
🌸Selamat membaca🤗🤗
.
.
.
Malam harinya dikediaman Pradana,terlihat seorang wanita dan lelaki paruh baya sedang duduk menunggu putranya pulang. Mereka adalah orangtua Adit.
"Pa...Adit kok belum pulang-pulang juga ya,biasanya juga jam 7 udah dirumah?"ucap Rita.
"Bukannya tadi Adit sudah menghubungi mama" jawab Yoga.
"Oh iya ...ya.. mama lupa malam ini Adit lagi bertemu dengan kliennya yang sangat penting dari paris,kalau begitu kita makan aja pa,palingan Adit disana nanti kan juga makan". ucap Rita.
"hmmm iya ayo..". ucap Yoga.
"Bi....bi Mina...tolong panggilkan Aldo ya bi,untuk turun makan malam". ucap Rita pada pembantunya.
"iya Nyonya". jawab Bi Mina, sambil berjalan menuju tangga.
Diruang makan,sambil menunggu pelayan menyiapkan makan malam.
"Loh ...pa...ma..Aditnya nggak di tungguin?". tanya Aldo sambil duduk
"Adik kamu itu lagi bertemu dengan klien pentingnya dari Paris itu malam ini,makanya kita makan aja,kan palingan Adit juga makan disana". ucap Rita.
"oh...". ucap Aldo.
"oh iya Al,....mama dengar-dengar pengusaha dari Paris itu,lagi cari calon istri ya?". tanya Rita.
"katanya sih gitu ma....tapi Aldo juga nggak tau yang pastinya,namanya juga media selalu membesar-besarkan sesuatu". ucap Aldo.
"sudah..ayo kita makan,papa sudah lapar ". ucap Yoga.
Mereka pun makan malam,tanpa adalagi percakapan. Aldo sebenarnya dipercayakan ayahnya untuk memegang perusahaan,namun Aldo tidak mau,dia merasa Aditlah yang pantas untuk memegang perusahaan.
Disebuah Restoran mewah,terlihat dua orang pria tampan sedang berbincang-bincang dengan serius. Adit Pradana dan rekan bisnisnya James William,Adit tidak akan menyia-nyiakan kesempatan besar karena rekan bisnisnya kali ini adalah perusahaan yang sangat besar. James William yang saat ini menjadi bahan perbincangan kaum pengusaha, sebab James terkenal akan kepemimpinannya yang handal dalam memimpin perusahaan,dia sangat tampan bak malaikat tidak hanya itu dia juga memiliki pesona yang bagi siapa saja yang melihatnya akan bertekuk lutut padanya.
"oke terima kasih". ucap James.
"kami yang sangat berterima kasih tuan james,karena anda mau bekerjasama dengan kami,dimana suatu kebanggaan buat kami untuk bekerjasama dengan perusaahaan anda". ucap Adit.
__ADS_1
"ya sama-sama tuan ....." ucap James.
"panggil saja saya Adit pak" ucap Adit.
"oke..baiklah tuan Adit, saya rasa sudah sangat jelas yang di sampaikan sekertaris saya tadi,kalau sudah tidak ada lagi yang dibicarakan,saya akan pulang sekarang." ucap James sambil berdiri dan berjabat tangan dengan Adit.
James langsung meninggalkan restoran yang menjadi tempat meeting pertemuannya dengan Adit,diperjalanan menuju mansionnya tiba-tiba saja.
ciiiiiiittttt...(bunyi ban berdecit).
membuat orang yang berada dalam mobil kaget..melihat mobil yang di tumpanginya tiba-tiba berhenti mendadak.
"apa kah kau tidak bisa mengendarai mobil!!! hah..." teriak James yang sedang marah karena mobil berhenti mendadak.
"ma...ma..maaf tu..tuuan..di depan ada seorang wanita yang tiba-tiba ingin menyebrang".ucap supir setengah gagap karena teriakan tuannya sambil setengah berbalik kebelakang melihat tuannya.
"uruslah ,tapi jangan lama-lama..ibuku menungguku dirumah". ucap james sambil menunduk melihat ponselnya
"baik tuan" ucap supir sambil membuka pintu mobil
Diluar didepan mobil seorang wanita terduduk di aspal,sedang memegang kepalanya sambil menutup kedua matanya. Dila yang sedari tadi menunggu jemputan dari Adit,namun Adit lupa mengabari Dila jika ternyata jadwal untuk bertemu dengan rekan bisnisnya di majukan menjadi malam ini.Dila menunggu jemputan kekasihnya dari jam 8 malam hingga jam 9 akan tetapi belum juga muncul,terpaksa Dila berdiri sendiri didepan butiknya tapi kerena sang kekasih belum juga muncul alhasil Dila bosan,Dila pun ingin menyebrang ke sebrang jalan ingin membeli makan malam untuk dibawa pulang ke apartemennya di cafe bersebrangan dengan butiknya,tapi karena Dila yang terburu-buru tanpa melihat dari arah kanannya hampir saja tertabrak oleh mobil yang di tumpangi James.
