
🌸🌸Selamat membaca🤗
"Kenapa kau melakukan hal ini Aldo,ibu sengaja membuatnya menikah dengan Nella supaya dia bisa terlepas dari Dila." ucap Rita.
Adit yang baru saja menyusul Aldo,kaget mendengar perkataan ibunya,langsung saja berjalan menuju ibunya,Aldo yang melihat Adit datang,ia langsung berdiri.
"Ibu..kenapa kau tega melakukan ini padaku bu..kenapa ibu ingin memisahkan aku dengan Dila bu". ucap Adit memegang kedua bahu ibunya.
Ibu Adit masih terdiam.
"Ibu tolong bu,katakan apa yang membuat ibu tidak menyutujui hubungan aku dan Dila bu".Ucap Adit.
"Sudah kau tidak usah memaksa ibumu,Ayah dan ibu tetap tidak menyutujui hubungan kalian". Ucap Yoga.
"Tidak yah..tidak,aku tetap akan bersama Dila". Ucap Adit.
"Ayah bilang ,tidak ya tidak!!". bentak Yoga,dan semua orang melihat ke arahnya,baru kali ini Yoga sangat marah.
"Aku mencintainya Ayah". ucap Adit.
Bentakan sang ayah pada Adit membuat Adit terdiam di tempat,tapi itu tidak membuatnya takut sampai ketika Ayahnya berkata...
"Tinggalkan dia Adit,kalau kau masih juga tidak mendengarkan ayah dan ibumu,jangan pernah kau injakkan kakimu dirumah ini lagi,kau kukeluarkan dari keluarga Pradana,hak-hakmu sebagai pewaris Graharjo grup ayah akan ambil alih semuanya itu." ucap Yoga yang tidak main-main dengan perkataannya kali ini, membuat Adit kaget setengah mati,ia tidak habis pikir,apa yang membuat ibu dan ayahnya ini sangat membenci kekasihnya,sampai-sampai tega mengancam anaknya sendiri.
kring...kring..kring.. (bunyi suara ponsel)
"Ya hallo tuan Smith,oke baik tuan saya akan kesana". ucap Yoga sambil menutup ponselnya.
"Apa yang dikatakan tuan Smith?". tanya Rita pada suaminya itu.
"Mereka memanggil kita berdua,ada yang ingin mereka sampaikan,ayo kau bersiaplah sayang kita pergi sekarang". ucap Yoga sambil memegang tangan istrinya.
"Apa penting". ucap Rita yang perasaannya merasa tidak enak akan panggilan orang tua dari Nella.
"Penting, ayo cepat,, ingat itu Adit,jika kau masih saja berhubungan dengan Dila,maka jangan pernah berharap apapun dariku". ucap Yoga yang langsung saja berjalan keluar.
Aldo langsung mendekati adiknya itu,lalu memeluknya,mereka berdua tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
kring..kring...kring..( bunyi suara ponsel).
__ADS_1
"Ya hallo sayang". ucap Aldo.
"Hallo sayang, aku sudah jujur pada orangtuaku bahwa aku dan kau sudah berpacaran". ucap Nella.
"Lalu apa yang dikatakan orang tuamu sayang? tanya Aldo.
"Mereka setuju sayang dengan pilihanku,.. mereka tidak lagi memaksakan kehendaknya padaku,orang tuaku berkata kenapa aku tidak jujur pada mereka dari awal,mereka pikir aku menyukai Adit,makanya mereka setuju dengan perjodohan ini". Ucap Nella.
"Oh iya...Ahhh aku sangat senang sayang,tapi aku juga lagi sedih sayang". ucap Aldo
"Apa yang membuatmu bersedih sayang,apa kau tidak bahagia orang tuaku merestui hubungan kita?". tanya Nella.
"Tidak sayang bukan begitu,aku sedih karena Adit sayang,dia masih saja tidak di perbolehkan untuk berhubungan dengan Dila kekasihnya". jawab Aldo.
"Oh ya,aku turut bersedih akan hal itu sayang, ya sudah sayang ,kau hiburlah dulu kak Adit". ucap Nella.
"Ya sayang". ucap Aldo langsung menutup ponselnya.
Adit masih tertunduk sambil memikirkan perkataan ayahnya,ia berfikir jika ia masih nekat berhubungan dengan Dila,bisa di pastikan jika ayahnya akan benar-benar mengeluarkan ia dari keluarga ini.
"Adit,pikirkanlah perkataan ayah dengan baik". ucap Aldo pada adiknya itu.
"Apaaaaaa!!!" ucap Aldo kaget mendengar perkataan adiknya itu.
"Kau tidak usah berteriak seperti itu kak,aku sudah memikirkannya baik-baik,aku akan meninggalkan Dila". ucap Adit.
"Apa aku tidak salah dengar,kau ingin meninggalkan wanita yang sangat kau cintai?". tanya Aldo.
