SUAMI MANJAKU

SUAMI MANJAKU
EPISODE 54


__ADS_3

setelah mengurus surat jenazah tia ghatan dan sang daddy pun membawa tia menuju pemakaman supaya tia bisa cepat diistirahatkan.


mereka menaiki mobil ambulans menuju pemakaman.ghatan sudah memberitahu kerabat dan keluarganya bahwa tia hari ini adalah hari pemakaman istrinya.


orang tua ghatan membawa ghibran kepemakamam tia untuk melihat ibunya untuk yang terakhir kalinya.


dengan wajah sedihnya ghatan ikut turut serta menguburkan sang istri tercinta.


"yang tenang ya sayang disana,aku cinta kamu sampai kapan pun itu"bisik ghatan ditelinga sang istri sebelum akhirnya ikut naik kepermukaan karna tia akan dimakamkan.


disaat proses penguburan ghibran menangis dengan kerasnya seperti menunjukan bahwa dia tak mau kehilangan ibunya.


semua orang disana yang melihat itupun menjadi ikut menangis haru.mereka tak tega melihat anak sekecil itu harus kehilangan sang ibu.


ghatan menggendong sang putra dengan sayangnya.


"jangan nangis ya anak daddy,nanti mommy sedih,ghibran mau mommy bahagiakan jadi jangan nangis lagi sayang"ucap ghatan menenangkan sang putra.


ghibran seperti mengerti maksud ucapan yang daddy dia terdiam setelah ghatan mengucapkan kalimat itu.


setelah proses pemakamam selesai satu persatu orang yang berziarah berpergian.


ghatan masih disana ditemani oleh daddy, anaknya dan kedua orang tuanya.


"yang ikhlas ya nak ini adalah jalan yang terbaik buat istri kamu"ucap mami memberi kekuatan pada sang putra.


ghatan memberikan sang putra kedalam gendongan sang mami lalu berjongkok tepat pada nisan sang istri tercinta.


"yang tenang disana ya sayang,aku janji akan besarin ghibran dengan penuh kasih sayang seperti apa yang kamu mau"ucao ghatan sedih.

__ADS_1


"kamu doain aku sama ghibran dari sana ya sayang doain semoga aku kuat jalani ini semua,sayang kamu harus tahu meskipun kamu tak ada lagi didekat aku tapi selamanya kamu dan kenangan kita akan selalu ada dalam hati aku sayang"ucap ghatan tertunduk sedih.


"baik baik ya putri daddy,daddy sayang banget sama kamu"ucap wiliam dalam hati dengan sedihnya.


"sayang aku pulang ya aku janji akan sering sering jenguk kamu supaya kamu gak kesepian sayang"pamit ghatan lalu melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu diikuti oleh keluarganya.


sesampainya dirumah ghatan menidurkan sang putra lalu membersihkan dirinya dikamar.


ghatab tak berminat mencari baby sister untuk ghatan karna dia ingat bahwa tia tak mau anaknya diasuh oleh orang lain.


malam yang indah pun datang kebumi ini ghatan masih didalam kamarnya tanpa berminat untuk keluar.


hujan deras datang pada malam itu.ghatab teringat akan istrinya sekarang.


"tia pasti kedinginan sekarang aku harus kasih selimut buat tia"gumam ghatan lalu beranjak keluar membawa selimutnya.


mereka memang berniat tinggal disini untuk membantu ghatan menjaga sang putra.


"ghatan sayang kamu mau kemana nak?"tanya mami memberhentikan ghatan.


"ghatan mau kasih selimut buat tia mi dia pasti kedinginan,ghatan pergi dulu ya"pamit ghatan terburu buru.


daddy dan papinya mengikuti ghatan dari belakang mereka tak mau terjadi sesuatu kepada ghatan.


sesampainya di makam ghatan memberikan selimut itu diatas makam sang istri tanpa membawa payung.


"kamu pasti kedinginankan sayang maafin aku"ucap ghatan sedih.


"ghatan kita pulang ya nak tia gak akan kedingina atau kepanasan lagi kamu tenang aja"ajak papi lembut.

__ADS_1


"ghatan mau temenin tia pi kasian tia sendirian aku gak mau tia ketakutan,tiakan juga takut gelap pi"jawab ghatan sedih.


"ghatan dengerin daddy nak tia gak akan ketakutan lagi,tia pasti ditemenin banyak malaikat yang baik nak,kita harus ikhlasin dia supaya dia tenang disana ya"bujuk wiliam lembut.


"serius dad tia ada temennya?"tanya ghatan memastikan.


"iya tia ada temennya kok kita pulang ya"ajak wiliam sabar.


mereka bertiga pulang dengan kondisi badan basah kuyup karna mereka tak membawa satu pun payung.


....


dua puluh tahun pun telah berlalu sekarang ghibran sudah tumbuh menjadi remaja yang baik seperti apa yang tia impikan.


ghatan pun membesarkan ghibran sendiri dia tak mau menikah lagi karna dia sangat setia pada istrinya.


ghatan dan ghibran sering sekali berkunjung kemakan tia sebagai tanda cinta mereka.


"dad kita pergi kemakam mommy yuk"ajak ghibran semangat.


"yuk daddy juga kangen banget sama mommy"jawab ghatan menyetujui usulan sang putra.


sesmpainya disana ghatan dan ghibran mendoakan tia.


"mommy ghibran udah dewasa sekarang,ghibran udah jadi anak yang baik kaya apa yang mommy mau,ghibran sayang banget sama mommy,makasih ya mom udah mau bertaruh nyawa demi ghibran"ucap ghatan pada sang ibu.


"sayang aku berhasil ngerawat dan didik anak kita dengan baik,tenang tenang disana ya aku cinta banget sama kamu"ucap ghatan dalam hati dengan haru.


.................................SELESAI..................................

__ADS_1


__ADS_2