
setelah urusan perusahaan selesai ghatan langsung kembali kerumah sakit.
"sayang kapan sih kamu sadarnya aku kangen tahu"ucap ghatan manja disamping sang istri sambil terus menciumi tangan mulus tia.
tak ada jawaban tapi ghatan tak menyerah dia tetap berusaha mengajak tia bicara karna dia tahu orang koma itu bisa mendengar apa yang kita ucapkan walaupun sedang tidak sadarkan diri.
"sayang anak kita butuh kamu jadi cepet sembuh ya sayang"ucap ghatan lembut.
"sayang denger aku baik baiknya nanti kalau kamu sembuh aku bakal ajak kamu pergi liburan kekorea kita nonton idol kesukaan kamu aku janji"ucao ghatan tak menyerah sekalipun hanya sunyi yang menjawabnya.
malampun datang ghatan beranjak dari samping sang istri yang masih setia dengan tidur panjangnya lalu pergi melankahkan kakinya.
"sayang aku tinggal bentar ya mau lihat baby kita aku janji selama kamu belum sembuh aku bakal jadi daddy yang serba bisa"ucap ghatan pamit pada tia.
"anak daddy kok belum tidur sayang kamu laper ya?"tanya ghatan pada sang putra ketika sudah sampai diruangan sang bayi.
"sus anak saya laper kasih dia minum"ucap ghatan memanggil suster.
tak lama kemudian susterpun datang dengan sebotol susu ditangannya.
"ini tuan anda mau memberikan langsung atau saya yang kasih?"tanya suster itu.
keadaan anak tia sekarang sudah lebih baik dia sudah bisa digendong dan dikeluarkan dari ruang ikubator walau hanya sekedar minum susu.
"boleh?"tanya ghatan meminta persetujuan sang suster.
__ADS_1
"boleh tuan biar saya ajarkan cara menggendong dan memberikan susu tuan"ucap suster itu sambil mengambil bayinya tia kedalam gendongan sang daddy.
"anak daddy minum susunya ya sayang"ucap ghatan lembut sambil memberikan anaknya minum dengan telaten.
"boy nanti kita temuin mommynya tapi kamu harus sehat dulu dan kalau kamu mau sehat harus minum susu yang banyak"ucap ghatan sambil mencium pipi gembul sang putra.
hari mulai berganti pagi ini ghatan disambut oleh kehadiran sang ayah mertua didepannya.
"daddy udah sampai kenapa gak kabari ghatan"tanya ghatan sambil beranjak mendekat pada wiliam.
"ghatan kenapa tia bisa sampai seperti ini walaupun putri daddy itu ceroboh tapi dia gak pernah sampai lalai dijalan"tanya wiliam pada ghatan.
"maaf dad sebelumnya tapi ini semua murni kesalahan ghatan"ucap ghatan menunduk.
ghatan pun menceritakan semua yang terjadi tanpa melebih lebihkan atau mengurang i ucapannya.
"kamu emang brengs*k ghatan"ucap wiliam kecewa pada sang menantu.
tapi tak lama kemudian raut wajah wiliam berubah hangat.
"tapi daady bangga sama kamu,kamu berani akuin kesalahan kamu kamu hebat daddy bakal kasih kamu satu kesempatan buat jaga putri dan cucu daddy"ucap wiliam hangat.
"daddy serius?makasih dad ghatan bakal jaga keluarga kecil ghatan dengan nyawa ghatan dad ghatan janji"ucap ghatan senang.
wiliam menghampiri putri kecilnya yang sekarang sedang terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit dengan segala alat yang menompangnya supaya tetap hidup.
__ADS_1
"putri kesayangan daddy kapan bangun sayang daddy kangen ocehan tia yang gak bermanfaat itu"ucap wiliam sambil tertawa.
"cepet sadar ya princesnya daddy yang udah jadi ibu, anak kamu butuh kamu sayang"ucap wiliam sambil mencium kening sang putri.
"ghatan daddy mau ketemu sama cucu saya,antar daddy sekarang"perintah wiliam tak sabaran.
setelah sampai didalam ruangan sang cucu,wiliam pun langsung menatap wajah cucunya haru.
"ghatan besok kamu harus ganti wajah daddy gak mau lihat cucu daddy ada dua"ucao wiliam tanpa merasa berdosa sedangkan ghatan hanya diam sambil memikirkan ucap sang mertua didalam pikirannya.
wiliam sangat kesal karna wajah cucu pertamanya ini sangat mirip dengan ghatan bukan mirip dirinya ataupun sang putri.
wiliam memikirkan akan sekesal apa tia nanti ketika tahu anaknya yang dia kandung dan lahirkan dengan mempertahuhkan nyawanya malah sama sekali tak mirip dengannya tapi malah mirip wajah sang suami.
"dad kenapa ghatan harus operasi wajah dad"tanya ghatan binggung.
"karna wajah cucu daddy sam persis sama kamu daddy gak mau"jawab wiliam kesal.
"tapikan wajar dad cucu daddykan anak ghatan masak mirip orang lainkan aneh"ucap ghatan binggung.
"dahlah daddy gak mau debatsam kamu,kita lihat aja nanti setelah tia sadar apa yang bakal dia lakuin setelah tahu wajah putranya tak mirip dengannya"ucap wiliam pelan ketika sampai pada kata kata akhir sampai tak terdengar oleh ghatan.
"daddy bicara apa?"tanya ghatan tak mendengar dengan jelas ucapan sang mertua.
"gak papa gak jadi dahlah daddy mau gendong cucu kesayangan daddy"ucap wiliam lalu memanggil suster untuk membantu memindahkan cucunya kedalam gendongannya.
__ADS_1