SUAMI MANJAKU

SUAMI MANJAKU
EPISODE 44


__ADS_3

setelah satu minggu setelah kedatangan wiliam terlewati sekarang mereka berdua sedang berada didepan ruangan tia sambil harap harap cemas.


tadi keadaan tia menurun tubuhnya kejang kejang ghatan yang kaget pun langsung memanggil dokter untuk memeriksa istrinya.


sudah sedari tadi dokter menangani tia tapi sampai sekarang belum juga keluar dari ruangan istri ghatan.


"dad ghatan gak mau tia kenapa napa"ucap ghatan menunduk lemas diatas kursi.


"tia pasti bakalan baik baik aja ghatan tia itu anak yang kuat percaya sama daddy"ucap ghatan memberi semangat sang menantu.


"ghatan kita pergi kekantin aja dulu kamu belum makan nanti kalau kamu sakit siapa yang jagain istri sama anak kamu?"ajak wiliam.


"tapi dad kita bahkan belum tahu gimana kondisi tia sekarang ghatan belum bisa tenang"ucap ghatan takut.


"tia gak akan kenapa napa lebih baik sekarang kita sarapan dulu supaya kita punya energi buat jaga tia"ucap wiliam sambil menyeret ghatan.


sesampainya dikantin rumah sakit ghatn memesan makanan lalu memakannya denga cepat karna dia belum bisa tenang sebelum melihat kondisi tia sekarang.


"ghatan jangan buru buru kalau tersedak trus kamu mati siapa yang jagain istri sama anak kamu"ucap wiliam memperingatkan sang menantu sambil becanda.


"ghatan gak bisa tenang kalau belum pastiin kondisi tia baik baik aja dad"ucap ghatan cepat.


setelah acara makan kilat mereka berdua sepasang mertua dan menantu itu sekarang verjalan kembali menuju ruangan tia.


ghatan dikejutkan bukan main ketika melihat para suster keluar dari dalam ruangan tia sambil mendorong ranjang yang terdapat orang yang tertutup kain bisa dipastikan dia sudah meninggal.


"tia?gak mungkin"ucap ghatan berjalan cepat menuju ranjang itu.

__ADS_1


wiliam sendiri masih belum membuka suara tapi air matanya telah keluar ketika melihat ranjang itu terbaring orang yang sudah meninggal.


"sayang, gak kamu janji bakal selalu ada di dekat akukan mana janji kamu"ucap ghatan disertai tangisan yang tak terhenti.


"bangun sayang kalau kamu kayak gini siap yang bakal jaga dan urus anak kita hah?"tanya ghatan tak mau menerima kenyataan.


"maaf tuan kami harus membawa korban ke ruang jenazah"ucap suster itu yang belum mengetahui kebenarannya.


"gak kalau kalian berani bawa istri saya pergi saya akan bunuh kalian semua disini dan saat ini juga"ancam ghatan tak mau pisah dari pasien diranjang itu.


semua orang terdiam mereka tak berani berkata kata atau menentang ghatan sekarang karna wajahnya yang sang ketara aura membunuhnya.


"sayang bangun"ucap ghatan berteriak cukup keras sambil terus menangis tak terhenti.


tak lama setelah itu terdengar suara satu keluarga yang menuju ghatan lalu menangis memanggil anak mereka yang sudah terbujur kaku.


"anak maksudnya?"tanya ghatan binggung.


"maaf tuan tapi ini anak kami"ucap bapak memberitahu.


"apa?"tanya ghatan tak percaya lalu membuka kain yang menutupi wajah orang itu.


dan betapa terkejut dan malunya ghatan sekarang setelah mengetahui orang yang dia tangisi dari tadi ternyata bukan istrinya.


tapi sekarang ghatan bersyukur karna itu bukan istrinya berarti tia masih selamat pikirnya.


sedangkan disudut lain ada wiliam yang juga merasa malu karna kejadian itu.

__ADS_1


"sus dimana pasien yang tadi ada diruangan ini?"tanya ghatan pada sang suster.


"pasien yang tadi telah dipindahkan tuan keadaannya sudah membaik dan sepertinya pasien juga sudah sadar"ucap suster menjelaskan.


ghatan yang mendengar istrinya sadar pun langsung bertanya dimana ruangan tia.


setelah tahu dimana tia berada sekarang ghatan dan wiliam berlari menuju kamar tia.


"sayang akhirnya"ucap ghatan dalam hati sambil terus bahagia.


sesampainya mereka didepan ruangan tia mereka masuk tanpa permisi tia yang sudah sadarkan diri pun terkejut bukan main karna kelakuan sang daddy dang suaminya.


"sayang"teriak ghatan sambil memeluk tia erat.


tia hanya diam saja dia masih belum bisa memaafkan kesalahan ghatan.


"sayang kok diam aja ada yang sakit?"tanya ghatan panik.


"dasar suami gak peka istrimu itu lagi marah kamu gak ingat kesalahan apa yang udah kamu perbuat sampai sampai semua masalah ini terjadi"ucap wiliam menusuk.


"maaf sayang aku salah aku khilaf"ucap ghatan penuh penyesalan dan ketulusan tapi tia masih saja dia tak mau membuka suara.


ghatan tahu sifat sang istri itu wajar karna tia pasti kecewa pada ghatan.


tapi satu hal ghatan janji bakal dapet maaf dari istrinya apapun yang terjadi.


ghatan akan lakuin semua untuk kembaliin kepercayaan tia lagi ghatan berjanji akan itu.

__ADS_1


__ADS_2