
"Kay" panggil Adrian dari seberang telfon.
Malam ini entah kesambet apa,tiba-tiba saja pria itu menghubungi Kayana melalui panggilan video. Jarang-jarang kayak gitu,biasanya mereka telfonan juga sekali seabad.
Kebetulan hari ini sudah genap dua hari mereka LDR-an, Adrian sedang ada agenda lain di semarang,dia ditunjuk sebagai pemateri untuk seminar ilmiah di salah satu universitas disana. Mungkin, karena biasanya tiap hari ketemu. Gak ketemu dua hari saja,rasanya jadi aneh.
Biasanya sore,Adrian sudah mampir kesini. Tiap sebentar manggil 'Kay,Kayana' padahal perempuan itu ada disebelahnya,tapi biasalah orang baru pertama kali pacaran, tindakan alay seperti itu gak bisa dihindari.
Dan sudah dua hari ini rasanya hari-hari Kayana jadi sedikit hampa,mau gangguin Kiran, abangnya itu sedang berada disurabaya karena setiap diakhir bulan perusahaan nya rutin mengadakan pelatihan.
Ibunya sibuk dengan toko kue,sedangkan adiknya gak usah ditanya,peduli sama Kayana juga enggak!
Kayana mengabaikan panggilan Adrian barusan karena sedang asyik menggambar,sedikit lagi selesai.Kalau dia menanggapi, nanti idenya jadi buyar. Yang awalnya mau bikin angsa,salah-salah nanti hasilnya malah jadi bebek.
Padahal mereka pacaran,tapi anehnya jarang banget telfonan,chattingan pun cuma sesekali. Cuma sekedar menanyakan kabar masing-masing, setelah nya room chat mereka adem-ayem. Lagipula,apa yang bisa Kayana harapkan dari Adrian?
Pria itu lebih suka diajak ketemuan, ketimbang telfonan sampai pagi, ataupun chattingan tanpa henti. Hal remeh-temeh semacam itu,mana ada dikamus Adrian.
"Kayana..." panggil Adrian lagi dengan nada merajuk,karena dikacangin.
Mereka gak biasa telfonan,apalagi sampai video call. Kayana bingung mau ngomong apa.
"Hmmm..iya?" Sahut Kayana, rasa-rasanya dia gak ingin menampilkan wajahnya dikamera. Semingggu dirumah sakit,mana sempat dia merawat diri, terakhir kali mandi juga dua hari yang lalu, selebihnya mbak perawat cuma mengelap tubuhnya dengan kain hangat. Alhasil badan Kayana tetap lengket plus wajahnya juga berminyak.
"Kangen" ucap Adrian pelan.
Hah? Ngomong apa dia barusan?
"Pelatihan nya masih berapa lama lagi mas?" Tanya Kayana sambil asyik corat-coret dikertas, sebenarnya dia punya sedikit bakat dibidang menggambar.Tapi sengaja gak dia asah,soalnya masih banyak orang yang lebih jago. Kalau untuk sekedar mengisi waktu luang,bolehlah.
"Dua hari lagi,tapi saya usahain baliknya besok. Hari terakhir kan cuma jalan-jalan terus malamnya acara makan-makan, saya ga wajib hadir" jelas Adrian.
"Hadir dong mas, sesekali ke semarang. Sayang banget loh kalau gak jalan-jalan" sahut Kayana,mengalihkan pandangan nya ke layar ponsel. Ternyata Adrian sedang memandangi Kayana sambil sambil bertopang dagu,duh jadi degdegan!
"Tapi saya kangen" ujar Adrian pelan,duh tumben ini orang kalem banget. Memangnya udara disemarang sama dijakarta beda ya?
"Dua hari lagi kan juga ketemu, sabar ya" kata Kayana menyemangati, sedikit terbalik ya? Seharusnya kan dia yang kangen dan minta-minta Adrian cepat pulang.
"Lagi gambar apa?" Tanya Adrian mengalihkan topik pembicaraan.
"Doodle"
"Hah?Apaan tuh? Gambar mie?" Tanya Adrian penasaran.
"Itu noodle mas!" Sungut Kayana kesal.
"Lihat dong!"
"Nanti ya,dikit lagi selesai" sahut Kayana sambil tetap fokus menggambar.
"Jangan ajak ngomong dulu ya mas,nanti ga fokus" titah Kayana, hebatnya Adrian beneran patuh dan hanya diam sambil menunggu Kayana selesai menggambar.
"Mas gak bosen setengah jam cuma liatin muka aku doang?" Tanya Kayana selesai mewarnai gambar nya.
Adrian menggeleng.
"Mau lihat gambarnya?" Tanya Kayana, dan Adrian cuma merespon dengan senyuman manis kemudian menangguk.
