
🌸🌸Selamat membaca🤗🤗
.
.
.
Dikantor James sedang duduk sambil tersenyum memikirkan ciumannya bersama Dila,membuat asistennya Jhon hanya menggelengkan kepalanya.
"Jhon apa kah kau sudah pernah merasakan jatuh cinta? tanya James melihat foto Dila yang diam-diam ia ambil pada saat sedang bermain air di pantai.
"Kalau sekarang aku belum pernah merasakan namanya jatuh cinta,tuan" ucap Jhon.
"Berarti sebelumnya kau sudah pernah berpacaran Jhon" ucap James.
"Ya tuan,tapi itu sewaktu masih sekolah,dan kurasa itu hanyalah cinta monyet tuan" ucap Jhon yang masih sibuk dengan berkas-berkas yang diberikan oleh James.
"Hmm kau benar Jhon" ucap James sambil menganggukkan kepalanya.
James mengingat lagi perkataan Casey,yang memanggilnya dengan sebutan om.
"Oh iya Jhon,apa aku terlihat tua?" Ucap James sambil berkaca lewat layar ponselnya.
Jhon mengangkat kepalanya lalu melihat ke arah James,
"Mungkin tuan perlu merapikan rambut sedikit saja agar terlihat muda" ucap Jhon lalu berdiri dan keluar dari ruangan.
"Ya mungkin aku perlu merapikan rambutku" ucap James sambil memegang rambutnya.
James yang baru sadar perkataan Jhon,lalu mengangkat wajahnya mencari Jhon.
"Heh Jhon kau dimana,berarti maksudmu aku sudah tua,Jhon kemari kau!!" ucap James.
Jhon yang berada diluar ruangan,
"Oh ya ampun bos memang kau sudah tua,umurmu saja sudah 35 tahun,cepatlah kau menikah bos" batin Jhon lalu pergi dari sana.
Sementara di butik Dila,Dila sedang duduk merancang busana yang akan ia luncurkan.
Tapi Dila tidak fokus pada rancangannya karena teringat akan ciuman panasnya dengan James.
"Kenapa aku selalu saja menurut padanya,pikiranku menolaknya namun tubuhku sebaliknya" batin Dila sambil menunduk dan menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
Dila mengangkat wajahnya dan memegang ponselnya,
"Ohh ya ampun,kenapa sepertinya aku merindukannya" ucap Dila yang tidak sadar jika Lina sedang melangkah masuk kedalam ruangannya.
"Siapa yang kau rindukan bestie?" tanya Lina sambil tersenyum menggoda sahabatnya itu.
"Heh Na..kau ada disini?" tanya Dila melihat ke arah Lina.
"hhm ya,kau belum menjawab pertanyaanku bestie" jawab Lina.
"eummm Na,sepertinya aku sudah mulai sedikit menyukai James" ucap Dila yang sedikit ragu dengan hatinya.
__ADS_1
"Hmm aku rasa kau sudah mulai mencintainya La" ucap Lina.
"Cinta" ucap Dila melihat kearah Lina.
"Hmm ya bestie" ucap Lina lalu duduk di sofa.
"kalau itu sepertinya aku belum yakin Na" ucap Dila sambil melihat nomor ponsel James.
"Coba tanyakan lagi hatimu La" ucap Lina.
"Aku tidak tau bestie,tapi yang saat ini aku rasakan jika aku selalu merindukan kabar darinya" ucap Dila.
Lina masih terdiam menatap sahabatnya itu.
"Dan kau tau Na,aku tidak bisa menolak setiap sentuhan darinya,setiap dia menciumku,aku tidak pernah menolak,sedangkan dulu waktu bersama Adit jangankan ciuman memelukku saja aku tidak bisa" ucap Dila kembali mengingat hubungannya bersama Adit.
"Apa kau nyaman bersama James?" tanya Lina.
"Ya,aku nyaman bersama dirinya Na" ucap Dila.
"Tidak salah lagi bestie,kau sudah mencintai dirinya" ucap Lina.
"Aku belum terlalu yakin Na,apakah yang kurasakan sekarang adalah cinta atau hanya sekedar nyaman" ucap Dila.
"Hmm yakinkan hatimu La,aku yakin sebenarnya James sudah mengisi hatimu" batin Lina lalu memeluk sahabatnya itu.
