
"Masuk" titah Kiran,amat datar dan tidak ramah.Adrian pun hanya menurut dan masuk ke dalam rumah dengan sopan,punggung nya sampai dibungkuk-bungkukkan penuh tata krama.
"Assalamualaikum" ucap Adrian sopan,yang mungkin tidak akan dijawab Kiran kalau saja sifatnya tidak wajib.
"Walaikumsalam" sahut Kiran datar,namun untungnya masih mempersilahkan Adrian untuk masuk. Adrian kemudian duduk diseberang sofa,dan Kayana memilih untuk duduk ditengah-tengah.Sedangkan Kiran duduk sok berwibawa disofa utama.
Saat ini Kayana tidak berani menatap wajah Kiran sama sekali,ia hanya menunduk dalam sambil *******-***** jemarinya. Rasa cemas dan gugup bercampur menjadi satu.
"Sudah berapa lama pacaran?" Kiran memulai percakapan,Kayana melirik kesamping dan ternyata wajah Kiran tampak tidak kerasan.Mungkin saja karena Kayana ketahuan membohongi nya ataupun karena Kayana malah berpacaran padahal dari dulu Kiran sudah melarangnya.
Kayana merasa kakinya gemetar, Kiran jarang sekali marah,tapi sekalinya marah..ampun deh Kayana saja sampai gak berani ngebayangin. Pernah dengar kan? Bahaya marahnya orang sabar? Nah itu kata-kata yang cocok untuk menggambarkan keadaan saat ini.
"Kenalnya sudah lama,tapi pacaran nya baru-baru ini. Bang" respon Adrian sopan,dan Kiran langsung mendengus tak suka.
"Gue bukan abang lo,gak usah panggil-panggil abang" sahut Kiran ketus. Kayana melirik cemas ke arah Adrian,namun pembawaan pria tersebut luar biasa tenang,tidak tampak terintimidasi sama sekali. Padahal teman-teman nya yang lain sewaktu pertama kali bertemu Kiran pada takut loh!Serem banget,kayak kingkong!
"Oke...saya panggil Kiran saja,gapapa?" Tanya Adrian meminta izin.
"Hmmm.." sahut Kiran bergumam.
"Umur berapa?" Tanya Kiran mulai mengintrogasi.
"25 tahun,Kiran" sahut Adrian tenang,dan Kiran langsung menatap Kayana tajam.
"Lo ngapain pacaran sama bapak-bapak?" Tanya Kiran judes,pada adiknya.
"Tapi...umur lo kan 27 bang. Berarti elo lebih bapak-bapak gitu hehe" sahut Kayana masih sempat-sempatnya melawak yang langsung mendapat pelototan dari Kiran.
"Saya mungkin sedikit lebih tua dari Kayana,tapi saya bisa memperlakukan Kayana lebih baik dari yang seumuran dengan Kayana" timpal Adrian menengahi,dan Kiran hanya mengangkat bahu nya cuek.
"Udah kerja?apa masih kuliah? Mana tahu kan..lo mahasiswa abadi jadi ga tamat-tamat" tanya Kiran songong,membuat Kayana ingin memukul kepala abang nya itu keras-keras.
Yang hampir menjadi mahasiswa abadi itu Kayana woy! Adiknya sendiri.Adrian itu fast track! Tamat S1, Langsung S2 bahkan sampai keluar negri pula! Gini nih,abang nya kalau sudah mulai bete,ngomel nya gak pakai filter!
"Alhamdulilah..sudah bekerja,kebetulan saya dosennya Kayana dikampus" jawab Adrian tetap sopan,hebat sekali pacarnya ini tidak terpancing. Kalau Kayana sih sudah mengamuk,bahkan sampai melempar meja kalau diremehin begitu.
"Hmmmm" sahut Kiran manggut-manggut,sepertinya ia sedang menilai-nilai apakah pria dihadapannya ini cocok jadi pacar adiknya atau tidak.
"Kalau hobi,suka bola gak?atau futsal?" Tanya Kiran remeh,duh gusti! Bisa gak abang nya bertanya yang normal-normal saja,Kayana bisa malu besar kalau Kiran sampai bertanya macam-macam. Seperti jenis-jenis corak ikan ****** apa saja,pencipta lagu potong bebek angsa siapa. Kiran ini absurdnya diatas manusia rata-rata,Kayana jadi sedikit khawatir ,meskipun Adrian itu google berjalan,tapi kalau yang seperti itu kan jarang-jarang ada yang tahu!
