
tak terasa hari terus berjalan dengan cepat sekarang kandungan tia berumur 4 bulan.
ghatan semakin posesif pada sang istrinya banyak sekali peraturan yang ghatan berikan pada tia dan wajib tia lakukan contohnya seperti tia tak boleh beranjak dari ranjang sebelum ghatan bangun peraturan yang benar benar membuat tia jengkel bukan main.
seperti hari ini tia selalu diperlakukan bagai seorang putri apapub yang tia mau dalam seketika langsung ada dirumah itu tia selalu dimanja jadi sekarang kalo tia mau apapun ya harus ada kalo ghatan tak bisa menemukan apa yang tia cari biasanya tia akan mendiamkan ghatan dalam kurung waktu yang cukup lama.
"sayang hari ini kamu ikut aku kekantor aja ya"ajak ghatan.
"gak aku dirumah aja"jawab tia.
"tapi nanti mami sama papi mau pergi sayang jadi gak ada yang jagain kamu"balas ghatan.
"mau pergi kemana?"tanya tia antusias.
"mereka mau keinggris sayang ada masalah diperusahaan papi"balas ghatan sabar.
"inggris? aku mau ikut sayang,aku mau liburan"pinta tia manja.
"sayang kamu itu lagi hamil kamukan gak boleh naik pesawat dulu sayang"jelas ghatan lembut.
tia yang tidak mendapat ijin dari suaminya pun langsung menangis ghatan yang kaget karna tia mendadak nangis pun langsung menenangkan tia.
"sayang mami sama papikan mau kerja bukannya liburan,nanti kalo kerjaan aku udah beres kita langsung pergi liburan ya sayang"bujuk ghatan.
"serius liburan kemana aku maunya pergi yang jauh"jawab tia langsung berhenti menangis.
"sayang kamukan lagi hamil inget gak kata dokter kamu gak boleh pergi jauh sayang kamu gak kasian sama baby didalem sini?"tanya ghatan pada tia.
__ADS_1
"iya sih tapi aku pengen liburan.aku bosen sayang dirumah terus"pinta tia manja.
"yaudah sekarang kamu siap siap trus kita kekantor dulu kalo urusan kantor udah selesai kita langsung pergi kemana aja tapi gak keluar dari kota oke"bujuk ghatan.
"yaudah deh gak papa dari pada dirumah terus aku bosen,tapi kamu gak boleh tinggallin aku diruangan kamu sedirian"pinta tia.
"iya sayang aku gak bakal tinggallin kamu sendirian kok"balas ghatan.
perdebatan pagi pun selesai yang dipenuhi dengan kesabaran dan kelembutan seorang ghatan putra santoso.
mereka pergi kebawah sarapan bersama lalu pergi keperusahaan setelah berpamitan pada kedua orang tua ghatan.
sesampainya mereka diperusahaan tia tak mau jalan sendiri entah kenapa tia sangat manja dan malas saat itu.
ghatan menggendong istrinya sampai sofa ruangan ghatan lalu mendudukkan tia disana.
sedangkan tia jangan ditanya dia terus merenggek ditelfon kepada sahabatnya septy supaya dibelikan martabak sepesial tapi septy tak mau karna sekarang septy sedang berada diindonesia untuk mengunjungi neneknya.
"ayolah sep beliin martabaknya yang sepesial demi ponakan lo ni pliss"pinta tia manja.
"gak ya ti sekarang itu gue lagi ada diindonesia yakali gue balik kekorea cuma buat beli martabak.lagi pulakan suami lo kaya masak gak mampu suruh satu anak buahnya beli martabak apa"balas septi malas.
"tapi gue maunya lo yang beliin lo tau gak kalo permintaan ibuk hamin itu harus dilaksanakan kalo gak nanti anak gue ecesan lo mau ponakan lo nanti ecesan"ancam tia.
"ya gak sih tapi gue jauh dari lo ti jangan bikin gue naik darah deh"marah septy.
"aaa😣😣 sayang septy jahat huhuhuðŸ˜"adu tia sambil nangis pada suaminya.
__ADS_1
ghatan yang kaget denger istrinya nangis pun langsung menatap istrinya yang sudah berada disampingnya sambil berlinang air mata.
"sayang kenapa kok nangis"tanya ghatan lembut sambil memangku istrinya dipangkuannya.
"septy jahat masak cuma aku minta buat beliin martabak aja gak mau"adu tia dipangkuan sang suami.
"sahabat kamu itu?berani banget dia bikin istri aku nangis mana sayang biar aku yang ngomong sama dia.
lalu menggambil hp tia disofa lalu menghubungi septy.
"halo kenapa lagi sih ti gue itu lagi sibuk" ucap septy malas.
"hey gak sopan sekali anda sama istri saya"tegur ghatan tegas.
"tuan muda maaf saya kurang sopan tuan"ucap septy takut.
"kamu sekarang kesini bawa pesanan istri saya"perintah ghatan tegas.
"maaf tuan tapi saya..."ucapan septy dipotong lansung oleh ghatan.
"tapi apa kamu berani sama saya"tanya ghatan tegas.
"bu..bukan seperti itu tuan tapi sekarang saya sedang berada diindonesia tuan"jawab septy takut.
"apa?indonesia kenapa gak bilang dari tadi"ucap ghatan marah.
"maaf tuan muda"jawab septy tapi penuh kurukan pada tia.
__ADS_1