
Hari sabtu merupakan hari yang sudah ditunggu-tunggu oleh Kayana,setelah melaksanakan masa orientasi dan pengenalan kampus selama 5 hari berturut-turut akhirnya tiba sudah Kayana dipenghujung acara.
Pada acara penutupan ini diadakan berbagai expo serta booth stand pameran. Sejumlah ukm (unit kegiatan mahasiwa) berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk mempromosikan program yang dimiliki nya. Mulai dari Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam),Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia),EDS(English Debating Society), AIESEC, Pers kampus, PMI,bahkan sampai E-sport pun ada dan masih banyak lagi ukm-lainnya turut mendirikan booth stand.
Dan sejauh ini Kayana masih belum tertarik untuk mengunjungi stand-stand tersebut.Karena ada stand lain yang lebih menarik perhatian Kayana,yaitu stand makanan. Dia nggak pernah bisa menolak kalau sudah disuguhi makanan.
Bisa dibilang dia dan makanan emang punya hubungan yang rada intim.
Kabar baiknya lagi,stand makanan yang ada di expo ini pun cukup engkap mulai dari Dimsum, Takoyaki, Sushi, Corndog, Macaron, Churros, Kebab bahkan sampai makanan korea seperti Tteokbokki dan Jajangmyeon pun tersedia disini,mungkin karena hari ini adalah acara penutupan sehingga rangkaian kegiatan ospek dari semua fakultas digabung hari ini.
Sedari dulu Kayana memang doyan makan. Kalau sedih? makan. Galau? makan. Stress? makan. Marah? makan. Nggak heran lagi kalau badannya semakin lama semakin mengembang kayak dikasih baking powder. Pipinya juga sudah tumpah-tumpah saking nggak bisanya ini nafsu manusiawi menghadapi makanan.
Bawaan nya dia langsung lemah, luluh, dan nggak bisa menolak. Berasa kena pelet saking antengnya kalau sudah disuguhi makanan. Makan untuk hidup? No. Hidup untuk makan? Yes.
Kayana berjalan ditengah keramaian merasa bingung melihat beragam nya stand yang ada disini, Dia jadi bingung ingin mengunjungi stand yang mana terlebih dahulu. Semuanya tampak menggoda, seolah-olah memanggil-manggil Kayana untuk mengunjungi mereka satu persatu.
Dia sih mau-mau saja, mau beli dari ujung ke ujung sikat aja. Tapi mana cukup duitnya? bisa-bisa dia jadi gelandangan seminggu kedepan kalau borong ini semua stand makanan.
Mau nggak mau, dia jadi sedikit menyesal karena sudah berfoya-foya menghabiskan separuh harta nya. Dia kemakan investasi bodong, alhasil dia membeli skincare rekomendasi Lisa se abrek-abrek. Suer deh, dia check out kemarin sudah kayak orang kerasukan. Berasa hidupnya nggak butuh biaya lain, dia langsung check out paket lengkap yang size gede pula. Luar biasa sekali bukan, bodohnya?
Sewaktu mengecek sisa saldo atm, barulah Kayana lemas sebadan-badan. Mau minta belanja sama Kiran, sudah jelas dia nggak berani. Belum sampai seminggu yang lalu ditransfernya, alhasil dia harus berhemat. Kalau nggak mau diakhir bulan berangkat kampusnya jalan kaki.
Duh, kejam banget dunia! Disaat dia nggak punya apa-apa, semua yang Kayana idam-idamkan mendadak disuguhkan didepan matanya plus semuanya menggoda. Anget-anget, krispy-krispy, gurih-gurih. Ah, bisa senewen dia lama-lama.
Dan kabar baiknya semua skincare itu belum berefek apa-apa pada mukanya hingga detik ini. Mukanya tetap begitu-begitu aja, nggak makin mulus, nggak makin glowing juga. Komedonya tetep ada, bruntusan nya juga belum hilang. Tapi pola hidupnya juga nggak berubah, dia nggak bisa mengharapkan hasil yang maksimal kalau dari sononya dia nggak jaga pola hidup.
Semacam"I care,but my face doesn't care."
Mukanya badak parah, padahal dimuka Lisa yang juga nggak menjaga pola hidupnya. Itu produk berefek maksimal. Itu cewek mukanya ditempelin nyamuk juga bakalan kepeleset saking mulusnya.
Tapi, katanya 'patient is a key' plus dia baru kemarin check out-nya. Yakali mukanya langsung berubah dalam semalam? memangnya Roro Jonggrang?
