
🌸🌸Selamat membaca🤗🤗
.
.
.
Pagi harinya Dila mulai bersiap untuk mengikuti acara pernikahan Ceri.
"Kak,kenapa kau senyum-senyum dari tadi?" tanya Citra pada Dila yang sedang merias wajahnya.
"Akan ada pertunjukan yang sangat seru Cit" jawab Dila.
"Apa itu kak?" tanya Citra lagi.
"Sudahlah Cit,bersiaplah. Oh iya apa perutmu sudah tidak sakit lagi?" tanya Dila yang sudah selesai merias wajahnya.
"Iya kak" jawab Citra.
"Baguslah,ayo kita pergi" ucap Dila sambil memakai high heels nya.
Dila dan Citra berjalan menulusuri lorong kamar hotel,dan masuk di salah satu kamar yang ditempati Ceri.
Pernikahan Ceri tinggal beberapa jam lagi,Ceri sedang duduk menghadap meja rias yang berada di kamar hotel milik orang tua Ceri.
Dila datang menghampiri Ceri yang sedang di rias.
"Apa kau sudah siap Ceri?" tanya Dila sambil tersenyum melihat Ceri yang sudah selesai di rias.
Ceri melihat Dila dan mengangguk,namun ada keraguan dalam diri Ceri.
"Tenanglah,semua akan baik-baik saja" ucap Dila sambil menggenggam tangan Ceri.
Ceri lalu berdiri setelah itu mulai memakai gaun yang sudah di sediakan Dila.Setelah selesai memakai gaunnya Dila membalikkan badan Ceri menghadap dirinya.
"Ceri lakukanlah bagianmu,aku akan lakukan bagianku,percayalah semuanya akan baik-baik saja" ucap Dila sambil tersenyum.
"Apa maksudmu Dila?" tanya Ceri yang bingung arti dari perkataan Dila.
"Maksudku lakukanlah dengan tenang Ceri" jawab Dila sambil menatap Ceri.
Ceri sebenarnya masih belum puas jawaban dari Dila.
Setelah semuanya selesai,Ceri di bawah oleh Dila dan Citra. Citra memegang gaun panjang Ceri yang menjuntai di bawah lantai.
Mereka memasuki ruangan yang disana sudah berdiri calon mempelai pria dan pendeta yang akan memberkati mereka.
Aula hotel yang akan berlangsungnya acara pernikahan Ceri telah di sulap menjadi seperti taman bunga yang didominasi dengan warna putih dan emas.
Dengan diiringi musik Ceri mulai melangkah masuk dan berjalan menuju pria yang akan menikahinya yaitu Rafa.
"Apakah semua sudah siap" ucap pak pendeta.
"Tunggu pak pendeta,sebelum memulainya,aku punya hadiah untuk calon mempelai pria" ucap Dila.
"Dila apa yang kamu lakukan?" batin Ceri yang sedang bertanya.
"Rasakan kau buaya darat" batin Dila sambil tersenyum.
Dila menelpon seseorang,
"Putarlah" ucap Dila pada seseorang lewat ponselnya.
__ADS_1
"Nikmatilah pertunjukannya" batin Dila.
Mereka semua lalu berfokus pada layar infokus,yang sedang menunjukkan video antara seorang wanita dan juga seorang pria. Mereka semua kaget saat tau siapa pria yang berada dalam video tersebut,mereka tidak menyangka pria itu adalah pria yang akan menikah,yaitu Rafa.
Rafa begitu kaget melihat dirinya berada dalam video tersebut,dia berfikir video tersebut sudah ia musnahkan.
Ceri tersenyum melihat Dila.
"Jadi ini maksud dari perkataanmu tadi yah" bati Ceri.
Ayah Ceri lalu menelpon polisi untuk menangkap Rafa.
Karena dalam video tersebut juga ada rencana kejahatan yang direncanakan Rafa,yaitu ia ingin membunuh kedua orang tua Ceri saat akan berangkat ke Paris,membuat seolah-olah mereka kecelakaan saat perjalanan menuju bandara.
"Tidak-tidak itu bukan aku,bukan bukan aku" ucap Rafa yang ketakutan menatap tatapan dari semua orang.
Rafa terus saja menyangkal bahwa itu bukanlah dirinya,hingga beberapa menit kemudian polisi yang di hubungi ayah Ceri telah tiba.
"Itu adalah dirimu Rafa" ucap Wanita hamil selingkuhan dari Rafa.
