
1 kata untuk menggambarkan Adrian?
Tentu saja sempurna.
Tidak,bukan hanya sempurna. Adrian itu ibarat martabak dengan toping paling komplit sedunia. Pinter, ganteng, berpendidikan tinggi, masa depan auto terjamin. Siapa yang nggak pengen? ya kan?
Namun, Tuhan itu Maha Adil. Setelah diberikan kesempurnaan fisik dan otak yang satu paket,Tuhan tidak lupa memberikan Adrian sedikit kekurangan supaya hidupnya nggak sempurna-sempurna amat.
Yaitu tingkat kenyinyiran nya yang setingkat melebihi rata-rata manusia. Mbak Najwa Shihab mungkin angkat tangan kalau diminta menghadapi Adrian yang super nyinyir.
Plus, doi cuma beramah tamah pada saat-saat yang diperlukan. Seperti saat acara resmi,saat memberi pidato ataupun kata sambutan,atau saat menghadapi seseorang yang lebih tua dari nya. Selain itu, sifat Adrian itu minus level tak hingga.
Kalau mulutnya nggak sepedes sambal rujak. Kayana yakin sudah pasti banyak cewek yang mendekatinya. Ganteng, berduit, wangi, pinter pula. Berasa liat berlian didepan mata, tapi dianggurin begitu aja. Ruginya kebangetan!
Dan syarat kalau mau dekat sama Adrian itu cuma satu, harus siap mental. Karena itu cowok kalau ngomong kadang suka lupa difilter, terlalu jujur. Jujur itu memang baik, tapi kalau jadi menyakitkan, minimal di modifikasi dulu. Ya gak sie?
Dengan perawakan yang tinggi dan tegap,hidung mancung serta alis dan bulu mata yang panjang dan tebal. Kayana yang beda gender saja sampai iri. Alisnya kalau nggak digambar sedikit, bisa-bisa kelihatan semu. Alias ada dan tiada. Tapi itu cowok, no effort no pake minyak kemiri. Alisnya tebel banget. Belum lagi sang Dosen kini ikut-ikutan memanjangkan bulu halus disekitar rahangnya. Makin-makin cakeplah!
Seolah-olah Tuhan menciptakan Adrian sambil tersenyum. Dia juga diberkati otak super cemerlang sehingga berhasil mendapatkan beasiswa penuh kuliah diluar negri. Berasa hoki seumur hidup dipake sewaktu kuliah, kelar S2 nya nggak sampe dua tahun pula.
Saat pertama kali bertemu Adrian. Kayana tahu bahwa dia nggak sengaja jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan pertama mereka cukup klise,Kayana yang merupakan mahasiswa baru dijurusannya mengikuti kegiatan ospek seperti biasanya. Kebetulan jurusan Kayana memang sudah terkenal dengan senioritasnya yang mendarah daging alhasil Kayana merasa bosan kuadrat menghadapi ritme baru di kehidupannya.
Saking cemerlangnya, hari itu dia memilih mangkir dari rangkaian kegiatan ospek dan menghabiskan waktunya di kafe terdekat dari kampusnya,sehingga sewaktu-waktu ada hal yang 'urgent' Kayana bisa langsung bergegas menuju kampusnya tanpa perlu menjadi musyafir dan mengelilingi separuh kota jakarta seperti biasanya.
Kayana menghabiskan waktunya di kafe sembari ngopi cantik, kebetulan saat ini sedang ada live streaming dari boyband favoritnya.Sebagai fans sejati tentu saja Kayana nggak mau ketinggalan. Kalau bahasa anak mudanya, FOMO.
Namun, yang namanya niat licik itu sudah pasti nggak berkah. Tau-tau dia malah bertemu dengan Adrian, yang kabar baiknya merupakan Ketua Panitia acara ospek yang sedang berlangsung difakultasnya. Kayana bingung mau ngerasa apes atau beruntung, dia merasa bahagia karena bertemu dengan Adrian yang sudah pasti cuci mata nya dabel-dabel. Tapi ngerasa apes juga karena berasa sudah menggali kuburnya sendiri.
Kayana pribadi sebenarnya bukan penikmat kopi seperti kebanyakan orang,namun karena cafe ini tidak menyediakan menu apapun selain kopi terpaksa Kayana memesan menu yang paling 'tidak kopi' yaitu Matcha Latte. Berharap rasa green tea nya lebih dominan ketimbang rasa pahit dari minuman tersebut.
Saat pesanan atas nama Kayana dipanggil. Kayana yang sedang asyik menonton di ponselnya tidak langsung beranjak dari bangkunya dan melanjutkan tontonan nya sampai habis. Setelah beberapa menit barulah dia beranjak menuju meja kasir untuk mengambil sekaligus membayar pesanan nya.
