
Kayana terbangun saat mendengar dering alarm dari ponselnya,ia menjulurkan tangannya kesamping berusaha menggapai-gapai ponselnya yang seingatnya diletakkan di atas nakas.
Setelah beberapa menit tak kunjung ketemu akhirnya dengan sangat terpaksa Kayana membuka kelopak mata nya yang terasa sangat berat,karena mendadak kasur dikamarnya terasa sangat empuk bak kasur di hotel berbintang lima.
Lah, ternyata dia ketiduran!
Kayana kelabakan mencari ponselnya yang masih berdering heboh,saat menemukan benda tipis tersebut Kayana langsung menggeser tombol merah untuk mematikan alarm nya.
Matanya langsung melebar saat melihat jam diponselnya sudah menunjukkan pukul tujuh pagi Bisa-bisa nya ketiduran dirumah orang sampai nyenyak banget,gak tahu diri banget, untung gak ileran.Mau ditaro dimana coba muka nya?
Ngomong-ngomong Adrian kemana ya?kok suasana nya sepi banget?Kayana mengalihkan pandangannya ke sekitar,mencari-cari eksistensi Adrian dan ternyata pria tersebut sedang tidak berada disini.
Mata Kayana menemukan selembar kertas yang terletak diatas meja, ditulis dengan sangat rapi.Bisa dibilang template nya Times New Roman size 12,space 1.5. Rapi banget!
"Kay,saya tidur diunit bawah. Ditempat temen saya,kalau kamu kebangun malam-malam gausah panik ya. Hidupkan saja tv kalau kamu kesepian,kalau kamu lapar karena tadi gasempat makan ambil saja cemilan dari drawer disamping kamu. Sleep tight.
With Love,Adrian"
Kayana tersenyum cerah saat membaca lembar surat tersebut,tak lupa Adrian juga meletakkan beberapa vitamin diatas meja.so sweet banget gasih?
Btw,kalau sudah jam segini berarti sebentar lagi Adrian pasti kembali!Sedangkan penampilan Kayana masih seperti singa, rambutnya masih aur-auran dan wajahnya pasti kusam,gak banget deh!
Bergerak cepat,Kayana langsung membasuh wajahnya diwestafel terdekat lalu menyisir rambutnya dengan tangan supaya penampilan nya gak kusut-kusut amat. Kemudian ia juga mengoleskan sedikit liptint dibibirnya supaya tidak kelihatan pucat.Okey,sekarang tampilannya sudah agak manusiawi.
Tak lama kemudian,terdengar suara seseorang menekan sandi pintu apartemen. Itu pasti Adrian! Kayana buru-buru melompat ke sofa,dan kembali berpura-pura tidur. Supaya gak awkward,apalagi tadi malam ia sudah melakukan dosa besar dengan *****-***** badan anak orang! Kegatelan emang!
Suara pintu yang terbuka membuat Kayana langsung memejamkan mata nya rapat-rapat,deru nafasnya dibuat setenang mungkin supaya kesannya masih tidur beneran, tapi ternyata enggak semudah itu kawan-kawan!karena jantung nya malah berdegup dua kali lebih kencang,sampai-sampai Kayana takut suara nya kedengaran.
Tak lama kemudian terdengar suara langkah Adrian yang mendekat menuju sofa,ternyata pria tersebut menaikkan suhu pendingin ruangan kemudian menyelimuti Kayana kembali dengan selimut yang sudah terlempar ke ujung sofa.
Pria tersebut tampak geleng-geleng kepala,kemudian mengelus pelan rambut Kayana.Mungkin didalam hati dia sedang menerka-nerka apakah tubuh Kayana ini ada campuran kulit badaknya,sehingga disuhu yang sedingin ini pun bisa tahan tanpa selimut.
Kemudian Adrian berlalu menuju ruang makan,menata piring dan mengeluarkan bungkus makanan yang baru saja dibeli nya. Dari aroma nya Kayana sudah bisa menebak kalau itu ketupat sayur,duh perutnya jadi lapar!
Kayana membuka matanya sedikit,mengintip. Memperkirakan sampai kapan kira-kira dia harus berakting tidur ini,kepala nya juga sudah mulai pening karena kelaparan.
"Hmmm" Kayana bergumam pelan lalu pura-pura menggeliat merenggangkan tubuhnya ke sana-sini,cerita nya ala-ala sleeping beauty. Kalau teman-temannya tahu,pasti mereka sudah muntah.
