
"Selamat ya.."
Ucapan selamat datang silih berganti, awalnya Kayana ingin mengeluh capek tersenyum tapi nggak jadi, karena saat ini hati nya senang bukan main. Dia lulus sidang woy!
Setelah sekian lama berenang dilautan air mata sekaligus muak ditanya-tanya kapan akan wisuda, akhirnya Kayana dapat menyelesaikan tahap terakhir dari perkuliahan nya!
Yes! akhirnya tiba juga saat dimana dia bisa haha hihi pakai toga.
Perasaan dia tidak memiliki begitu banyak teman, saat sidang nya pun orang yang datang itu-itu saja. Tapi saat keluar dari ruang sidang, teman-teman yang mendatangi nya banyak bukan main. Mulai dari teman se angkatan sampai adik tingkatnya pun turut serta membawa hadiah dan mengungkapkan suka cita. Dia berasa jadi artis mendadak.
Selama di ruang sidang, Kayana di bantai habis-habisan. Air mata nya yang dia sangka kering, tumpah saat dosen pembahas mengatakan bahwa ia dinyatakan lulus. Namun selama itu juga, Adrian selalu membela nya selaku dosen pembimbing. Mengarahkan nya jika pertanyaan dosen pembahas di rasa membingungkan bagi Kayana. Suer deh! diluar konteks pria tersebut adalah kekasihnya. Meskipun terkenal killer, setiap jadi dosen pembimbing pria tersebut selalu membela mahasiwa bimbingan nya habis-habisan.
Karena dari tadi kaki nya sudah pegal dan pinggang nya juga sudah menjerit minta duduk, akhirnya Kayana duduk di salah satu meja outdoor cafe yang biasa dikunjungi nya bersama Lisa, tidak jauh dari kampus. Kado-kado nya yang menggunung tadi sudah dia simpan semua didalam mobil.
"Laki lo udah ngucapin selamat?" Lisa bertanya sambil membuka-buka buku menu, Kayana hanya menggeleng sementara tangannya masih sibuk mendial nomor Adrian mungkin untuk yang ke sepuluh kali nya.
"Nggak diangkat, lagi sibuk mungkin."
Lisa langsung mendengus pelan kemudian mengoper buku menu pada Kayana "yakali pacar sendiri kelar sidang, gak diselamatin. Kalau begitu nggak pantes disebut pacar!"
"Ye kan, Gas?"
"Yoi" sahut Bagas yang sedari tadi cuma diam di antara mereka.
Kayana sok serius dengan buku menu, pura-pura tidak dengar supaya tidak perlu menjawab.
Biasanya dia selalu bahagia jika sudah menggibahi Adrian, namun semenjak pria tersebut menjadi pacarnya dia gampang sakit hati kalau ada yang menjelek-jelekkan pacarnya!
"Lo nggak bilang kalau sesi selametan nya udah selesai?" Lisa bertanya lagi.
"Udah..masih ceklis satu" Kayana terpaksa menjawab karena bosan ditanya-tanya.
"Wait, jangan-jangan lo diblock?" Bagas mulai mengompori.
"Kagak anjir" sahut Kayana ketus.
"Nggak ada paket internet kali." sahut Lisa julid.
"Duit aja yang banyak, beli paket internet masa gak mampu." balas Bagas tak kalah julid.
Kayana semakin keki saat pacarnya di bully. Namun dia cuma pasang senyum manis, orang yang kelar sidang itu harusnya membawa aura positif, aura negatif dari dua sahabat nya ini sebaiknya di buang dulu jauh-jauh.
Pacarnya juga punya kehidupan lain kali! Nggak kayak dua orang ini, kerjaannya cuma gibahin orang!
Nggak lama setelah nya hidangan mereka datang dan mas-mas barista yang mengantar pesanan tadi turut mengucapkan selamat pada Kayana.
Mau gak mau dia merasa sedikit sedih, bisa dibilang cuma Adrian yang belum mengucapkan selamat pada nya secara personal, kalau selesai sidang tadi sudah.
Saat diruang sidang tadi tentu saja Kayana mengucapkan terimakasih kepada seluruh dosen, tapi gak mungkin dong dia langsung merengek bucin pada Adrian didepan umum? malu-maluin!
