Suami Sempurnaku

Suami Sempurnaku
Ingin pengakuan


__ADS_3

🌸🌸Selamat membaca🤗🤗


.


.


.


Dila pun keluar dari toilet menuju kembali ke mejanya.


James sudah selesai dengan es krimnya,


"Habiskan es krimmu sayang" ucap James.


"Baik kak" ucap Dila yang mulai menghabiskan es krimnya.


"Kenapa dia tidak bertanya yah" batin Dila.


Setelah menyelesaikan es krimnya,mereka pun pulang,James mengantar Dila pulang.


Dua bulan sudah waktu berlalu,mereka selalu menghabiskan waktu bersama namun belum ada yang mengatakan cinta,James belum mengatakan cinta pada Dila,begitu juga Dila sebaliknya,James mencintai Dila,namun ia belum mengatakannya pada Dila,sedangkan Dila seperti perempuan pada umumnya perlu sebuah pengakuan yang mengatakan bahwa James mencintainya.


James tidak menyadari hal itu,ia pikir dengan perlakuannya pada Dila itu sudah cukup membuktikan jika ia mencintai Dila.


"Sayang besok aku akan kembali ke paris dan bulan depan baru aku balik dari sana" ucap James pada Dila.


Mereka sedang duduk di tepi pantai depan restoran James,dengan pemandangan di sore hari menunggu matahari terbenam.


"Apa yang kakak lalukan disana,hingga harus memakan waktu selama itu?" tanya Dila melihat ke arah James.


"Tunggulah aku pulang dan aku akan menjelaskan itu semuanya padamu" ucap James masih menatap lurus kedepan.


"Hmm baikklah kak" ucap Dila.


"Eumm sayang" ucap James berbalik melihat Dila yang juga melihatnya.


Cup..


James mencium bibir ranum Dila,Dila memejamkan matanya merasakan sekali lagi ciuman James,yang sudah menjadi candu buatnya.


"Aku mencintaimu James,ya sekarang aku yakin dengan hatiku,aku mencintaimu,katakan juga padaku jika kau mencintaiku" batin Dila yang meneteskan air matanya.


James membuka matanya karena merasakan basah dipipinya,lalu menghentikan ciumannya.


"Kenapa kau menangis sayang?" tanya James pada Dila.


"Aku hanya sedih kak,kau akan pergi lama,aku jadi tidak punya teman jalan" ucap Dila yang berbohong tentang perasaannya.

__ADS_1


James menatap mata Dila mencari kebenaran dari mata wanita yang sangat ia cintai itu,namun belum mengungkapkannya pada wanita itu.


"Kenapa kau berbohong Dila" batin James.


"Ada Lina yang menemanimu sayang" ucap James.


"Ah ya kau benar kak ada Lina" ucap Dila .


"Ayo kita pulang,sudah malam" ucap James lalu berdiri.


Dila juga ikut berdiri,James menggandeng tangan Dila.


Di apartemen Dila,Dila sedang berendam di dalam bathtubnya sambil memejamkan matanya.


"Perlakuannya padaku seperti seseorang yang sangat mencintai wanitanya,namun aku juga perlu pengakuan darimu James" batin Dila.


Dila lalu menenggelamkan kepalanya di dalam bathtub dan kembali keatas, setelah puas merendam badannya Dila pun membilas badannya kemudian memakai handuknya.Dila mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer miliknya.


Tiba-tiba terdengar suara bel pintu berbunyi,Dila yang tanpa sadar jika masih menggunakan handuknya berlari menuju pintu.


"Ya sabar" ucap Dila sambil berlari kecil menuju pintu.


Dila membuka pintunya,Dila kaget dengan siapa yang dilihatnya.


"Kak James" ucap Dila sambil memegang handuknya.


"Dila,kanapa kau menyambutku dengan handukmu itu" ucap James pada Dila yang hanya memakai handuk.


James kaget melihat Dila berdiri didepan pintu dengan hanya memakai handuk,terlihat paha mulus Dila yang menampilkan kulitnya yang putih dan sangat menggoda ,begitu juga dengan bukit kembar yang ingin sekali dirasakan James membuat adik kecilnya berdiri.


"oh ****,jangan sekarang" batin James.


"Masuklah kak,aku akan memakai bajuku dulu" ucap Dila,yang sebenarnya saat ini sedang menahan malu di tatap oleh James.


