
"Makan dulu!" Titah Kiran tak mau dibantah.
Dengan sangat terpaksa Kayana membuka mulutnya, pagi ini Kiran sudah datang merusuh. Resiko jadi adik kesayangan ya begini, lagaknya saja benci dan risih tapi sekalinya Kayana sakit langsung kalang kabut.
Padahal kantong mata Kiran sudah menghitam,karena tiap akhir bulan dia selalu super sibuk. Ngalah-ngalahin presiden,kadang sampai nginap pula dikantor. Emang sebesar apa sih gaji abang nya ini? Perasaan idupnya begini-gini aja,Kayana gak sampai dibeliin iphone 14 tuh?!
Belum lagi kumisnya sudah tebal kayak bapak-bapak, plis deh gak keurus banget! Abang siapa sih ini?
"Nggak enak bang" rengek Kayana, berusaha menyingkirkan tangan Kiran yang terus-terusan menyuapi nya.
Tapi salah nya juga sih,siapa suruh diingatin makan,jawabnya nanti-nanti. Ujung-ujungnya dipaksa juga kan sama Kiran?
"Gue gak nanya ini enak apa kagak,pokok nya telen! Gak ada ayam geprek-geprek an lagi. Lama-lama elo yang gue geprek!" Omel Kiran marah-marah.
Kayana menggembungkan pipinya kesal,dia bukan anak kecil yang makan nya harus diancam. Dia bisa makan sendiri,tapi ya memang belum lapar saja!
"Pengen gofood bang!" Kayana mulai protes.
Kiran langsung melotot "Udah ya,gausah banyak request! Ada ribuan anak kelaparan di afrika dan lo malah sia-sia in ini makanan" kata Kiran mulai berceramah dengan tolak ukur yang kejauhan.
"Tapi gaenak" ucap Kayana mulai mewek,dia gasuka dipaksa.
"Habisin" titah Kiran,gak mau dibantah. Alhasil Kayana terpaksa menghabiskan semangkuk bubur hambar yang sukses membuatnya mual.
"Siapa suruh sakit" cibir Kiran setelah membereskan piring Kayana.
Dia tersenyum puas setelah berhasil memaksa adiknya menelan bubur barusan,sejujurnya dia lupa naburin garam sachet yang diberikan oleh cafetaria rumah sakit. Wajar kalau rasanya gak enak,cenderung hambar.
"Yuk minum obat" kali ini Kiran menjejali nya dengan obat yang harus diminum nya siang ini. Walaupun anak kesehatan,anehnya Kayana malah benci minum obat meskipun dia tau fungsi nya untuk menyembuhkan.
"Gamau..nanti aja" gerutu Kayana sambil menutupi kepala nya dengan selimut.
"Sekarang" ancam Kiran, kemudian menyerahkan segelas air mineral dan dua butir obat. Kayana meminum nya dengan ogah-ogahan, kalau sudah diawasi Kiran begini mana bisa dia berkutik.
"Bang...pengen pulang" rengek Kayana manja, 5 hari dirumah sakit. Durasinya melebih-lebihi orang bersalin saja,padahal dia cuma asam lambung.
Dan anehnya setiap dokter mengunjungi kamarnya asam lambung Kayana selalu saja sedang kumat,dua hari yang lalu karena terciduk Bagas dan Lisa dan kemarin karena telat minum obat,alhasil bertambah lama lah durasi opname nya.
"Makanya sehat" dumel Kiran lalu merebahkan tubuhnya di sofa.
"Bang.." panggil Kayana pelan.
"Hmmm"
"Biaya rumah sakit,siapa yang bayar?" Tanya Kayana hati-hati,setau nya semenjak ayahnya gak ada.Keluarga mereka gak pernah memperpanjang asuransi,semisalnya ini bayar pakai duit cash. Buset,pasti mahal lah! Selain ini rumah sakit swasta,kamar yang dipesan VIP pula,Kayana sampai kaget.
"Gausah dipikirin" jawab Kiran santai, dia gak mau Kayana makin kepikiran. Lagian dia kerja banting tulang juga demi adik-adiknya,hal begini sih gak usah dipusingin.
"Seriusan bang,gue minta pulang besok ya" bujuk Kayana, gak tega kalau Kiran harus menanggung ini semua. Kerja keras,tapi gak pernah bisa menikmati hasil jerih payahnya. Kayana tahu abangnya ini lebih memprioritaskan kebahagiaan orang-orang terdekatnya,tapi dia juga gak tega kalau Kiran sendiri sampai gak bahagia.
"Tidur lagi sana,istirahat. Biar cepat sembuh" kata Kiran sok bijak,seraya mengacak pelan rambutnya.