"Saya kurang pay attention dengan sepak bola,tapi kalau ditanya suka atau engga. Saya cukup suka,sesekali saya juga main futsal tapi ya sebatas itu.Gak sampai jadi hobi" jelas Adrian,wajah Kiran mulai mengeras tampak ingin melayangkan protes.
"Terus hobi nya apa?main barbie?" Tanya Kiran mengejek, Kayana kontan melotot. Menendang kaki abang nya sedikit keras.Mulutnya itu loh,gak pake filter!rasanya ia ingin menenggelamkan Kiran ke dalam got didepan rumah nya saat ini juga.Rese banget,sumpah!
"Saya suka nya belajar,sometimes doing some experiment dilab saya juga enjoy. Mostly saya lebih suka baca buku, dan beberapa jurnal" jawab Adrian tenang,Kayana jadi takjub. Barusan Adrian mengisi stok sabarnya dimana sih?Bukannya dia juga sama-sama rese. Kok bisa tahan?Bukannya dua kutub yang sama itu saling beradu?
"Dilab terus?gapunya temen dong berarti" respon Kiran remeh. Abang nya ini lagaknya sudah seperti orang paling sociable sedunia,padahal kalau sedang libur ya pasti cuma dirumah saja!Gak kemana-mana kayak bujang lapuk,paling banter nongkrong bareng Arya and the gang,itupun bisa dihitung jari. Ckck miris banget!
"Ada temen lah,lo pikir kalau dilab isinya cuma elo,tuhan dan alat bahan saja!kalau dilab ya pasti ada orang lain,ada analis,ada practicioner.Mana mungkin sendirian!" Omel Kayana mulai nimbrung.Kiran langsung menatap tajam ke arahnya,dan sontak Kayana kicep ditempat.
"Kalau gak serius sama adik gue,mending putus saja" ucap Kiran lugas.
"I mean,lo mapan,dan pasti banyak cewek diluar sana yang bisa lo pacarin. Kalau niatnya cuma main-main sama adik gue,mending pisah dari sekarang" lanjut Kiran tegas.
"Singkatnya,kalau lo gak ada planning buat nikahin dia in the future.Mending putus dari sekarang" ucap nya lagi.
"I've heard about you,especially from my ma.You might be creating a good image in front of her. But you can't fool me,at least not this easily" tutup Kiran dengan nada tegas,Kayana sampai merinding disko.
Figur tegas dari wajah abang nya itu terlihat jelas,sebagai pengganti sosok ayah tentu saja Kiran gak main-main dalam menyeleksi pria yang ingin dekat dengan adiknya.
"Saya bertindak apa adanya,Kiran. I'm not faking anythings,I'm glad that your moms had a good impressions of me,but thats just the way I am. Saya gak ahli berpura-pura" sahut Adrian mengklarifikasi.
"Saya serius dengan Kayana, saya cinta sama adik kamu.Dan prioritas utama saya memang kebahagiaan Kayana,saya mau saja ke tingkat yang lebih serius tapi Kayana masih belum siap,you can go ask her yourself." Ucap Adrian tenang.
"Setidaknya saya seserius itu,tapi sayang sekali kepercayaan itu gak berwujud dan cuma bisa saya tunjukkan lewat tindakan." Tutup Adrian,Kayana sedikit takjub dengan kalimat demi kalimat yang terucap dari mulut Adrian.
Selama ini ia hanya bisa melihat dialog seperti ini ditelevisi atau pun buku novel kesukaan nya. Mendengar seseorang mengucapkan nya secara langsung untuk dirinya,tak ayal membuat Kayana merasa sedikit terharu.
__ADS_1
"Do you love him,Kay?" Tanya Kiran menatap lurus ke mata Kayana,mencari pembenaran.
"I do" sahut Kayana mengangguk,dan Kiran menghela nafas berat. Tanggung jawab nya sebagai abang sekaligus pengganti sosok ayah,tentu saja besar.
Kayana tumbuh tanpa kasih sayang yang cukup,setidak nya Kiran sudah tumbuh dewasa saat ayah mereka pergi. Tapi berbeda untuk Kayana,saat itu ia masih labil.Sebagai anak kesayangan,butuh satu tahun bagi Kayana untuk mengembalikan semangat hidupnya.
