
Kayana menghempaskan diri ke ranjang,menghela napas panjang lalu meninju-ninju Janu,boneka beruang pemberian Adrian. Selalu saja begitu,senang sedikit Janu dipeluk. Sekalinya kesal Janu dipukul-pukul. Untung Janu cuma boneka,jadi ga bonyok! Kalau Janu bisa berbicara mungkin Kayana sudah disumpah serapahi sekarang.
Tampaknya uring-uringan selama dua hari masih belum cukup bagi Kayana untuk meperbaiki mood nya,dan selama jangka waktu itu pula Adrian tidak menghubungi nya sama sekali.Jangan ditanya perasaan Kayana saat ini,saking badmood nya sampai-sampai Kiran yang sudah berusaha menghibur nya dari kemarin saja dijutekin.
"Makan...gausah sok diet. Gabakalan kurus juga" kata Kiran meletakkan kotak styrofoam dinakas tempat tidurnya dengan wajah bete,dua hari dicuekin terus.Memang kerjaan nya cuma mengurus Kayana saja?Kiran kan juga punya kehidupan!
Kayana yang sedang galau merana seperti bapak-bapak kelilit hutang besar,langsung mendengus keras.Tuh kan gak sopan,sudah utung Kiran antarin makanan. Respon nya malah misuh-misuh gak jelas,lagaknya sudah seperti kanjeng ratu.
"Kok udah dingin sih?" Protes nya songong saat membuka kotak styrofoam tersebut,tapi tetap menyuap bubur ayam yang dibelikan Kiran.
Sontak kesabaran Kiran yang sudah diambang batas,terjun bebas begitu saja.Mendadak segala ucapan dosen nya ataupun quotes-quotes mengenai penting nya rasa sabar berlalu lalang dikepala nya.
Setelah mengenal Kayana sejak lahir,Kiran mulai belajar satu hal. Jangan mudah mengalah ataupun berbelas kasih dengan adiknya ini,karena wanita tersebut pantang dikasih hati! Ia akan meminta jantung,ginjal,limfa,kalau perlu empedu sekalian!
"Siapa suruh lo ga turun-turun sewaktu gue panggil 2 jam yang lalu?" Tanya Kiran mulai ketus,ia sedang berada dalam mode senggol bacok. Memang nya cuma wanita yang bisa sensitif?
"Gue ngantuk bang" Kayana mulai merengek.
"Bodo amat..lo ngapain dikamar dua hari kalau ga tidur?meditasi?" Sindir Kiran,mulai kehabisan kesabaran.
Dia tahu kalau Kayana rada mageran,tapi bukan berarti sampai gak keluar-keluar kamar juga. Gak makan dua hari,gak pake mandi pula. Sudah ga cantik-cantik amat,jorok pula.Bisa ga adiknya ini di titip di penangkaran hewan mana gitu?ga tahu diuntung soalnya.
"Abang" rengek Kayana mulai manja,kalau Kiran mulai marah biasanya atmosfer satu rumah bisa mencekam,seramnya melebih-lebihi lewat didepan rumah angker malam-malam,ngeri lah pokoknya!
Kayana mulai mewek,dan tiba-tiba saja ia nangis kejer seperti anak kecil yang gak dibolehin main hp sama orang tua nya. Kiran yang hatinya selembut gulali kapas pun langsung luluh, tuh kan mana tega lihat adiknya nangis. Casing nya saja yang keras!
Rencana awalnya gak kepengen nangis sih,apalagi didepan Kiran. Bisa-bisa ia dibully seumur hidup,tapi akumulasi dari rasa dongkolnya selama dua hari ini sudah lebih tinggi dari harga dirinya yang cuma setinggi pohon tauge.
Ia pun langsung berhambur dan memeluk lengan Kiran.Ogah banget lah kalau peluk badan,bau bawang soalnya. Abang nya kan baru selesai ngegym,masem lah gilak!