Kayana akui dia sudah sedikit khilaf karena ikut-ikutan memborong produk kosmetik keluaran Korea yang katanya sedang hits dan digandrungi oleh banyak wanita seusianya.
Dan tentu saja Lisa yang memiliki kemampuan persuasif tingkat tinggi langsung berhasil membujuk Kayana untuk membeli produk-produk dengan harga selangit tersebut. Dan bodohnya, dia malah tergoda dan ikut-ikutan memborong produk tersebut. Kemakan investasi bodong kan, ujung-ujungnya?
Setelah beberapa menit,akhirnya Kayana memutuskan untuk mengunjungi stand dimsum terlebih dahulu. Karena cuaca yang sedikit mendung selepas hujan deras tadi malam. Enaknya memang makan yang anget-anget!
"Mau dimsum yang isian ayam sama udang ya kak." ucap Kayana memesan makanan nya.
"Dicampur dek?" Tanya penjual tersebut.
"Engga kak,masing-masing satu porsi ya." balas Kayana.
Perutnya memang doyan begitu, satu nggak cukup. Dua kekenyangan. Seharusnya dia punya partner makan dalam hidupnya. Ibarat makan mie rebus, satu kurang, kalau dua begah mampus. Kalau punya partner kan, bisa makan bareng.
"Oke..ditunggu sebentar ya."
Sambil menunggu pesanannya siap, Kayana duduk dibangku yang sudah disediakan.
Kayana mengecek ponselnya sebentar dan ternyata belum ada pesan masuk dari Adrian. Padahal Kayana berharap seniornya itu akan mengirimi nya pesan setelah pertemuan mereka kemarin.
Memang ya, cowok itu hobi banget bikin baper anak orang. Untuk apa minta kontak line nya segala kalau ujung-ujungnya nggak dihubungi. Bikin anak gadis orang berharap tuh, dosa nggak sih?!
Gamungkin dong Kayana duluan yang chat! Kalau kata ibunya jadi perempuan itu harus punya sifat 'malu-malu'. Meskipun Kayana yakin bahwa persentase dari sifat malu-malu nya nggak sampai 1 persen. Demi menjaga martabatnya Kayana terpaksa harus meredam keinginan nya untuk menghubungi pria itu terlebih dahulu.
"Suka dimsum?" Celetuk Adrian yang tiba-tiba saja sudah duduk didepannya. Mengagetkan Kayana yang sedang menatap layar ponselnya sambil melamun.
Kayana yang tadinya asyik memainkan ponselnya pun menolah ke depan dengan kening berkerut "Mas?Kok bisa ada disini?"
Adrian tersenyum sedikit lalu mengacak pelan rambut Kayana "Emangnya saya gaboleh ada disekitaran kampus?" Balas Adrian ketus pura-pura tersinggung.
Tuh kan, tangannya suka nggak sopan. Seharusnya dia pasang banner, dilarang pegang-pegang kalau nggak dikasih kepastian!
"Hehe bukan gitu." jawab Kayana sembari terkekeh.
Pipinya merona malu. Plis deh, ini perasaan nya suka nggak kenal situasi kondisi. Dia nggak boleh ketahuan 'ngarep', nggak boleh juga kelihatan 'demen' sama ini orang. Dia kudu jaga image!
Kayana segera mengganti topik pembicaraan untuk menghilangkan rasa gugupnya "Oh..iya.Jaketnya masih aku laundry mas,besok deh ya aku balikin?" Tanya Kayana sedikit nggak enak hati,sebenarnya jaket itu nggak kotor sama sekali. Namun Kayana ingin mengembalikan jaket tersebut ke pemiliknya dalam kondisi seharum dan sebersih mungkin.
__ADS_1
"Besok kan hari minggu,kamu mau ketemuan sama saya dihari libur?" Tanya Adrian bingung, Kayana menepuk jidatnya pelan saat tersadar bahwa besok hari libur.
"Eh..itu maksudnya senin-" ujar Kayana mengklarifikasi.
"Tapi kalau mau ketemu besok gapapa sih." ucapan Adrian membuat Kayana menatapnya dengan kening berkerut.
"Hah?Maksudnya mas?" Respon Kayana lemot.
"Hmm...jaketnya boleh kamu simpen aja dulu." ujar Adrian mengalihkan pembicaraan "Saya nggak terlalu butuh jaket itu".
"But it's yours,emang ibunya mas ga marah kalau tiba-tiba jaket mas hilang?" Tanya Kayana aneh,karena Seniornya itu tampak sangat santai perihal jaketnya.