"Atas nama Kayana tadi mana ya kak?" Tanya Kayana setelah membayar pesanannya.
"Oh,silahkan diambil dimeja sebelah kak."
Melihat dua minuman yang secara visual tampak mirip tentunya membuat Kayana sukses kebingungan.Pertama,warna minuman dihadapannya ini sama-sama hijau. Yang kedua,tidak ada perbedaan mencolok baik dari segi topping ataupun ukuran gelasnya. Minuman dihadapannya ini sama-sama diberi whipcream,kalau kata pepatah bak pinang dibelah dua alias nggak ada bedanya sama sekali.
Setelah capcipcup selama beberapa detik,akhirnya Kayana memutuskan untuk mengambil minuman yang berada disebelah kanan,karena whipcream nya tampak lebih banyak dan menggoda.
Sesampainya dimeja,Kayana nggak langsung menyeruput minumannya dan hanya membiarkan minuman tersebut terletak diatas meja.Dia masih asyik melanjutkan tontonan korea nya yang sempat tertunda sebentar.
Setelah beberapa menit terdengar suara ribut-ribut dimeja kasir,insting ghibah Kayana langsung terpancing. Namun karena tontonan idol korea nya ini lebih urgent dibandingkan apapun,Kayana hanya mengangkat bahu nya cuek kemudian menyeruput minuman nya sedikit.
Tenggorokan Kayana merasa terberkati saat menyuruput minuman tersebut.Karena cuaca yang cukup panas hari ini,meskipun berada diruangan ber-ac dia masih saja kehausan. Panasnya jakarta nggak main-main belakangan ini, berasa matahari mengikuti langkahnya kemanapun Kayana pergi.
Panas banget, suer! Seriusan dia bakal sumpah serapahi manusia-manusia yang berani-beraninya merusak ekosistem dimuka bumi. Bumi itu sudah cukup overheat, tau! Kalau kedepannya bakal dibuat proyek-proyek yang bakal merugikan makhluk hidup, bisa-bisa diluar rumah dia nggak cuma bisa memasak telur, tapi bisa memasak rendang juga sekalian!
"Anjrit- rasa odol!" maki Kayana refleks lalu terbatuk-batuk. Dia meminum nya sekali lagi untuk memastikan bahwa indra perasa nya tidak salah,dan benar saja ini rasa pasta gigi! Ewh,mual banget!
Tanpa babibu Kayana langsung beranjak menuju meja kasir,bersiap-siap untuk melayangkan protesnya. Sudah bayar mahal-mahal, malah dikasih minuman nggak enak kayak gini?rugi dong!
"Mbak,saya mesennya mint choco,kok minuman saya malah rasa rumput ya!" Sayup-sayup terdengar suara protes dimeja kasir.
'Mint choco?' Batin Kayana,seketika dia merasa relateable dengan minuman rasa pasta gigi digenggaman nya sekarang. Wong, nggak mungkin dong dia salah pesan. Dalam mimpi terburuk sekalipun Kayana nggak akan memesan minuman dengan rasa aneh tersebut. Saking anehnya, sampe nggak layak untuk diminum! Bikin mual!
Untungnya dia nggak meminum sampai habis.
Kalau sampai kejadian, bisa-bisa dia sudah mengantre sekarang di psikiater karena PTSD.
Ibaratnya sama seperti makan martabak manis tapi dicelup kuah bakso,ngawur banget! Seharusnya varian rasa ini nggak pernah diciptakan.
"Mbak,minuman saya kok rasa odol sih?Saya kan mesennya greentea'" Protes Kayana ke mbak kasir tersebut sambil membawa gelas minumannya.
Dan seolah tersadar,Kayana dan pria ganteng disebelahnya pun saling bertatapan aneh. Saling cocoklogi.
__ADS_1
Saat memperhatikan gelas masing-masing,minuman mereka tampak serupa,sehingga kemungkinan besar minuman mereka sudah tertukar.
"Wah...maaf mas mbak sebelumnya,tapi sepertinya minuman kalian tertukar." ujar mbak kasir sambil tersenyum sopan meminta maaf.
'Jodoh dong' bisik-bisik tetangga dari barista disebelah mereka.
"Jodoh mata mu!" Ucap Kayana dalam hati.Loh, kok hatinya bersuara keras sih? Perasaan ngomong nya didalam hati tapi kengerannya kok keras banget.
Oh! Ternyata yang berbicara barusan adalah pria disebelahnya.
Dua orang barista tersebut tampak kicep seketika dan bepura-pura sibuk membersihkan counter meja yang nggak berdebu sama sekali.
"Kok bisa ketuker sih mbak." suara protes tersebut terdengar lagi membuat Kayana melayangkan tatapan kagum pada pria disebelahnya. Rasanya dia ingin mengeluarkan ponsel untuk mendokumentasikan momen langka barusan.Jarang-jarang loh ada cowok nyinyir,langka banget!
