
setelah satu jam ghibran tertidur ghatan membangunkan sang putra lalu memandikannya sesuai perintah sang istri.
setelah drama memandikan anak yang membuat kamar mandi hancur berantakan mereka sepertinya belum puas ketika mengganti baju sang putra ghatan menuangkan bedak bayi terlalu banyak jadilah ranjang da lantai terkena bedak yang tumpah.
setelah membuat kegaduhan itu ghatan memberikan sang putra susu lagi supaya kembali tidur.
setelah memastikan sang putra tertidur ghatan merebahkan tubuhnya disamping ghibran lalu ikut tertidur karna kelelahan.
sedangkan dua asistennya sekarang sudah kembali menggerjakan pekerjaan yang tertunda.
tia sekarang sedang berada dalam perjalanan pulang setelah berhasil menenangkan sahabatnya dan mengantarnya pulang dengan selamat.
sesampainya tia dirumah betapa terkejut dan kesalnya dia ketika melihat kamarnya yang biasanya rapi menjadi berantakan.
tia tak mau ambil pusing dia mulai membereskan kamar yang hancur karna kelakuan ghatan lalu pergi kekamar mandi membersihkan dirinya.
ghatan yang terbangun karna mendengar suara pintu pun langsung mendudukkan tubuhnya.
"sayang kamu udah pulang"teriak ghatan dia lupa bahwa didalam kamarnya masih ada sang putra yang tertidur pulas.
"astaga anak daddy kebangun ya sayang cup...cup...cup daddy berisik ya sayang maaf"ucap ghatan sambil menenangkan samg putra tercinta.
ghatan menggendong ghibran menuju kamar mandi lalu mengetuk pintu.
"sayang kamu ada didalem"tanya ghatan sambil terus mengetuk pintu.
__ADS_1
"bentar aku lagi mandi sayang"teriak tia dari dalam kamar mandi.
"yaudah aku tunggu kamu dikamar ghibran ya sayang dia lagi radak rewel"ucap ghatn sambil melangkah menuju kamar sang putra.
dikamar sang putra ghatan mencoba menenangkan ghibran sambil mengajaknya bermain.
"sayang liat baguskan ghibran diem ya sayang,bentar lagi mommy dateng kamu pasti hauskan"ucap ghatan sambil terus menenangkan sang putra.
tak lama setelah itu tia pun datang lalu mengambil alih sang putra lalu memasukannya kedalam dekapannya sambil memberikan asi.
"cup...cup...anak mommy haus ya sayang"ucap tia menenangkan sang putra.
ghatan yang melihat tia memberikan haknya pada ghibran pun langsung menatap sang istri memelas.
"kenapa kamu sayang?"tanya tia binggung karna suaminya bertingkah seperti itu.
"astaga sayang aku kira kamu kenapa ternyata kamu mau minum susu juga,yaudah sini big babyku"ucap tia sambil merengkuh ghatan kedalam pelukannya.
ghatan yang diberi lampu hijau oleh sang istri pun langsung membenamkan wajahnya kearea kesukaannya.
sekarang ghatan benar benar seperti big baby yang sedang menyusu.
ghatan tak tinggal diam dia menggangu sang putra dengan merebut hak ghibran.
ghibran yang merasa kehilangan sesuatu pun mulai menangis.
__ADS_1
"ghatan kamu ya balik lagi gak,kamu belum puas juga kamu udah dapet satu kamu harus adil dong sama anak kamu"ucap tia memarahi sang suami.
"tapi sayang aku maunya dua inikan emang hak aku dia aja yang ngerebut hak orang lain"ucap ghatan tak mau disalahkan dan menyudutkan sang putra.
"astaga,sayang coba deh buat ngalah cuma buat dua tahun aja kok lagiankan ada dua kenapa gak coba berbagi ke anak sendiri juga"ucap tia mulai jengkel dengan kelakuan ghatan.
"iya sayang"ucap ghatan lesu dia tak mau mendengar istrinya marah marah.
"gitu dong itu baru namanya suami dan ayah yang baik"ucap tia terpaksa memuji ghatan supaya suaminya tidak cemberu.
"akukan emang ayah dan suami yang baik dan bertanggung jawab sayang"sombong ghatan percaya diri.
"udah kamu mau lanjut lagi tapi janji diam dan jangan banyak gerak ya sayng kasian ghibran udah mau terlelap nanti malah kebangun lagi"ucap tia lembut sambil membelai rambut sang suami tercinta.
lima belas menit kemudian tia merasakan deru nafas yang teratur dari ghatan yang menunjukan bahwa sang suami telah tidur.
tia meletakan sang putra pada ranjang tanpa beranjak lalu merebahakan sang suami diranjang yang ada dikamar anaknya dengan hati hati.
"tidur yang nyenyak ya kesayangan kesayangan mommy"ucap tia lembut lalu mencium kening sang putra lalu beralih mencium kening suaminya.
tia meninggalkan mereka berdua yang sudah tertidur lelap dia membiarkan ghatan berada disamping sang putra karna tia sendiri tak mau meletakan ghatan diranjang bayi ketika hari masih terang.
tia beranjak lalu pergi kedapur membantu para pelayan menyiapkan makan siang.
awalnya mereka tak memberi ijin pada tia untuk membantunya tapi pada akhirnya mereka menberi ijin karna tia mengancam akan menangis dengan keras supaya suaminya terbangun.
__ADS_1
para pelayan tak mau mengambil resiko karna bisa jadi tuan mudanya marah besar ketika melihat istrinya menangis. akhirnya para pelayan memberi ijin tia membantu.