
sesampainya ghatan dirumah sakit dia berlari menuju UGD,disana ghatan melihat putra kecilnya digendong oleh seorang wanita.
ghatan menghampiri sang putra dengan berjalan pelan dia masih belum bisa menerima kenyataan ini.
"ghibran sayang"panggil ghatan lembut ketika sudah ada didepan sang putra.
"maaf tuan anda orang tua dari bayi ini"tanya seorang wanita yang menggendong ghibran.
"iya,saya ayahnya apa anak saya baik baik saja?"tanya ghatan pelan sambil mengambil sang putra dari gendongan wanita itu lalu mendekapnya dengan penuh kasih sayang.
"anak tuan baik baik saja hanya saja dua orang korban lainnya masih belum ada kabar tuan"jawab wanita itu menjelaskan.
"istri saya masih ada didalam?"tanya ghatan pelan karna dia tak mau mengganggu tidur sang putra.
"iya tuan,saya sangat kagum pada istri anda dia rela menggorbankan nyawanya demi anaknya,disisa kesadarannya istri tuan berjuang mengeluarkan bayinya dari dalam mobil tuan saya sangat kagum"ucap wanita itu bangga pada tia.
"istri saya memang sangat menyayangi putranya nyonya"jawab ghatan menunduk sedih.
"saya doakan lekas sembuh untuk istri anda tuan,dan maaf saya harus pergi sekarang karna ada urusan"ucap wanita itu lalu meninggalkan rumah sakit itu.
ghatan pun merasa sudah tak sanggup lagi berdiri dia mendudukkan diri dikursi sambil mengendong sang putra yang tertidur pulas.
__ADS_1
"sayangnya daddy sama mommy untung baik baik aja,daddy sayang sama kamu nak daddy juga sayang sama mommy,kita doain mommy ya sayang semoga mommy cepet sembuh daddy gak mau kehilangan mommy"ucap ghatan pelan sambil menahan air matanya keluar.
tak lama setelah itu dokterpun keluar dengan wajah khawatirnya.
"keluarga pasien"tanya dokter itu panik.
"saya dok,gimana istri saya?"tanya ghatan ikut panik juga.
"pasien kehilangan banyak darah tuan kita harus segera melakukan transfusi darah tapi kita kehabisan darah golongan O tuan"ucap dokter itu panik.
"darah saya O dok ambil darah saya"jawab ghatan cepat.
"baik tuan mari ikut saya untuk melakukan pemesiksaan tuan"ucap dokter itu sedikit lega.
"saya akan menjaga anak anda dengan baik tuan"jawab suster itu.
setelah melakukan pemeriksaan ghatan langsung dibawa kedalam ruangan tia untuk melakukan tranfusi darah secara langsung.
dan betapa hancur hati ghatan ketika melihat sang istri tercinta yang sangat dia sayangi terbari lemah tak sadarkan diri dengan banyak luka yang ada ditubuhnya.
ghatan dibaringkan diranjang samping tia lalu transfusi darah pun dilakukan.
__ADS_1
"sayang kamu harus sembuh aku akan lakuin apapun supaya kamu kembali sehat sayang"gumam ghatan pelan sambil terus melihat wajah tenang sang istri.
"sayang kamu tahu sekarang aku merasa seperti seorang yang tak berguna,aku bahkan tak bisa melindungi keluarga kecil aku,maaf sayang"ucap ghatan lemah.
ghatan sudah tak mampu menahan air matanya lagi,melihat istrinya terbaring seperti itu bagaikan ada jutaan pedang yang menggores jiwa ghatan.dia menangis sesegukan sambil sesekali mengucapkan kata maaf untuk sang istri.
setelah transfusi darah selesai ghatan diminta keluar oleh dokter supaya tia bisa ditanganni dokter lagi.
walaupun wajah ghatan yang tampak pucat tapi dia mencoba tetap kuat.
ghatan mengambil sang putra dari gendongan sang suster yang menjaga ghibran tadi lalu tak lama setelah itu bimo dan farel pun datang.
tadi ghatan sempat menghubungi mereka dan menyuruh mereka datang kesini untuk membawa sang putra pulang kerumah orang tua ghatan.
walaupun ghatan masih belum bisa memaafkan orang tuanya,tapi sekarang dia tak mau egois dia harus menurunkan egonya,dia tadi menghubungi papinya dan menceritakan semuanya lalu meminta orang tuanya menjaga ghibran sampai kondisi membaik.
orang tua ghatan yang melihat ada sedikit kesempata bagi mereka untuk mendapat maaf dari sang putra pun langsung mengiyakan permintaan sang putra.
kedua orang tua ghatan sangat senang ketika mendengar kabar sang cucu tercinta akan tinggal dengan mereka dalam beberapa waktu.
tapi dibalik kesenangannya itu mereka juga meras sedih karna sang menantu tercinta sedang berjuang antara hidup dan mati sendirian.
__ADS_1
disinilah ghatan sekarang masih dengan posisi dan kondisi yang sama,dia terduduk termenung sambil terus memandangi pintu UGD berharap ada suatu keajaiban dari sana.
sedangkan ghibran sendiri sudah dibawa pergi oleh bimo dan farel karna tak baik bagi bayi berada lama lama didalam rumah sakit.