Kayana sampai harus ke psikolog,karena gangguan paniknya yang sering kambuh semenjak ayah mereka pergi.Tidur pun tidak mau sendiri,karena rasa trauma nya yang takut ditinggal.
Kiran dan ibunya harus berkorban, menemani Kayana setiap malam untuk memastikan adiknya tersebut benar-benar tertidur pulas. Apabila tidak ditemani adiknya itu bisa tidak tidur sampai pagi,Kiran merasa miris setiap teringat momen tersebut.
Dan suatu pagi,entah bermimpi apa pada malam sebelum nya Kayana mulai bersemangat seperti biasa,seolah tak terjadi apa-apa. Namun,sejak saat itu juga adiknya tak pernah membahas ayah mereka lagi dan semenjak itu kehidupan Kayana sudah mulai kembali normal,sudah mulai mau makan meski cuma sesuap dua suap,sudah mulai berani tidur sendiri.
Dan tidak ada yang berani menyinggung perihal tersebut,bahkan sampai saat ini Kiran tidak tahu apakah adiknya itu benar-benar sudah bahagia,atau hanya pura-pura.Kiran takut adiknya ini menjalin hubungan dengan seseorang hanya untuk mengisi kekosongan yang ia rasakan,meskipun sudah berusaha membahagiakan Kayana dengan memberinya cukup perhatian,tentu saja sama sekali berbeda.
Mata Kiran tampak berkaca-kaca saat mendengar ucapan serius dari Adrian.Komuknya sudah seperti ibu-ibu dihari kelulusan sekolah anaknya,bangga sekaligus terharu.Kemudian Kiran mengusap sudut matanya dengan tangan,membuat Kayana yang duduk dihadapannya langsung shock!Kiran ngapain barusan?nangis?
"Bang" panggil Kayana pelan sambil menggoyangkan lengan abangnya pelan.
"Lo ngapain nangis?" Cicit Kayana, setahunya terakhir kali Kiran menangis itu sewaktu kelinci nya dicuri dan dijadikan sate oleh tetangga sebelah rumah. Disangka kelinci nyasar,hewan imut tersebut malah dijadiin sate.Mana dia ikutan makan sewaktu ditawarin sate tersebut. Matanya sampai bengkak tiga hari,padahal waktu itu Kiran sudah kelas tiga sma!
"Diem goblok,gue lagi terharu. Gak expect lo bakalan laku,padahal lo kan jelek banget" sahut Kiran dengan suara bergetar, bahu nya naik-turun karena terisak hebat.Wajahnya boleh sangar,tapi hatinya tetap hello kitty.
Karena ikatan batin mereka yang kuat, kadang-kadang.Kayana pun memeluk sebelah lengan Kiran ikutan terharu "Apaan dah,lebay banget.Orang gue masih dibekasi,belom diangkut juga" cibir Kayana menahan tawa,namun ikutan terharu juga. Kiran ini walaupun kadang-kadang nyebelin,tapi ia sosok abang yang baik juga.
Meskipun resenya macam dora,karena tiap sebentar bertanya ini itu tapi Kayana tahu bahwa abang nya hanya berusaha menjadi sosok abang yang baik dengan mencari topik pembicaraan,dan kurang ajarnya Kayana saat Kiran bertanya ini itu malah dijudesin,oke..Kayana mengaku salah dan berjanji akan mengubah sifat buruknya itu,kapan-kapan.
"Gausah cepet-cepet nikah ya,lo kerja dulu terus mapan.Sering denger kan pernikahan dini berujung perceraian. Gue gamau punya adik janda,ntar tanggungan gue makin banyak" kata Kiran sambil mengacak-ngacak rambut Kayana yang sedang namplok dengan nyaman dilengannya.
"Idih..malah didoain.Jangan dong..gue nikahnya masih lama kok." rengek Kayana,manja.
"Kagak,becanda doang" sahut Kiran lembut,kemudian mengalihkan pandangannya pada Adrian.
"Oke...lo lolos screening tahap satu.Masih ada enam belas tahapan lagi yang harus elo lalui. Jangan macem-macem!" Ancamnya pada Adrian.
"Siap, Kiran" sahut Adrian senang,sambil tersenyum lega yang dibalas Kiran dengan senyuman tipis.
***
"Capek?" Tanya Kayana sembari menyodorkan beberapa lembar tisu kepada Adrian.
