SUAMI MANJAKU

SUAMI MANJAKU
EPISODE 39


__ADS_3

satu bulan pun telah berlalu dengan begitu cepat.


sekarang usia kehamilan tia telah memasuki bulan kedelapan.


hari hari yang dia dan sang suami jalanni selalu baik tak ada satu orang pun yang menganggu keharmonisan mereka.


hari ini tia berencana pergi kekantor sang suami ingin mengantar makan siang tanpa memberitahunya.


tia menyiapkan semua masakan sendiri dia memasak dari jam sepeluh demi sang suami.


tia berangkat menuju perusahaan ghatan ditemani supir.


sesampainya di depan perusahaan tia turun lalu berjalan memasuki lift menuju ruangan sang suami.


dia tak perlu repot repot meminta ijin pada resepsonis karna semua karyawan disini sudah menggenalnya.


sesampainya didepan ruangan ghatan tia sedikit heran kemana perginya bimo dan farel?biasanya mereka selalu ada disekitar tuan mudanya.


tia juga sedikit heran kenapa pintu ghatan tak tertutup rapat?apa mereka sedang keluar,banyak pertanyaan yang menghampiri pikiran tia.


tia mencoba menenangkan dirinya sampai sampai dia dikejutkan dengan suara desah*n dari dalam ruangan ghatan.


tia memberanikan diri melihat dari celah pintu yang terbuka itu pikirannya sekarang campur aduk tak jelas.


"ahhh...ah pelan sedikit sayang aku gak akan kemana mana kok"terdengar desahan lagi dari dalam sana.

__ADS_1


tia melihat adegan itu dari celah pintu dan hancur sudah pertahanan tia,air matanya keluar membasahi pipi halusnya.


pikirannya kalut diantara maarah dan kecewa itu yang dia rasakan dia menutup mulutnya supaya tidak menggeluarkan suara.


sedangkan didalam ruangan itu terdapat sepasang manusia yang sedang memadu kasih.


ya didalam sana ada ghatan dan sang seketaris.awalnya ghatan menolak rayuan seketaris itu tapi pada akhirnya pertahanan ghatan runtuh ketika seketarisnya itu memegang juniornya.


ghatan tak menyadari penghianatannya itu sedang ditonton langsung oleh sang istri.


tak lama setelah itu ghatan mencapai pelepasannya lalu menggeluarkannya diluar,dia tak mau ada orang lain yang mengandung benihnya selain sang istri.


"makasih sayang"ucap ghatan dengan tak tahu malu.


setelah ucapan terakhir ghatan itu tia berlari dengan sekuat tenaganya pergi dari tempat itu.


jam makan siang pun telah berlalu seketaris itu pun sudah pergi menjalankan pekerjaannya kembali.


sedangkan ghatan sekarang sedang mencoba menghubungi sang istri dengan rasa tanpa salah diwajahnya.


"kamu dimana sih sayang"tanya h


ghatan resah.


bimo dan farel pun telah kembali mereka tahu tuan mudanya sudah menghianati nonnanya dia tak mau menganggy tadi jadi mereka memutuskan pergi keluar.

__ADS_1


sesampainya didepan ruangan ghatan mereka melihat rantang berisi makan siang yang belum tersentuh diatas meja,ya tia tadi meninggalkannya dimeja bimo yang tepat berada didepan ruangan ghatan.


"maaf tuan muda ini makanan anda?"tanya bimo sopan dia menggira itu makan siang ghatan.


"kalian dapet dari mana rantang ini"tanya ghatan mulai menunjukan wajah paniknya.


"dari luar tuan muda"jawab bimo menunduk.


"kita pulang sekarang"perintah ghatan tegas,ghatan tahu itu rantang yang biasanya tia bawa saat menggantar makanan untuknya.


disepanjang perjalanan pun ghatan tak bisa tenang dia terus terussan mencoba menghubungi sang istri tapi tetap tak bisa.


sekarang dalam diri ghatan hanya ada rasa bersalah dan kekecewaan pada dirinya karna tak mampu menjaga kesetiaannya.


ditengah perjalanan yang panjang itu terjadi sebuah kecelakaan tapi ghatan tak memperdulikan itu.


sesampainya dirumah ghatan berteriak memanggil sang istri tetapi tak ada jawaban dia mencari istrinya kesemua penjuru rumah tapi dia tak menemukan tia.


"bik lihat istri saya"tanya ghatan pada salah satu pembantu.


"bukannya nonna tia udah sampai dikantor tuan muda ya"jawab bibi heran.


"apa?tia ke perusahaan sejak kapan?"tanya ghatan panik.


"nonna tia berangkat sejak jam makan siang tadi tuan nonna tia bilang mau kasih kejutan buat tuan nonna juga memasak sendiri makanan untuk tuan"jawab bibi itu sopan.

__ADS_1


"bodoh!rel cek sisitv didepan ruangan saya"perintah ghatan yang mulai kalut memikirkan sang istri.


"kamu dimana sayang harusnya kamu udah sampai rumah sekarang"ucap ghatan dalam hati yang dipenuhi kekecewaan pada dirinya.


__ADS_2