Tidak lama kemudian, Kiran mendatangi nya dengan membawa snack bouquet berisi makanan kesukaan Kayana. Kayana hampir-hampir tidak sanggup membendung air matanya saat Kiran mengucapkan selamat. Perasaan dari tadi dia kuat-kuat saja, tapi saat Kiran datang air mata nya langsung berlinang, rasanya dia ingin curhat habis-habisan pada Kiran.
"Kok nangis sih, kan lulus sidang!" sahut Kiran sok tegar, padahal mata nya juga memerah karena terharu. Dia merasa bangga dengan pencapaian Kayana sampai di titik ini.
"Maaf ya gue cengeng dan banyak nyusahin elo selama ini." Kayana berujar mewek. Kiran yang awalnya terharu sekarang malah kesulitan menahan tawa. Seriusan muka mewek Kayana itu jelek banget, gak ada imut-imutnya. Dia jadi pengen ketawa tapi gak tega.
Mata Kiran melotot saat Kayana seenaknya menghapus air mata nya menggunakan lengan kemejanya, ini kemeja mahal woy! Belum lagi dempul ini cewek ikut menempel semua.
"Pakai tisu napa!" Kiran berujar lelah, adiknya ini memang out of the box. Untung sedari mereka kecil Kiran selalu baik hati, meskipun adiknya ini selalu menyusahkannya namun dia tetap sayang.
"Eh iya, lupa" sahut Kayana polos, tensi Kiran nyaris kambuh tapi dia langsung cepat-cepat istighfar. Dia harus jadi sosok abang yang penyabar khusus hari ini.
"Ini sih snack murah!" sungut Kayana tak tahu diuntung saat melihat bouquet yang dibawa Kiran.
"Mininal kasih bouquet duit kek." omel Kayana namun mulutnya tidak berhenti menyemili snack yang dibawa Kiran.
Kiran hanya menghela nafas sabar, stok kesabaran nya untuk hari ini masih banyak.Sebenarnya dia agak rindu juga mendengar omelan Kayana,karena selama beberapa hari ini dia pergi dinas ke luar kota sehingga tidak sempat menanyakan kabar adiknya.
"Adrian mana? Masa udah dua jam gue disini batang hitung nya nggak nongol juga. Nggak sopan! Mau gue pecat jadi calon adik ipar." celetuk Kiran.
Lisa dan Bagas cuma meringis melihat raut wajah Kayana yang langsung berubah. Kayana tampak sibuk scrolling handphone, mengulur-ulur waktu untuk menjawab.
"Lo nggak bilang kalau gue udah di kampus?" Kiran bertanya lagi.
Sehingga mau nggak mau dan terpaksa Kayana mengangkat wajah, kemudian tersenyum semanis mungkin.
"Enggak. Nanti mau quality time berdua, enggak enak dong kalau q-time nya rame-rame kayak mau pergi arisan." Kayana kembali menatap layar ponselnya.
Kiran kontan melotot. "Apaan q-time, q-time. Nggak ada! abis ini pulang."
"Tapi bang..." protes Kayana tapi gak jadi karena tanduk Kiran sudah mulai keluar.
Kayana langsung cemberut, niatnya mau ngelawan tapi nggak berani. Karena perihal yang satu ini Kiran benar-benar overprotective, saking protektif nya sampai nggak sempat nyari pacar untuk diri sendiri.
Kayana pun bingung ingin menjodohkan abang nya dengan siapa, habisnya temannya bejat semua. Nggak ada yang bener dan nggak ada yang lurus, meskipun abang nya ini nggak superior-superior amat. Tapi Kayana tetap ingin punya kakak ipar yang berbudi luhur, nggak kayak teman-teman nya, punya mulut kerjaan nya ghibah mulu, kayak nggak pernah dipakai zikir!
Kayana semakin galau karena yang ditunggu-tunggu tak kunjung tiba, sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, namun masih belum ada kabar dari sang pacar, tidak ada telepon, tidak ada balasan pesan, mau nggak mau Kayana jadi galau dan mulai berpikir yang tidak-tidak.
Dia tiba-tiba merasa cemas,jangan-jangan dia diputusin di hari sidang nya, tapi perasaan tadi selama sidang dia bisa menjawab pertanyaan dosen penguji, gak malu-maluin amat! Terus kenapa chat nya tetap di abaikan sampai sekarang?