Alhasil Kayana makin mewek,Kiran memang sosok abang yang paling the best sih!
"Sini bang, gue mau peluk" kata Kayana manja sambil merentangkan tangannya. Karena suasana nya jadi sedih begini, dia jadi butuh sandaran.Tak ada Adrian, beruk bekantan pun jadi.
"Ish,ogah! Lo belum mandi" tolak Kiran sambil menjauhkan badannya,sok menolak.Padahal dia barusaha menghindar supaya gak ikutan mewek,Kiran ini betulan pria macho berhati hello kitty. Nonton upin ipin sewaktu tangannya ipin keseleo juga nangis,se soft boi itu dia.
"Bodo amat!" Kayana menjulurkan lidahnya kemudian memeluk Kiran erat, untung nya yang dipeluk sudah mandi sebelum kesini jadi badannya sedikit harum.
Eh,tunggu dulu..ini kan? Bau body lotion Kayana! Kayana semakin mengendus-ngendus lagi,dan dia semakin yakin.Fix sih,ini bau lotion nya!
"Bang...lo nyomot body lotion gue lagi?" Kayana jadi gagal fokus, masalahnya body lotion itu harga nya yang selangit,Kayana jadi menghemat-hemat setiap memakainya.
Dia tahu seberapa borosnya Kiran memakai memakai,pakai serum muka saja bisa sampai 15 tetes kayak orang cuci muka!
Apalagi body lotion yang dipakai keseluruh badan,bisa habis setengah botol!
"Dikit doang" kilah Kiran kemudian mengurai jarak diantara mereka, wajah nya tampak kicep, takut ketahuan.
"Gak percaya!" Respon Kayana sengak, mana mungkin dia percaya kalau wangi nya semerbak,kayak orang habis mandi kembang!
"Udah tidur sana,bobo siang! Gue mau lanjut kerja" titah Kiran kemudian meredupkan lampu kamarnya dan menutup tirai.
"Nggak mau, masih mau main hp" tolak Kayana kemudian menggapai handphone nya yang ternyata langsung diambil Kiran dan diletakkan nya jauh-jauh.
Wajah Kayana tertekuk karena kesal, tatapan nya menghakimi seolah karena tindakan barusan, Kiran langsung dicap jadi orang paling gak pengertian sedunia. Sudah dipaksa makan bubur hambar, minum obat pahit, dan yang terakhir handphone nya disita pula, dia pikir Kayana bakalan nurut dan jadi anak baik-baik? Enggak dong.
"Bang..." panggil Kayana pelan,kemudian beringsut hingga ke pinggir kasur.
"Hmm,nape?" Respon Kiran yang sedang berkutat dengan laptopnya.
__ADS_1
"Handphone?" Tanya Kiran peka, kemudian menoleh ke arah Kayana dan perempuan itu langsung mengangguk.
"Itu kenapa duduknya dipinggir banget,nanti jatuh" tegur Kiran, kemudian berdiri dan memperbaiki posisi Kayana supaya baringan kembali.
"Mau handphone!" Rengek Kayana keras kepala.
Kiran menoleh, muka nya langsung datar dan Kayana terpaksa menurut, takut penyakit marah-marah abang nya kumat.
Karena permintaan nya tidak dikabulkan,Kayana jadi cemberut. Sengaja dia mengetukkan tangannya ke meja nakas supaya Kiran terganggu.
Namun hebatnya Kiran sudah jago bodo amat, dia tetap cuek dan fokus dengan kerjaan nya. Toh,nanti Kayana juga bakalan lelah sendiri.
Karena usaha nya membujuk Kiran gak berhasil,Kayana memilih untuk berbaring karena punggung nya mulai pegal. Dia berbaring sambil memejamkan matanya,tak lama kemudian dia tertidur juga pada akhirnya.
***
Saat terbangun, Kayana mendapati Kiran sudah tidak berada diruangan. Penuh siaga,dia langsung merangkak menuju ujung meja dan mengambil ponselnya.
Diambilnya tiang infus kemudian dibawanya menuju balkon, entah kenapa rasanya jadi gak aman kalau mau telfonan didepan Kiran, meskipun obrolan nya dengan Bagas cs berisi topik receh,abang nya itu tetap mau buang-buang waktu untuk kepo. Tapi gak heran sih, Kiran itu duplikat Dora, tiap sebentar bertanya.
"Lo lagi dimane nyet?"
Wajah Bagas langsung memenuhi layar ponselnya begitu panggilan mereka tersambung.
"Dibalkon kamar, takut sama Kiran. Penyakit marah-marahnya lagi kumat. Jadi terpaksa deh gue telfonan di sini" sahut Kayana cemberut.
