Suami Sempurnaku

Suami Sempurnaku
Sedikit perhatian


__ADS_3

🌸🌸Selamat membaca🤗


.


.


Tidak Terasa waktu berlalu,saking asyiknya mereka bermain-main air.


Saat sedang mengikuti James dari belakang,Dila tidak sengaja menginjak kulit kerang,membuatnya meringis kesakitan.


"Aa auw aduh" ucap Dila melihat kakinya yangtertancap kulit kerang yang tajam.


James langsung berbalik mendengar suara Dila yang sedang kesakitan.


"Ada apa ?" tanya James sambil berbalik dan melihat Dila yang terduduk dipasir pantai sambil memegang kakinya.


"Kakiku sepertinya terkena kulit kerang" jawab Dila sambil melihat James.


"Tahan,ini akan sedikit sakit" ucap James mencoba mengeluarkan kulit kerang.


James lalu memegang kaki Dila dan menyingkirkan kulit kerang yang menancap di kaki Dila.


"ssh auw" ucap Dila sambil meramas tangan James dengan kukunya yang tajam membuat tangan James berdarah.


James hanya diam menahan sakit di pergelangan tangannya akibat cengkraman Dila yang sedang menahan sakit di kakinya.


"Aku sudah menyingkirkannya,ini harus segera diobati" ucap James sambil menggendong Dila.


James menggendong Dila menuju ke mobilnya,lalu mendudukkan Dila di dalam mobil,James mengambil kotak obat dan mulai mengobati kaki Dila,Dila melihat pergelangan tangan James yang berdarah.


"tuan tanganmu berdarah" ucap Dila sambil menujuk ke pergelangan tangan James.


"Oh ini" ucap James sambil melap darah ditangannya.


"Oh ya ampun,itu pasti karena aku membuatnya berdarah,ah maafkan aku,maaf" ucap Dila yang merasa bersalah, lalu memegang tangan James dan melihat pergelangan tangan James.


Dila baru sadar ternyata dirinyalah yang menyebabkan tangan James berdarah.


"Diamlah tuan,sekarang giliranku yang akan mengobatimu" ucap Dila sambil mengobati tangan James.


James hanya diam dan memperhatikan Dila yang sedang mengobati tangannya.


"oke sudah selesai" ucap Dila sambil mengangkat wajahnya melihat kearah James,mereka saling bertatapan.


"Ehhemm sudah selesai tuan" ucap Dila .


"Bisakah kau tidak memanggilku tuan?" ucap James yang masih menatap Dila.


"Lalu aku harus memanggilmu apa tuan James" ucap Dila sambil memperbaiki duduknya yang tadi sedang menghadap disamping James.


"Terserah,tapi jangan memanggilku tuan" ucap James yang memperbaiki duduknya dan menghadap kedepan.


"Baiklah aku akan memanggilmu kak James,apa itu boleh?" tanya Dila sambil berbalik menatap James.


"Ya itu lebih baik,dari pada kau memanggilku tuan" jawab James sambil menggambil cemilan yang di belinya tadi.


"aku mau minum" ucap Dila.

__ADS_1


"ini aku tadi mengambil beberapa minuman,silahkan ambil lah yang kau sukai" ucap James sambil menyerahkan bungkusan yang di isi berbagai macam minuman.


"Kenapa kau membeli banyak sekali minuman dan cemilan? tanya Dila.


"aku tidak tau mana yang kau sukai jadi aku mengambil semua yang kulihat" ucap James sambil membuka tutup botol lalu meminumnya.


"Aku suka semuanya,aku tipe cewek yang tidak pemilih" ucap Dila lalu meminum minumannya.


"baguslah kau bisa membawa semuanya" ucap James.


"Terimakasih,tapi itu terlalu banyak" ucap Dila,sambil melihat kebelakang.


"Kalau begitu buang saja" ucap James.


Dila lalu menatap James dengan wajah yang gembira dan senyumannya yang mengembang sempurna.


"Kenapa kau menatapku seperti itu" ucap James sambil mengerutkan keningnya.


"Jangan di buang,bagaimana kalau kita membawa semua ini ke panti asuhan saja,pasti anak-anak sangat menyukainya" ucap Dila sambil menyatukan kedua tangannya dan menaik turunkan alisnya.


