
pagi yang indah pun datang ghatan yang meraba ranjang sebelahnya dan tak menemukan apa yang dia caripun langsung terbangun.
"sayang kamu dimana"teriak ghatan dari dalam kamar.
ghatan keluar dari kamar dengan rambut acak acakan dia tak sempat membersihkan dirinya karna istri tercintanya telah hilang dipagi hari.
"bik lihat istri saya"tanya ghatan datar.
"tadi saya lihat nonna tia pergi ketaman belakang tuan"jawab asisten rumah tangga itu.
ghatan yang sudah tahu dimana keberadaan sang istri pun langsung menghampirinya.
"sayang,kamu ngapain disini"panggil ghatan sambil memeluk istrinya dari belakang.
"aku suka aja suasana disini sejuk"jawab tia santai.
"tapi ini masih pagi sayang lagian juga masih dingin nanti kalau kamu sakit gimana?"tanya ghatan takut istrinya kedinginan.
"gak bakalan sayang akukan kuat"jawab tia semangat.
"iya kamu kuat sayang,udah yuk kita masuk sekarang kamu belum mandikan?"tanya ghatan sambil mengajak tia masuk.
"yaudah yuk tapi gendong"pinta tia manja.
"istri aku jadi tambah manja ya sekarang"goda ghatan lalu menggendong istrinya seperti koala.
sesampainya dikamar ghatan langsung membawa tia masuk kedalam kamar mandi.
"kita mandi bareng ya sayang"pinta ghatan manja.
"gak aku mau berendam dulu kamu mandinya nanti aja"tolak tia.
"sayang ayolah"pinta ghatan memelas.
__ADS_1
"gak keluar sana"usir tia.
"sayang dosa tahu tolak keingginan suami"ucap ghatan menakut nakuti tia.
"sayang kok gitu,yaudah sini"ucap tia pasrah dia tak mau menambah dosanya lagi.
"gitu dong istri aku yang cantik"puji ghatan pada sang istri lalu masuk kedalam bak mandi menyusul istrinya.
rencana tia berendam terlaksana sudah hampir satu jam lamanya mereka menghabiskan waktu didalam sana.
"sayang makasih ya kamu emang yang paling baik"ucap ghatan memuji istrinya.
"lain kali gak ada acara mandi bersama lagi titik"ucap tia lemas karna dia belum sarapan.
"maaf sayang aku kelamaannya"ucap ghatan minta maaf.
tia hanya menjawab dengan anggukan kecil.
tia tak menjawab tapi langsung pergi dari kamar menuju meja makan diikuti oleh ghatan.
"sayang mau makan apa?"tanya ghatan lembut.
"nasi goreng aja"jawab tia singkat.
ghatan menggambilkan makanan kedalam piring sang istri lalu memberikannya.
"suapin"pinta tia manja.
ghatan yang mendengar permintaan sang istri langsung pindah tempat duduk disamping tia lalu menyuapinya pelan.
"gimana sayang enak"tanya ghatan.
"enak"jawab tia singkat.
__ADS_1
"sayang hari ini gimana kalau kita pergi kerumah sakit periksa kondisi kamu sama baby"ajak ghatan.
"boleh lagian beberapa hari ini dedek babynya nakal banget dia tendang perut aku kenceng banget"ucap tia sambil memberitahu perkembangan sang baby.
"apa dia tendang kamu sayang?berani ya kamu anak daddy awas aja nanti daddy hukum"ucap ghatan sambil mengelus perut buncit sang istri.
"gak papa sayang itu tandanya baby kita aktif dia sehat"ucap tia tenang.
"anak daddy gak boleh nakal ya nurut sama mommy jangan buat istri daddy kesakitan ya"ucap ghatan sambil mencium perut tia.
tapi ketika ghatan mengucapkan itu ada satu tendangan yang cukup keras dari dalam perut tia.
"aduh...."keluh tia saat sang baby menendang perutnya.
"sayang baby kita tendang aku,astaga"ucap ghatan histeris karna baru pertama dia menggalami itu.
"mungkin dia gak mau turutin permintaan kamu jadi dia marah deh"ucap tia menahan sakit.
"sayang tadi sakit ya maaf,yaudah anak daddy yang baik denger ya, baby gak boleh keseringan tendang tendang perut mommy kasian mommy ya sayang"ucap ghatan sambil mencium perut sang istri sekali lagi.
setelah drama pagi terlewatkan sekarang sepasang suami istri itu sedang berada disebuah rumah sakit.
"pagi dokter nana"sapa tia ramah.
nana adalah dokter kandungan yang menanggani kehamilan tia yang sudah disiapkan oleh ghatan.
"pagi nonna,anda boleh berbaring sekarang kita akan melakukan tesdna"ucap dokter nana ramah.
"gak mau dok saya mau jenis kelamin anak saya jadi kejutan"ucap tia menolak karna selama ini tia tak pernah melakukan tesdna dan alasan utamanya dia mau jenis kelamin anaknya jadi kejutan nanti.
"periksa yang lain turutin aja apa yang istri saya mau"perintah ghatan dia pun sama seperti tia tak mau melakukan tesdna mereka kesini hanya untuk memastikan keadaan tia dan babynya baik baik saja.
setelah pemeriksaan selesai mereka berdua pun pulang kerumah diperjalanan menuju rumah tia tak henti hentinya berbicara dan membuat ghatan kewalahan mendengar tia dan pada akhirnya hanya anggukan saja yang diberikan ghatan untuk sang istri ketika meminta pendapatnya.
__ADS_1