SUAMI MANJAKU

SUAMI MANJAKU
EPISODE 36


__ADS_3

setelah beberapa hari dirawat dirumah sakit hari ini dia diijinkan pulang.


sebenarnya sudah dari hari pertama dia masuk rumah sakit tia selalu meminta pulang karna menurutnya dia sudah baik baik saja tapi suami dan ayahnya tak memperbolehkan itu dengan segala macam alasan yang ada diotak mereka.


tia tak diijinkan oleh daddynya kembali kekorea dalam waktu dekat ini karna wiliam masih belum yakin dengan kondisi putri juga dia masih belum bisa melepaskan putrinya dan jauh darinya.


"daddy tia kangen sama mami sama papi bolehkan tia pulang keindonesia"tanya tia didalam mobil.


"tia sayang kamukan belum pulih lebih baik kamu disini dulu ya daddy gak mau kamu kenapa napa nanti dijalan"balas wiliam lembut.


"tapi dad tia mau pulang daddy ikut aja keindonesia emang daddy gak mau temenin tia lagi"ucap tia sedih.


"tia sayang daddy bnyak pekerjaan disini nanti kalau ada waktu luang pasti daddy berkunjung kerumah kita buat lihat kamu sama baby sayang"ucap tia yang tak tega melihat sang istri sedih.


"tapi tia gak mau daddy disini sendirian nanti pasti gak aa yang jagain daddy"ucap tia menunduk menahan air mata.


ghatan yang tak tahan melihat istri tersayangnya seperti itupun langsung membawa tia kedalam pelukannya.


"tia jangan nangis sayang daddy bakal ikut tia pulang keindonesia daddy janji"ucap wiliam mengalah dia tak mau melihat putrinya sedih.


wiliam akan menggurus perusahaan dari kantor yang ada diindonesia.

__ADS_1


"tu sayang dengerkan kata daddy jadi gak usah nangis lagi ya nanti cantiknya hilang dlo"canda ghatan supaya tia tak sedih lagi.


"bener ya dad.tia mau daddy tinggal sama tia"pinta tia manja.


"tia sayang daddy gak bisa tinggal bareng sama kamu nak.daddy punya runah kok disana jadi daddy bakal tinggal disana.daddy janji bakal sering sering berkunjung kerumah tia"ucap wiliam menolak halus permintaan tia dia tak mau menganggu kehidupan rumah tangga anaknya yang sangat damai dia akan tetap memantau kehidupan anaknya dari rumahnya.


dan lagi dia tak mau membuat ghatan tak nyaman karna kehadirannya karna dia tahu menantunya itu tak suka keramaian.


"tapi nanti daddy yang nemenin siapa?"tanya tia lagi.


"tia gak usah cemas sayang daddy pasti akan baik baik aja kok"ucap wiliam meyakinkan sang anak.


tia hanya diam saja tak menjawab semua itu dia meyakinkan dirinya kalau daddynya pasti akan baik baik aja.


"sayang biar aku gendong kamukan gak boleh kelelahan"ucap ghatan tak terbantah.


tia hanya pasrah saja digendong ghatan sampai didalam rumah wiliam langsung menyuruh ghatan membawa tia istirahat dikamarnya.


ghatan menggendong sang istri dan tia sendiri memberikan arahan letak kamarnya.


"sayang yang ini"tanya ghatan tepat disepan kamar.

__ADS_1


"iya yuk masuk aku capek sayang mau tidur"ucap tia manja sambil menyembunyikan kepalanya didada sang suami.


ghatan membawa tia masuk kedalam kamar lalu merebahkan istrinya diranjang.


"kamar kamu bagus sayang siapa yang siapin ini semua"tanya ghatan kagum karna semua yang ada didalam kamar tia itu barang yang harganya sangat luar biasa.


"daddy yang siapin buat aku tapi sebagian ada sih yang aku beli tapi tetep aja pakai uang daddy aku mana punya uang sebanyak itu"ucap tia sambil tertawa.


"kenapa gak pakai uang aku sayang"tanya wiliam pada sang istri.


"emm sebelumnya maaf banget ya sayang tapi black card yang kamu kasih ke aku hilang waktu aku jatuh kelaut"ucap tia menunduk sambil ragu ragu karna takut suaminya akan marah.


"hilang?yaudah gak papa sayang yang terpenting keselamatan kamu nanti aku kasih kamu lagi jadi gak usah sedih"ucap ghatan menggangkat dagu sang istri lalu menatap mata tia dalam penuh cinta.


ghatan tak bisa menahan bibirnya dia mendekatkan wajahnya pada sang istri lalu mencium lama bibir munggil sang istri.


"sayang apaan sih"ucap tia setelah ciumman itu terlepas sambil menyembunyikan pipi merahnya.


"sayang kamu kenapa kok pipinya merah"goda ghatan padahal dia tahu dengan pasti itu semua karna ulahnya.


"tau ah aku mau tidur"ucap tia kesal lalu menutup tubuhnya dengan selimut tebal.

__ADS_1


"sayang jangan marah dong"bujuk ghatan tapi tak dihiraukan oleh tia.


ghatan menyerah membujuk sang istri dan akhirnya menyusul tia pergi kealam mimpi sambil memeluk tubuh tia manja tia tak menolak itu karna dia sudah benar benar tertidur.


__ADS_2