
tak butuh waktu lama seorang dokter wanita pun datang dia memeriksa tia dengan profesional walaupun sebenarnya dia takut karna sejak tapi tatapan mata ghatan terus tertuju ke dokter itu.
karna ghatan ingin memastikan kalo dokter itu benar benar memeriksa istrinya dengan mata kepalanya sendiri.
pemeriksaan telah usai ghatan membantu istrinya beranjak lalu mendudukkan tia kekursi didepan meja dokter itu.
"gimana keadaan istri saya?"tanya ghatan masih cemas.
anggap aja pakai bahasa korea😅.
"keaadaan nonna tia tidak ada yang serius hanya saja selamat tuan nyonya kalian sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dan ibu"ucap dokter itu dengan tersenyum.
"saya hamil dok?"tanya tia senang.sedangkan sekarang suaminya itu seperti orang bodoh yang hanya diam saja.
"iya nonna selamatnya mungkin anda bisa lebih memastikan kedokter kandungan untuk kelanjutannya"jawab dokter itu sopan.
"kamu hamil sayang?"tanya ghatan polos.
"iya sayang akhirnya aku bakal jadi ibu"ucap tia senang.
"sayang sekarang aku yang pusing"ucap ghatan pelan.
"kamu kenapa sayang?"tanya tia.
__ADS_1
"gimana nanti kalo anak kita manjanya kayak kamu trus nakal suka kabur kaburan trus kamu juga kabur aku harus gimana sayang?"ucap ghatan lemah.
dokter dan tia yang menyaksikan itu pun menahan tawa.mana ada calaon ayah yang seperti ghatan bukannya bahagia akan menjadi orang tua tapi malah mengkhawatirkan hal yang tidak tidak.
"sayang kamu jangan malu maluin aku deh.aku janji kok nanti kalo anak kita lahir aku gak bakal manja dan nakal lagi tenang aja"ucap tia.supaya ghatan tak membuatnya lebih malu lagi dihadapan dokter itu.
"gak sayang kamu harus trus kaya gini gak boleh berubah biar anak kita aja yang mandiri dan nurut bukan kamu"jawab ghatan tegas.
dokter dan tia hanya bisa geleng geleng ketika melihat ghatan seperti itu.
"oke sayang sekarang kita keluar oke"ajak tia sambil beranjak.
ghatn yang melihat istrinya beranjakpun dengan cepat menggendong tia.
"sayang turunnin aku bisa jalan sendiri"pinta tia.
"ghatan anak kita aja mungkin baru sebesar kacang"ucap tia mulai kesal.
"mau sebesar apa dia pasti beratkan sayang"jawab ghatan.smbil melangkah menuju ruangan dokter kandungan yang tentunya sudah membuat janji dengan ghatan.
tia diperiksa lagi oleh dokter wanita dan tia melakukan usg didampingi suaminya.
"tuan nonna lihat titik itu!dia akan menjadi bayi nantinya jika sudah tumbuh"jelas dokter.
__ADS_1
"itu kenapa kecil sekali.jadi tadi kamu bilang sebesar kacang itu apa sayang?itu bahkan lebih kecil"protes ghatan.
"maaf tuan tapi titik itu akan berkembang menjadi seorang baby nantinya kita hanya perlu menunggu tuan"jelas dokter itu sabar.
dan usia kandungan nonna tia baru berumur 2 minggu jadi sangat rentan.nonna tia tidak boleh kecapekan telat makan apalagi stres jadi tuan harus benar benar menjaga nonna tia.dan ya diawal kehamilan mungkin nonna tia akan mengalami morning siknes dan juga ngidam jadi tuan harus sabar menhadapi nonna tia dan hormon wanita hamil itu juga berubah ubah tuan"jelas dokter.
"hmmm oke jadi apa boleh melakukan hubungan badan ketika hamil?"tanya ghatan tak malu.sedangkan tia malunya sampai setengah mati.
tia mencubit lengan ghatan tapi ghatan tak menghiraukannya.
"boleh tuan asal tidak terlalu sering dan juga cari posisi yang nyaman dan hati hati"jelas dokter.
"serius boleh?"tanya ghatan memastikan dan dijawab anggukan oleh dokter.
"oke kalua begitu kami dulu dan kasih resep obatnya pada seketaris saya nanti"perintah ghatan.
"baik tuan muda"jawab dokter sopan.
ghatan benar benar tak membiarkan istrinya berjalan dia menggendong tia lagi dan lagi.
sesampainya dimobil ghatan langsung menyuruh supir menuju fila ghatan.
"sayng kamu tahu gak kamu itu bener bener ya😤kamu gak seneng bentar lagi jadi ayah?"tanya tia kesal.
__ADS_1
"seneng kok sayang tapi aku jauh lebih seneng kamu kamu bahagia sayang"jawab ghatan santai.
tia tak mau berdebat ladi dia hanya diam didalam mobil sedangkan ghatan sibuk menceritakan hal hal yang menurut tia sangat aneh dan parahnya tia harus mendengarnya😣😥