"Udah bangun?" Tanya Adrian dari sudut ruangan, aroma ketupat sayur langsung menguar dari tempat pria tersebut. Sontak membuat sinyal diperut Kayana teraktivasi,dan cacing-cacing diperutnya langsung meronta kelaparan.
"Udah mas" sahut nya pura-pura lemah, biar kesan baru bangun tidurnya dapet.
__ADS_1
Kemudian Kayana mendekat ke meja makan,dan kelihatannya Adrian sedang kesulitan membuka ketupat sayur yang kebetulan dikemas menggunakan plastik.
Kayana sengaja diam saja,gak ikut membantu. Lucu juga lihat Adrian yang kesulitan, membuka ketupat sayur saja lagaknya sudah seperti detektif yang sedang memecahkan kasus super sulit.Kening nya sampai berkerut dan pelipisnya pun berkeringat.
Setelah 5 menit tak kunjung berhasil membukanya,akhirnya Kayana turun tangan karena kasihan,dengan telaten ia langsung memindahkan makanan tersebut kedalam piring.
"Thanks" ucap Adrian,tak lupa Kayana juga mengambilkan sendok sekalian supaya tinggal dimakan.Kurang ideal apalagi coba Kayana sebagai pacar?
Setelah meletakkan dua gelas air dihadapan mereka,Kayana langsung duduk dan menyantap makanan nya dengan tenang. No conversation dulu pagi ini,karena ia sudah kelaparan.
Adrian selesai lebih dahulu,kemudian pria tersebut mengecek ipad nya.Saat Kayana mengintip sedikit,rupanya pria tersebut sedang memperhatikan kurva sebesar telapak tangan yang Kayana sendiri tidak mengerti maksudnya apa.
"Itu apa mas?" Tanya Kayana kepo.
"Hmm..grafik saham perusahaan saya. Kalau candlestick-nya merah berarti terjadi penurunan harga saham,sebaliknya kalau candlestick-nya hijau berarti harga saham nya naik. Simple nya begitu" jelas Adrian sambil mengotak-atik ipad nya. Kayana cuma menangguk-angguk saja sok paham.
"Mau saya ajarin?gampang kok" tawar Adrian yang langsung ditolak Kayana secara halus.
Memahami materi kuliah saja otak nya butuh bekerja extra,apalagi mempelajari ilmu baru diluar bidang studi nya. Enggak dulu deh,otaknya sudah kelewat mumet!
Setelah menghabiskan makanan nya,Kayana membereskan piring kotor lalu membawa nya ke bak cucian. "Kay,gausah..." larang Adrian saat Kayana mulai mencuci piring.
"Gapapa mas.." jawab Kayana bermanis muka, tuan rumah itu harus dibaik-baikin lah! Sudah dibolehin menginap,dikasih makan gratis pula. Dermawan banget.
Usai mengeringkan tangannya,Kayana duduk dihadapan Adrian dan pria tersebut masih fokus dengan ipad ditangannya,kacamata tampak bertengger dihidung mancung nya.
Pria tersebut masih memakai baju kemarin, dengan kancing teratas kemeja nya sudah terbuka dan bagian lengannya yang sudah digulung sampai siku. Duh,ganteng banget bray! Belum mandi saja masih ganteng,shining shimmering splendid.Beda jauh lah pokoknya sama Kayana.
Mendadak Kayana merasa badannya sangat gerah, entah karena penampilan Adrian yang tampak hot pagi ini atau karena dia belum mandi dua hari.
Sebenarnya saat kemarin Adrian menjemputnya,dia gak sempat mandi.Bukan salahnya,tapi Adrian saja yang datangnya kecepatan. Janji nya jam tiga sore,malah datang jam tiga kurang seperempat.On time garis keras,gak cocok sama Kayana yang deadliners.
Alhasil dia cuma gosok gigi dan cuci muka,memasang bedak lipstick,blush on,meyemprotkan parfum dan apapun yang bisa menutupi fakta bahwa ia tidak mandi hari itu. Dan berarti sekarang sudah genap dua hari tubuhnya tidak menyentuh air,wajar kalau gerah.
"Mas..boleh numpang mandi gak?gerah banget" kata Kayana tak enak hati, sebenarnya segan sih tapi badannya sudah lengket banget. Gak bohong!Mending menahan malu dari pada berkeliaran disekitar Adrian tapi badannya bau,takut kecium Adriab dan pria tersebut langsung ilfeel nantinya.
"Oh" sahut Adrian sedikit kaget,mungkin pikirnya Kayana ini berani banget sudah menginap,pake acara numpang mandi pula.Sopan santun nya minim banget.
"Tapi,saya gak punya baju perempuan" ucap Adrian bingung.