"Kenape si?" Tanya Kiran mulai melunak,dan mengelus rambut Kayana menggunakan plastik bubur nya barusan,ogah pake tangan soalnya Kayana belum mandi dua hari,pasti koloni bakteri sudah berkumpul di rambutnya.
"Gue diselingkuhin banggg...." lapor Kayana mewek. Amnesia kalau abang nya over protective.
Kiran langsung meradang,sejak kapan Kayana mulai berpacaran? Dari semua kemungkinan cowok yang dekat dengan Kayana cuma muka Bagas yang terlintas dibenaknya. Pria yang sedikit-sedikit pucat kalau digertak Kiran itu kan,dia pacar Kayana?
"Siapa suruh lo pacaran.Lo diapain sama si Agus?" Tanya Kiran mulai marah,sudah salah nama marah-marah pula.
Kayana langsung pucat pasi teringat betapa protektif dan alay nya Kiran menyangkut pacar.Bisa-bisa Adrian jadi ayam geprek kalau ketahuan,kalau Bagas sih bodo amat.
"Engga abang..gue gak pacaran. Itu loh artis favorit gue,nikah...." kilah Kayana cepat,aduh mampus lah kalau ketahuan. Kiran ini badannya besar berotot macam kingkong,Kayana khawatir Adrian jadi peyek kalau sampai ketahuan Kiran.
Abangnya mengangkat sebelah alis sangsi,masa sih artis favorit nikah galau nya sampai kayak hidup segan mati tak mau.
"Gimana dong bang...gue galau" rengek nya lagi manja,berusaha keras dengan akting nya supaya Kiran percaya.
"Beneran lo gak pacaran?" Tanya Kiran sekali lagi.
"Ho'oh...emang siapa sih yang bakalan suka sama gue,gue sujud syukur bahkan tumpengan kalau emang iya ada" akting nya meyakinkan, sambil memasang muka songongnya supaya Kiran percaya.
"Okedeh..gausah pacar-pacaran. Taaruf terus langsung nikah aja,semua cowo itu brengsek asal lo tau" kata Kiran menasehati, Kayana hanya manggut-manggut sok paham.
"Bener banget bang" Kayana mengangguk pura-pura setuju.
Tapi sudah pasti Kayana tidak akan menurutinya,memang sejak kapan sih dia jadi adik penurut?
__ADS_1
***
"Bang..cobain deh..enak ga?" Tanya Kayana semangat sembari menyuapkan sesendok penuh sup yang asapnya masih mengepul panas ke mulut Kiran,otomatis pria tersebut langsung hu hah karena rasa panas yang terasa membakar lidahnya.
Punya adik kurang ajar,stok sabarnya harus spek nabi. Kalau bisa terlahir kembali,ia ingin meminta refill stok sabar yang banyak, bisa bisa ia cepat tua kalau punya adik banyak tingkah seperti Kayana.
"Lo mau bunuh gue,sup baru keluar dari panci gapake ditiup langsung disuapin ke gue?" Omel Kiran lalu mengambil segelas air untuk menetralkan rasa panas dilidahnya.
"Heheh..sorry." sahut Kayana cengengesan.
Ia berencana untuk mulai produktif hari ini,dua hari sudah cukup untuk galau-galau perihal Adrian,toh pria tersebut tidak berniat menghubungi nya sama sekali.Gengsi dong kalau sampai menghubungi duluan!
"Mau nambah gak bang?" Tanya Kayana excited,ia bahkan sudah repot-repot mengambilkan piring,memaksa Kiran mencicipi masakannya.
"Ogah...gue gamau hipertensi. Sup nya asin banget,dikasih garam berapa sendok sih?" Dumel Kiran.
"Hah?masa sih?" Tanya Kayana tak percaya.
"Astagfirullah hal adzim...asin banget anjing" kata Kaivan refleks,bahkan adiknya yang jarang protes dan berbicara saja sampai mengucap dan mengumpat sekaligus. Berarti masakannya memang seburuk itu?