"Setengah jam lagi,kalau masih belum nongol juga. Kita pulang..." Kiran mulai mewanti-wanti.
Kayana mengecek kembali ponselnya, namun masih ceklis satu.
__ADS_1
"Lagi sibuk kayaknya, jadi dosen kan juga banyak kerjaan" Kayana membela.
Kiran cuma mendengus pelan.
Kayana langsung sok serius memainkan ponselnya, sejujurnya dia juga mulai bete karena sudah 3 jam chat nya diabaikan begitu saja, namun senyum nya berubah cerah saat masuk balasan chat dari Adrian.
Adrian Pramudya
Maaf ya Kay, tadi mas buru-buru pergi karena ada rapat akreditasi.
Adrian Pramudya
Kamu ada dimana sekarang?sudah pulang?
Kayana Amira
Belum mas, sekarang lagi dikafe depan.
Adrian Pramudya
Oke,10 menit lagi mas sampai disana.
Tidak lama kemudian, terlihat Adrian berjalan dari kejauhan,sontak Kayana langsung menghampiri pria tersebut dan berhambur kedalam pelukannya.
Adrian tersenyum tipis kemudian balas memeluk Kayana.
Dibelakang mereka, Lisa dan Bagas sudah memasang tampang ingin muntah melihat dua sejoli yang bermesraan nggak bisa lihat situasi dan kondisi!
Kiran yang melihatnya merasa agak sakit hati, karena dia tidak disambut se-riang itu saat datang tadi.
Kayana memeluk Adrian sedikit terlalu lama, seolah lupa diri kalau Kiran juga sedang ada disini. Saat tersadar Kayana buru-buru melepaskan pelukannya, Kiran cuma tersenyum manis namun matanya memandang Kayana tajam. Sontak perempuan itu langsung ketar-ketir, semoga saja abang nya dapat memaklumi hal yang satu ini.
"Enak ya..peluk-pelukan" sindir Kiran.
Kayana cuma mesem sambil gigit jari, kemudian melirik Adrian sekilas. Yang dilirik raut wajahnya kelewat santai, sampai-sampai Kayana sendiri menelan ludah, takut mereka berdua baku hantam meskipun Kiran tetap bakalan kalah sih.
"Elo tuh ya, kalau pacaran didepan umum, tahu diri dikit dong Kay. Masa pelukannya didepan umum, didepan emperan toko pula. Merusak pemandangan, polusi mata ya gak,gas?" bisik Lisa sambil menyenggol lengan nya. Bagas cuma balas mengangguk.
Kayana cuma manggut-manggut, namanya juga terlanjur bucin, dia refleks saja memeluk Adrian tadi.
"Enak gak,Kay?" tanya Lisa ambigu.
"Enak apaan jir" sahut Kayana ngegas.
"Ya servisnya Adrian lah...pake nanya" ujar Lisa sembari menaik turunkan alisnya.
Tipikal temannya itu cuma ada dua, kalau nggak tukang gosip ya pasti otaknya porno abis. Rugi besar dia berteman sama orang-orang yang menyeretnya ke hal buruk seperti ini. harusnya dia mendekatkan diri ke circle Wafi yang lebih lurus dan suci.
"Yakali ampir setahun pacaran nggak ngapain-ngapain? Lo nggak pernah icip-icip gitu?" Tanya Lisa kepo, sedangkan Bagas yang sedari tadi sok memasang tampang tidak tertarik mulai berubah raut wajahnya, Kayana yakin ini kutu kupret pasti pasang telinga.
"Manatau lo sudah testimoni duluan kan, secara peluk nya erat banget gitu kayak pake lem alteco. Masa sih orang yang jarang physical touch sekali nya pelukan nempel banget kayak perangko."
"Kecuali udah sering briefing,ya gak Gas?" ujar Lisa berusaha mencari validasi.
"Betul sekali bundah..." timpal Bagas.
"Kagak ngapain-ngapain gue, fitnah mulu lo semua."
"Lo percaya?" Lisa bertanya balik pada Bagas.
"Ya jelas enggak lah."
"Tai lo bedua." dumel Kayana kesal karena dibully.
