
tak terasa waktu begitu cepat berlalu hari ini tia pergi ke bandara menghantarkan sang suami pergi ke inggris.
"sayang jaga diri jangan capek capek dan kalian jaga istri saya dengan baik jangan sampai lecet sedikit pun"perintah ghatan.
"baik tuan muda"jawab ana sopan diangguki oleh jio dan zio.
"sayang aku pergi dulu ya aku belum bisa pastiin kapan pastinya bakal pulang kamu harus sehat trus oke"ucap ghatan sambil mencium kening sang istri cukup lama.
"iya sayang hati hati ya jangan main main dibelakang aku"ancam tia tegas.
"iya sayang"ucap ghatan lalu mengelus perut sang istri"sayangnya daddy jaga mommy ya jangan nakal"ucap ghatan lembut.
"iya daddy"jawab tia sambil menirukan suara anak kecil.
setelah mengantar sang suami pergi tia pergi menuju kampus hari ini dia meminta ijin datang terlambat karna urusan keluarga dan dimaklumi oleh sang dosen.
setelah tia pulang dari kampus dia langsung pulang kerumah hari ini dia hanya ingin menonton tv sambil makan dirumah.
"nonna tia tuan muda telfon"ucap ana memberitahu hp tia yang berbunyi.
"halo sayang kamu udah sampai"tanya tia lembut.
__ADS_1
"udah sayang kamu lagi dimana"tanya ghatan balik.
"aku dirumah kamu tahu gak dosennya tadi itu bikin aku pusing tau masak aku ditanyain pertanyaan yang gak aku pahami trus dia marahin aku"adu tia memelas.
"siapa namanya sayang biar aku kasih dia pelajaran"tanya ghatan mulai emosi.
"gak usah gak penting juga kok.kamu lagi ada dimana sayang"tanya tia pada sang suami.
"ada dihotel sayang"jawab ghatan lembut.
"sama siapa kok rame"tanya tia kepo.
"sama rekan bisnis aku sayang"jawab ghatan sabar.
"cewek sayang dia anak dari pemilik perusahaan gantiin ayahnya disini juga ada bimo sama farel kok"jawab ghatan lembut.
"apa cewek!?kamu jangan macem macem ya ghatan"ucap tia meninggikan suara.
"engak sayang disini ada bimo sama farel kok"jawab ghatan lembut.
"tapi kenapa harus dikamar hotel ghatan putra santoso"tanya tia yang mulai emosi.
__ADS_1
"maaf sayang karna waktunya mepet jadi gak ada pilihan lain"jawab ghatan pelan.
"terserah pokoknya ini yang terakhir kamu ketemuan sama klien cewek dihotel aku gak mau tau"ucap tia sambil mengakhiri panggilan telfon.
ghatan disana hanya tertegun sambil terus bersabar menghadapi istrinya.
sedangkan tia sekarang benar benar kesal dia masuk kamar lalu menutup pintu dengan kencang lalu pergi tidur untuk menghilangkan rasa marahnya.
semua itu tak lepas dari pengawasan 3 orang yang selalu ada disamping tia dan tak luput dari pantauan ghatan.
"tuan muda nonna tia sepertinya sedang marah.nonna masuk kamar lalu membanting pintu dengan kencang"lapor zio pada bosnya.
"kamu awasin terus istri saya jangan pernah lengah sedetik pun.pastiin dia makan dengan baik turutin apa yang dia mau jangan bantah perintah dia apapun itu.kalo tia mau pergi kalian harus ikut"perintah ghatan yang sudah tau apa yang tia mau ketika sedang marah.
"baik tuan muda"jawab zio sopan lalu mengakhiri panggilan telfon.
malam pun datang tapi tia tak kunjung keluar dari dalam kamarnya para pembantu dan anak buah ghatan tak henti henti berusaha agar tia mau keluar dam makan.
"nonna keluar dulu makan kasian dedek bayinya nanti kelaparan"ucap ana sopan.
tia yang sadar sedang hamil pun akhirnya keluar dan pergi makan dan mencoba merendam amarahnya semarah apapun tia dia gak akan rela jika calon anaknya kenapa napa.
__ADS_1
tia pergi makan lalu pergi lagi kedalam kamar menggunci diri dikamar dan itu semua tak luput dari pantauan ghatan yang selalu mendapat kabar tentang istrinya satu jam sekali.
bukannya ghatan tak mau menghubungi istrinya tapi dia memang tahu betul sikap istrinya yang jika marah tak pernah bisa dibujuk oleh orang lain kecuali jika dia sendiri yang mau berhenti marah dan ghatan tak mau memperburuk suasana hati tia.