Suami Sempurnaku

Suami Sempurnaku
Sedih


__ADS_3

🌸🌸Selamat membaca🤗


Adit langsung pergi ke butik milik Dila,didalam perjalanan Adit sedang mengatur bagaimana caranya agar kata-kata yang akan ia ucapkan pada Dila nanti tidak membuatnya terlalu bersedih,karena bagaimana pun juga Adit masih mencintai Dila,ia tidak ingin Dila bersedih.


Sesampainya di depan butik Dila,Adit langsung saja turun dari mobil,ia berhenti sejenak di depan butik melihat kekasihnya dari luar yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya,ia tidak menyangka jika hubungan yang selama ini mereka bangun berdua,sebentar lagi akan runtuh begitu saja.Adit pun memberanikan dirinya untuk menemui Dila.


"Ah syukurlah kau sudah datang sayang,aku pikir kau tidak akan datang menjemputku". Ucap Dila yang langsung berdiri dan mengambil tasnya serta memasukkan ponselnya kedalam tasnya.


"Ya aku sudah datang,ayo kita pulang,tp sebelum itu kita makan malam dulu di restoran,aku belum makan,kau juga belum makan kan?" Ucap Adit pada Dila.


"Haa ..eee iya sayang aku juga belum makan". jawab Dila yang sedikit kaget dengan perkataan Adit,ada yang sedikit aneh menurutnya,namun sebisa mungkin di buangnya perasaan yang tidak biasa itu.


"Ayo". ucap Adit lalu berjalan keluar butik dan langsung masuk kedalam mobil.sedangkan Dila mematikan lampu butik lalu keluar dan mengunci pintu butik,setelah itu ia masuk kedalam mobil Adit.


"Ayo sayang,kita mau makan direstoran mana?". tanya Dila


"Seperti biasanya". Jawab Adit.


"Oh ok". ucap Dila


Sesampainya direstoran mereka pun makan malam,setelah itu Adit mengantar Dila pulang. Adit memberhentikan mobilnya di depan gedung apartemen tempat Dila tinggal.


"Terimaksih sayang kau sudah menjemput dan mengantarku pulang,aku pulang dulu..da..da sayang". ucap Dila sambil membuka pintu mobil saat ia akan membuka mobil tiba-tiba Adit berbicara.


"Ada yang ingin aku bicarakan padamu Dila". ucap Adit dengan wajahnya yang masih menatap lurus kedepan.


deg........


Jantung Dila serasa akan berhenti berdetak,perasaan yang dari tadi ia rasakan semakin menghantuinya.


"Mari kita akhiri hubungan ini". jawab Adit sambil menoleh ke arah Dila,ada rasa sakit dihatinya mengatakan hal itu pada wanita yang ia cintai.


deg..deg..deg..


Dila masih terdiam di tempatnya tidak bergerak ia masih tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya itu.

__ADS_1


"Aku tidak bisa lagi menjalani hubungan ini,Dila". Ucap Adit.


Air mata Dila pun mulai jatuh membasahi pipinya..


"Hubungan kita tidak bisa dilanjutkan Dila,ayah mengancamku akan mengeluarkanku dari keluarga pradana serta mencabut hakku sebagai pewaris graharjo grup,jika aku masih saja berpacaran denganmu". ucap Adit.


Dila menutup kedua matanya,sakit.. saat ini yang ia rasakan adalah sakit kekasihnya meninggalkannya karena takut akan kehilangan harta,membuat Dila semakin merasakan sakit yang teramat sakit,sungguh miris ketika tau jika orang yang sangat kita cintai meninggalkan kita karena hal yang sebenarnya mereka berdua bisa cari bersama-sama,sesuatu hal yang tidak akan Dila permasalahkan,sekalipun Adit bukan siapa-siapa,Dila tidak perduli hal itu, ia hanya ingin dicintai dan mencintai dengan sepenuh hati,bukan dengan harta.


Harta bisa kita cari,tapi kebahagian dengan orang yang kita cintai lebih berharga dari harta yang melimpah sekalipun.


"Baiklah,kalau memang itu keputusanmu, terimakasih untuk segalanya,pulanglah dan katakan pada ayah dan ibumu jika kita sudah tidak ada hubungan lagi,dan jangan khwatir aku tidak akan mengganggu anak yang kalian sayangi". ucap Dila tanpa berbalik langsung saja membuka pintu dan pergi dari sana.