James adalah lelaki normal,melihat hal itu membuat adiknya ingin memberontak.James langsung masuk dan mencium Dila,kakinya menutup pintu dan tangannya mengunci pintu,Dila tidak berkata apa-apa karena memang dia juga sudah kecanduan dengan ciuman James,Dila merangkulkan tangannya di leher James,ciuman mereka semakin dalam dan menuntut,James membawa Dila masuk kedalam kamar Dila,menidurkan Dila diatas ranjang dengan posisi masih mencium Dila dengan lum*tan yang begitu bergairah.


Dengan masih mencium Dila,James membuka kancing kemejanya dan membukanya,melemparkannya ke sembarang tempat,kemudian membuka celananya hingga meninggalkan boxernya.


Tangan James mulai menjalar menyentuh setiap inci tubuh Dila,bibir James turun keleher Dila,mengecup disana dan meninggalkan bekas merah,dan turun lagi ke bukit kembar putih yang menantang ingin di kecup,James membuka handuk yang di pakai Dila,kini menyisahkan tubuh polos Dila yang sangat menggoda iman seorang James,yang tidak pernah melihat tubuh polos seorang wanita.


James meng*lum bukit kembar milik Dila,tangan satunya meramas bukitnya yang lain,membuatnya mengelincang merasakan getaran yang terasa nikmat,tanpa sadar Dila mengeluarkan suara des*h.


"Aaaah" ucap Dila yang sudah tidak tahan dengan sentuhan James.


James yang mendengarkan itu pun tersenyum,James turun lagi keperut Dila mengecupnya dan lagi-lagi meninggalkan jejaknya disana.


Tibalah James di hutan kenikmatan Dila yang begitu mempesona dan menggoda,James mulai menjil*tnya dan memasukkan lidahnya disana,membuat Dila merasakan kenikmatan yang begitu memabukkan.

__ADS_1


Setelah puas bermain-main disana James lalu membuka boxer milikknya hingga memperlihatkan benda perkasa miliknya yang sudah berdiri tegak ingin dipuaskan,melihat hal itu Dila terlihat takut.


"Mengapa itu terlalu besar,atau memang segitu ukurannya kak?" tanya Dila polos.


"Hahaha ini memang besar sayang" ucap James mulai merangkak menuju Dila.


"Kak aaku belum siap" ucap Dila menahan dada James yang terlihat menggoda serta perutnya yang begitu mempesona.


James masih memperhatikan Dila,


"Aku ingin melakukannya ketika aku sudah siap kak" ucap Dila lagi.


Tanpa berkata apa-apa,James lalu beranjak menuju kamar mandi Dila yang berada di dalam kamar,lalu menutup pintunya menuntaskan hasratnya yang sudah terlanjur ingin di salurkan.


"Maafkan aku kak" batin Dila.


Setelah puas menuntaskan hasratnya menggunakan sabun,James keluar dari kamar mandi,James masuk kedalam kamar namun sudah tidak ada Dila disana,James memakai kembali pakaiannya dan mencari Dila.


James keluar kamar mencari Dila yang ternyata di dapur sedang memasak makanan,James lalu mendekati Dila dan memelukknya dari belakang.


"Sayang,apakah kau marah padaku?" tanya James pada Dila.


Dila berbalik menatap James,


"Tidak kak,maafkan aku kak,aku belum siap" ucap Dila lalu tertunduk.


"Tidak sayang,apa yang kau katakan,aku yang harusnya minta maaf karena sudah memaksamu" ucap James memegang wajah Dila dengan kedua tangannya.


Dila masih terdiam,


"Apa yang kau masak sayang?" tanya James sambil melirik kebelakang Dila.


"Ah ini sayang aku sedang memasak kepiting asam manis,apakah kau mau mencicipinya? ucap Dila tanpa sadar mengucapkan kata sayang pada James.


"Oh ya..eummm aku mau sayang,aku juga sangat menyukai makanan laut" ucap James yang senang Dila memanggilnya dengan panggilan sayang.


"Kalau begitu kau duduklah kak" ucap Dila.


"Tadi kau memanggilku sayang,sekarang kakak" ucap James sambil berbalik.


"Ah kakak kau ini sudah besar tapi suka merajuk,,baiklah aku akan memanggilmu sayang,kalau begitu sayang duduklah yang manis,karena kita akan memakan kepiting asam manis,makanan kesukaan kita berdua" ucap Dila sambil mematikan kompornya dan mengambil piring.


"Nah begitu baru betul sayang" ucap James kemudian duduk dikursi sambil menunggu Dila menyiapkan makanannya.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.


__ADS_2