi dan kesal. Siapa sih yang nggak kesal weekend begini digangguin?kalau nggak ingat orang disebelahnya ini dosen pembimbingnya, mungkin Kayana sudah tantrum dari tadi. 


"Oh..iya,nanti." sahut Adrian grogi sambil mengusap keningnya yang sedikit berpeluh.


Nah ini nih, yang bikin dia keki. Hati kecilnya ini doyan merasa nggak enakan, akhirnya Kayana menyalakan kipas angin dan mengarahkan nya pada Adrian.


"Maklum ya pak,kalau disini sauna nya alami. Bapak masak telor ceplok diteras rumah saya juga bakalan mateng pak." celetuk Kayana asal, namun sukses membuat Adrian tertawa dan sedikit rileks.


"Kamu sudah mandi?" tanya Adrian, kayak nggak ada pertanyaan lain.


Seriusan Adrian sekarang persis ABG tanggung yang malu-malu sewaktu berkunjung kerumah pacar, kayak nggak ada topik lain gitu loh yang bisa ditanyain.


Sudah mandi, sudah makan, sudah tidur?


"Menurut bapak? Saya baru bangun 10 menit yang lalu,mana mungkin saya sudah mandi." sahut Kayana kembali ketus.


Adrian hanya balas menangguk kemudian mengusap tengkuknya segan, seperti ingin menyampaikan sesuatu namun sorot matanya tampak ragu.


"Kamu sibuk ga hari ini?" Tanya Adrian hati-hati.


"Sibuk? lumayan lah pak. Soalnya bab 5 saya masih belum di Acc." jawab Kayana menyebalkan.


Seketika Kayana merasa takjub dengan luapan emosinya barusan. Cuma dirumah nya dia berani begini, dikampus mana berani. Keburu ciut dan takut gagal wisuda.


Kalau bisa,kesempatan langka begini datangnya nggak hanya sekali dua kali. Setiap hari begini pun,Kayana nggak akan mengeluh! Kapan lagi bisa menyemprot balik Adrian seperti ini? Rugi lah kalau gak dimanfaatkan,mubazir!


"I do really begging you Kay,saya minta tolong banget." ucap Adrian sedikit memelas,sorot matanya tampak sangat memohon.


"Ibu saya mau jodohin saya,kalau saya ga ngenalin siapapun ke beliau dalam waktu dekat ini." sorot mata Adrian tampak pasrah.


"kenapa harus saya?" sahut Kayana.


"Saya nggak tau mau minta tolong sama siapa lagi Kay, saya cuma kepikiran kamu sewaktu beliau mengancam saya. Just for one day Kay, sampai beliau kenal kamu saja sudah. She won't take her medicine if I didn't bring anyone to my home. Saya nggak bakalan ngerepotin kamu kalau saya nggak sebutuh ini Kay." Ujar Adrian persuasif.

__ADS_1


"I don't know wether she is seriously ill atau cuma pura-pura supaya saya ngenalin seseorang ke beliau. Ibu saya,kelemahan saya Kay. Saya gabisa kalau beliau terus-terusan mengabaikan pengobatannya. Sebagai anak kesehatan kamu pasti juga paham kan,kalau nggak menjalani terapi dengan benar itu problem yang serius." bujuk Adrian lagi.


"but I'm not a paid actor pak,saya gamau bohong-bohong gitu!"sahut Kayana keras kepala.


"No, I did'nt ask you to pretending anything. Bilang saja kalau kamu sama saya memang cuma berteman."


"Tapi,saya gabisa pak kalau hari ini.Skripsi saya-"sela Kayana tak mau kalah.


"Okay, I will reconsider it." putus Adrian pada akhirnya.


"Okay." balas Kayana, sambil tersenyum puas didalam hati.


"Acc saya untuk melanjutkan sidang nya sekalian ya pak,hehe." ujar Kayana tak mau rugi.


"Bener-bener ya kamu..." ujar Adrian tak habis pikir sambil geleng-geleng kepala.


"Canda pak...hehe. Dimakan pak kuenya, saya mau siap-siap dulu." ucap Kayana.


Setelah beberapa menit Kayana pun selesai berdandan dan keluar dari kamarnya. Dia memakai outfit santai hari ini,terusan panjang yang dipadukan dengan rok berwarna krem. Dia tidak ingin terkesan berlebihan namun tetap sopan.


"Udah selesai pak,yuk.." ajak Kayana sambil memasang sepatunya.


"Tante,saya izin bawa Kayana nya pergi dulu ya tante." pamit Adrian undur diri.


"Oke...malem aja ya pulangnya. Masih muda tuh jalan-jalan refreshing kemana kek ke puncak sekalian biar jauh. Jangan rebahan dikamar mulu!" ujar ibunya,sedikit menyindir Kayana.


"Iya deh mams,iyaaa..cabs dulu yaa." potong Kayana cepat agar kejelakan nya tidak semakin dibongkar oleh ibunya.


Sesampainya dimobil,Adrian langsung memasangkan seatbelt untuk Kayana,membuat Kayana yang tidak waspada itu menahan napasnya selama beberapa detik karena aroma wangi yang menguar dari tubuh Adrian.