Heh,kok diam nya keterusan?
"Apaan mas? Aku gak denger suaranya"
"Iya sayang, mau lihat" kata Adrian gemas,membuat Kayana tersipu.
"Tada!" Kayana menujukkan hasil gambar nya, doodle dengan tulisan nama Adrian.
"Bagus?" Tanya Kayana meminta pendapat.
"Banget" puji Adrian.
"Saya foto boleh ya?" Izinnya pada Kayana.
"Gausah mas,ntar biar aku fotoin aja" tolak Kayana cepat,namun tidak diindahkan Adrian.
"Bentar" ucapnya kemudian mengambil ponselnya nya yang lain.
"Pegangin gambar nya Kay,gak kelihatan" titah Adrian.
"Coba kamu senyum" titahnya ,membuat Kayana jadi melongo.
"Mas foto aku,atau foto gambar nya sih?"
__ADS_1
"Dua-dua nya" sahut Adrian tetap fokus memotret Kayana dan gambar nya.
"Mas,bukannya bisa discreenshoot aja ya?" Tanya Kayana aneh,setahu nya Adrian gak gaptek.
"Gak mau,resolusi nya jelek" tolak Adrian,kemudian fokus pada ponselnya.
"Udah mas?" Tanya Kayana karena tangan nya mulai pegal.
"Udah.."
"Aku tutup ya telfonnya"
"Jangan..." nada suara Adrian tampak memelas.
"Kenapa?Kan udah malem, tidur gih mas" saran Kayana sembari membereskan perlengkapan menggambarnya.
"Masih kangen" kata Adrian curhat.
"Terus mau sampe kapan telfonan nya,sampai pagi?" Tanya Kayana sewot.
"Boleh" jawab Adrian antusias,membuat Kayana kaget,ini pacarnya beneran sehat?
"Lagi bosen ya mas?"
Adrian mengangguk kemudian mengganti tumpuan tangannya.
"Gak capek mas? Seharian udah ada kegiatan,malem nya malah telfonan sama aku" tanya Kayana.
"Kalau liatin kamu,capeknya hilang" seru Adrian gombal, duh!
"Kenapa?" Tanya Adrian saat melihat Kayana malu-malu kambing dan mengalihkan pandangannya.
"Gombal ah" sungut Kayana pura-pura kesal.
"Tadi balik ke hotelnya bareng siapa?" Tanya Kayana penasaran.
"Bareng dosen yang lain"
"Ada buk Fita juga?" Tanya Kayana sedikit cemburu,pasalnya Fita itu salah satu dosen muda dijurusannya, sering dijodoh-jodohin pula sama Adrian karena mereka sama-sama pintar dan goodlooking. Mana boleh begitu,Adrian kan pacarnya!
"Enggak, Fita nginep dirumah tantenya" jawab Adrian,dan Kayana cuma manggut-manggut.
"Kenapa muka kamu cemberut gitu,cemburu?"
"Fita itu sudah punya tunangan,sebentar lagi dia nikah" ucap Adrian mengklarifikasi.
"Loh? Tunangan?" Respon Kayana kaget.
"Iyaa, tunangannya Daniel. Temen saya, yang tinggal di unit bawah" jelas Adrian sabar, supaya cewek ini gak makin cemburu dan misuh-misuh kayak induk ayam kehilangan anak.
"Ooh" respon Kayana semringah,wajahnya tampak lega.
"Mau saya beliin oleh-oleh ga?" Tanya Adrian mengalihkan pembicaraan.
Tangannya asyik scrolling diponselnya "Ada kue mochi,lumpia,wingko babat..."
"Gak usah mas" tolak Kayana, Adrian ini setiap beli apa-apa selalu berlebihan,borosnya kebangetan.
"Terus maunya apa?" Gumamnya pelan.
"Gamau apa-apa mas, mas pulang aja aku udah seneng kok" sahut Kayana gemas. Rasa-rasa nya mereka jadi bertukar peran, Adrian yang manja dan dia yang dewasa.
"Udah ya mas, aku matiin dulu. Mau tidur,ngantuk" Kayana mulai menguap, entah efek obat atau memang ruangan nya saja yang terlalu nyaman. Dia jadi mudah capek dan mengantuk.
"Tidur aja" sahut Adrian santai.
"Emang gapapa mas aku diemin aja?aku tinggal tidur loh" ucap Kayana kemudian menaruh ponselnya disamping bantal dan tidur dengan posisi miring.
"Gapapa" jawab Adrian keras kepala,akhirnya Kayana pasrah.Toh baterai ponselnya gak sampai 50 persen,palingan 1-2 jam lagi juga kehabisan baterai.