"Maaf mas...tadi mbaknya ini salah ambil mimuman." ucap Kasir tersebut malah melempar bola kepada Kayana.
Kayana yang tiba-tiba disalahkan pun,berusaha membela dirinya "Loh,kok salah saya sih mbak?" Ujar Kayana tak terima.
Tentunya sebagai costumer dia nggak diterima kalau disalahkan. Dia bayar woy! Salahkan sistem mereka yang naro minuman serupa berdekatan, dimana-mana kalau sama rupa itu penempatannya dipisah! Minta ditelaah ini pelayanannya!
"Sebelum ngambil minuman tuh dicek dulu dong dek-" ucap pria disebelahnya menasehati.
Dengan tampilan super lusuh khas maba plus name tag ala ospek yang belum sempat Kayana lepas,sekali lihat juga pasti ketahuan identitas nya sebagai seorang maba.
"Jangan ngambil minuman orang sembarangan dong." timpal pria itu lagi,sontak membuat Kayana marah seketika.
"Jangan asal nyalahin saya dong om! Ini tuh sama-sama hijau,saya aja gabisa bedain! Memangnya om bisa bedain?" Ujar Kayana sewot.
Wajah pria dihadapannya ini sudah berjambang dan tampak seperti bapak-bapak!Sebenarnya ngggak sampai segitunya sih,tapi karena kesal sekalian saja dia panggil 'om'!
Setelah puas melontarkan amarahnya,barulah Kayana tersadar dengan pakaian yang dikenakan pria tersebut. Ternyata pria dihadapannya ini memakai jaket hima (himpunan mahasiswa) jurusan Kayana,sungguh kesadaran yang sangat terlambat!
Kayana langsung pucat pasi saat menyadari bahwa pria ini kakak tingkatnya!Dia salah target kawan-kawan!
Mata Kayana yang sudah bulat tersebut semakin membulat saat melihat ID card yang tergantung dileher pria tersebut "Adrian Pramudya,Ketua Panitia" Kayana pun langsung pucat pasi. Nggak sampai disitu saja,pada lengan jaket pria tersebut juga terdapat logo bem yang berarti dia bertanggung jawab penuh atas kegiatan ospek yang sedang diadakan difakultasnya!
Tolong sembunyikan dia, atau kasih dia kekuatan super mendadak biar Kayana bisa berkamufulase jadi kipas gantung didinding kafe ini. Asli deh, kok bisa nggak pas banget timing-nya!
Setengah panik,Kayana berusaha menutupi wajahnya dengan tangan. Jangan sampai wajahnya yang sangat memorable ini sampai dikenali oleh senior dihadapannya.Bisa berabe dong?!Kan judulnya Kayana sedang bolos sekarang! Gaboleh sampai ketahuan!
Kalau ketahuan bolos dan alasannya adalah kurang enak badan,okelah!Namun, alasan bolosnya demi nonton oppa korea favoritnya! Bisa-bisa Kayana diospek sampai semester tua!
"Ini minuman kamu?" Kode pria tersebut sembari menunjuk minuman digenggamannya.
"Iya mas." suara Kayana mendadak gugup. Dia sengaja menunduk dalam supaya mukanya nggak dikenali.
"Muka saya diatas sini dek,lihatnya ke sini." balas suara tersebut judes.
"Eh iya mas." Kayana mengalihkan pandangannya ke atas. Pria dihadapannya ini begitu tinggi seperti jerapah sehingga mau nggak mau Kayana harus mendongak untuk sekedar melihat wajahnya,semoga saja lehernya nggak pegal setelah ini.
"Kamu yang pesen minuman aneh inikan, rasa apa sih ini, kayak rumput gaenak banget?-" hina pria tersebut terang-terangan membuat Kayana sedikit geram.
"Ini tuh rasa greentea ya mas,dan siapa bilang rasanya gaenak!enak pake banget kali!Cuma orang aneh yang gasuka green tea! Tapi mas emang aneh sih,masa rasa odol malah diminum." hina Kayana balik.
"Kamu gatau ya,ada varian rasa 'mint choco' dan siapa bilang minuman seenak ini rasa odol!Jangan sembarangan gitu dong!Mahasiswa baru dari mana sih? Dusun banget sampe gatau mint choco." serang pria dihadapannya,membuat Kayana kesal maksimal.
Berani-beraninya seseorang menghina daerah asalnya,dusun?Dusun katanya?! Ya memang,sedikit sih!
"Terus ini gimana minumannya?mau ditukar?" Tanya Kayana judes setelah beberapa menit beradu argumen dengan pria dihadapannya ini tanpa hasil.
