Skripsi atau Resepsi

Skripsi atau Resepsi
38 - Gawat!


__ADS_3

Kayana duduk dengan kikuk disofa,meskipun tatapan tajam tersebut di arahkan pada Adrian tapi bulu kuduknya ikut merinding.


Kalau kata feni rose tatapan Anne saat ini setajam silet, bikin merinding.


Berdeham pelan,Adrian mencoba mengklarifikasi untuk kesekian kali nya "kita gak ngapain-ngapain mi" ujar Adrian membeo, letih menghadapi ibu nya yang keras kepala.


"Ga ngapain-pain mata mu!" Sembur Anne marah.


Wajar kalau Anne sudah suuzon duluan, sofa ruang tamu yang berantakan dengan bantal yang terlempar kesana sini ditambah lagi dengan penampakan mereka berduaan di apartemen pagi-pagi  begini,menambah pikiran buruk yang sudah ada sebelumnya dan yang lebih parah nya lagi sama-sama habis keramas pula seolah-olah mereka sehabis melakukan yang iya-iya,siapa yang gak suuzon coba? Timbang yang paling sopan disangka main air,juga gamungkin.


Sedangkan Rudy yang duduk disebelah Anne bersikap lebih dewasa,pembawaan nya tetap tenang meskipun raut wajah nya juga kebingungan.Habis sudah!setelah ini Kayana pasti gak punya muka lagi berhadapan dengan mereka,pinjem muka Lisa atau Bagas sabi kali ya?


Anne memijat kening nya pelan,kepala nya langsung pening saat menangkap basah anak dan calon menantu nya berduaan di dalam apartemen.


Takut hipertensi nya kambuh wanita tersebut buru-buru meminum segelas air mineral,dan menenangkan dirinya.


"Ian! Kalian itu belum legal,berani-berani nya kamu ajak cewek nginep disini. Apa kata orang nanti?" Anne mempelototi anaknya sambil bersedekap.


"Gapernah ya, mami ajarin kamu begitu!" Sembur Anne marah.


Kayana langsung ketar-ketir,dia jadi gak berani bersuara,karena rupanya kalau Anne sudah marah tanduknya sampai keluar dari kepala. Suami nya saja sampai kicep,anaknya juga. Apalagi Kayana yang bukan siapa-siapa.


Adrian melirik nya sekilas,mencoba menenangkan Kayana sebelum akhirnya membuka suara.


"Mi, I've told you, Kay nginep disini dan aku nginep ditempat Daniel. Kalau mami gapercaya coba saja langsung telfon orang nya" jelas Adrian lelah, berdebat dengan ibunya selalu menguras tenaga. Inilah alasan nya untuk memilih tinggal sendiri di apartemen.


"Halah,Daniel kan konco nya kamu,pasti dia dukung kamu lah!" Cibir Anne,tetap tak percaya dan Adrian tampak memijit batang hidung nya.


"Mi..aku sama mas Ian beneran ga ngapain-ngapain kok. Yang disampaikan sama mas ian sudah benar." timpal Kayana berusaha menengahi.


"Maaf Kay,mami gabisa percaya kalau ngelihat kondisi kalian begini." Sahut Anne tegas,waduh! Gawat!


"Terus mami mau nya gimana? Nikahin aku sama Kayana gitu? Yaudah nikahin aja" ucap Adrian enteng tanpa beban yang langsung mendapat cubitan pedas dari Kayana. Kebetulan sekali kukunya sedang panjang dan karena tersulut amarah tenaga nya mendadak sekuat badak afrika,pasti sakit sekali cubitannya barusan.


Buktinya Adrian langsung meringis dan balik menatap marah pada Kayana "ngaco!" Bisik Kayana tajam. Disangka nikah kayak main candy crush apa? Cocok sedikit langsung digas. Gabisa gitu lah!


Jangan bilang pria ini sengaja menyusun semua skenario ini,dimulai dari mengajak Kayana mengerjakan tugas diapartemennya dengan kedok capek ke Queens karena nyetir nya jauh,kemudian sengaja membiarkan Kayana ketiduran diapartemen nya dan yang terakhir pasti sebenarnya dia juga tahu kan kalau orang tua nya akan berkunjung hari ini?!


"Oke...ide bagus. Sebelum keburu ngisi dan kandungan nya besar juga" kata Anne menyetujui. What? Yang bunting siapa coba? Begituan saja gak pernah sudah dituduh hamil duluan!


Sementang perut nya sedikit buncit,bukan berarti dia hamil.Kayana bisa menjamin seribu persen kalau perut buncit nya ini disebabkan oleh makanan, mulai dari bakwan goreng,ketupat sayur,mie ayam yamin, martabak, dimsum,dan mie rebus.Kayana jadi tersinggung loh!


"Gimana Kay,menurut kamu?" Tanya Anne dan tiba-tiba seluruh pandangan mengarah pada nya.


Woy-! Mereka semua pada kenapa sih?!


***


Adrian mengantar Kayana pulang tepat sebelum hari mulai gelap. Mereka disidak seharian,dan sepertinya Anne gak main-main soal ucapan nya tentang menikahkan mereka berdua.


