SUAMI MANJAKU

SUAMI MANJAKU
EPISODE 8


__ADS_3

tak terasa hari sangat cepat berlalu sekarang adalah hari yang dijanjikan ghatan.


mereka pergi kekorea hari ini tepatnya pada pukul 9 pagi tadi.


sekarang mereka berada didalam pesawat milik ghatan mereka menikmati momen momen seperti ini dengan bahagia.


"sayang kamu kenapa?"tanya ghatan ketika melihat wajah tia yang pucat.


"hmm gak papa cuma pusing sama mual aja kok mungkin mabuk kali"jawab tia lemas.


"serius sayang kamu pucat gitu dlo baby"tabya ghatan memastikan.


"hmm cuma mabuk kok"jawab tia sambil memejamkan matanya dipelukan sang suami.


"yaudah sekarang kamu tidur ya!nanti kalo udah sampai kita kerumah sakit oke sayang"ucap ghatan.


"iya"jawab tia singkat.


setengah jam tia tertidur dan sekarang harus terbangun karena merasa mual yang sangat sangat terasa.


tia segera berlari meninggalkan suaminya yang masih tertidur dan langsung menuju toilet.


ghatan yang merasakan istrinya beranjak dari pelukkannya pun terbangun dan melihat tia berlari kekamar mandi.ghatan tak tinggal diam dia mengikuti tia. tapi sayang pintunya dikunci dia hanya bisa menunggu tia diluar sambil terus memanggil nama istrinya dengan cemas.


ghatan kalang kabut ketika mendengar tia memuntahkan semua makanannya dia panik dia mengetuk ngetuk tapi taka ada jawaban dari dalam.dia panik setengah mati.


ghatan tak punya pilihan lain selain mendobrak pintu itu.


tiga kali dorongan dan pintu itu terbuka.ghatan melihat tia yang terduduk lemas dilantai langsung menggendong istrinya.

__ADS_1


"sayang are you oke?"tanya ghatan.


"pusing sayang"jawab tia lemah.


"kita keluar dulu dari sini trus kita keruang kesehatan oke sayang"ucap ghaatn lembut.


tiq hanya berdehem saja menjawab suaminya karna sekarang dia sudah benar benar lemah.


ghatan menggendong tia keluar dan membawa tia keruang kesehatan.


ghatan membaringkan istrinya pelan lalu menyuruh dokter memeriksa tia.


"gimana istri saya?"tanya ghatan tak mau basa basi tapi wajah khawatirnya sangat terlihat jelas.


"nonna tia hanya kelelahan saja tuan muda"jawab dokter itu.dokter itu tak diperbolehkan ghatan menyentuh istrinya karna dia laki laki dan disana tak ada dokter perempuan.jadi untuk memeriksa hanya bisa dilihat dari raut wajah saja😥.


"kami perlu menyentuk nonna tia untuk memeriksa lebih lanjut tuan"ucap donger itu.


"apa kamu mau sentuj istri saya?berani kamu!!"ucap ghatan marah.


tia hanya diam saja karna dia sekarang masih benar benar lemas.


"maaf tuan muda tapi jika ingin meliht kondisi nonna tia kita harus menyentuh bagian tertentu untuk memastikan kondisi nonna"jelas dokter itu yang mulai kesal dengan bosnya itu.


"jangan pernah kamu sentuh istri saya atau saya jatuhin kamu dari atas sini"ancam ghatan.


lalu ghatan menghampiri istrinya yang masih tergeletak lemah diatas ranjang dan membelai pipinya lembut.


"sayang tunggunya setelah kita sampai kita langsung kerumah sakit.aku gak mau kamu dipegang pengang dokter ganjen itu"ucap ghatan sambil menatap dokter itu.

__ADS_1


"sabar sabar itu bos kamu jangan kamu tonjok dia"ucap dokter itu didalam hati sambil terus tersenyum.


"hmmm sayang mau tidur sambil peluk"pinta tia manja.


"oke sayang tapi ranjang ini sempit gimana kalo kita pindah ke kamar sayang"tawar ghatan.


"hmm gendong"jawab tia manja.


ghatan langsung mengendong istrinya itu lalu menurunkannya ketika sudah sampai kamar dan langsung ikut berbaring sambil terus memeluk istrinya itu.sesuai keinginan tia.


"sayang mau pusing"keluh tia.


"pusing hmmm sini aku pijat biar pusingny hilang ya sayang"jawab ghatan lembut sambil memijat kepala istrinya.


"sayang kapan sampai?"tanya tia.


"mungking sekitar 1 jam lagi sayang.kenapa kamu udah gak sanggup lagi?mana yang sakit sayang.tahan dulu ya kalo udah sampai kita langsung periksa"ucap ghaatan khawatir.


"gak papa kok cuma masih pusing aja"jawab tia.


sekarang mereka sudah mendarat dipusat kota seoul.ghatan langsung mengendong istrinya menuju mobil dan melaju menuju rumah sakit.


"sayang masih kuatkan"tanya ghatan sambil tak henti henti memijat kepala tia yang pusing.


"pusing yank"jawab tia lemah.


"iya sauang aku tau tapi sekarangkan kita mau kerumah sakit tahan ya sayang"ucap ghatan lembut.


sesampainya mereka dirumah sakit.ghatan langsung mengendong istrinya sampai ruangan periksa.dan membaringkan tia diranjang sambil menunggu dokter.

__ADS_1


__ADS_2