
anak buah yang ghatan perintah pun melakukan pekerjaannya dengan baik mereka membuka kain itu dengan kasar dan tanpa sengaja kain itu mengenai bibir tia bahkan sampai berdarah.
ghatan menyaksikan langsung semuanya dengan mata kepalanya.awalnya dia sangat senang karna rencananya balas dendam akan segera berakhir.
tapi sederik kemudian ghatan melihat wajah wanitanya ya dia tia ghatan sangat kaget ketika melihat bahwa yang dia hina bahkan hampir dia siksa ternyata orang yang sangat dia cintai.
ghatan mematung dia melihat darah keluar dari bibir tia.dia langsung menatap anak buahnya tadi dengan tatapan mematikannya.
dia masih belum percaya pada kemyataan ini ghatan menghampiri tia perlahan.
tapi sebaliknya tia malah mencoba menjauh dari ghatan dia masih marah padanya benar benar keterlaluan pikir tia.
"sayang ini kamu"panggil ghatan menghampiri tia.
tia hanya diam saja tak membalas mau bicara bagaimana kalau sekarang saja mulutnya masih disumpal.
ghatan mencoba mengapai tia dia takut ini semua hanya ilusinya saja.
tapi beberapa detik kemudian dia sadar semua ini nyata.dia memanggil bimo lalu bertanya apa dia juga melihat tia dan bimo mengganguk sebagai jawaban.bimo sendiri masih tidak percaya bahwa didepannya ini nonna mudanya.
ghatan menghampiri tia lalu membuka mulut tia dari sumpalan kain itu.
ghatan memeluk tia dengan erat tapi berbeda dengan istrinya sekarang entah kenapa tia sangat kesal melihat suaminya.
"lepas"ucap tia tajam.
"sayang ini aku kamu gak lupakan?"tanya ghatan tanpa melonggarkan pelukannya.
"aku bilang lepas lepas"ucap tia lagi.
__ADS_1
ghatan mengalah dia melepas pelukannya pada sang istri lalu pandangannya tertuju pada kaki dan tang tia yang masih terikat.
"astaga sayang tangan sama kaki kamu"ucap ghatan panik lalu melepas tali utu dengan hati hati supaya tak melukai tia.
tapi tali itu sudah lebih dulu melukai istrinya dilihatnya tangan dan kaki tia yang memerah karna tali itu ghatan melemparkan tatapan mematikannya pada anak buahnya.
yang ditatap pun hanya diam menunduk memikirkan nasibnya setelah ini nanti.
"jangan salahin orang yang gak salah"ucap tia ketus sambil mencoba berdiri.
"sayang mau kemana kaki kamu masih luka"ucap ghatan menginggatkan tia tapi tak digubris sama sekali oleh sang istri.
tia menghampiri sang daddy yang masih terduduk dan masih diikat dan disumpal.
"daddy"panggil tia lalu mencoba melepas ikatan itu.
ghatan menghampiri tia lalu membatu tia melepas tali wiliam.
"daddy gak papa?"tanya tia cemas.
"gak papa sayang"jawab daddy lembut.
wiliam melemparkan tatapan mematikannya pada sang menantu.
"dasar manantu tak tau diuntung"ucap wiliam tajam.
"menantu sejak kapan saya menikahi putri anda"tanya ghatan binggung.
"dahlah dad gak usah urusin dia sekarang kita pergi aja lagian mana mau dia akuin tia sebagai istrinya sedangkan tiakan seorang wanita SIMPANAN"ucap tia menekankan kata akhirnya.
__ADS_1
"jadi tia itu anak kandung wiliam yang hilang itu?mati aku"ucap ghatan dalam hati.
"sayang maaffin aku tadi aku khilaf sayang"ucap ghatan memohon dia mana sanggup menbiarkan sang istri pergi lagi.
ghatan menghampiri wiliam dia berlutut didepan wiliam.
"tuan maafkan saya jangan bawa istri saya pergi"ucap ghatan memohon.
"dia anak kandung saya jadi saya punya hak atasnya"ucap wiliam tajam.
"sayang mohon tuan saya tak bisa hidup tanpanya tuan"mohon ghatan masih berlutut didepan wiliam dan tak terasa air matanya terjatuh ini pertama kalinya ghatan merendahkan diri didepan banyak orang bahkan sampai menangis memohon.
semua itu ghatan lakukan semata mata hanya demi istrinya dia tak mau tia pergi dia akan melakukan segalanya demi mendapatkan sang istri kembali.
"daddy udahlah kasian suami tia dia sampai berlutut kayak gitu pasti habis ini dia akan menggurung diri dikamar selama sebulan demi menghilangkan rasa malunya"bisik tia ditelinga ayahnya dia tak tega melihat separuh nyawanya seperti itu.
"ini belum seberapa sayang dia udah hina kita bahkan dia meragukan cucu daddy"ucap wiliam cukup keras.
ghatan yang mendengar itu pun hanya menunduk merasa benar benar bersalah atas apa yang tadi dia ucapkan.
"tapi dad dia suami tia ayah dari cuci daddy kasian ih udah ya maaffin aja ghatannya"bujuk tia pada sang ayah.
wiliam sebenarnya hanya sedikit memberi pelajaran pada ghatan tapi semua diluar dugaannya ghatan bahkan sampai berlutut demi mempertahankan sang istri dan anaknya.
wiliam menyuruh ghatam berdiri lalu dia menepuk pundak ghatan.
"jaga anak dan cucuku saya percayakan mereka kekamu ghatan"ucap wiliam serius.
"saya berjanji tuan saya akan melindungi istri saya dengan nyawa saya sendiri"ucap ghatan yakin itu semua terlihat dari matanya yang begitu tulus.
__ADS_1