Suami Sempurnaku

Suami Sempurnaku
Manis


__ADS_3

🌸🌸Selamat membaca🤗🤗


.


.


.


Malam pun telah tiba,mereka berdua pamit pulang.Didalam mobil,James dan Dila hanya terdiam memikirkan hal-hal yang terjadi di panti asuhan tadi.


"Terimakasih kak" ucap Dila sambil melihat ke arah James.


"Yang mana?" tanya James pada Dila.


"Semuanya,dari mulai kau mengajakku ke pantai dan memberikan mereka semua hadiah" ucap Dila masih menatap James yang sedang menatap lurus kedepan sambil mengemudikan mobilnya.


"Apa kau senang?" tanya James melihat ke arah Dila kemudian menatap lagi lurus kedepan.


"Ya,aku senang kak" ucap Dila tersenyum.


"Terimakasih juga karena kau suka dan senang" ucap James sambil tersenyum.


"Tersenyumlah terus seperti itu Dila,aku sangat mengagumimu,begitu banyak hal yang kusukai dari dirimu" batin James.


Mereka pun telah sampai di apartemen Dila,Mobil memasuki halaman apartemen Dila.


"Kita sudah sampai" ucap James sambil melohat ke arah Dila.


"Baiklah kak,aku akan turun" ucap Dila sambil membuka seat belt .


Seat belt yang ingin dibuka Dila macet.


"Ada apa?" tanya James.


"hmm ee itu,ini macet" ucap Dila sambil mengangkat wajahnya ke arah James.


"Sini kubuka" ucap James lalu mencoba membuka sabuk pengaman Dila.


Karena wajah mereka yang begitu dekat membuat Dila sangat gugup di buat James,dan pandangan mereka bertemu pada saat Dila mengangkat wajahnya,bibir mereka hampir bertemu,tiba-tiba saja.


"Cup"


James mencium Dila,membuat Dila kaget dan tidak bernafas,itu adalah ciuman kedua mereka.


James masih menempelkan bibirnya di bibir Dila,Dila masih terdiam tidak bernafas.


"bernafaslah sayang" ucap James masih menatap Dila dengan bibir yang masih menempel.


Masih belum ada penolakan,Dila seakan terhipnotis akan perlakuan lembut James,ditambah lagi dengan tatapan mata James yang begitu mempesona.


James yang melihat Dila tidak menolak,lalu mulai mel*mat bibir indah yang begitu seksi,bibir yang ingin sekali dirasakan James,saat ini hati James merasakan kebahagiaan karena ia tahu jika ini merupakan pengalaman pertama bagi Dila.


L*mat*n itu semakin dalam dan menuntut,Dila mulai menikmati setiap perlakuan James padanya,tanpa Dila sadari tangannya sudah merangkul leher James.Lidah James mulai menerobos masuk kedalam mulut Dila,Dila membuka mulutnya membiarkan James menari-narikan lidahnya didalam sana,beradu dengan lidah Dila.


Nafas memburu dari kedua manusia di dalam mobil,ciuman yang begitu dalam pun berhenti,bersamaan dengan seat belt yang telah terbuka.

__ADS_1


James kembali duduk ke kursi mobil,mereka berdua terlihat canggung.


"Hmm aaku akan turun" ucap Dila gugup dan salah tingkah.


"ya sayang" ucap James sambil tersenyum melihat kedepan.


"Oh iya besok aku akan menjemputmu" ucap James sambil melihat Dila.


"hah ee iiya kak" ucap Dila tertunduk dan menganggukkan kepalanya.


"kruuuk" (suara perut)


Dila menutup matanya malu,


"Semoga saja ia tidak mendengarkan suara perutku ini" batin Dila lalu bergegas ingin turun namun tangannya di pegang James.


"Hmm ada apa kak? tanya Dila sambil melihat James.


"Aku lapar,maukah kau menemaniku makan" ucap James.


"Tapi kak aku sudah lelah" ucap Dila padahal saat ini,Dila juga sedang lapar.


"Ayolah sebentar saja" ucap James.


"Hmm baiklah kak" ucap Dila yang kemudian duduk kembali.


Mereka pun pergi mencari restoran yang dekat dengan apartemen Dila,dan makan malam disana karena memang mereka berdua belum makan malam.


Setelah makan malam mereka pun pulang,James mengantar Dila pulang dan setelah itu James kembali ke mainsionnya.


