
setelah mendapat kesempatan kedua dari mertuanya ghatan menghampiri sang istri lalu memeluknya sambil terus menciummi wajah tia untuk melepas rindunya.
ghatan sangat bahagia saat ini rasanya dunianya kembali hidup lagi.
tiba tiba tia merasa pusing dikepalanya.dia mencoba mengendalikan dirinya.tia merasakan pandangannya mukai kabur.
tia tak bisa menahan pusingnya didalam pelukan ghatan tia pingsan tubuhnya benar benar lemas wajah tia pucat.
ghatan yang merasakan ada kejangalan pun melepas pelukannya belum sempat ghatan melihat wajah istrinya tia malah ambruk untung ghatan segera menahan tubuh tia sebelum jatuh kelantai.
"tia sayang bangun kamu kenapa?"tanya ghatan khawatir.
wiliam menghampiri putrinya terlihat jelas dia sangat panik.
"kita bawa tia kerumah sakit daddy siapin mobil dulu kamu gendong tia ghatan"perintah wiliam sambil beranjak keluar.
ghatan menggendong sang istri yang sudah tekulai lemas itu dengan sangat khawatir.
"sayang bangun kamu kenapa?"tanya ghatan pada tia dan hanya kebisuanlah yang menjawab.
ghatan meletakkan sang istri dikursi bagian belakang wiliam sendiri menyetir mobil itu ghatan terus berada disamping sang istri dia mengenggam tangan tia yang dingin itu.
__ADS_1
"dad tia kenapa kok tia bisa sampai kayak gini"tanya ghatan dengan bodohnya padahal sudah jelas tia seperti itu karna dirinya.
wiliam hanya diam tak menbalas pertanyaan ghatan dalam pikirannya sekarang harus cepat sampai rumah sakit supaya putrinya baik baik saja.
sesampainya didepan rumah sakit ghatan menggendong tia menuju ruang periksa dia meletakkan tia diranjang rumah sakit yang begitu kecil itu.
"tuan tuan sebaiknya kalian keluar kita akan melakukan pemeriksaan pada pasien"ucap dokter sopan.
"gak saya gak mau keluar saya mau temennin istri saya disini"jawab ghatan menolak.
"ghatan sudahlah sebaiknya kita keluar dulu supaya tia bisa diperiksa lebih lanjut"ajak wiliam pada sang menantu.
"gak dad itu istri ghatan.aku mau temennin tia disini aku mau dampingin tia dad"ucap ghatn menolak.
"dad ghatan mau temenin tia"pinta ghatan sambil mau berjalan menuju dalam ruangan itu tapi langkah ghatan kurang cepat pintu itu ditutup oleh suster dan langsung dikunci dari dalam.
"hey buka pintunya saya mau lihat istri saya"teriak ghatan dari luar sambil memukul pintu itu.
"dah lah ghatan kita tunggu tia disini kalau kamu seperti itu pemeriksaan tia akan terganggu"ucap wiliam dingin.
ghatan memikirkan ucapan sang mertua ada benarnya juga dia beranjak dari depan pintu itu lalu duduk disamping wiliam.
__ADS_1
"dad tia kok bisa sampai seperti ini dia kenapa?"tanya ghatan.
"keadaan tia lemah setelah terombang ambing ditengah laut waktu itu dia tak boleh stres atau kelelahan.tapi anak buah kamu itu membekap tia tadi dan daddy yakin tia sangat stres saat ini apalagi dia belum makan sejak pagi"jawab wiliam datar.
"jadi semua ini karna ghatan?"tanyanya bodoh.
"yaiyalah siapa lagi coba"kesal wiliam melihat menantunya itu menjadi bodoh dalam seketika.
"sayang maaffin aku"sesal ghatan dalam hati.
"dan satu lagi dad kenapa tia bisa jadi anak daddy?"tanya ghatan penasaran.
wiliam menjelaskan semuanya pada menantunya. ghatan bisa menerima semua itu dan tak mempermasalahkan itu semua.
tak lama kemudian dokter keluar dari dalam ruangan tia.ghatan menghampiri dokter itu dengan cepat.
"istri saya gimana dia gak papakan?"tanya ghatan tak sabaran.
"pasien baik baik saja tuan hanya kelelahan saja dan untuk beberapa hari ini sebaiknya pasien tidak terlalu lelah tuan itu bisa mempengaruhi kondisi janin tuan"jelas dokter itu dibalas anggukan kepala oleh ghatan.
dokter itu meninggalkan tempat itu lalu ghatan dan wiliam pun masuk mereka melihat tubuh kecil tia terbarik diatas ranjang itu ada rasa tak tega melihat tia seperti itu dalam diri mereka berdua.
__ADS_1
"dad gimana kalau kita pindahin tia dari sini aja.disini telalu kecil dad lagian ranjang tia pasti gak nyaman ghatan mau yang terbaik buat tia dad"ucap ghatan meminta persetujuan ayah mertuanya.
"daddy setuju kita pindahin tia keruangan yang nyaman sekarang juga biar daddy yang urus kamu tunggu tia aja disini"jawab wiliam menyetujui usulan menatunya itu karna dia juga mau anaknya mendapatkan kenyamanan.wiliam pergi meninggalkan ruangan itu untuk menemui perawat dan berbicara mengenai perpindahan ruangan untuk putrinya.