"Sedikit.." jawab Adrian jujur,kemudian mengelap keringat yang memenuhi seluruh wajahnya.
Abang nya yang kurang benak itu malah menyuruh Adrian membersihkan kolam ikan lelenya pasca panen,kebangetan ga tuh? Padahal outfit yang dikenakan Adrian mahal banget,setara gaji abang nya dua bulan,dan malah dipake nyebur ke kolam ikan penuh lumpur. Designer nya pasti pingsan kalau melihat ini!
"Istirahat dulu yok,pak. Capek kan?" ajak Kayana sambil menarik lengan Adrian untuk keluar dari kolam.
"Engga kok,saya gak papa" jawab Adrian santai sambil lanjut menggosok ubin kolam ikan tersebut,Yaampun! Kaki Adrian yang shining shimmering splendid pun sampai dipenuhi lumpur berkuman,semoga saja gak iritasi!
"Minum dulu" kata Kayana lalu mengarahkan ujung pipet nya pada Adrian,yang langsung diminum oleh pria tersebut sampai sisa setengah karena kehausan.Tuh kan,panas terik begini malah disuruh bersihin kolam ikan! Sok-sok produktif banget itu orang,biasanya juga diupahin ke orang lain! Gak pernah dibersihin sendiri.
Kiran yang memperhatikan interaksi keduanya sedari tadi langsung berdeham keras. "Hmm...bersihin yang disana juga" titah Kiran songong,padahal ubin kolam ikan ini sudah kinclong maksimal,kerak apalagi yang mau digosok?kerak bumi?
"Sumpah,lo rese banget bang!" Ketus Kayana saat melewati Kiran.
"Minum buat gue gaada?" Tanya Kiran santai.
"Gak ada..ambil sendiri" sahut Kayana judes. Padahal Kiran dari tadi enak-enakan berteduh dibawah gazebo,gak ikutan masuk kekolam.Tapi lagaknya sudah seperti yang paling banyak kerja sedunia,nyebelin banget!
Selesai membersihkan kolam, Adrian langsung duduk bersandar pada dinding gazebo. Kulitnya jadi sedikit kecoklatan karena berpanas-panasan cukup lama saat membersihkan kolam tadi,dengan telaten Kayana mengoleskan sunscreen supaya kulitnya tidak terbakar.
"Maaf ya,Kiran jahil banget" ucap Kayana merasa bersalah,saat melihat tangan Adrian ada yang tergores entah terkena apa.
"Gapapa" sahutnya lembut.
"Kenapa gak protes aja sih tadi?" Dumel Kayana.Saat ini mereka berdua sedang duduk digazebo rumahnya,sedangkan Kiran sudah melenggang entah kemana. Palingan sedang memoles aquarium ikan ****** nya,siap-siap untuk menyombong.
"Gapapa" ulang Adrian lagi,seperti robot.
__ADS_1
"Kalau ditanya tuh,jawabnya yang komplit. Jangan gapapa-gapapa terus! Protes kek,biasa nya jago protes" Kayana mulai sebal.
"Hmm...Kiran,dia itu cuma terlalu sayang sama kamu. Saya maklum dengan tindakan dia yang seperti ini,dia cuma ingin tau pria seperti apa yang sedang dekat dengan adiknya. Kalau saya punya adik,maybe I will do the same. Apalagi kalau adiknya secantik kamu,saya mungkin akan lebih ketat lagi" jelas Adrian sedikit menggombal,semburat merah tampak muncul di pipi Kayana.
"Maaf selama dua hari ini saya belum sempat menghubungi kamu,ada beberapa masalah terkait launching produk yang baru. Distributor bahan baku mendadak bikin perjanjian dengan perusahaan kompetitor,padahal dengan saya sudah deal di awal. Sedikit hectic kemarin,tapi sekarang sudah aman" jelas Adrian panjang lebar.
Tiba-tiba Kayana teringat dengan peristiwa kemarin,dimana ia memergoki Adrian bersama wanita lain sedang memasuki toko perlengkapan bayi! Duh,dari tadi kok lupa terus sih?pasti karena ia kelewat luluh sama sikap manis Adrian! Pelet Adrian kan kuat!
"Kenapa kamu marah sama saya,tadi pagi?" Tanya Adrian hati-hati.