Beda cerita kalau ibunya, perkara hilang tupperware sebiji diungkit-ungkit terus sampe sekarang. Alhasil dia dihantui rasa bersalah, bahkan dia sudah nggak mau memakai itu produk. Takut nggak bisa jaga barang, dan kalau hilang dia bisa terancam dicoret dari kk.
"Engga kok..santai." balas Adrian sembari tersenyum tipis.
Diam-diam Kayana menahan nafas saat melihat senyuman Adrian barusan,bukannya gimana tapi disuguhi pemandangan blasteran surga ini wanita normal mana yang bisa menolak?
"Dek dimsum nya sudah siap." ujar penjual tersebut dan Kayana pun segera bangkit untuk membayar pesanan nya.
"Oh..untuk pembayarannya cuma bisa pakai kartu ya dek,saldo nya di isi dulu pakai uang tunai. Silahkan di urus ya dibagian informasi." jelas penjual tersebut membuat Kayana terkejut.
"Loh iya ya?Maaf banget ya kak,sebentar saya urus." ucap Kayana lalu buru-buru berjalan meninggalkan stand tersebut.
Baru beberapa langkah Kayana berjalan,Adrian sudah mencegat tangannya terlebih dahulu "Pakai kartu saya aja,saya udah isi saldo nya barusan." ujar Adrian sembari menyerahkan kartunya ke tangan Kayana.
"Nggak usah mas,biar aku urus aja." tolak Kayana halus,dia tidak ingin merepotkan lebih banyak lagi.
"Kamu nggak lihat antrian dibagian informasi panjang banget?Dimsum kamu keburu dingin selagi menunggu kartunya beres." jelas Adrian.
Kayana nggak bisa menolak,karena kebetulan perutnya memang sudah lapar maksimal.
Tadi malam Kayana sengaja 'diet' sebentar karena ternyata angka ditimbangannya melonjak drastis setelah memakan soto padang buatan ibunya yang enak poll itu,melihat banyaknya jumlah kalori serta karbohidrat yang masuk pantas saja angka ditimbangan nya mengamuk!
"Oke deh...ntar aku ganti ya mas." ujar Kayana tak enak lalu mengambil kartu tersebut dan membayar pesanan nya,canggih sekali pameran makanan sekarang.
"Nggak langsung dimakan?" Tunjuk Adrian pada plastik berisi dimsum tersebut.
"Atau masih mau beli yang lain?" Tanya Adrian,super peka 1000 persen.
"Eh-gausah mas." respon Kayana nggak enak hati,namun Adrian tak menggubris dan malah mengajak Kayana menuju berbagai booth stand makanan yang ada.
"Suka?" Tanya Adrian sembari menunjuk stand makanan korea yang sedang mereka kunjungi,Kayana hanya perlu merespon dengan anggukan ataupun gelengan. Maka pria tersebut akan langsung memesan makanan tersebut.
Setelah kira-kira 30 menit menjelajahi setiap stand makanan yang ada alhasil tangan Kayana sudah dipenuhi oleh beragam jajanan.Adrian mengajaknya mengunjungi stand makanan tersebut dari ujung ke ujung sampai Kayana kewalahan sendiri.
Bahkan Seniornya ini sampai membeli 5 Jenis minuman yang berbeda saking hedonnya.Adrian ini dikasih jajan berapa sih kok sampai mampu beli semua jenis makanan yang ada disini? Kayana curiga dengan jumlah saldo yang diisi Adrian dikartu tersebut.Dari tadi belanja apapun kok cukup-cukup saja!
"Ada lagi?" tanya Adrian yang masih bersemangat padahal rasanya mereka sudah membeli separuh dari jumlah jajanan yang ada.
"Udah..cukup..mas." tolak Kayana cepat,dia sedikit meringis saat menatap banyaknya kantong jajanan mereka. Ini sih buat ngasih makan orang sekomplek juga cukup!
Mereka akhirnya duduk dibangku taman kampus yang memang disediakan sekalian dengan meja nya.
Kayana menatap takjub pada makanan yang berjejer diatas meja tersebut, dia bingung harus mulai dari mana memakannya?
Karena sedari tadi Kayana sudah ngidam banget makan dimsum,akhirnya Kayana memutuskan untuk mencoba dimsum terlebih dahulu.
"Mau?" Ucap Kayana menawarkan.
"Boleh.." jawab Adrian, dan Kayana pun menyodorkan sumpit ke arah Adrian.