Kenapa harus memesan mint choco sih?!Kayana jadi mual banget dan kehilangan selera untuk mencicipi minuman lainnya.Saat ini dia butuh pencuci mulut super ampuh untuk menghilangkan rasa mint choco dari mulutnya.Rasa mint choco nya betul-betul long lasting!
"Rugi dong!kamu minum punya saya banyak banget.whip cream nya juga kamu abisin,padahal saya sengaja bayar extra untuk itu." jawab pria dihadapannya ketus.
"Lah...punya saya juga tinggal es batu nya kali!" Geram Kayana sambil menunjuk minumannya yang ada digenggaman pria tersebut.
__ADS_1
"Katanya nggak enak,kok diminumnya sampe habis?" Cibir Kayana.
"Saya bikinin baru saja ya mas mbak,maaf atas kelalaian pegawai kami." ujar manager kafe -ganteng- yang akhirnya turun tangan setelah melihat kedua costumer langganan nya masih terlibat cekcok satu sama lain.
"Sorry ya Ian, gue bikin yang baru lagi." ujar manager tersebut,yang sepertinya kenal dengan pria disebelahnya.
"No problem." jawab pria disebelah nya.
Mereka pun akhirnya menyetujui dan kembali ke meja masing-masing. Sembari pura-pura sibuk memainkan handphone nya,Kayana memicingkan matanya berusaha mencuri pandang pada idcard pria tersebut,ingin memastikan bahwa penglihatannya tadi tidak salah.
Fakultas Kesehatan
Adrian Pramudya
-Ketua Panitia-
Mata Kayana pun melebar saat membaca tulisan tersebut "Mampus..mampus." umpat Kayana didalam hati,ternyata memang benar pria ini berasal dari fakultas yang sama dengannya.
"Oh iya..Kenalin saya Adrian." ujar pria tersebut santai sembari mengulurkan tangannya.
Kayana memyambut uluran tangan tersebut dengan canggung "Kayana." sahut Kayana pelan.
"Dari fakultas apa?" Tanya pria tersebut berbasa basi.
"Eh-?" Respon Kayana kagok, langsung berusaha mengalihkan pertanyaan.
"Dari Bekasi mas." jawab Kayana asal.
"Ada emang fakultas Bekasi?"
"Ooh..fakultas....dari fakultas kesehatan hehe." Kekeh Kayana sembari menggit bibir dalam nya. Semoga saja tetap aman dan ia tidak ketahuan! Amin..
"Kok?" Pria dihadapannya tampak kaget dan memandang Kayana dengan tatapan aneh.
Dan Kayana pun merasa jantung nya semakin berdegup kencang, rasanya seperti lari marathon keliling lapangan.Apakah dia ketahuan?
"Muka kamu nggak ada saintek-sainteknya ya." ujar Adrian remeh, Kayana pun menghela nafas lega sekaligus merasa tersinggung. Jadi maksudnya,muka Kayana nggak cocok gitu untuk jadi anak kesehatan?
"Muka saya cocoknya jadi girlband korea mas,wajar kalau ga cocok jadi anak kesehatan heheh." respon Kayana, garing.
Meskipun dia merasa sedikit kesal, Kayana akan berusaha membuat pria dihadapannya ini ilfeel sehingga tidak banyak bertanya pada Kayana.
Semakin banyak yang diketahui sang Senior,semakin tidak aman!
"Girlband ya...kayak cherry belle?" Ternyata pria dihadapannya ini tetap menanggapi omongan ngawur nya dengan serius.
"Yaa..bisa dibilang begitu heheh...suka cherry belle ya mas?" Tanya Kayana berbasa-basi.
"Engga..." sahut Adrian pendek.
"Oh...." ujar Kayana menanggapi, dan suasana pun kembali canggung.
"Eh,kamu dari fakultas kesehatan ya? Berarti kita sejurusan dong." celetuk Adrian tiba-tiba.
Kayana pun langsung pucat pasi dan speechless seketika,ada mulut namun dia tidak bisa berkata-kata.
"Hah?eh?Iya? Saya gapernah lihat mas tuh." respon Kayana -sok- kebingungan
"Kamu angkatan berapa emang?" Tanya Adrian dengan nada penuh kecurigaan,namun Kayana berhasil mengelak dan berjalan cepat menuju kasir.
"Eh, pesanan saya sudah siap deh kayaknya" potong Kayana, lalu buru-buru ngacir ke meja kasir.
"Pantesan kamu gapernah lihat saya, kamu gapernah ikut kegiatan ospek sedari awal,toh." ujar suara dibelakangnya, horror.
"Enak ya...disini ngadem. Temen nya yang lain panas-panasan di aula." sindir suara tersebut sekali lagi,membuat Kayana terdiam seribu bahasa.
__ADS_1
'Kamprett!!!' Jerit Kayana didalam hati.