SUAMI MANJAKU

SUAMI MANJAKU
EPISODE 42


__ADS_3

setelah ghatan ditangani dokter dan dinyatakan baik baik saja sekarang dia berada disalah satu ruang VVIP dirumah sakit itu dengan keadaan belum sadarkan diri.


setelah lima jam tidak membuka matanya sekarang ghatan mulai sadar.


"tia sayang"panggil ghatan panik langsung bangun dari tidurnya.


"bim istri saya mana?"tanya ghatan ketika melihat bimo ada disampingnya.


"nonna tia ada didalam ruangannya tuan muda"jawab bimo menunduk.


"istri saya udah sadar?"tanya ghatan lagi dengan wajah khawatirnya.


"maaf tuan muda nonna tia sampai saat ini masih belum sadarkan diri"jawab bimo sopan.


"apa istri saya belum sadar?"tanya ghatan dengan suara kerasnya.


"iya tuan muda"jawab bimo takut.


ghatan yang mendengar sang istri tercinta belum sadarkan diri pun langsung menarik selang infus yang ada pada tangannya lalu berjalan tertatih tatih menuju ruangan sang istri.

__ADS_1


"anda belum pilih tuan sebaiknya tuan istirahat saja nonna tia pasti akan baik baik saja tuan"ucap bimo memberitahu tuan mudanya.


"istri saya sedang tidak sadarkan diri dan saya harus istirahat dimana pikiran kalian"jawab ghatan emosi.


ghatan berjalan dengan sendiri diikuti oleh dua orang asistennya.ghatan tak mau dibantu dia tak mau kelihatan lemah didepan orang lain kecuali istrinya.


sesampainya didepan ruangan tia ghatan langsung menerobos masuk.


"tia sayang"panggil ghatan lirih ketika melihat tubuh kecil dan lemah sang istri.


"sayang anak kita udah lahir,kamu pasti pengen ketemu sama diakan sayang,kamu pasti sayang banget sama baby kita kamu rela pertaruhi nyawa kamu demi dia sayang dan sekarang setelah baby kita kamu malah telantarin dia gitu"ucap ghatan sambil membelai pipi tia.


"sayang baby kita butuh asi kamu butuh kasih sayang ibunya kamu harus sadarnya kamu harus pulih apapun yang terjadi"pinta ghatan yang sudah tak mampu membendung air matanya.


setelah dua jam ghatan menemani sang istri tiba tiba ghatan ingin sekali melihat anaknya dia keluar dari ruangan sang istri setelah mencium kening sang istri.


ghatan menuju kamar bayi didampingi dua asistennya dan satu perawat yang mengurus bayinya selama dirumah sakit.


"silakan tuan"ucap perawat itu mempersilakan ghatan masuk kedalam.

__ADS_1


"ini tuan muda putra anda dia sangat sehat tapi karna dia lahir sebelum waktunya jadi dia masih harus berada diikubator tuan"jelas dokter itu.


ghatan hanya mengagguk lalu berjalan menghampiri ranjang putranya.


ghatan bisa dengan jelas melihat wajah putranya sekarang dia ingin sekali menggendong anaknya tapi dia tak mau mengambil resiko nantinya ketika dia memaksakan kehendaknya.


"halo anak daddy yang tampan"sapa ghatan pada anaknya.


"kamu tahu boy sekarang mommy lagi sakit kamu harus buat mommy semangat lagi ya sayang"ucap ghatan pada sang putra.


"tuan muda maaf menganggu waktunya tapi sekarang perusahaan kita sedang ada rapat penting tuan dan tidak bisa diwakilkan jadi tuan harus hadir"ucap farel tak enak hati karna menganggu momen kebersamaan ayah dan anak yang baru bertemu.


"saya akan hadir tapi siapin penjaga didepan kamar istri saya dan anak saya pastiin mereka berdua aman"perintah ghatan dia sebenarnya tak mau pergi meninggalkan istri dan anaknya tapi ini juga penting dia tak mau usaha yang dia bangun dan istrinya hancur nantinya.


sebelum ghatan pergi kekantor dia memyempatkan kembali kekamar sang istri untuk berpamitan.


"sayang aku tinggal dulu ya kamu harus cepet sembuh ya sayang anak kita butuh kamu aku juga begitu aku gak sanggup hidup tanpa kamu sayang"ucap ghatan sambil mencium kening sang istri lalu beranjak menuju perusahaannya.


sedangkan sekarang daddy tia yang mendengar kabar sang putri sakitpun langsung pergi mengujungi sang putri dia sekarang sedang berada didalam sebuah pesawat pribadi yang menuju indonesia.

__ADS_1


sedangkan ketiga anak buah ghatan yang selalu menjaga tia sudah satu bulan yang lalu disuruh ghatan pergi mengurus perusahaan yang ada dikorea sana.


__ADS_2