Pagi harinya,Dila bangun lalu bersiap-siap ingin pergi ke butik.


James menjemput Dila dan mengantarnya ke butik,


"Terimakasih kak James" ucap Dila sambil membuka pintu mobil.


"Apa kau tidak menyuruhku untuk mampir ke butikmu?" tanya James.


"Nanti kau terlambat kak" jawab Dila.


"Aku bosnya sayang" ucap James sambil tersenyum.


"Hmm bos ...ya terserah kak saja" ucap Dila sambil menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua lalu turun dari mobil dan mulai masuk kedalam butik,didalam butik sudah berkumpul para karyawan Dila sedang merapikan baju-baju pesanan pelanggan.


"Selamat pagi semuanya" ucap Dila pada mereka semua.


"Pagi kak Dila" ucap mereka kompak.


"Wah ada bule ganteng guys" bisik salah satu dari mereka,namun di dengar oleh Dila.


"Oh iya perkenalkan ini..." ucap Dila mencoba memperkenalkan James,namun lagi-lagi perkataannya di potong oleh James.


"Calon Suami Dila,panggil saja saya James" ucap James.

__ADS_1


"hah" semua melihat kearah Dila yang sedang menunduk sambil menggaruk sikunya,sambil melirik James.


"Heh,sudah lanjutkan pekerjaan kalian" ucap Dila sambil mengibaskan tangannya dan tangan satunya menarik James masuk kedalam ruangannya,kemudian menutup pintu ruangannya,posisi James di belakang pintu,Dila mendekatkan tubuhnya ke arah James lalu berkata padanya.


"Kak kenapa kau sedang sekali membuat kejutan pada orang" ucap Dila.


James hanya memperhatikan Dila,Dila belum sadar jika posisi mereka sangat dekat,kerena tatapan mata James yang memperhatikan Dila,Dila akhirnya sadar kemudian mundur saat akan mundur James lalu memeluk Dila dan mendaratkan bibirnya ke bibir merah muda Dila,lagi- lagi Dila menikmati setiap sentuhan dari bibir James,seakan-akan menjadi candu buat mereka berdua.Dila sudah bisa mengimbangi ciuman serta lum*tan-lum*tan dari James.


"bibirmu sangat manis sayang" ucap James di sela-sela ciuman panas mereka.


tok..tok..tok..(bunyi ketukan pintu).


"bestie...bestie apa kau di dalam? tanya Lina.


"Ehemm ya Lina,masuklah" ucap Dila.


James duduk disofa sedangkan Dila sudah duduk dikursi kerjanya.


"Eh..ada tuan James" ucap Lina sambil melihat ke arah Dila.


"Oh iini hmm kak James mau kita membuat Jas untuknya" ucap Dila gugup,seperti sedang kedapatan berbuat curang.


"heh Jas..? Bestie kita tidak membuat Jas" ucap Lina.


"Oh iya aku lupa" ucap Dila sambil menepuk kepalanya.


Dila tidak sadar kancing kemejanya terbuka,Lina yang melihat hal itu langsung mengerti.


"oh ya ampun,ada sesuatu yang aku lupakan,kalian lanjutkanlah" ucap Lina sambil menepuk jidatnya lalu keluar dari ruangan.


James mendekat ke arah Dila,


"Kau pandai sekali berbohong sayang" ucap James tersenyum pada Dila.


"Ah kak kau pergilah bekerja" ucap Dila sambil membuka laptopnya.


"Kancing kemejamu terbuka sayang" ucap James tersenyum pada Dila.


Dila melihat kearah dadanya yang terlihat bukit kembarnya yang menampilkan kulit putih halusnya yang di balut dengan dalaman berwarna pinknya membuatnya semakin menggoda.


"Haa aaa kak pasti ini perbuatanmu kan,oh ya ampun..Lina pasti akan berfikir yang tidak-tidak" ucap Dila sambil memperbaiki kembali kancing kemejanya.


James hanya tersenyum melihat Dila,


"Kau akan menjadi istriku sayang,mereka tidak akan berfikir yang seperti kau pikirkan" ucap James.


"Hmmm kak kau ini,hah aaaa aku malu,sana pergilah" ucap Dila lalu menarik James keluar dari ruangannya,dan menutup pintunya.


"Aku akan menjemputmu sebentar sayang" ucap James lalu berjalan keluar butik.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.


__ADS_2