"Tangan saya kaku kalau pakai sumpit." kata Adrian sembari mengangkat bahunya.
"Oh..sendok ya..sebentar." ucap Kayana lalu sibuk mencari-cari sendok dikantong kresek yang lain.
"Suapin aja,bisa kan?" tanya Adrian, modus.
"Hmm-?" Gumam Kayana bingung.Namun perlahan bibirnya terangkat membentuk senyuman malu. Dia berdeham sebentar lalu menyuapkan dimsum tersebut ke mulut Adrian.
__ADS_1
"Enak." komentar Adrian pendek sambil mengunyah makanan. Dia berusaha bersikap sewajarnya padahal didalam hati dia sudah ketar-ketir saat disuapi oleh Kayana barusan.
"Mau makan lanjut makan mie pangsit pedasnya?" Tanya Kayana membuka bungkusan yang baru.
"Boleh." Jawab Adrian setuju.
"Eh..ternyata dikasih sumpit. Mau aku mintain sendok garpu dulu ?" Tawar Kayana bersiap-siap untuk bangkit.
"Gausah..saya bisa kok pakai sumpit. Walaupun agak kaku." cegah Adrian lalu membuka kotak styrofoam dihadapannya dan mulai memakan mie pangsitnya dengan lahap.
Loh?Katanya susah makan pake sumpit?buktinya sekarang makannya lancar-lancar aja tuh!
***
"Begah banget." ucap Kayana sambil mengusap-usap perutnya yang sedikit membuncit setelah mukbang barusan.
"Sisanya mau dikemanain nih mas? Banyak banget." tunjuk Kayana pada beberapa plastik makanan yang masih belum dibuka.
"Terserah kamu..mau dibawa pulang juga boleh,dikasih ke temen-temen kamu juga boleh." jawab Adrian santai.
"Aku kasih ke temen-temen aku aja deh ya." putus Kayana lalu beranjak menuju rombongan teman-teman nya yang sedang duduk dibangku yang berbeda.
Sebagai anak kost + anak kuliahan,dapat rejeki namplok begitu tentu saja teman-temannya tidak akan menolak!
"Mereka seneng banget haha,wajar anak kost." Kayana tertawa kecil sesampainya dimeja setelah memberikan sejumlah makanan tersebut.
"Mas nggak mau bareng sama temen-temen nya yang lain?" Tanya Kayana nggak enak hati,karena Adrian sudah menemani nya selama setengah hari ini.
"Kalau saya bareng temen saya,yang nemenin kamu siapa?" Kata Adrian bertanya balik, membuat Kayana mengerutkan keningnya bingung.
Perasaan dari tadi Kayana nggak pernah minta ditemenin tuh,Adrian saja yang seharian ini menempel-nempel padanya.
"Aku gapapa kok kalau ga ditemenin." ujar Kayana menyatakan pendapat.
"Tapi,saya maunya nemanin kamu." kata Adrian santai sembari menatap lurus mata Kayana.
Mendengar pernyataan barusan, Kayana jadi terdiam.
"Pacar nya mas gak marah?" Cicit Kayana pelan.
"Saya ga punya pacar." balas Adrian cepat.
"Kamu punya pacar?" Tanya Adrian balik dengan nada serius.
"Engga." jawab Kayana menggeleng.
Senyuman pun terbit dari wajah Adrian tanpa ditahan-tahan, kemudian dia bangkit dari kursinya lalu berjongkok di hadapan Kayana dan mencubit pipi Kayana gemas.
"Aw." respon Kayana mengaduh.
"Yaudah,kalau gitu saya aja yang nemenin kamu.Boleh?" Tanya Adrian sembari mendongak menatapnya.
Kayana yang ditatap seperti itu langsung salah tingkah, dia buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Boleh.." jawab Kayana gugup dan wajahnya bersemu merah.
Adrian pun tersenyum geli lalu mencubit pipi Kayana lembut .
"Imut banget." gumam Adrian gemas,lalu kembali duduk dibangkunya.
Mendengar ucapan Adrian barusan sontak membuat wajah Kayana semakin memanas,dia pun langsung memutupi wajahnya dengan tangan.
"Kenapa?Malu ya?" Tanya Adrian terkekeh geli.
"Bangettt!" Jerit Kayana tertahan dan Adrian pun hanya tertawa manis menampilkan lesung pipinya.
Duh,jantung Kayana aman kan?
Deg-degan banget!
__ADS_1