"Pak polisi tangkap dia pak,dia telah merencanakan kejahatan" ucap Ceri sambil menunjuk pria dihadapannya.
"Tidak,tidak itu bukan aku Ceri" ucap Rafa sambil memegang tangan Ceri.
Ceri segera menepis tangan Rafa,
"Jangan sentuh aku" ucap Ceri.
Rafa lalu di bawa oleh polisi yang baru saja tiba.
Dila lalu menghampiri Ceri,sambil memeluk Ceri.
"Maafkan aku Ceri yang membuat pesta pernikahanmu berantakan seperti ini" ucap Dila.
"Tapi bagaimana kau bisa bekerjasama dengan wanita tadi?" tanya Ceri.
Dila tersenyum melihat Ceri.
.
Flash back
.
.
"Apakah maksudmu Ceri yang ini?" tanya Dila pada wanita selingkuhan Rafa,sambil menunjukkan foto Ceri yang sedang memakai gaun pernikahannya.
Wanita itu kaget,
"Siapa kau,bukan urusanmu" jawab wanita hamil itu,lalu mulai melangkah keluar toilet.
"Aku bisa membantumu untuk membatalkan pernikahan mereka" ucap Dila yang membuat wanita itu menghentikan langkahnya.
Wanita itu berbalik melihat Dila,begitu juga dengan Dila berbalik sambil tersenyum.
Flash back of
.
.
"Hahaha Dila kau memang begitu cerdik yah" ucap Ceri.
__ADS_1
"Hmm ya begitulah..hahaha" ucap Dila sambil tertawa.
Tanpa sadar ada seorang pria mendekati mereka berdua.
"Terima kasih atas keberanianmu menghentikan pernikahan adikku dengan pria bajingan itu" ucap Clark sambil tersenyum melihat Dila.
"Kau" ucap Dila sambil melihat Ceri.
"Perkenalkan,dia adalah kakakku Clark" ucap Ceri.
"Kita bertemu lagi Dila" ucap Clark.
"Heh kau " ucap Dila.
"Oh kalian sudah bertemu,baguslah kalau begitu,kalau begitu aku tinggal dulu" ucap Ceri sambil tersenyum dan melangkah menuju kedua orang tuanya.
"Jadi kau adalah kakak Ceri,maafkan aku waktu itu aku tidak tau jika itu adalah toilet pria" ucap Dila yang malu akan kejadian salah masuk toilet.
"Hmm tidak apa-apa Dila" ucap Clark sambil tersenyum menatap Dila.
"Iiya kalau begitu,aku permisi dulu" ucap Dila sambil berbalik pergi dari sana.
Clark memperhatikan Dila yang mulai menjauh darinya,
"Aku akan mendapatkanmu Dila" batin Clark.
Setelah kejadian penangkapan Rafa,acara langsung saja dibubarkan,para undangan semuanya pulang.
Didalam kamar hotel,Dila merebahkan tubuhnya yang sangat lelah setelah seharian memakai high heels.
"Kak kau hebat sekali tadi,dapat membongkar kejahatan pria jahat itu" ucap Citra sambil berbaring disamping Dila.
"Cit,itu semua juga berkat dirimu,jika kau tidak sakit perut hari itu,mungkin kita tidak berhasil menungkap kedok dari pria itu" ucap Dila sambil berbalik melihat Citra.
"Oh begitu yah kak" ucap Citra.
"Ya begitulah Cit,sekarang beristirahatlah Cit,besok pagi kita akan kembali" ucap Dila sambil berbalik membelakangi Citra.
"Iya Kak selamat malam" ucap Citra.
"Selamat malam juga Citra,ingat matikan lampunya yah" ucap Dila lalu memejamkan matanya.
Citra bangun dari tempat tidur dan mematikan lampu kamar kemudian menyalakan lampu tidur.
Paginya mereka bertiga bersiap kembali ke kota A.
"Terima kasih Dila" ucap Ceri.
"Ya sama-sama Ceri,berkunjunglah sesekali kebutikku Ceri" ucap Dila.
"Pasti Dila,disana juga ada kakakku Clark tinggal" ucap Ceri.
"Oh ya,baguslah kalau begitu Ceri,kita akan sering bertemu,hahaha" ucap Dila sambil memegang tangan Ceri.
"Iya Dila,itu pasti" ucap Ceri.
"Kalau begitu aku berangkat dulu yah" ucap Dila sambil berjalan ke arah mobil yang didalamnya sudah ada Citra dan pak Dudung yang menunggu.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.