"Emang nya asin banget yah?" Tanya Kayana tanpa rasa bersalah,setelah memasukkan 2 sendok garam,3 sendok kaldu bubuk,serta 4 sendok msg.
"Cobain dah kak" kata Kaivan sambil terbatuk-batuk. Itu sup dikasih garem,atau garem di sup in.
"Kudu cepet-cepet ke klinik,takut hipertensi. Anjir lah kak,lo mempermalukan nama baik wanita indonesia,masak apaan si" protes Kaivan untuk pertama kali nya,biasanya adiknya ini cuma "iyaaa..iyaa" saja disuguhi makanan apapun.Kalau sampai protes,berarti masakannya memang gak layak konsumsi.
Kayana yang masih tak percaya akhirnya mencicipi sup sayur buatan nya dan langsung mengumpat "anj-sialan asin banget"
Akhirnya Kayana memutuskan untuk membuang semua hasil jerih payahnya begitu saja. Mau bagaimana lagi?makanan nya gak layak konsumsi,sudah potongan sayurnya gak niat,kelebihan garam pula.Kalau Gordon Ramsey mencicipi masakannya,mungkin sudah kena stroke ringan.
Kayana membuka kotak styrofoam dihadapannya dengan malas,duh harus banget ya dia menghidangkan makanan ini satu-persatu? Kan ambil sendiri-sendiri juga bisa.lebay banget pake acara diambilin segala!
Beberapa kali tangannya selip,antara tidak becus atau efek dari mood nya yang hancur lebur, sejak kapan membuka kotak styrofoam jadi super sulit begini?
"Ahelah ambil sendiri lah,manja banget" protes Kayana mulai mencak-mencak dan meninggalkan kotak styrofoam nya begitu saja,batal melanjutkan niat baiknya nya menjadi kakak ataupun adik berbakti.
Kayana langsung mengambil tempat disebelah Kiran yang sedang duduk santai di sofa,dan seenak jidat ia langsung mengganti channel sepak bola tersebut dengan channel korea favoritnya.
Dari dulu Kayana sudah menjadi sumber pahala bagi Kiran,kenapa?karena berada didekat adiknya ini dalam radius 5 meter saja harus sering-sering mengucap dan bersabar. Kalau Kiran sumbunya pendek pasti Kayana sudah dilempar ke kandang singa saking kurang ajarnya!
"Tontonan tuh yang berfaedah,kalau cuma liat orang tendang sana sini mah kalau kata gue mending tidur" ucap Kayana songong,seperti biasanya.
Kiran hanya bersabar dan tidak menggubris nyinyiran Kayana barusan,adiknya ini kalau meracau gak pernah kenal waktu. Sampe 2-3 jam pun bisa.
"Gue ga paham korea-korea an. Ganti" titah Kiran,retoris.
"Iyaa...entar" kata Kayana sambil tetap fokus dengan tontonan nya,dan sudah pasti wanita tersebut tidak akan mengganti channel nya.
Kalau badmood ya obatnya memang mengganggu Kiran,kalau menganggu Kaivan sih percuma,gak bakalan dijawab juga yang ada malah emosi jiwa!
Sambil memakan mie ayam yamin kesukaan nya, Kayana menggeser duduknya ke tengah-tengah membuat Kiran yang sedang mencoba menikmati tontonan dihadapannya dengan khidmat langsung berdecak malas.
"Geser" kata Kayana sinis,tuh Kan! Bisa gak sih adiknya ini dilepas adopsi? Sudah 21 tahun Kiran teraniaya punya adik kurang ajar begini.
Sudah jelas-jelas sofanya seluas ini,kenapa harus duduk di tempat yang jelas-jelas sudah ditempati Kiran terlebih dahulu. Akhlak adiknya ini dititip dimana sih,atau mungkin dia terlahir tanpa akhlak?
__ADS_1
Kayana mengecek ponselnya, manatau ada pesan masuk dari Adrian,namun tetap nihil! Karena merasa dongkol, Kayana memilih untuk men-silent kan dan meletakkan ponsel nya jauh-jauh.
