
sesampainya ghatan dirumah sakit dia melihat dokter dan perawat berlarian masuk kedalam ruangan tia dengan wajah yang tampak panik.
"istri saya kenapa?"tanya ghatan pada salah satu anak buahnya.
"tuan muda tadi kondisi nonna turun dengan sangat drastis"jawab pengawal itu sopan.
"kok bisa kalian kerjanya ngapain aja hah"bentak ghatan tak terima istrinya seperti itu.
"maafkan kami tuan"ucap semua pengawal menunduk takut akan kemarahan tuan mudanya.
tak lama setelah itu dokter keluar dari ruangan tia dengan wajah yang tak bisa diartikan.
"dok gimana kondisi istri saya"tanya ghatan panik.
"maaf tuan kita sudah berusaha sebisa kita tapi nonna tia tidak bisa diselamatkan tuan"ucak sang dokter menunduk sopan.
"anda bilang apa hah?berani beraninya kamu bilang istri saya meninggal!"ucap ghatan marah.
"maaf tuan tapi ini semua memang benar adanya"jawab dokter ikut sedih atas kejadian ini.
"kalian semua emang gak becus rawat istri saya,saya sendiri yang akan rawat tia minggir!!"ucap ghatan tak terkendali.
ghatan memasuki ruangan yang sepi itu dengan wajah sedihnya.
"sayang kamu masih hidup aku yakin itu, bangun sayang aku gak mau kehilangan kamu"teriak ghatan meminta sang istri bangun.
__ADS_1
"tuhan hamba memang banyak salah tapi saya mohon hukum hamba tuhan jangan ambil istri hamba saya sangat menyayanginya,saya dan anak saya sangat membutuhkan kehadirannya tuhan"pinta ghatan berdoa.
ghatan memandangi wajah tenang dan pucat itu dengan sangat dalam dia masih tak percaya akan ini.
"sayang kamu bangun,kamu udah janjikan kalau kita bakal hidup dan mati sama sama,trus kenapa sekarang kamu tinggalin aku duluan"ucap ghatan lemah.
"sayang apa ini takdir kita apa tuhan ambil kamu supaya aku juga ikut sama kamu hahaha ini semua lucu sayang"ucap ghatan sambil tertawa.
"sayang kita pergi sama sama ya,kamu jangan khawatir mami sama papi pasti jagain ghibran dengan benar sayang"ucap ghatan meracau tak jelas.
ghatan menjalankan kakinya mencari alat yang tajam didalam ruangan itu matanya tertuju pada gelas yang ada dimeja.
ghatan memecahkan gelas itu dengan satu kali bantingan.
dia mengambil serpihan kaca itu lalu mengarahkannya pada lehernya.
"ghatan jangan gila kamu"teriak wiliam sambil menahan ghatan melakukan aksinya.
"lepas dad ghatan mau sama tia"ucap ghatan meronta ronta.
"ghatan sadar menurut kamu ini semua akan balikin keadaan menjadi lebih baik?kamu masih punya seorang putra nak,kasian ghibran kamu mau dia tumbuh tanpa kasih sayang orang tuanya?"tanya wiliam emosi melihat kelakuan menantunya.
"apa gunanya dad ghatan hidup tanpa tia,soal ghibran aku percaya sama mami dan papi mereka pasti bisa buat ghibran bahagia"tolak ghatan masih terus meronta ronta.
"kamu mau anak kamu membenci kedua orang tuanya,kamu gak mikir nanti kalau dia besar dia pasti berpikiran telah dibuang,kamu mau bikin tia jadi tambah tak tenang karna anak yang dia lindungi dengan nywanya gak bisa kamu jaga dan didik dengan benar hah?"ucap wiliam tak terkendali.
__ADS_1
ghatan hanya diam ini semua ada benarnya tapi dia tak mampu hidup tanpa tia.
ghatan terduduk lemas dengan air mata yang masih membanjiri matanya.
"dad ghatan gak sanggup jalanin ini semua ghatan tia dad"ucap ghatan pelan didalam pelukan sang daddy.
"daddy tahu ini berat buat kamu,daddy juga berat jalanin ini tapi ini semua takdir nak kita harus jalanin ini semua dengan ikhlas"ucap wiliam menenangkan sang menantu.
cukup lama mereka dalam posisi saling menguatkan satu sama lain seperti itu.
"kamu gak mau lihat tia untuk yang terakhir kali ghatan?"tanya wiliam sedih dia tadi diberi kabar eleh orang tua ghatan bahwa putrinya masuk rumah sakit.
wiliam pegi menuju rumah sakit dengan terburu dan betapa hancurnya dia ketika mendengar sang putri tercinta telah tiada.
dia sebenarnya rapuh tapi dia mencoba tegar.
"ghatan mau lihat tia dad"ucap ghatan lemah.
"kita lihat tia sama sama nak"jawab wiliam sambil membantu ghatan berdiri.
"sayang maafin aku belum bisa jagain kamu,aku janji bakal jadi orang tua yang baik buat ghibran,kamu yang tenang ya sayang disana"ucap ghatan sedih sambil menangis.
ghatan mengelus pipi sang istri tercinta untuk yang terakhir kalinya dengan sangat lembut.
"baik baik ya sayang tunggu aku setelah waktunya tiba kita pasti akan sama sama lagi"bisik ghatan ditelinga sang istri.
__ADS_1
"putri kecil daddy yang tenang ya nak disana,kamu akan selalu ada didalam hati daddy walaupun kamu tak lagi ada untuk daddy"ucal wiliam sedih dengan air matanya yang tak bisa dibendungnya lagi.
untuk yang terakhir kalinya ghatan mengecup bibir pucat sang istri dengan penuh cinta lalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan wajah sedihnya.