"Hoamm..." Kayana menguap untuk yang terakhir kalinya sebelum benar-benar tidur.
"Udah tidur Kay?" Tanya Adrian gak perlu. Padahal sudah jelas,kalau Kayana ketemu bantal langsung pingsan.
"Sleep tight ya,goodnight" ucap Adrian manis,yang jadi pengantar tidur untuk Kayana. Setelahnya Adrian ikut-ikutan berbaring sambil menatapi layar ponselnya dan tak lama kemudian pria itu juga tertidur.
***
Kayana terbangun karena rasa lapar sekaligus suara krasak krusuk disebelahnya,namun dia masih enggan membuka mata. Palingan juga Kiran atau ibunya,pikirnya.
Tak lama kemudian terasa tangan seseorang mengelus rambutnya, tunggu dulu! Kiran mana pernah se sweet ini, kalau ingin membangunkan Kayana alih-alih mengelus rambutnya,Kiran bakalan memanggil nama Kayana terus-terusan sampai telinga nya pengang.
__ADS_1
Tapi,kenapa bisa ada wangi Adrian ya disini?
Karena rasa khawatir yang berkumpul di hatinya,mau tak mau Kayana membuka matanya,sedikit mendesah karena tidur nya jadi terganggu. Seketika matanya membulat begitu melihat sosok Adrian yang sudah namplok pada bagian kasur disebelahnya.
Dia gak sedang bermimpi kan? Pria itu kan pulang nya masih dua hari lagi,kok tiba-tiba sudah berada disebelah nya?! Rasanya Kayana juga gak sekangen itu,sampai-sampai kebawa mimpi. Mereka kan gak bertemu baru dua hari,bukan dua bulan. Lebay banget kalau iya!
Sambil mengucek mata nya Kayana memastikan penglihatan nya gak salah, gila aja ini kalau mimpi rasanya kok nyata banget ya!
Karena penasaran,Kayana menyentuh lengan pria yang sedang namplok disebelahnya.Memastikan bahwa sosok disamping nya ini memang Adrian,bukan hantu ataupun makhluk halus lainnya yang menyamar jadi pria tersebut.
Eh,tapi bahunya bidang otot lengannya juga kerasa. Ini sih,memang Adrian! Aroma parfum nya juga sama!
Dia jadi merasa sedikit berdosa, karena menyentuh-nyentuh anak orang barusan.Posisinya saat Adrian sedang ketiduran pula,persis kayak cewek genit yang curi-curi kesempatan. Mungkin perkataan Lisa kalau Kayana hobi nyosor duluan itu,memang benar!
Tapi Kayana ini cewek tulen,gak salah dong kalau dia tergoda sedikit? Kan gak sampe khilaf.
"Kay" panggil Adrian saat terbangun kemudian menegakkan punggungnya.
Kayana langsung menjauhkan tangannya, otomatis dia kagok karena rasanya seperti tertangkap basah.
"Kok bisa ada disini mas?" Tanya Kayana sambil sedikit merapikan kemeja Adrian yang kusut.
"Seminar nya dibatalkan,karena tamu yang di undang dari Australia gabisa datang" sahut Adrian masih tampak lesu dan mengantuk.
"Terus mas buru-buru kesini? Kenapa gak mampir ke apartemen dulu?istirahat"
"Saya kangen" kata Adrian manja kemudian merengkuh pinggang Kayana dari samping, hebat ya Adrian baru bangun tidur tetap gak ileran. Masih ganteng!
"Memang nya gak capek? Flight jam berapa sih?" Kayana meletakkan tangan nya dikepala Adrian kemudian mengelus rambut pria tersebut.
"Gapapa, flight nya tadi subuh." Jawab Adrian semakin menyerukkan kepala nya dipinggang Kayana.
"Yaudah tidur dulu, pasti tadi tidurnya cuma sebentar kan" saran Kayana kemudian mengambilkan bantal serta selimut sebagai alas kepala Adrian,dan pria tersebut langsung patuh dan meletakkan kepala nya dibantal sembari memeluk pinggang Kayana.
Tak lama kemudian,Kayana iku tertidur karena sebenarnya dia masih ngantuk berat,cuma karena dengar suara barusan mau gak mau dia membuka matanya.
***
Saat terbangun kembali, jam di dinding sudah menunjukkan pukul 11 siang. Kepalanya sedikit sakit karena terlalu lama tidur,salah siapa pelukan Adrian nyaman banget kan jadinya dia kelepasan. Rambutnya di elus-elusin pula!
Saat melihat kesamping,ternyata Adrian sudah tidak berada diruangan,entah turun sebentar membeli makanan ataupun pulang untuk sekedar mandi.