Sore harinya James kembali menjemput Dila.
"Apa yang kau pikirkan sayang?" tanya James yang melihat Dila hanya terdiam.
"Oh begitu,bisakah aku mengajakmu sebentar saja sayang?" tanya James melihat kearah Dila dan kembali melihat ke arah depan.
"Bisa kak,tapi kita mau kemana sore begini? jawab Dila kemudian bertanya lagi pada James.
"Ada sayang" ucap James sambil memarkirkan mobilnya di dekat cafe di samping danau.
"Kita mau makan es krim di sore hari" ucap Dila.
"Hehe kau pintar juga menebak yah sayang" ucap James sambil mengacak rambut Dila.
"Ya itu kan cafe yang hanya menyediakan berbagai macam es krim kak" ucap Dila menunjuk ke arah cafe.
"Ayo turunlah" ucap James kemudian turun dari mobilnya.
Mereka berdua masuk kedalam Cafe dan memesan es krim rasa coklat strowberry.
"Tak ku sangka,ternyata kesukaan kita ternyata sama" ucap James.
"ini hanya kebetulan saja kak" ucap Dila sambil memakan es krimnya.
"Bagaimana rasanya?" tanya James sambil melihat Dila yang memakan es krimnya.
"Enak kak,kakak makanlah jangan melihatku saja" ucap Dila yang malu di perhatikan James.
"Oke-oke baiklah honey" ucap James tersenyum lalu memakan es krimnya.
__ADS_1
"Dari mana kakak tau cafe ini? tanya Dila.
"Oh ini,Richard yang mengajakku kesini karena dia tau aku kalau lagi sedih atau apa pun itu pasti ingin makan es krim" ucap James.
"Oh dokter Richard yah" ucap Dila sambil memakan es krimnya dan sendok masih tertahan dimulutnya.
"Hmm ya..sudah kau jangan memikirkan dirinya,sekarang pikirkan saja aku" ucap James.
"Heh dasar,tidak taukah kau aku sedang pusing memikirkan perasaanku padamu tau" ucap Dila Ceplos yang langsung dilihat James.
Dila melotot sambil menutup mulutnya tidak percaya jika dirinya keceplosan berbicara seperti itu pada James,sekarang James sedang melihatnya menunggu penjelasan Dila.
"Ah kak,aku ke toilet dulu" ucap Dila lalu berjalan ke arah toilet.
"Oh ya ampun apa yang kukatakan tadi" ucap Dila sambil menunduk.
Dila yang berjalan tidak fokus lantas masuk ke dalam toilet pria.
"Haaaaaa kenapa kau disini ini toilet wanita" ucap Dila sambil menutup matanya melihat seorang pria sedang mencuci tangannya.
"Hei bukalah matamu" ucap pria itu dari dekat.
Dila lalu membuka matanya dan melihat pria itu sedang melihatnya dari dekat,Dila langsung mundur dari sana dan bersandar pada dinding.
Pria itu mulai melangkah maju,
"Apa yang kau lakukan,stop disitu" ucap Dila.
Pria itu menghentikan langkahnya,lalu mulai melangkah lagi menuju ke arah Dila,dan berhenti di depan Dila dan mendekatkan wajahnya pada Dila dan mulai berbisik.
"Lihatlah sekitarmu,apakah toilet wanita seperti ini?" tanya Pria itu.
Kemudian Dila mulai mengedarkan pandangannya,
"Oh ya ampun" ucap Dila lalu pergi dari sana namun tangannya di tahan pria itu.
"Siapa namamu?" ucap pria itu.
"Oh maafkan aku,namaku Dila" ucap Dila yang tanpa sadar menyebutkan namanya karena ketakutan sudah memasuki toilet pria,lalu cepat-cepat membuka pintu toilet dan keluar dari sana menuju toilet wanita.
"Menarik juga kau Dila" ucap pria itu lalu tersenyum.
Didalam toilet wanita,Dila membasuh wajahnya.
"Apa ini,kenapa aku bisa keceplosan bicara seperti itu" batin Dila sambil melihat pantulan dirinya di cermin.
"Mungkin aku hanya perlu berpura-pura tidak mengatakan apa-apa,haaa tapi pasti dia akan menanyakan hal itu" ucap Dila sambil menutup wajahnya.
.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.