"Wangi amat, pake parfum apa pak?" tanya Kayana refleks.


"Saya gapake parfum." sahut Adrian.


"Terus pake apa? lotion gitu? atau cologne masa gapake?"


"Pake sih."


"Merek?"


"Kasih tahu nggak ya." Kayana memutar bola mata nya malas.


"Hmmm..saya make body scrub dan body lotion dari Playberry. Studi pasar sih sebenarnya,saya partnership bareng temen saya mendirikan brand ini. Bisa dibilang saya yang punya ide,temen saya yang eksekusi. But both of us work things out untuk brand ini." ucap Adrian,lalu mulai menjalankan mobilnya.


Info barusan tentu saja sangat suprising bagi Kayana,jadi selama ini Adrian itu salah satu founder Playberry?Pantas saja duitnya banyak!


Playberry merupakan salah satu brand kosmetik harga selangit yang hanya cocok untuk kantong sosialita,tapi ya sangat worth it sih saat Kayana lihat reviewnya diinternet,sebenarnya Kayana sudah sangat lama mengidam-idamkan skincare dari brand ini.


"Waduh,skincare-nya fancy banget pak. Bukan kelas kantong saya." keluh Kayana.


"Menurut saya cukup affordable dan worth it kok." komentar Adrian.


Kalau untuk kantong orang yang sudah berpenghasilan tentu saja affordable, kalau untuk anak kuliah yang duit jajan nya masih di jatah sama orang tua. Beli skincare harga ratusan ribu, mana bisa!


"Kamu mau nyobain produknya ga?kebetulan varian yang saya pakai sekarang produk baru dan masih dalam tahap marketing research. Maybe satu dua bulan lagi akan launching." tawar Adrian.


"Mau pak..mau." sahut Kayana cepat, siapa yang nggak mau dikasih gratis? Produk mahal pula!


"Ambil saja paperbag dibelakang, saya bawa banyak sampel kok.Ralina cuma ambil beberapa saja untuk dibagikan ke rekan kerjanya."


"Makasih pak." ucap Kayana senang,lalu mengambil paperbag yang ada dibangku belakang.


"Buka saja langsung,ada setting spray juga yang bisa kamu cobain langsung."


Kayana pun membuka paperbag tersebut dan ternyata didalam nya masih terdapat kotak dengan design yang tampak elegan. Saat membuka kotaknya,Kayana langsung menjerit tertahan didalam hati. Naluriah nya sebagai wanita langsung meronta saat melihat design menggemaskan bernuansa pink tersebut.


'Gemes banget' jerit Kayana didalam hati.


"Saya coba ya pak." ucap Kayana berbasa-basi dan langsung menyemprotkan setting spray tersebut ke wajahnya.Selain mencegah makeup agar tidak mudah luntur, setting spray juga berfungsi sebaga primer dan sekaligus skincare.


"Gimana?" Tanya Adrian setelah Kayana mencoba setting pray tersebut.


"Bagus banget pak." ucap Kayana dengan nada terharu, lalu ia mengambil tisu dan mencoba menepuk mukanya beberapa kali,dan benar saja! Transferproof!


"Make up saya bener-bener ke setting,nih liat! Ga nempel kan." ujar Kayana riang sambil menunjukkan tisunya yang tampak bersih.


"Bagus deh kalau gitu, saya bakalan info ke team development."


"Oh iya,saya lagi planning buat pengembangan produk baru. Kamu mau ga magang or maybe semacam nyari pengalaman diperusahaan saya. Ya,terserah kamu sih,supaya kamu dapet experience baru. Karena di dunia kerja, teknis nya lebih complicated dan kamu nggak bisa book oriented melulu,harus pinter muter otak kalau sekiranya hasil akhirnya ga sesuai dengan studi literatur. Ibarat memasak,sudah ngikutin resep saja masih belum tentu enak jadinya harus improvisasi kan?Nemuin formula terbaru itu,actually menurut saya quite challenging." jelas Adrian panjang lebar.


Kayana merasa sedikit terharu dengan tawaran Adrian tersebut, kenapa pria itu nggak sebaik ini sih perihal skripsi.


"Makasih banyak ya pak,bener-bener kesempatan yang besar buat saya,tapi mungkin saya mau fokus buat kelarin studi dulu dan wisuda. Kalau setelah wisuda tawarannya masih berlaku ga pak?" Goda Kayana sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Tergantung..." ucap Adrian.


"Kalau sikap kamu baik, saya pertimbangkan buat minta ke orang HR perihal recruitment kamu. Kalau kamu nya ngelawan saya terus,ya mau bagaimana lagi." ucap Adrian mengendikkan bahu.


"Kalau gitu saya ga jadi minta tolong." balas Kayana jenaka,meniru ucapan Adrian dari pesan mereka tadi malam.


"Kamu nyindir saya?" Tanya Adrian sembari menyipitkan matanya.


"Bingo." sahut Kayana,mengedipkan sebelah matanya lalu mereka tertawa.


***

__ADS_1


__ADS_2