
"sayang kamu mau ketemu sama baby kita gak?"tanya ghatan sambil membujuk tia.
tia hanya diam tak menjawab ucapan sang suami sebenarnya dia tak tega melihat ghatan seperti itu tapi tia harus memberi hukuman supaya ghatan tak melakukan kesalahan yang sama nantinya.
ghatan tak kehabisan akal dia terus menerus menghujani tia dengan berbagai macam pertanyaan.
"sayang nanti kamu mau makan apa?"tamya ghatan tak menyerah sedikit pun.
wiliam memasuki ruangan sang putri dengan kantong kresek yang berisi bubuk untuk sang anak.
"hallo kesayangan daddy,gimana kondisi kamu sekarang sayang?udah baikkan?"tanya wiliam tia pu langsung mengangguk sebagai jawaban.
"daddy bawain kamu bubur sayang sekarang makan dulu ya biar kamu cepet sembuh kan sekarang anak daddy udah jadi ibu"ucap wiliam sambil menyiapkan bubur untuk tia makan.
"dad biar ghatan aja yang suapin tia"pinta ghatan sopan.
tia yang mendengar itu pun langsung menggelengkan kepalanya pada sang daddy.
wiliam yang tahu apa maksud tia pun langsung menolak permintaan ghatan.
"biar daddy aja ghatan kamu istirahat aja nanti kamu masih harus urusis keperluan anak kalian dulu jadi istirahat aja"tolak wiliam halus.
ghatan dengan berat hati kembali istirahat disofa sambil memastikan sang istri makan yang banyak.
__ADS_1
hari mulai malam ghatan pun berpamitan pada tia untuk mengunjungi sang putra.
"sayang aku kekamar baby kita dulu ya"ucap ghatan pamit pada sang istri.
tia hanya diam saja tak mau membalas ucapan ghatan dia lebih memilih memejamkan matanya.
ghatan keluar dari ruangan tia dengan wajah yang sangat lusuh dia bahkan tak sempat mengurus dirinya sendiri karna sibuk mengurusi istri dan anaknya.
setelah seminggu setelah tia sadar hari ini dia sudah diperbolehkan pulang bersama sang baby.
"dad tia mau ikut daddu kerumag daddy"pinta tia manja pada wiliam.
"boleh kok tapi kamu harus ijin dulu sama suami kamu"jawab daddy cepat.
"sayang aku gak ijinin kamu ya pokoknya kamu harus ikut aku pulang kerumah"tolak ghatan sebelum tia meminta ijin padanya.
"tia jangan kaya gitu sayang kamu harus nurut sama suami kamu gak boleh kayak gitu"ucap wiliam memberitahu putrinya.
"yaudahlah tia mau pulang kerumah"ucap tia malas.
setelah sang putra diserahkan kegendongan tia mereka langsung pergi menuju rumah ghatan dan tia.
"anak mommy lucu banget sih haus ya sayang?"ucap tia gemas dengan kelakuan sang putra yang tak mau lepas dari pelukan sang mommy tia sekarang juga sedang memberikan asi pada sang putra.
__ADS_1
wiliam beda mobil dengan tia dan ghatan dia pergi bersama bimo dan farel.
karna sekarang ghatan dan tia sedang berada didalam satu mobil yang sama dan hanya mereka dan sang anak yang ada disana ghatan memberanikan diri meminta maaf pada sang istri.
dia tak sanggup lagi diperlakukan dingin oleh tia setiap harinya.
"sayang aku minta maaf ya semua ini kesalahan aku tapi kamu harus percaya sama aku waktu itu aku bener bener gelap mata sayang,kasih aku satu kesempatan lagi ya"pinta ghatan sedih.
tia hanya diam belum mau menjawab ucapan ghatan.
sebenarnya sudah sejak lama dia memaafkan ghatan tapi dia belum puas melihat sang suami menderita,jadi dia tambahkan sedikit lagi waktu supaya suaminya benar benar tak akan bernar melakukan hal seperti itu lagi pada orang lain nantinya.
"sayang aku harus apa supaya kamu mau maaffin aku?kamu tinggal ngomong apa yang kamu mau sayang aku yang akan penuhin semua keingginan kamu sayang aku janji"ucap ghatan bersungguh sungguh.
"bener semua yang aku mau?"tanya tia mulai membuka suara sambil memastikan ucapan ghatan.
"iya sayang semua yanv kamu mau"ucap ghatan yakin.
"oke,sekarang aku mau kamu turun dari mobil panggilin aku taksi trus kamu pulang jalan kaki!awas aja kalau sampai ketahuan kamu gak jalan kaki habis kamu"ancam tia kejam.
"oke sayang aku bakal jalan sampai rumah bentar aku cariin taksi dulu"ucap ghatan sambil keluar mencari taksi.
setelah memdapat taksi untuk sang istri dia langsung berjalan menuju rumahnya.
__ADS_1
selama tiga jam ghatan berjalan dan ketika sampai rumah tiba tiba.
.