"Anjir,tiang infus lo kelihatan. Kagak perih itu tangan dibawa jalan-jalan begitu?
"Kagak, santai" sahut Kayana, sambil duduk di ayunan balkon, semilir angin nya begitu sejuk dan menenangkan perasaan nya.
"Bosen gue,seminggu cuma mendem doang dikamar" curhat Kayana.
"Makanya cepet sembuh" nasehat Bagas.
"Ho'oh"
"Gas..." panggil Kayana manis manja.
Bagas yang sedang asyik berbengkel ria cuma berdeham pelan untuk merespon.
"Kok ngebengkel terus sih?Upahin ke orang lah, lo kan ga jago" komentar Kayana dan Bagas tetap cuek bebek,dia sudah hapal kalau ini cewek emang paling hobi protes.
"Lo nggak capek setengah jam cuma muter-muter baut gajelas?" Tanya Kayana lagi nyinyir.
"Tolak ukur lo kejauhan" cibir Kayana,lama-lama dia jadi bosan. Memang ya cowok itu kalau sudah berhubungan dengan dunia perbengkelan,cewek se cantik Kayana pun bakalan dianggurin.
"Jangan ngeliatin gue mulu,ntar gue yang repot kalau lo sampai berpaling karena ketampanan gue" kata Bagas songong, kemudian mengelap tangan nya yang penuh oli dengan kain.
"Pede amat" cibir Kayana, kemudian perempuan itu terdiam beberapa saat,saat Bagas melirik ke layar ponsel ternyata perempuan itu sedang termenung.
"Oy!" Tegur Bagas saat Kayana cuma diam, cewek itu kalau lagi banyak pikiran pasti pendiam.
"Jangan melamun Kay,ntar kerasukan reog.Lu kan temennya" celetuk Bagas membuat Kayana langsung keki.
"Gue gak jago ruqyah, ntar siapa yang nolongin elo disana"
"Kalau gabisa berkata yang baik-baik mending diem" sahut Kayana tersinggung.
"Cie baper" goda Bagas kemudian mulai menghidupkan mesin motornya.
"Idih, bunyi knalpot lo alay!" Ejek Kayana seenak jidat,padahal perempuan itu gak paham otomotif.
"Ckck..bunyi yang begini nih yang keren,lo aja yang dusun gapernah denger beginian" jawab Bagas meremehkan.
Kayana langsung badmood karena diejek,padahal sendirinya yang mulai,tapi kalau ucapan nya dibalas langsung tersinggung,badmood,marah-marah. Bagas sih angkat tangan kalau disuruh memahami kerumitan cewek yang satu ini. Ada aja yang bikin dia ngambek.
"Nah itu tuh,ngambek terus. Gabakalan gue bujuk!" Respon Bagas malas, dia sudah hafal sifat cewek satu ini.
"Kenapa sih lo demen banget nyari gara-gara sama gue?" Tanya Kayana dengan mata berkaca-kaca, Bagas langsung speechless. Padahal dia gak ngapain-ngapain dari tadi,tapi tetap disalahin.
Kenapa lagi coba cewek yang satu ini. Sumpah ya,Kayana kalau sudah mulai betingkah, gabakalan ada yang tahan!
Rupanya Kayana beneran nangis, yang satu ini Bagas yakin gak dibuat-buat. Soalnya bahu perempuan itu sampai bergetar.
"Kay" panggil Bagas sedikit merasa bersalah,memang nya ucapan dia barusan kelewatan ya? Perasaan enggak. Apa mungkin cewek ini lagi pms?
Kayana tidak respon namun bibirnya mencebik kebawah,dia sedang galau plus sedih.Selain karena idol favorite nya hengkang dari boygrup,dia juga merasa sedih karena sudah nyusahin banyak orang semenjak dia sakit-sakitan begini.
Dari kejauhan terdengar suara Kiran memanggil-manggil Kayana, Bagas langsung pucat pasi karena sudah pasti dia jadi tersangka utama.
"Loh..kok nangis?" Tanya Kiran saat sampai dibalkon,perempuan itu langsung berhambur ke pelukan abangnya. Alamak,tamat sudah nasib Bagas!
__ADS_1
Tapi rupanya Kiran cukup dewasa, dia cuma menepuk-nepuk punggung Kayana supaya cewek itu merasa tenang.
"Kenapa? Dijahatin sama Agus?" Tanya Kiran yang masih salah mengingat nama Bagas.Kayana cuma menggeleng, kemudian mengelap air matanya.
"Gue laper bang,cepetan gofood!" Ucap Kayana random,sengaja mengalihkan topik pembicaraan supaya abangnya gak khawatir.