"Hmm...actually I saw you,about two days ago. Masuk ke toko perlengkapan bayi,bareng perempuan. Saya kecewa banget karena waktu itu saya gak dihubungi sama sekali,saya maklum karena saya pikir 'oh
..mungkin sibuk' tapi apa yang saya lihat seolah mengkhianati saya.Pacar saya malah jalan-jalan sama perempuan lain,dan saya cuma bisa jadi penonton sekaligus merasa sakit hati. Saya nyaris block kontak kamu,kemarin. Bahkan hari ini,hati saya masih sakit." Jelas Kayana sedih.
"Kay! Kenapa kamu gak sapa saya waktu itu, kalau kamu memang lihat saya?" Tanya Adrian sedikit shock.
"Terus apa?saya bikin kamu sama istri kamu marahan?dan saya jadi perusak rumah tangga orang?" Serang Kayana langsung.
"Wait...wait. Sebelum kita berantam terlalu jauh,kamu ga inget perempuan itu siapa?" Potong Adrian langsung.
Kayana memutar bola mata nya malas,Inget pala lo peyang! Kalau kenal dia gak mungkin mencak-mencak,sampai naik asam lambung dua hari seperti ini!
"Kay,itu mbak Yaya..sepupu saya.Dokter Yasmine,yang mengobati kamu sewaktu maag kamu kambuh dulu. Inget ga sekarang?" Tanya Adrian dengan nada geli. Sedikit gemas dengan raut cemburu Kayana.
"Hah iya?" Sahut Kayana kaget,dia lupa dong! Ingatannya ini termasuk lemah.Apalagi kalau cuma ketemu sekali,mana ingat.
"Iya...sepupu jauh saya ada yang baru melahirkan,jadi kami beli kado untuk baby nya. Saya baru sampai dirumah banget,sewaktu mbak yaya datang. Jadi bukannya saya gak mau menghubungi kamu,tapi memang saya belum sempat. Sepulang dari sana, saya dapat kabar kalau distributor malah main curang dengan kompetitor saya,jadi perlu handle masalah itu dulu selama dua hari ini,and here I am now. Semua nya sudah aman dan terkendali" ujar Adrian mengklarifikasi,dan Kayana langsung bernafas lega. Gak lucu kalau jadi perusak rumah tangga orang,ia akan disangka kegatelan dan namanya akan dicap buruk sepanjang masa.
"Huftt..saya galau banget tau kemarin. Jahat banget sih,jadi orang!" Keluh Kayana memukul-mukul lengan Adrian kesal.
"Siapa suruh kamu gak nanya sama saya langsung,dan malah berasumsi macam-macam dikepala cantik kamu itu" Adrian menyentil pelan dahi Kayana.
"Iya...maaf" Kayana mengaku salah.
"Sudah lega sekarang?" Tanya Adrian lembut.
"Sudah" Kayana malu-malu kucing.
"Sekarang, bisa ganti panggilan nya?jangan manggil saya 'bapak' lagi kalau sedang diluar kampus? Kesannya saya jadi tua banget" ringis Adrian.
"Gabisa..gaenak" tolak Kayana.
"Bisa kok..tadi kamu bisa manggil saya tanpa embel-embel bapak"
"Kalau tadi saya lagi emosi,jadinya ga sopan" ucap Kayana.
"Kay,kita ini pacaran.Bukan lagi dosen dan mahasiswi kalau sudah diluar kampus. Kamu pasti bisa panggil saya tanpa embel-embel bapak" respon Adrian yakin.
"Hmmm..panggil apa ya,kalau manggil mas bisa kan? Kayak dulu." Usul Adrian.
"Mas ian?" Suara Kayana membeo.
"Nah itu..bisa..coba diulang lagi" pinta Adrian.
"Mas Ian.." ucap Kayana lambat-lambat.
"Iya sayang.." sahut Adrian semringah.
"Ihhh!!!" Respon Kayana langsung menutup wajahnya dengan telapak tangan,malu banget woy! Digombalin om-om.
"Cheesy banget ya?" Tawa Adrian ringan.
"Banget! Aaaaa! Udah ah!" Kayana pura-pura ngambek. Biasalah cewek.
"Gimana sayang?" Tanya Adrian yang masih belum puas menggoda nya.
"Udah!" Seru Kayana memelototi Adrian,pria tersebut langsung terbahak.
__ADS_1
Duh,Adrian kenapa gemash banget begini sih!