Oh My God,badan Kayana gak bau kan? Pasalnya dia belum mandi dua hari. Malu dong kalau ketemuan sama pacar tapi badannya bau busuk.
Kayana melirik ke arah meja yang dipenuhi berbagai macam oleh-oleh,dibilangin juga apa. Adrian itu bebal,bagi dia larangan itu sama kayak kewajiban.
"Cie...calon penganten baru bangun" goda Bagas yang sudah nangkring disofa, dan Lisa sedang tiduran dipaha Bagas sambil main mobile legend ketularan siapa lagi kalau bukan,si pengangguran yang sekarang telah beralih profesi menjadi gamers untuk menutupi fakta seberapa gabutnya dia.
Aneh ya Bagas, sudah ditawari usaha orang tua nya yang jelas mumpuni dia malah menolak. Ditawari suntikan dana pun juga gamau,gengsi nya tinggi karena selalu dicap anak manja yang gak bisa apa-apa,jadi nya dia berusaha membuktikan kalau dia juga bisa mandiri.
Alasannya sih mau merintis dari nol,tapi ngumpulin modal aja setengah abad! Kalau Kayana sih pasti setuju-setuju aja kalau ditawari begitu,bodo amat kalau dicap manfaatin harta ortu,toh ortu nya sendiri. Bukan ortu orang lain,ada yang instan kok milih yang repot!
Alasan dia gak mau bekerja juga karena langsung ditawari posisi yang oke, selain karena koneksi yang dimiliki orang tua nya. Previllege yang di miliki Bagas juga gak main-main, dia juga salah satu mahasiswa berprestasi dikampus. Tapi sayangnya orang-orang malah fokus dengan background keluarganya, bukan dengan prestasinya.
"Adrian mana?" Tanya Kayana sambil mengucek-ngucek mata nya.
"Kabur ke cafetaria, lagaknya pura-pura nyari sarapan tapi udah setengah jam belom balik. Malu doi, kepergok gue waktu lagi meluk-meluk elo dikasur. Dasar kegatelan, dipeluk-peluk cowok malah keenakan." Sindir Bagas tanpa filter,Kayana langsung mesem-mesem saat dihina.
"Gue ketiduran keles!" Sahut Kayana membela diri.
"Halah, ini anak juga tidurnya kayak kebo! Di apa-apain juga gasadar. Sadar pun,pasti dia nya yang nyosor duluan!" Ujar Lisa menimpali.
"Anjir-!" Kayana mengumpat, karena kesal dibully.
"Kita gatau udah sejauh mana mereka bertindak Gas, buset ya Adrian. Lagaknya alim,ternyata playboy kelas kakap!" Dumel Lisa, sedikit kecewa karena dosen favoritnya ternyata gak lurus-lurus amat!
"Kagak ngapain-ngapain anjir!" Bantah Kayana, mukanya merah padam karena malu sekaligus kesal. Tanpa ampun teman-temannya masih asyik mencerca Kayana.
"Ya kali,gak ngapain-ngapain. Bayangin Gas, dikamar doang berdua. Peluk-pelukan, kalau gaada kita pasti setan udah ikutan nimbrung dan terbentuklah Adrian junior. Ye gak?" Ujar Lisa sok valid yang langsung direspon Bagas dengan anggukan.
"Yoi,dahlah nikah aja kalian berdua. Nabung dosa mulu lo,belum muhrim!" Omel Bagas kayak emak-emak.
"Lo juga sama aja Lis,bisa gak kalau dideket gue jangan namplok,nyender-nyender! Gue jadi susah dapet pacar karena disangka taken mulu" keluh Bagas seraya memindahkan kepala Lisa dari paha nya. Punya temen cewek bedua, sama aja gatelnya! Gabisa lihat bening sedikit, Bagas tahu kalau dia pinter serta goodlooking,tapi kalau dicap playboy terus. Kapan punya pacar?!
Kayana malah ngakak saat Lisa ikut-ikutan diomeli,memang ya si Bagas ini sekalinya meracau kayak emak-emak! Gak pake filter pula, langka ini cowok.
"Kasian bini gue dimasa depan, jatahnya buat nempel-nempel sama gue udah direbut sama elo bedua!" Seru Bagas kesal.
"Sabar gas..sabar. Orang ganteng plus penyabar,disayang tuhan" ujar Lisa menengahi,tapi Bagas memang pantang kalau dipancing. Dia masih berapi-api.
"Belom lagi ini cewek tukang modus,ketemu pula sama om-om kurang belaian. Ya ambyar lah!" Tuduh Bagas nusuk,yang membuat Kayana tersedak air liurnya sendiri.
__ADS_1
Kampret emang!