
setelah menunggu lama akhirnya dokter pun keluar dari ruang UGD.
"dok gimana kondisi istri saya"tanya ghatan khawatir.
"pasien sekarang masih dalam kondisi kritis,saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk memberikan penanganan yang baik tapi masih belum ada kemajuan tentang kondisi idtri anda tuan,sekarang yang bisa kita lakukan hanya menunggu dan berdoa supaya pasien cepat melewati masa kritisnya"ucap dokter itu menjelaskan kondisi tia.
ghatan hanya terdiam membisu mendengar penjelasan dokter tadi,dia tak mau kehilangan sang istri dia akan melakukan segala upaya supaya tia cepat sadar dan pulih.
sekarang tia sudah dipindahkan kedalam ruang rawat VVIP ghatan mau semua yang diberikan pada tia adalah yang nomor satu.
ghatan masuk kedalam ruangan tia dia mencoba menguatkan dirinya supaya bisa melangkah lagi menuju ranjang sang istri.
setelah sampai pada sisi ranjang tia ghatan sudah tak mampu membendung air matanya,dia tak peduli lagi dengan rasa malu atau egonya,sekarang yang dia pikirkan hanya istrinya.
"sayang aku disini cepet sembuh ya ghibran cariin kamu terus sayang dia kangen banget sama mommynya"ucap ghatan menunduk sedih sambil menggenggam tangan sang istri.
"kamu tahu sayang aku kangen banget sama kecerewetan kamu,aku pengen banget kamu marahin aku kaya biasanya,aku pengen kamu cepet sadar sayang"ucap ghatan sedih dengan air mata yang terus jatuh dari matanya.
ghatan terdiam cukup lama hanya suara isakan dan alat detak jantung yang terdengar diruangan yang sunyi itu.
"hallo mi ada apa?"tanya ghatan lemas ketika maminya menelfon.
__ADS_1
"ghatan sayang ghibran badannya panas banget nak dia juga gak mau berhenti nangis"jawab mami panik.
"ghibran sakit mi?yaudah ghatan kesana sekarang"ucap ghatan panik lalu mengakhiri panggilan itu.
"sayang aku pergi dulu ya,aku janji gak akan lama kok nanti aku balik lagi"ucap ghatan sambil mencium kening sang istri mesra.
dijalan ghatan seperti orang kerasukan dia menggendarai mobilnya seperti orang kesetanan.
sekitar lima belas menit ghatan sampai dirumah orang tuanya dia masuk tanpa permisi sambil berlarian.
"ghibran sayang kamu kenapa nak?"tanya ghatan sambil mengambil alih sang putra dari gendongan sang ibu.
"ghibran gak mau berhenti nangis dari tadi badannya juga panas"ucao mami ghatan menjelaskan.
"mi tolong bantu ghatan telfon dokter ya suruh kesini ghatan bawa ghibran kekamar mi"ucap ghatan meminta tolong.
"iya mami hubungi dokter sekarang kamu tunggu aja ya"jawab mami ghatan.
sesampainya dikamar milik ghatan dulu dia meletakan sang putra diranjang lalu mencoba menghentikan tangisan sang putra.
"ghibran sayang diam ya sayang bentar lagi dokter dateng nanti kita periksa ghibran ya"ucap ghatan lembut.
__ADS_1
tak lama setelah itu dokter pun datang dengan tergesa gesa,setelah memeriksa dan menjelaskan kondisi ghibran dokterpun pamit undur diri.
"anak daddy cepet sembuh ya sayang"ucap ghatan sambil menggendong sang putra supaya cepat tertidur.
"ghatan sayang kamu mau pergi kerumah sakit lagi habis ini?kalau menurut mami sekarang kamu fokus aja jagain ghibran supaya cepet sembuh pasti disaat saat seperti ini dia membutuhkan kehadiran kamu nak"ucao mami lembut.
"ghatan gak balik mi kerumah sakit,ghatan udah suruh anak buah ghatan buat jagain tia mi"jawab ghatan pelan.
jujur ghatan berat meninggalkan tia sendirian dirumah sakit,tapi sekarang sang putra sedang membutuhkannya jadi mau tak mau dia harus tetap berada dirumah menjaga ghibran,tapi dia juga tak mungkin meninggalkan tia sendirian.
ghatan sudah menyuruh beberapa anak buah kepercayaannya untuk menjaga tia dan selalu memberi kabar tentang kondisi tia padanya.
pagi yang indah pun datang menyapa ghatan terbangun ketika mendengar tangisan sang putra.
"anak daddy udah bangun sayang kenapa ghibran haus?"tanya ghatan lembut.
ghatan meminta bantuan pelayan untuk membuatkan susu untuk ghibran.
setelah diberikan minum ghibran pun berhenti menangis.
"anak daddy cepet sembuh ya sayang daddy gak bisa tinggalin mommy lama lama tapi daddy juga gak bisa jauh dari kamu sayang"ucap ghatan pelan.
__ADS_1
siang harinya setelah memastikan kondisi sang putra baik baik saja ghatan menitipkan ghibran pada sang mommy lalu dia pergi kerumah sakit untuk menggunjungi sang istri tercinta.