"Gilaaa..sampe blushing ini anak. Parah lo,Kay! Pengen sungkem deh gue sama lo, diam-diam menghanyutkan!" ujar Lisa sembari tertawa.
Kayana cuma mendengus kemudian menyeruput minuman nya, tidak mau ambil pusing.
"Tapi ngerasa nggak sih, Adrian itu muka nya rada fake nerd gitu. Lagaknya alim,tapi aslinya experienced."
"Ya nggak, Kay?"
Mata Kayana langsung membulat sempurna. "Gatau gue, sat!"
"Ah, masa sih setahun pacaran lo di anggurin gitu doang? Kayak pajangan."
"Kalah laku lo sama Bagas, kemarin gue nge gap ini anak jalan berdua bareng Andira. Indikasi CLBK, habis itu kemana lagi gas?OYO ya?" celetuk Lisa kemudian terbahak sampai memegangi perutnya.
Bagas yang tidak diterima dibully, langsung bertampang masam.
"Sorry..sorry gas. Objek bully-an kita kali ini, nih anak satu. Sorry gue kelepasan." ujar Lisa sembari mengelap sudut mata nya.
"Jadi gimana,testimoni nya kakak? memuaskan nggak?" tanya Lisa sambil menaik turunkan alisnya.
"Gue masih suci, anjrit!" sungut Kayana kesal dengan hidung kempang kempis.
Sableng emang ini orang!
***
Setelah ribuan rayuan maut yang Kayana lontarkan serta ratusan janji yang pasti nya nggak bakalan Kayana tepati, akhirnya perempuan tersebut berhasil meluluhkan hati Kiran. Dengan metode manis manja dan mata yang berkaca-kaca tentu saja abang nya tidak tega. Kalau cuma masalah ini sih cetek, dia tahu kalau Kiran nggak bakalan tahan melihat Kayana menangis, alhasil dia memanfaatkan kelemahan abang nya yang satu itu.
Setelah memarkirkan mobil, Adrian menyerahkan kunci nya kepada petugas Valet kemudian merangkul Kayana menuju salah satu restoran mewah. Kayana cuma berharap dia nggak terlalu salah kostum, dia masih mengenakan kemeja nya tadi pagi yang sudah seharian dipakai serta rok span selutut dan heels 5 cm yang terkesan cukup formal. Dia nggak salah-salah amat kan?
__ADS_1
"Mas...kok nggak bilang sih makan nya ke sini. Aku kayak salah kostum mas." ringis Kayana sembari berbisik.
"What's the problem? you look gorgeous." ucap Adrian santai.
"Reservasi atas nama Adrian ya pak? silahkan ikuti saya." ucap salah seorang waitress yang berjaga di meja resepsionis.
Kayana yang tidak tahu apa-apa hanya mengekor dibalik tubuh Adrian, seumur-umur baru kali ini Kayana menginjakkan kaki di PASOLA. Saking mewahnya, makan disini sudah bisa dipastikan dompetnya langsung jebol diawal bulan.
Ternyata mereka dibawa ke salah satu private dining direstoran ini, dihadapan mereka sudah disajikan Hors D'oevure yaitu Fruit canape yang berisi potongan stroberi,bluberry serta ceri. Setelahnya pelayan tersebut menuangkan wine pada gelas dihadapan mereka.
"Mas..." kode Kayana pada Adrian.
"It's okay, non alkohol kok." jelas Adrian.
Kayana pun bernafas lega, kemudian sedikit menyesap minuman tersebut sambil menikmati hidangan mereka. Tak berhenti disitu, selanjutnya pelayan menyajikan Amuse-Bouches yaitu curry puff yang berisi pastry renyah yang disajikan diatas daun kari dan tambahan bubuk kari.
Hidangan selanjutnya adalah appetizer yaitu bruschetta,sejenis garlic bread khas italia dengan topping potongan daging, tomat dan basil.
"Doyan salad nggak?" tanya Adrian usai menyantap hidangan dihadapan mereka.
"Nggak terlalu mas.."
"Langsung main course saja ya." kode Adrian pada pelayan.
Untuk main course nya sendiri adalah Chicken Cordon Bleu yang berisi irisan daging ayam yang digulung dan diisi dengan tambahan keju dan daging asap.