"Gapapa mas,pake baju ini aja gapapa" sahut Kayana canggung.
__ADS_1
"Hmmm..kayaknya saya punya deh sweater yang sudah kekecilan,semoga muat sama kamu" Kemudian Adrian beranjak menuju lemari baju nya dan mengambilkan baju serta handuk bersih.
"Peralatan mandi nya cari saja dilaci kamar mandi ya,sudah lengkap disana"
"Oke mas..thanks"
***
Kayana keluar dari kamar mandi dalam keadaan rambut basah sehabis keramas,gak mandi dua hari rambut nya jadi lepek bukan main.
Sambil menenteng plastic bag berisi baju kotor nya Kayana melenggang santai menuju ruang tamu. Sudah wangi,sudah cantik,sudah keramas pula!
Sesampainya di kamar mandi tindakan nya langsung semena-mena,lagaknya sudah seperti tuan rumah,sementang dikamar mandi Adrian tersedia produk perawatan lengkap playberry edisi terbaru.Setiap produk yang dia lihat,dia coba semua,mulai dari body scrub,body butter,conditioner, hair vitamin, face wash, sampai body lotion pun dia coba.
Seketika Kayana merasa cantik sudah memakai produk harga ratusan ribu barusan,kapan lagi coba?kantong nya sudah jelas tidak akan mampu membeli itu semua.
Sesampai nya diruang tamu Kayana mendapati bahwa Adrian ternyata sudah mandi juga,menggunakan kamar mandi dikamar nya mungkin.
'Romantis banget,pagi-pagi kompak kayak pengantin baru.' Batin Kayana dalam hati.
"Aneh ya?" Kekeh Kayana canggung saat mendapati Adrian menatapi nya,kalau dia secantik kontestan beauty pageant sih gamasalah. Tapi sayangnya Kayana tidak secantik itu,wajahnya pun juga standar menengah walaupun ga jelek-jelek amat,tapi ya tetap dia merasa insecure .
Adrian itu ganteng pakai banget,belum lagi otak nya encer dan dompet nya tebal. Emang nya wajar ya kalau berlian bertemu batu akik macam Kayana?
"Saya ganti baju kemarin aja, ya?" Kayana bertanya,mulai merasa insecure. Siapa tahu habis ini Adrian mendadak ilfeel,dan dia dipecat dari posisi pacar. Hadeh..
"No,no it's fine. You look beautiful as always,just can't believe myself that you're mine" ujar Adrian mulai gombal.
"Apasih" judes Kayana dengan semburat merah di pipi nya, kemudian melempar handuk basahnya ke arah Adrian. Gak ada romantis-romantis nya! Sikap malu-malu nya juga gak sopan sama sekali. Untung Adrian penyabar.
Kayana tidak mau ambil pusing dengan hal barusan dan segera mengemasi barang bawaan nya, bersiap-siap pulang meskipun tidak ada yang menyuruhnya.
Kayana merasa salut dengan keluarganya yang tidak khawatir meskipun ia tidak pulang semalaman,tidak ada pesan masuk ataupun panggilan tak terjawab dari keluarganya atau jangan-jangan Adrian sudah meminta izin duluan?tapi berani banget sih kalau iya. Bisa-bisa dipites Kiran kalau emang sanggup ngomong nya.
Setelah mengemasi barangnya dan hendak pamit pulang,tiba-tiba terdengar suara sandi pintu yang ditekan dari luar. Kayana mengalihkan pandangannya pada Adrian yang masih tampak santai selonjoran disofa sambil main game candy crush di ponselnya. Woilah!ini apartemen nya mau dibobol orang, kok santai banget sih?!
"Pak,ada orang yang nyoba buka pintu" ucap Kayana,cemas.
"Oh,gapapa. Itu helper yang sering bantu bersih-bersih disini,biasanya datang beberapa hari sekali dan memang saya kasih tau password nya" sahut Adrian enteng sambil menyesap kopi nya.
Meskipun sudah dijelas kan,kok perasaan Kayana tetap gak enak ya,kayak semacam ada firasat buruk tapi gabisa dijelaskan. Semacam pengen berak,tapi perut nya gak sakit-sakit amat alhasil jadinya ngeden terus karena menerka-nerka BAB beneran atau engga.
__ADS_1
Tanpa sadar Kayana jadi menunggu pintu tersebut terbuka,tak lama kemudian terdengar jeritan kaget dari pintu "Astagfirullah!kalian berdua habis ngapain?" Kata Anne sambil mengelus-ngelus dadanya.
Eh,buset! Mamah mertua!