Saat dia menoleh,perempuan disebelah nya ini tampak tak sadar kalau mobil sudah berhenti, padahal sejak 10 menit yang lalu mereka tiba di rumah Kayana.


Wanita tersebut tetap duduk bergeming,tangan nya mengetuk-ngetuk dagu sembari melayangkan pandangannya keluar.Ciri khas orang lagi banyak pikiran.

__ADS_1


"Kay" panggil Adrian pelan,sambil menoel lengan wanita tersebut. Kayana menoleh kesamping dengan kening berkerut.


"Gak mau turun?" Tanya Adrian.


"Enggak" geleng Kayana.


"Kenapa?" Adrian bertanya lagi.


Kayana mengalihkan pandangan nya lalu menatap Adrian heran. Dia tanya kenapa?Really?


"Saya gamau nikah pak!belum siap dan belum mau" seru Kayana frustasi, dia memang punya plan menikah tapi itu untuk lima sampai sepuluh tahun kedepan!


For god's sake- Usia nya baru masuk 21 tahun empat bulan yang lalu!


"Saya bakalan jelasin ke ibu saya,tapi untuk saat ini please iyain saja ya" bujuk Adrian


"Gak mau pak,saya gabisa sembarangan memutuskan sesuatu yang saya sendiri gak yakin dengan hal tersebut! " Decak Kayana kesal,ia benci didesak apalagi dipaksa. Nikah itu tanggung jawab nya besar,seumur hidup! Gimana kalau ternyata mereka gak cocok,pacaran juga baru kemaren sore.


"Kalau kita tunangan dulu saja,gimana?" Tawar Adrian,wajahnya tampak memelas.


"Ga segampang itu pak,apa kata orang kalau semisalnya kita tunangan terus beberapa bulan kedepan kita nya juga ga nikah-nikah. Pasti akan muncul pertanyaan lain." Ringis Kayana pelan.


Rasanya dia ingin menangis saking kesalnya, Adrian inj jadi orang kok lempeng banget sih.Didesak nikah malah diem kayak batu, gak ada protesnya sama sekali!


"Kalau tunangan,hubungan kita juga bisa lebih resmi Kay." Kata Adrian memberi pendapat. Lucu banget ga tuh,pacaran baru seminggu tiba-tiba tunangan terus menikah? Alurnya terlalu ngebut,Kayana gak siap!


"Bapak nggak khawatir,kalau tiba-tiba saya berubah atau sebenarnya saya ini orang yang jahat." Kayana mulai menakut-nakuti.


"I know you're not,perasaan saya ke kamu gak se main-main itu Kay. Kenapa sih kamu se gak mau itu terikat sama saya?" Adrian mulai agak kesal, Kayana ini kalau sudah berdebat pasti keras kepala. Maunya menang sendiri,dan cuma pendapatnya saja yang harus didengar.


"Pak...kalau boleh jujur,sampai saat ini saya merasa masih belum pantas buat bapak.You're perfect in any way,saya banyak kurang nya.Saya ga cantik,saya juga gak langsing malah gendut, otak saya juga ga pinter-pinter banget. Bapak gak malu punya calon istri yang gak bisa dibanggain,kayak saya? " Kayana mulai merasa insecure,circle nya Adrian kelas jet set,beda sama Kayana. Kalau dia, Bagas dan Lisa sarapan pagi nya bubur ayam, Adrian dan teman-temannya sarapan pakai chicken congee. Meskipun sama-sama bubur ayam,kelasnya jelas berbeda.


"Kay!" Adrian tampak geram, mereka sudah membahas hal ini mungkin untuk yang ke sembilan puluh sembilan kali nya.


Kayana itu perlu diyakinkan tiap saat,kalau diri nya itu sempurna dan berharga bagi Adrian. Tapi dasarnya wanita itu gak percayaan jadi orang, kalau insecure nya kambuh bisa sampai minta pulang meskipun mereka sudah hampir sampai ditujuan.


Paham ga sih?She is a rainbow,but she's a colorblind herself.


"Apasih gausah marah-marah!" Kayana merengut kesal. Loh?marah dari mana nya? Dia dari tadi cuma diam,bahkan yang nyerocos dari tadi kan perempuan ini.Kok malah dia yang kena amuk?


"Mau makan dulu nggak? Biar perut kamu isi,jadi kerjaan nya gak marah melulu" tanya Adrian pelan, berbesar hati mengesamping kan ego nya.


Kalau api di kasih minyak,ya jadi kebakar. Mending dikasih kangkung,tahu,udang,ayam biar jadi oseng-oseng sekalian!


Kayana terkaget saat mendengar pertanyaaan Adrian barusan,lalu memutar bola matanya malas "Emang semur ayam, telor kecap, sama ikan bakar tadi masih kurang? Masih belum kenyang?" Cibirnya.


Adrian menyipitkan matanya sangsi "Kamu tadi waktu makan dalam kondisi badmood, semuanya serba sedikit nasi nya juga gak sampai lima suap. Yakin kamu gak laper?"


Kayana mendengus "nggak,lagi gak mood!"


