
pagi yang indah pun datang membangunkan sepasang suami istri yang baru saja berbaikan.
"pagi sayang"ucap ghatan sambil mencium bibir sang istri singkat.
"sayang jam berapa"tanya tia belum sadar sepenuhnya.
"jam tujuh sayang emang kenapa?"tanya ghatan kepo.
"jam tujuh astaga kita kesiangan sayang ghibran pasti udah bangun sekarang"ucap tia panik sambil meranjak dari ranjang.
karna terlalu buru buru tia tidak melihat ada mainan kecil milik ghibran dilantai kamar,tanpa sengaja tia terjatuh karna menginjak mainan itu.
"sayang hati hati dong kalau jalan,ada yang luka gak?"tanya ghatan panik.
"gak papa sayang,aku kekamar ghibran dulu ya"jawab tia sambil berdiri.
"aku ikut hati hati aja sayang ghibran pasti masih tidur kok lagian kamar ghibrankan cuma disebelah kita gak jauh sayang"ucap ghatan menyuruh sang istri hati hati.
sesampainya dikamar ghibran mereka berdua bernafas lega karna sang putra belum juga terbangun dari tidurnya.
tia dan ghatan menghampiri sang putra, ketika sampai pada ranjang bayi tak sengaja ghatan menjatuhkan mainan dan bunyinya cukup keras sehingga ghibran pun terbangun dan menangis.
"ghatan kenapa dijatuhin sih mainannya lihat sekarang ghibran jadi nangiskan"ucap tia menyalahkan sang suami.
"maaf sayang tadi aku gak sengaja"ucap ghatan menunduk meninta maaf.
tia mengangkat sang putra lalu duduk disofa sambil menyusui baby ghibran.
"diam ya sayang daddy kamu itu emang gak bisa lakuin apa apa sayang"ucap tia tetap menyalahkan ghatan.
__ADS_1
ghatan yang menjadi sasaran tia hanya bisa diam sambil menggerutu dalam hati.
"apanya masak aku terus yang salah,kalau gak sayang udah aku usir kamu sayang,terus apalagi sih itukan punya aku kenapa dikasih ghibran coba"geruru ghatan dalam hati.
"sayang itukan hak aku kenapa kamu kasih ke ghibran?aku juga mau"protes ghatan manja.
"ghatan jangan aneh aneh deh ghibran masih kecil dia butuh asi,jangan egois deh kasiankan nanti anak aku"ucap tia sedikit kesal.
"sayang kamu tahu gak kalau kamu cuma kasih buat ghibran aja itu namanya juga gak adil"protes ghatan tak mau kalah.
"yaudah sekarang kamu maunya gimana?"tanya tia menyerah meladeni suaminya.
"aku juga mau minum susu sayang aku yang satunya ya"pinta ghatan manja.
tia mengiyakan permintaan ghatan karna tak mau ambil pusing.
ghatan ikut bergabung dengan sang putra untuk menyusu pada tia.
"maaf sayang tapi ini enak tahu"jawab ghatan tak tahu malu.
setengah jam tia selesai menyusui sang anak,ghibran pun tertidur pulas dalam dekapan sang ibu.
sedangkan bayi besar tia belum juga selesai dengan kegiatannya.
"sayang udah dulu ya sekarang aku laper mau sarapan"pinta tia lembut sambil mengusap rambut ghatan.
ghatan pun langsung menyudahi kegiatannya lalu mengambil sang putra dari tangan tia dengan lembut dia berjalan menuju ranjang baby ghibran lalu menidurkannya.
"yuk sayang makan tapi habis itu lanjut lagi yang tadi ya"pinta ghatan manja.
__ADS_1
"gak aku cuma mau kasih kalau ghibran lagi menyusu aja kalau gak yaudah engak "ucap tia tegas.
"yah sayang mana bisa kaya gitu"ucap ghatan lemas.
"kenapa ini semua adil kok"ucap tia dingin.
"yaudah yuk makan sayang aku laper"ucal ghatan kesal lalu berjalan mendahului sang istri.
mereka makan dengan keheningan ghatan yang masih belum bisa menerima keputusan sang istri pun lebih memilih diam.
"sayang kamu gak kerja?"tanya tia.
"gak aku maunya kerja bareng kamu sayang"ucap ghatan kembali pada mode manjanya.
"bareng aku emang aku bisa kerja apa?"tanya tia binggung.
"kamu bisa kerja diatas ranjang sayang,kita harus kerja keras bikin adik buat ghibran sayang,biar rumah ini rame"jawab ghatan tanpa rasa malu.
"ghatan kamu tahu ghibran aja baru lahir trus kamu mau buat adik lagi,kamu mau aku sama ghibran kabur dari rumah?"kesal tia pada sang suami.
"sayang aku cuma becanda kok lagian mana bisa aku lihat kamu berjuang antara hidup dan mati cuma buat turutin permintaan aku"ucal ghatan pelan.
"dahlah makan aku gak mau ya gibran punya adik sebelum dia udah bisa mandiri"ucap tia tegas.
"iya sayang aku tahu kok tapi jatahnya tetep adakan sayang"ucap ghatan mengoda tia.
"dahlah malu tahu ghatan disini itu ada banyak orang"ucap tia menutupi pipi merahnya karna disini bukan cuma mereka aja tapi ada beberapa pelayan yang melayani mereka.
"maaf sayang"ucap ghatan lalu pindah duduk disamping tia lalu mencium kening tia lama.
__ADS_1
"ghatan"teriak tia ketika ghatan sudah pergi dari meja makan.