
...Dear pembacaku yang sangat setia,author minta maaf yah😔 beberapa hari ini tidak up....
...Dear pembacaku yang sangat setia,author minta maaf yah😔 beberapa hari ini tidak up....
...Author lagi di titik jenuh,kurang semangat dan membutuhkan beberapa hari untuk menjernihkan pikiran yang lagi kacau😣....
...Tapi jangan khawatir othor akan mengusahakan untuk menulis lagi...
...Mungkin selanjutnya othor upnya akan sedikit lebih lambat,karena othor juga harus memikirkan alur yang pas untuk menulis novel ini supaya tidak bosan,dan terkesan berbelit-belit dan kalian juga yang baca bisa lebih puas dengan karya author....
...Untuk itu Author mohon dukungan dari kalian semua pembacaku tercinta😘😘😘,tanpa kalian othor hanyalah butiran ketombe🤣🤣🤣....
.
.
🌸🌸Selamat membaca🤗🤗
.
.
.
Dila hanya tersenyum mendengar perkataan Clark.
"Kau mau singgah dulu Clark?" tanya Dila pada Clark.
"Tidak Dila,aku akan lanjut saja" ucap Clark.
"Kalau begitu aku masuk dulu Clark,terima kasih sudah mengantarku Clark!" ucap Dila.
"Sama-sama Dila,kalau begitu aku pergi dulu Dila!" ucap Clark lalu masuk kedalam mobilnya.
Setelah mobil Clark pergi dari sana Dila lalu masuk kedalam butik.
Lina yang melihat Dila masuk,langsung saja mengampiri Dila "Bestie,apa kau sudah melupakan James?" tanya Lina.
"Tidak bestie,aku masih mengingatnya" ucap Dila.
"Ah aku pikir kau sudah melupakan dirinya,karena kehadiran Clark" ucap Lina sambil menepuk bahu sahabatnya itu.
__ADS_1
"Hais bestie,apa yang kau katakan aku dan Clark hanya berteman saja,tidak lebih" ucap Dila.
"Hmm itu menurutmu bestie,tapi tidak untuk Clark aku rasa dia menyukaimu lebih dari teman La" ucap Lina.
"Mungkin saja tebakanmu salah bestie,sudahlah ayo kita bekerja" ucap Dila sambil tersenyum dan merangkul bahu sahabatnya.
"Ya semoga saja tebakanku salah La" ucap Lina membalas senyuman Dila dan berjalan mengikuti langkah Dila yang sedang merangkulnya.
Mereka berdua lalu masuk ke dalam ruangan masing-masing dan mulai mengerjakan pekerjaan mereka.
Hari ini butik sangat ramai,Clark datang membawakan makan siang untuk Dila.
"Hai apakah aku mengganggumu?" tanya Calrk yang berdiri di depan pintu sambil mebawakan kantong berisi makan siang untuk Dila.
"Hei,tidak Clark kau tidak menggangguku duduklah Clark,kebetulan aku akan keluar untuk makan siang" ucap Dila lalu berdiri dan duduk di sofa.
"Kebetulan juga Dila,aku membawakan makan siang untukmu,kita bisa makan bersama,semoga kau menyukainya" ucap Clark sambil meletakkan kantong yang berisi makanan.
Dila mengambilnya dan membukanya "Kau yang membuatnya Clark?" tanya Dila.
"Ya Dila" ucap Clark sambil tersenyum.
"Aku sengaja membuatkan untuk kita berdua Dila" ucap Clark sambil tersenyum melihat Dila.
Dila melihat Clark "Terima kasih Clark" ucap Dila tersenyum dan mulai memakan makanannya.
"Ini sangat enak Clark,kau sangat pandai memasak yah" ucap Dila sambil menikmati makanan yang di buat Clark.
"Aku senang kau menyukainya Dila,besok aku akan membuatkanmu makanan yang sangat enak" ucap Clark sambil melihat Dila.
Sambil mengangguk "Aku menunggunya Clark" ucap Dila.