Setelah rangkaian fine dining hingga dessert berakhir, barulah pelayan tersebut meninggalkan ruangan mereka. Akhirnya Kayana merasa sedikit lega, karena jujur saja selama pelayan tersebut berada diruangan mereka Kayana sedikit gugup karena tidak terbiasa, berbanding terbalik Adrian yang tampak santai dan menikmati setiap hidangan yang disajikan.
"Satisfied?" tanya Adrian sembari mengelap sudut bibirnya.
"Of course." sahut Kayana.
"But, I think it's a little bit too much mas."
"There's no such words for you Kay, kalau buat kamu nggak ada yang too much. It's a bare minimum, if you want more just tell me." sahut Adrian sembari tersenyum lembut.
Tuh kan, gimana Kayana nggak dibuat meleleh. Di servis, ditreat like a queen. Cewek mana yang nggak bakalan meleleh. Fix sih dia jadi yakin kalau sebenarnya Adrian ini experienced, masa sih orang yang baru pertama kali pacaran bisa se-gentle ini?
"Oh iya Kay, congrats ya Kay. I'm so proud of you." ujar Adrian tulus.
"Thank you mas." Kayana menatap Adrian dengan mata berkaca-kaca.
"and I'm so sorry too..for being too late." ujar Adrian dengan nada menyesal.
"That's okay, I already forgive you." sahut Kayana sembari mengangkat bahu.
"About the present..."
"ooh iya, hadiah nya mana?" gerutu Kayana pura-pura kesal.
"Mas lupa hehe..belum sempat beli. Emang hadiahnya buat apa sih? kamu menang lomba makan kerupuk apa gimana?" tanya Adrian dengan nada jenaka.
Lubang hidung Kayana langsung kembang kempis, tangan nya refleks mencubit pinggang Adrian membuat pria tersebut tertawa lepas.
"Serius ih, mas!" seru Kayana mencak-mencak.
"Emang kapan sih, mas nggak serius sama kamu?" tanya Adrian genit mengedipkan sebelah matanya.
Kayana tidak bisa menahan perasaan geli di perutnya,kali ini bukan butterfly sih tapi lebih ke arah merinding. Cringe banget bapak-bapak yang satu ini masalahnya!
"Ih...please deh mas. Gelii." Kayana tampak meringis.
"Seriusan geli? bukannya kamu paling demen kalau mas gombalin?" tanya Adrian menggodanya.
"Ih...siapa bilang!" gerutu Kayana.
Sedangkan Adrian cuma tertawa pelan, baginya muka Kayana paling tampak menggemaskan kalau sedang kesal. Bukan berarti Kayana itu imut,malahan pacarnya ini mukanya nggak ada baby face nya sama sekali, but he just find it cute, mau ini cewek jungkir balik sekalipun akan tetap kelihatan menarik dimatanya.
Kayana berpindah posisi menjadi duduk disebelah Adrian kemudian memeluk pria itu erat.
"I don't care about the present mas, as long as you are here with me. I'm beyond happy mas."
Adrian tersenyum manis, kemudian mengurai pelukan mereka dan mengeluarkan sesuatu dari balik tubuhnya. Sebuah cincin permata yang tampak berkilauan.
"Mas..." seru Kayana dengan mata berkaca-kaca.
"I haven't proposed you properly." Adrian tertawa canggung. Dari raut wajahnya kelihatan bahwa pria tersebut tengah gugup.
"Ih..padahal bulan depan kan lamaran!"
"Mas mau lamar kamu dengan proper Kay, progress kita dari pacaran sampai ke titik ini terlalu cepat dan mungkin kamu sering merasa bingung atau bahkan belum siap untuk ini semua."
Kayana sudah mulai mewek.
"Kay, maybe I'm not the best person for you. I'm still lacking in so many ways, but I promise to try my best to make you happy. All I want to do is grow old with you, and it's always been you that i fell in love with. Will you marry me?" Adrian tersenyum gugup.
Kayana mengangguk.
"Yes, I do" sahut Kayana tanpa ragu.
Adrian tersenyum lega kemudian menyematkan cincin tersebut dijari manis Kayana.
"I love you..." ujar Adrian lirih kemudian mengecup kening Kayana.
__ADS_1
"I love you too..mas."