Kayana menatap televisi sambil merana,tontonan dihadapannya pun terasa membosan kan. Kayana tidak berselera untuk melanjutkan makannya,padahal ini adalah salah satu mie ayam favorit nya.
"Gak dimakan?" Tunjuk Kiran pada kotak styrofoam Kayana yang masih penuh.
"Gak enak" sahut Kayana singkat.
Tak lama kemudian terdengar suara bell dipencet didepan rumahnya,Kayana berdecak malas dan makin selonjoran disofa.Biarlah Kiran yang membuka pintu.
Setelah sekian lama,Kayana melirik kesamping ternyata Kiran sudah tertidur pulas di sebelahnya,sampe ngorok pula ckck.
Mau tak mau Kayana bangkit dari sofa 'Siapa sih yang bertamu siang-siang begini?gak banget deh!' Dumelnya didalam hati.
Kayana mengintip sedikit melalui celah jendela sebelum membuka kan pintu,sontak saja matanya melebar saat melihat Adrian berdiri didepan teras rumahnya. Tangan pria tersebut penuh bingkisan oleh-oleh serta buket bunga. Jumlah bingkisan nya sudah seperti orang jualan,banyak banget!
Kayana nyaris luluh saat Adrian menatapnya lembut sambil tersenyum manis sewaktu Kayana menjulurkan kepala nya dari celah jendela."Hai" sapa Adrian sambil dadah-dadah. Ih,kok cute banget sih!
"Ngapain kesini?" Tanya Kayana berusaha judes saat membuka kan pintu.
"Saya kangen sama kamu" jawab Adrian manis,duh kalau begini pertahanan Kayana hampir roboh kawan-kawan!
Kayana memicingkan matanya curiga "Kangen nya cuma sekarang? Kalau kemarin-kemarin lupa sama saya,gitu?" Omel Kayana.
Adrian tampak menelan ludahnya susah payah,tidak berekspektasi akan menghadapi Kayana yang meledak-ledak seperti ini.
"Maksud kamu gimana?" Tanya Adrian.
"Gaada maksud,kenapa gak bilang-bilang mau datang kesini?" sahut Kayana jutek.
"Saya sudah telfon kamu tiga belas kali tadi,tapi kamu gak angkat telfon saya" jelas Adrian,dan Kayana langsung teringat dengan ponselnya yang berada dalam mode silent.
"Siapa?" Suara Kiran terdengar dari dalam rumah,dan langsung saja jantung Kayana berdegup kencang.
Gawat!Kiran kan sedang dirumah,biasanya setiap Adrian bertamu,Kayana selalu memastikan Kiran sedang tidak berada dirumah baik itu dinas diluar kota atau pun masih sibuk dikantor. Kalau Adrian datang tanpa kabar begini,bisa berabe dong!
Mayday mayday
Rasanya seperti mau pingsan sewaktu Kiran berjalan semakin mendekat ke arahnya,dengan muka bantalnya Kiran mendekat ke arah pintu "siapa?" Tanya Kiran.
"Paket gue bang" kilah Kayana langsung.
"COD kan bang?" Tanya Kayana sambil mengedap-ngedipkan matanya memberi kode. Namun,Adrian yang tidak menangkap sinyal dari Kayana hanya cengo.
"Maksudnya Kay?" Tanya Adrian membeo,disebelahnya.
"Bilang iyaa...plis" bisik Kayana panik.
"Iya...ada apa?" Tanya Adrian tetap tidak peka,ia sedikit kebingungan dengan raut panik Kayana.
Suara langkah kaki Kiran semakin mendekat,dan voila terlambat sudah,Kiran sudah ikut berdiri didepan teras dan menatap bingung pada Adrian yang sedang berdiri disebelahnya.
"Siapa?" Tanya Kiran penasaran.
"Oh..kenalin,saya Adrian pacar nya Kayana." jawab Adrian kelewat polos,Kayana langsung mual dan puyeng ditempat.
__ADS_1
Cape deh!