"Ya kak,kau tidak salah dengar,aku memang akan meninggalkan Dila,Ya walaupun aku masih sangat mencintainya,namun aku juga tidak bisa jika harus kehilangan semuanya,Jika aku tetap memilih Dila maka aku akan kehilangan hakku dan aku tidak mau hal itu terjadi kak,kalau masalah Dila pasti lama-lama aku akan bisa melupakan dirinya,kan masih banyak wanita lain diluar sana". Ucap Adit penuh keyakinan walaupun masih ada rasa sedikit dihatinya yang tidak rela kehilangan Dila namun rasa itu dikalahkan oleh keinginannya yang tidak ingin kehilangan kemewahan yang ia nikmati selama ini.
Kata-kata yang diungkapkan Adit membuat Aldo tidak habis pikir,mengorbankan hatinya hanya untuk harta.Ya menurut kita harta memang sangatlah penting,namun harta juga bukanlah hal satu-satunya yang sangat penting.
"Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi denganmu Adit,tapi apa kah kau tidak memikirkan sedikit perasaan Dila,jika dia tau ternyata kau akan meninggalkannya?". tanya Aldo pada adiknya itu.
"Aku akan mencoba berbicara padanya,mungkin dia akan mengerti keputusanku". ucap Adit melihat kearah kakaknya itu.
"Ya terserah kau saja Adit". ucap Aldo dia tidak bisa membantu adiknya,tadinya ia berfikir jika ia mengakui hubungannya dengan Nella maka ibu dan ayahnya akan menyutujui hubungan Adit dan Dila,namun ternyata hubungan Adit dan Dila tetap saja tidak direstui,ia masih berfikir apa yang membuat ibu dan ayahnya itu tidak menyutujui hubungan Adiknya dan kekasihnya itu.
"Ya sudah kak,aku capek" ucap Adit sambil berdiri meninggalkan Aldo sendiri diruang keluarga dan masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Adit masuk kedalam kamarnya dan duduk di sofa yang berada di kamar sambil duduk menyandarkan kepalanya pada sofa dan menutup matanya.
"Maafkan aku Dila,maafkan aku..maaf". batin Adit lalu berjalan ke ranjangnya dan membaringkan badannya lalu tertidur,ia tidak pergi lagi kekantor Adit hanya ingin sendiri,ia ingin menenangkan dirinya saat ini.
Sedangkan Aldo sendiri kembali kekantor,melanjutkan pekerjaannya karena ia tau Adit tidak kembali kekantor,ia perlu waktu sendiri untuk menenangkan pikirannya.
Malam harinya,Dila berdiri didepan butiknya menunggu Adit untuk menjemputnya,Dila sudah menghubunginya namun nomornya tidak bisa dihubungi.Untungnya ada bestienya yang setia menemaninya.
"Aduh bestie,,mana tuh kekasihmu Adit,apakah kau sudah menghubunginya?". tanya Lina pada Dila sambil menggaruk tangannya.
"Aku sudah menghubunginya Na,tapi nomornya tidak aktif,mungkin ponsel beterainya habis". jawab Dila mencoba berfikir positif padahal di dalam hatinya ia merasa tidak tenang,perasaannya sedang tidak baik-baik saja.
"Ya mungkin kau benar bestie,ponselnya kehabisan beterai..oh iya bestie tante julie sudah balik yah keparis,habis sudah seminggu ini aku tidak melihatnya datang mengunjungimu". ucap Lina
"Ya..tante Julie sudah balik ke paris". Ucap Dila
"Ow pantesan,oh ya La apa sebaiknya kita pulang saja La,mungkin saja Adit tidak akan datang". Ucap Lina yang sudah mulai capek.
"Adit akan datang menjemputku Na,kau pulanglah duluan Na..aku akan menunggu Adit di dalam saja". Ucap Dila
"Okelah La,kalau begitu aku pulang dulu yah,soalnya kau kan tau emak dirumah sendiri". Ucap Lina.
"Ya bestie..pulanglah". Ucap Dila sambil masuk dalam butik.
"Da...da.. bestie". ucap Lina.
Sementara dikediaman Pradana.
"Ya ampun sudah jam berapa ini,aku lupa menjemput Dila". Ucap Adit bangun dari tidurnya langsung masuk kedalam kamar mandi dan membasuh wajahnya serta mengganti bajunya kemudian ia keluar kamarnya menuruni anak tangga,saat akan melewati ruang makan,ibu dan ayahnya beserta kakaknya Aldo sudah berada di bawah menunggunya untuk makan.
"Adit kemarilah,ibu baru akan menyuruh bi Mina memanggilmu,ayo duduk dan makanlah,ada yang ingin ibu dan ayah bicarakan". ucap Rita pada anaknya.
"Aku ingin menjemput Dila bu,dia sedang menungguku". ucap Adit pada ibunya.
"Kau ini,apa kau masih tidak mengerti apa yang tadi ayah katakan padamu haah!! putuskan Dila,atau kau akan kehilangan semuanya". ucap Yoga yang langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Ya ayah,aku ingin bertemu Dila untuk yang terakhir kalinya,aku akan memutuskannya sekarang,aku mohon tolong ijinkan aku sekali ini saja untuk bertemu dan mengucapkan salam perpisahan kami" ucap adit.
"hmm baik pergilah,setelah itu pulang dan jangan pernah temui dirinya lagi". ucap Yoga yang langsung saja kembali duduk.
__ADS_1
Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.