"nona ....apakah nona baik2 saja?". ucap supir.
Yang ditanya masih terdiam di tempatnya,kerena saking terkejutnya.
"nona ...nona..." ucap supir sambil menepuk bahu Dila.
"hah..." ucap Dila kaget ternyata dirinya belum mati.
"nona.. apakah nona baik-baik saja". ucap supir berusaha memastikan wanita yang hampir di tabraknya baik-baik saja.
"tidak jadi mati ya".batin Dila.
"non..." ucap supir.
"iii..i yaa pak saya baik-baik saja". jawab Dila berusaha berdiri namun karena kakinya tadi terbentur dan berdarah dan pergelangan kakinya juga terkilir akibatnya Dila tidak bisa berdiri.
James yang berada diatas mobil sangat kesal,menurutnya supirnya sangat lambat menangani masalah yang menurutnya kecil.
"apa yang kau lakukan haah " teriak James pada supirnya.
"iiini tu..tuan nona ini,kakinya terluka" ucap supir.
__ADS_1
"heei apakah kau tidak bisa tidak berteriak,kau tidak lihat kakiku sedang sakit" ucap Dila yang tak mau kalah padahal dirinyalah yang salah menyebrang tanpa melihat kekanan dan kekiri.
"wanita itu" batin James.
Dila berusaha melihat kearah suara ,namun karena posisi dirinya yang berada persis di depan mobil,membuatnya tidak dapat melihat jelas siapa yang berbicara,karena lampu mobil. James yang berada di samping mobil tentu saja dapat melihat dengan jelas siapa wanita yang sedang duduk diatas aspal dengan memegang kakinya terluka,tanpa ada yang menyadari sudut bibir James terangkat.
"hah..bukankah kau sendiri yang salah nona,menyebrang jalan tanpa melihat,bosan hidup ya". Ucap James sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya dan berjalan kearah Dila.
James berhenti tepat didepan Dila.Dila yang menyadari ada yang berjalan mendekat,mencoba melihat siapa yang berdiri dihadapannya. James langsung saja berjongkok dan menggendong Dila ala bridal,membuat Dila kaget karena seumur hidupnya baru kali ini ada pria yang menggendongnya,Adit saja tidak pernah menggendongnya seperti itu,membuat Dila bergerak-gerak didalam gendongan James.
"Diam...!! jika masih mau tulang-tulangmu berada dijalurnya.." ucap James seketika membuat Dila diam seperti patung.
"apaan nih,kok tubuhku menurut saja". batin Dila.
Posisi mereka yang sangat dekat membuat Dila dapat melihat dengan jelas siapa yang mengendongnya.Harum aroma tubuh James masuk melalui penciuman Dila,menurutnya terasa menenangkan.Pesona James memang membuat siapa saja bisa salah tingkah dibuatnya ditambah lagi dengan wajahnya yang tampan dan tegas,tubuh atletisnya dengan tinggi 187 cm memang sangat pantas menjadi pria idaman setiap wanita.Adit kekasih Dila juga sangat tampan namun pria dihadapannya ini jauh lebih tampan.
"oh Adit,ampunilah kekasihmu ini". ucap Dila.
James menggendongnya dan mendudukkannya didalam mobil,pada saat itu James ingin memasang seatbelt Dila,mata mereka bertemu sepersekian detik terasa waktu seakan berjalan begitu lambat.
"apa yang akan dilakukannya". batin Dila seakan menghirup udara saja terasa setengah mati.
"cantik".batin James.
klik....(bunyi seatbelt terpasang).
membuat Dila tersadar dari lamunannya,langsung memperbaiki sikap duduknya,dan bersandar pada kaca mobil.
"kita akan kemana tuan?".tanya supir
"mansion".ucapa James dengan wajah datarnya.
"haah,aku mau pulang". ucap Dila menoleh pada James.
"Diam". ucap James yang masih memandang kedepan dengan wajah datarnya membuat Dila diam lagi seperti patung.
"Dasar pria dingin ..haa ..tubuh oh tubuh kenapa kau selalu saja menurut padanya".batin Dila yang kesal dengan tubuhnya sendiri yang tidak bisa di ajak kompromi.
Sepanjang perjalanan menuju mansion James,mereka berdua duduk saja tanpa ada pembicaraan.
.
.
__ADS_1
.
Terimakasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