Duh jadi perempuan itu emang ribet ya,kalau Adrian betulan meng-iyakan pasti habis ini ngambek lagi!


Alhasil pria tersebut langsung tancap gas menuju restoran terdekat dan memesan tempat di ruang khusus vip,biar lebih private. Kayana perlu dikasih suasana tenang sedikit,biar lebih rileks dan manatau mau diajak nikah.

__ADS_1


"Gak mau makan?" Tawar Adrian sambil menyodorkan piring berisi kwetiau goreng sapi, menu favorite Kayana yang biasanya paling sulit di tolak oleh wanita itu.


"Makan aja sendiri, kayak nggak bisa makan sendiri saja!" Kayana masih marah-marah,masih kucing garong mode on rupanya.


"Ini enak banget lho,kamu yakin gamau coba?" Adrian sengaja mendekatkan piring nya ke arah Kayana,supaya aroma nya menguar dan biasa nya dengan cara ini sih luluh. Kalau sekarang,kita sama-sama berdoa saja semoga bisa.


Hidung nya mulai mengendus-ngendus bau dari makanan tersebut,muka nya sok enggan tapi sudah mulai mau menyicipi satu sendok.


"Habisin aja" Adrian tertawa geli melihat muka Kayana yang ogah-ogahan namun tetap menyuap makanan lagi dan lagi,lagaknya kayak anak kecil yang dipaksa bangun pagi sama orang tua nya.


Bibir nya sampai manyun,dan wajahnya memerah.Kesal sekali,sepertinya.


Tapi Kayana memang paling cocok kalau di sogok pakai makanan, sehabis makan dua piring wajahnya mulai melembut dan dedemitnya mulai hilang.Bahkan saat ini ia tampak asyik mencomoti kentang goreng, seolah perutnya gak kehabisan kapasitas dan bisa menampung itu semua.


Masalahnya Kayana itu makan tiga piring juga bodo amat,jadi rasanya mustahil kalau dia sok-sokan gak mood makan ataupun diet. Bukan Kayana style!


"Udah kenyang?" Tanya Adrian sambil menekan tisu ke sudut-sudut bibirnya.


"Hmmm" gumam Kayana mulai melunak.


Setelah memastikan mood Kayana sudah membaik, Adrian mulai membuka percakapan "Kay...soal yang tadi-"


"Saya serius dengan ucapan saya tadi" ucap Adrian hati-hati.


Kayana langsung misuh-misuh,dia pikir Adrian lupa,eh ternyata malah diungkit lagi. Adrian paham ga sih kalau Kayana diemin itu tanda nya dia gak suka bahas topik itu,kok malah di korek-korek lagi sih? Bikin pusing aja!


"Kay,saya tau kita belum lama pacaran nya.Tapi, berapa lama pun waktu yang kita jalani untuk pacaran. Tujuan utama saya tetap untuk seriusin kamu,sedari awal saya gak ada niat untuk main-main. Apakah hal tersebut gabisa kamu pertimbangkan untuk menerima saya? " bujuk Adrian,  menggenggam tangan Kayana yang berada diatas meja.


Kayana bergeming, berusaha memahami situasi dan kondisi yang sedang ia hadapi saat ini. Perasaaan cuma perihal kepergok di apartemen doang,bisa kali dikasih bukti rekaman cctv kalau memang orang tua nya gak percaya. Kenapa Adrian ngebet banget harus tunangan?


"Kay?" Panggil Adrian lagi,menunggu jawaban Kayana.


Tatapan nya penuh harap sehingga Kayana jadi merasa terbebani.Sebenarnya apa ya yang membuatnya ragu,Adrian sudah jelas baik dan mapan, masa depan nya juga bakalan terjamin kalau sama Adrian. Dibandingkan dengan tamat kuliah belum tentu langsung dapat kerja,tentunya menikah sama Adrian dengan jaminan hidup enak akan jadi pilihan siapapun,bagi yang waras.


Masalahnya otak Kayana sedikit error sekarang,kalaupun mau menikah sama Adrian ya gak semendadak ini juga. Wisuda juga belum,skripsi masih belum rampung,tentu saja menikah masih jauh dari plan Kayana.


Tapi ini Adrian, pria yang selalu tulus mencintai Kayana, meskipun kadang menyebalkan karena tiap cemburu tabiat nya suka nyusahin orang.


Adrian yang bucin kuadrat,sampai rela hujan-hujanan yang penting Kayana bisa payungan.


Adrian yang selalu misuh-misuh sewaktu Kayana banyak mau nya,tapi gak pernah menolak.


Adrian yang sama,Adrian yang Kayana sukai sejak empat tahun yang lalu.


Bego banget gasih,kalau Kayana tolak?


Kayana mendesah lalu menatap tajam pada Adrian "Janji,gaboleh ada kata putus setelah kita bertunangan?. " Kayana menatap Adrian lurus-lurus.


"Janji" sahut Adrian mantap.


"Oke, saya mau" putus Kayana pada akhirnya, dan Adrian langsung menghela nafas lega.


Kalau kemaren sebutannya mas pacar,kalau besok apa?Mas Calon suami?

__ADS_1


__ADS_2