Dila menghapus air matanya dan masuk kedalam apartemennya.sesampainya di dalam apartemennya Dila langsung terduduk di depan pintu dan mulai menangis,cukup lama ia menangis,ia menangis karena kata-kata Adit yang ingin memperjuangkannya namun tidak ditepatinya itu yang membuatnya menangis,tetapi dilain sisi ia juga bersyukur jika kalau orang tua Adit tidak mengancamnya maka ia tidak akan tau seperti apa Adit,ternyata bagi Adit harta adalah segalanya baginya.


Adit yang selama ini dikenal Dila adalah Adit yang baik,yang tidak memandang sesuatu dengan harta,tapi malam ini membuktikan bahwa semua itu salah.


"Stop Dila..Stop...jangan menangis untuk seseorang yang jelas-jelas tidak ingin memperjuangkanmu,mulai hari ini jangan pernah menangis,kau berhak untuk bahagia Dila". ucap Dila dan berdiri sambil menghapus air matanya.


Dila masuk kedalam kamar mandi,lalu ia mulai berendam di bathtub,sebisa mungkin ia menyemangati hatinya,setelah berendam Dila pun membilas badannya dan langsung memakai bajunya dan membaringkan tubuhnya diatas kasur,tidak lupa ia berdoa,menyerahkan segala keluh kesahnya pada yang Maha Kuasa,kebiasaan yang dilakukan Dila jika ia dalam masalah,setelah berdoa biasanya Dila merasakan ketenangan,dan itulah yang dialaminya sekarang.


Sementara dirumah Adit,Yoga dan Rita sedang duduk diruang tamu lalu datang Adit,


"Aku sudah melakukan apa yang kalian inginkan". ucap Adit yang berdiri tanpa melihat kedua orang tuanya lalu berjalan menjauh menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya.


tok..tok..tok..( bunyi suara pintu diketuk).


"Tuan ini saya bi Mina". ucap bi Mina


"Ya bi Mina ,ada apa?"tanya Adit.


"Nyonya menyuruh saya untuk memanggil tuan,kata nyonya ada yang ingin di bicarakan" jawab bi Mina.


"Ya bi sebentar lagi aku akan turun kebawah" ucap Adit.


Adit masuk kedalam kamar mandi lalu mandi dan berganti baju,setelah itu ia menemui kedua orang tuanya yang sedang berada di ruang keluarga,disana sudah ada ayah,ibu,dan kakaknya.

__ADS_1


Adit lalu duduk di samping Aldo,


"Apa yang ingin dibicarakan lagi". ucap Adit.


"Ini tentang hubunganmu dengan Nella,tuan Smith memutuskan hubunganmu dengan Nella". ucap Yoga.


"Sebagai gantinya Aldo dan Nella lah yang akan menikah bulan depan,jadi Aldo mulai sekarang persiapkanlah segala sesuatu untuk pernikahanmu". ucap Rita sambil melihat ke arah Aldo.


"Terimakasih ayah ...ibu...". ucap Aldo.


Aldo yang mendengar hal itu sangat senang,ia tidak menyangka akan menikah dengan pujaan hatinya.


"Baiklah kalau begitu ,ibu ayah aku mau tidur dulu aku sangat lelah sekali". ucap Adit lalu berdiri dan pergi menuju kamarnya.


"Iya istirahatlah nak". ucap Rita.


"Aku juga mau istirahat dulu,ibu ayah". ucap Aldo kemudian pergi menuju kamarnya.


Aldo tidak langsung masuk kekamarnya,tapi ia menyusul masuk kedalam kamar Adit,


"Ada apa kak" ucap Adit yang melihat Aldo masuk kedalam kamarnya.


"Apakah kau sudah berbicara dengan Dila?". tanya Aldo.


"Ya,aku sudah berbicara dengannya".jawab Adit.


"Terus apa yang dikatakan Dila". ucap Aldo.


"Tidak ada kak". ucap Adit


"Apa kau tidak apa-apa?". tanya Aldo penasaran dengan adiknya yang begitu tenang saat putus dengan kekasihnya.


"Ya aku tidak apa-apa kak,sudahlah kakak keluarlah aku mau tidur" ucap Adit sambil mendorong kakaknya keluar.


Adit lalu menutup pintunya dan naik keatas ranjang,membaringkan tubuhnya dan mulai tertidur.

__ADS_1


Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.


__ADS_2