Membuat James gemas melihat tingkahnya.


"Baiklah,terserah kau saja" ucap James lalu menghadap kedepan.


Dila masih menatapnya dengan senyumannya.


"Ada apa lagi?"tanya James berbalik menatap Dila.


"Apakah kita bisa langsung kesana" ucap Dila.


"Sekarang?" tanya James.


"Oke,baiklah sayangku" ucap James yang bersemangat karena panggila Dila padanya.


"sayang" ucap Dila sambil menatap James.


"Ya kau adalah pacarku,jadi aku memanggilmu SAYANGKU" ucap James sambil berbalik menatap Dila.


"Memangnya aku.." ucap Dila.


"Aku tidak perlu meminta persetujuanmu" ucap James lalu mulai menjalankan mobilnya.


"ck dasar,rasa-rasa ingin ku hajar mukamu itu" batin Dila yang menatap James,sambil kedua tangannya meramas botol minuman.


"Aku tau aku ganteng,jadi tidak usah menatapku seperti itu" ucap James sambil tersenyum.


"hehh si pria dingin bisa juga dia membuat sebuah lelucon" batin Dila sambil tersenyum.


"Ya..ya..ya ku akui dirimu begitu sangat ganteng,tapi itu jika didunia ini hanya ada kau,hahahahaha" ucap Dila sambil tertawa tebahak-bahak.


"Diduniamu "ucap James.


"Heh mana ada" ucap Dila.


Merekapun terdiam,James menghentikan di depan butik yang menyediakan baju pria dan wanita.


"Kenapa kita kesini? tanya Dila sambil menatap butik didepan.

__ADS_1


Butik didepan ini adalah butik yang sangat terkenal,karena barang-barang yang dijual adalah barang branded yang harganya bisa mencapai ratusan juta untuk baju saja,Dila memang mempunyai butik yang juga terkenal namun harganya masih terjangkau untuk kaum menengah keatas.


"Kau tidak lihat,kita berdua sedang basah begini,apa kau mau masuk angin" jawab James.


"Iya juga sih,tapi kan kita bisa kerumahku dulu" ucap Dila.


"Sudah turunlah,aku mau mengganti bajuku" ucap James lalu membuka pintu mobil dan turun.


Mereka berdua masuk kedalam butik,


"Selamat datang tuan" ucap Manejer butik.


"Pilihkan baju buat calon istriku" ucap James dengan wajah datarnya.


"hais nih orang,calon istri lagi" batin Dila sambil tersenyum pada manejer butik.


"wah.. selamat yah tuan,akhirnya anda.. " ucap manejer butik.


"Cepatlah" ucap James dengan nada memerintah memotong perkataan manejer butik.


"ba..baaik tuan" ucap Manejer.


"Mari nona,silahkan ikut saya" ucap Manejer.


Dila mengikuti keruangan ganti baju khusus wanita,dan James keruangan khusus pria.


James menelpon asistennya Jhon.


"Jhon beli semua perlengkapan anak-anak dari mulai makanan hingga baju,yang banyak Jhon untuk anak-anak panti asuhan" ucap James lalu mematikan ponselnya.


"ya ampun bos..bos.. pasti ini ada hubungannya dengan gadis itu,ya ampun nama panti asuhannya apa" batin Jhon sambil mengelengkan kepalanya yang pusing.


Jhon lalu melakukan perintah bosnya itu.


Mereka sudah selesai berganti baju,saat hendak keluar Dila menahan tangan James.


"Apa kita tidak membayar semua ini?" tanya Dila pada James.


"Aku sudah membayarnya" ucap James.


"kapan,aku bahkan tidak melihatmu ke arah kasir" ucap Dila sambil menatap James.


"ah itu tadi sewaktu kau mengganti bajumu,aku sudah membayarnya" ucap James sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apa aku perlu mengganti uangmu?"tanya Dila.


"kau tidak perlu menggantinya" jawab James.


"Apa kau yakin?" tanya Dila.


"Hmm ya" jawab James lalu berjalan menuju mobil.


.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.


__ADS_2