Mereka lalu mulai makan tanpa ada lagi percakapan,setelah selesai Clark langsung saja pergi karena Dila mulai sibuk lagi dengan pekerjaannya.
James yang berada di Jet pribadinya sedang duduk sambil memegang keningnya,ia sedang memikirkan Dila"Maafkan aku sayang,pasti saat ini kau sedang meragukan cintaku" batin James.
"Apakah pesawat ini tidak bisa di percepat!" ucap James sambil memukul bangku pesawat.
Malam harinya Dila pulang ke apartemennya yang di antar oleh Clark.
"Aku akan mengantarmu sampai kedepan pintu apartemenmu Dila" ucap Clark sambil turun dan membukakan pintu untuk Dila.
__ADS_1
"Terima kasih Clark" ucap Dila.
Clark tersenyum pada Dila,mereka lalu berjalan masuk kedalam lift.
Setelah mengantar Dila sampai di depan pintu apartemen ,Clark langsung pamit pulang.Dila langsung masuk ke dalam apartemennya.
Dila masuk kedalam kamarnya dan melepaskan semua bajunya,Dila belum sadar jika James sedang duduk di sofa kamarnya sedang memperhatikan dirinya,karena posisi kamar yang sedikit remang.
James menghampiri Dila sambil memeluknya dari belakang "Aaahhh" teriak Dila sambil berbalik melihat siapa yang memeluknya.
"Ssh sayang jangan berteriak seperti itu" ucap James sambil memegang kupingnya.
"Ck James kau ini datang seperti hantu saja" ucap Dila sambil memukul dada James.
"Kenapa kau memukulku sayang,aku datang untukmu Dila" ucap James sambil memeluk Dila yang hanya memakai bra dan celan* dalamnya.
"Ah James,stop aku malu tau" ucap Dila lalu melepaskan pelukan James dan berlari kedalam kamar mandi.
James hanya tersenyum menatap Dila yang berlari masuk kedalam kamar mandi.
Dila langsung saja menutup dan mengunci pintu kamar mandi dan berdiri di depan cermin "Ahh ya ampun,sejak kapan dia berada di sana" batin Dila yang melihat ke dalam cermin.
Sudah setengah jam James menunggu Dila ya sedang mandi namun belum juga keluar dari kamar mandi,James lalu mengetuk pintu kamar mandi "Sayang apa yang kau lakukan,kenapa kau menghabiskan begitu banyak waktu hanya untuk mandi!" ucap James,tiba-tiba saja pintu kamar mandi terbuka setengah "Hmm James apa kah kau bisa mengambilkanku handuk?" ucap Dila malu-malu,ia lupa membawa handuk.
"Ah sayangku,oke baiklah tunggu sebentar" ucap James lalu berbalik dan mengambil handuk Dila lalu menyerahkannya pada Dila,"Terimakasih James" ucap Dila tersenyum.
"Sama-sama sayang" ucap James tersenyum.
Saat ini James sedang menahan hasratnya yang sudah ia tahan sedari tadi waktu Dila membuka bajunya,namun sebisa mungkin James menahannya,ia tidak mau membuat Dila marah padanya,apalagi ia belum mengungkapkan isi hatinya pada Dila.
James lalu keluar dari kamar dan mencari air untuk di minumnya setelah itu James duduk di sofa ruang tamu menunggu Dila.
Dila keluar dari kamar setelah selesai mandi dan memakai baju tidurnya yang berbahan satin,walaupun tidak seksi namun mampu membangkitkan gairah James "Oh ya ampun" ucap James lalu masuk kedalam kamar Dila,lalu masuk lagi ke dalam kamar mandi dan menuntaskan hasratnya yang sudah tidak bisa di tahannya,Dila yang melihat James merasa khawatir karena wajah James yang sangat merah "Ya ampun apa dia sakit" batin Dila,"Aku akan memasak sup untuknya" ucap Dila lalu melangkah menuju dapur dan memasak makanan untuk mereka berdua.
.
.
.
Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.
__ADS_1