"Nangis nya karena apa?Cepetan jawab.Elo ya Gus yang bikin adik gue nangis?" Tanya Kiran dengan nada tenang, namun berhasil membuat Bagas ketar-ketir.
"Kagak bang,gue gak ngapain-ngapain.suer!" Sahut Bagas ketakutan, pasalnya muka Kiran itu seramn,kayak kingkong! Apalagi kalau marah,double kill lah! Siapa yang gak merinding kalau berhadapan sama jelmaan kingkong ini,hebat sih Adrian berarti,nyali nya kuat banget.
"Beneran bukan karena Agus,Kay?" Tanya Kiran.
"Enggak,gue nangis karena laper. Yuklah gofood" elak Kayana, dia gatau kenapa bisa sampai menangis. Biasanya dia gak se-lebay ini, tapi karena perasaan nya sedang tidak enak ditambah lagi respon Bagas yang gak seru, dia jadi galau tanpa alasan.
"Gas..udah dulu ya. Gue matiin dulu,ntar telfonan lagi" ucap Kayana dengan suara sengau, tanpa mendengar respon dari Bagas,dia langsung memutuskan panggilan nya.
"Yaudah,mau makan apa?" Tanya Kiran.
"Gajadi..udah kenyang" sahut Kayana,membuat Kiran jadi melongo. Adiknya ini memang ajaib ya,keinginan nya bisa berubah-ubah kurang dari satu menit.
"Pengen cerita ga,sama gue?" Tanya Kiran hati-hati.
"Jangan dipendem mulu,nanti makin kepikiran" ucap Kiran pengertian.
Kayana langsung menangis kejer, ingusnya sampai meler. Sebenarnya Kiran sedikit jijik karena adiknya ini hobi banget tiap nangis nempel-nempel ke dia, mana bajunya baru beli, sudah jadi kain lap duluan.
"Mau cerita?" Tanya Kiran sabar, maklum karena punya adik seperti Kayana,dia sudah terlatih memiliki kesabaran setinggi langit dan seluas samudra.
"Ada masalah sama Adrian?"
Kayana menggeleng.
"Terus kenapa nangis" tanya Kiran.
"Capek" sahut Kayana pendek.
"Capek kenapa?" Kiran mengusap-usap punggung Kayana,supaya tangisannya sedikit mereda.
"Capek,sakit melulu...Capek diinfus.. capek minum obat. Pengen sehat bang" ucap Kayana sampai tersedu-sedu.
"Jangan begitu dong, ini nih yang bikin elo makin sakit. Pikiran nya negatif melulu"
"Coba deh,mindset nya gini. 'Aku anak sehat,tubuh ku kuat...' " kata Kiran receh.
"Itumah iklan biskuat" sungut Kayana sebal.
"Gapapa, nanti copyright nya gue beli. Biar lagunya khusus buat elo" guyon Kiran receh.
"Eh jangan deh,nanti kita bikin produk saingan. KayKuat"
"Apaan tuh?" Tanya Kayana penasaran
"Kayana kuat" sahut Kiran kalem.
"Idih, garing banget" respon Kayana sambil tertawa geli. Jujur,bisa dibilang dia beruntung banget punya abang sebaik Kiran,bagi Kayana abangnya itu sama kayak vitamin. Semaki sering diminum,semakin sehat.
"Kedepannya,pikirin yang baik-baik aja ya" Kiran berusaha berbagi pemikiran positifnya.
"Banyak yang sayang sama elo,kasihan dong kalau elo gak sayang sama diri sendiri"
"Soalnya..dari dulu,gue selalu nyusahin.." mata Kayana mulai berkaca-kaca.
"Emang siapa yang bilang begitu?" Tanya Kiran,namun Kayana bergeming.
"Pikiran elo sendiri kan? Kalau otak lo mulai memikirkan hal yang jelek-jelek, langsung dilawan. 'Ah ini mah cuma pikiran doang, belum tentu kejadian' gitu" terang Kiran.
"Kalau pikiran lo mulai mumet,cerita ya sama gue. Kalau masih kurang,kita ke psikolog,biar perasaan lo bisa enteng." Ucap Kiran supportif.
"Abang..." panggil Kayana manja,dia jadi terharu banget.
"Cantik-cantik kok hobinya insecure sama overthinking sih, luntur dong cantiknya" hibur Kiran kemudian mengacak pelan rambut Kayana.
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar, rupanya dari layanan pesan antar. Kiran langsung membuka pintu dan mengambil pesanannya.
"Apaan tuh bang?"
"Mie ayam yamin, plus pangsit rebus" sahut Kiran, sontak Kayana langsung senang.
Itukan makanan favoritnya!
Kiran memang paling the best sih,serius!
__ADS_1
***