Suami Sempurnaku

Suami Sempurnaku
Senyuman penuh arti


__ADS_3

🌸🌸Selamat membaca🤗


Flash back off....


"Wah kak kau sangat cantik,gaunnya juga pas ditubuhmu kak" ucap Nella.


"Ya ampun bestie....kau sangat cantik dengan gaun ini" ucap Lina.


"Ah kalian ini apa-apaan sih,malah menyuruhku memakai gaun pengantin,buka saja yah,malu nih,memangnya aku yang akan menikah apa?" tanya Dila pada kedua wanita didepannya.


"Ya kak kau yang akan selanjutnya menyusulku kak,upssss". ucap Nella keceplosan sambil menutup mulutnya.Membuat Lina melototkan matanya pada Nella.


"Apa maksudmu Nella". ucap Dilla.


"sudahlah kak ..ayo kita keluar,aku ingin mendengarkan komentar dari mereka" ucap Nella sambil memegang bahu Dila.


"Ya bestie,ayolah" ucap Lina sambil menarik tangan Dila.


"Aku juga tidak sabar kak,apa reaksi kak James yang terkenal kaku itu, hehehe" batin Nella.


Mereka bertiga pun keluar dari ruangan...


"Ini dia yang kita nantikan" ucap Lina sambil merentangkan kedua tangannya.


"Hais..bestie jangan terlalu berlebihan" ucap Dila yang tengah menahan malunya.


"Wah nak kau sangat cantik sayang" Ucap Julie lalu menghampiri Dila.


"Tante juga cantik kok" ucap Dila tersenyum.


"Tidak,Nak kau sangat cantik...bagaimana James menurutmu?" ucap Julie memegang bahu Dila,sambil mengarahkannya pada James,James masih asyik memainkan ponselnya.


"Ya bu" ucap James sambil mengangkat wajahnya.James terdiam sekian detik melihat paras wanita cantik didekat ibunya dengan gaun yang dipakainya,James masih dengan wajah datarnya berkata.


"Menurutmu bagaimana Dila?"tanya Julie.

__ADS_1


Dila hanya tertunduk malu.


"cantik,hmmm gaunnya sangat cantik" ucap James dengan wajah datarnya.


"iya kak James kau benar,kak Dila memang sangat cantik" ucap Nella menahan tawanya menurutnya James sangat kaku,padahal sebenarnya kalau dilihat baik-baik James itu tertarik dengan Dila.


"Gaunnya yang cantik Nella" ucap James dengan aura tegasnya.


"Hmm ya..ya.ya kak kau menang" ucap Nella sambil menahan tawanya.


"Sudahkan,sekarang aku mau ganti baju dulu". Ucap Dila lalu berjalan dan berbalik tapi karena gaun pengantin yang terlalu panjang itu membuat Dila tidak bisa menyeimbangkan badannya akhirnya ia terjatuh,namun dengan cepat James menangkapnya karena Dila tidak berada jauh dari dirinya yang membuatnya dengan refleks menangkapnya,Dila yang posisinya badannya diatas kedua tangan James membuat Dila sangat gugup karena wajah mereka juga berdekatan,membuat satu sama lain dapat mendengarkan deru nafas masing-masing.


"Oh Tuhan ,ada apa ini..oh malunya aku,tapi kenapa dia ganteng sekali,rasa-rasanya ingin kukecup bibirnya,dia seorang pria tapi bibirnya kenapa bisa seseksi itu....stop Dila stop ..oh ya ampun kenapa sekarang aku bisa berfikiran mesum seperti ini" batin Dila sambil menggelengkan kepalanya.


Mereka masih terdiam,sampai Nella mengagetkan mereka berdua...


"Sudah puas kah kalian saling bertatapan kak James dan kak Dila?" ucap Nella yang berjongkok melihat mereka berdua yang saling bertatapan dan sukses membuat mereka jadi salah tingkah,James lalu membetulkan posisi mereka. Lalu Dila masuk kedalam ruang ganti dengan pipi seperti udang rebus,karena menahan malunya,sedangkan James berusaha membuat wajahnya sedatar mungkin.


"Ha..hahah ternyata sudah mulai ada rasa" batin Julie.


"Semoga dia menjadi orang yang tepat untukmu bestie" batin Lina.


"Kau mengambil keputusan yang salah Adit" batin Aldo.


Masing-masing mempunyai pemikirannya sendiri-sendiri melihat kejadian tadi,Aldo mengambil foto kejadian mereka berdua tadi dan mengirimkannya pada Adit.


Membuat si penerima pesan kebakaran jenggot,Adit sangat cemburu melihat kedekatan James dan Dila,namun karena takut akan ayahnya membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa,ditambah lagi James bukan tandingan Adit yang membuatnya hanya bisa menelan rasa cemburunya itu.


Hari pernikahan Aldo dan Nella pun telah tiba,tamu undangan telah berdatangan. Pesta yang dilangsungkan oleh kedua pengantin termasuk pesta yang besar.


"Terimakasih ya sayang sudah menyiapkan pesta impianku" ucap Nella pada pria yang sudah berstatus suaminya.


"Ya sayang,apapun untukmu" ucap Aldo sambil memeluk pinggang istrinya.


Tamu undangan telah memenuhi ruangan,Dila yang baru saja muncul sangat kesusahan mencari bestienya mereka janjian bertemu didepan,namun karena saking banyak orang Dila tanpa sadar menabrak seseorang.

__ADS_1


"auw...maaf maaf tuan saya tidak sengaja" ucap Dila,tanpa melihat siapa yang ditabraknya karena ia menunduk minta maaf.


"Hmm kau lagi" ucap James.


"Hais dia lagi si pria kaku yang sangat dingin" batin Dila yang sadar jika ternyata James yang tidak sengaja ditabraknya.


"Siapa yang kau cari?" tanya James.


"Aku mencari sahabatku Lina,apakah anda melihatnya tuan?" jawab Dila kemudian kembali bertanya.


"Tidak,aku tidak melihatnya". ucap James sambil memasukkan tangannya kedalam saku celananya.


Tanpa mereka sadari,ada sepasang mata yang melihat mereka berdua,Ya dia adalah Adit yang semenjak tadi memperhatikan interaksi antara kedua manusia berbeda jenis kelamin itu,Adit ingin menemui Dila pada saat ayahnya lagi sibuk dengan tamu undangan akan tetapi pada saat akan menemui Dila pada saat itu juga ada tamu yang menyapanya,setelah tamu undangan itu pergi Adit lalu menghampiri mereka berdua,Dila yang tidak sengaja melihat Adit yang ingin menghampirinya,Dila kemudian berpura-pura berdiri didekat James,dalam hatinya Dila tengah mempersiapkan diri agar terlihat baik-baik saja di depan mantan kekasihnya itu.


"Selamat malam tuan James..selamat malam juga Nona Dila" ucap Adit.


"Hai selamat malam tuan Adit" ucap Dila.


"Hmm selamat malam juga tuan Adit" ucap James.


James yang melihat interaksi dengan dua orang didepannya ini membuatnya bingung,


"Apa mereka berdua bermain peran,atau apa maksudnya" batin James sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Apa,anda datang sendiri tuan? tanya Adit.


"Hmm ya tu......." ucap James namun Dila buru-buru menyela omongan James.


"Ah dia datang bersamaku tuan Adit,iya kan sayang" ucap Dila sambil menggandeng tangan James kemudian berbalik menatap James dengan tatapan minta tolongnya sambil tersenyum.


"Apa yang kau rencanakan kucing kecil" batin James yang tak kalah kagetnya sambil menatap Dila lalu tersenyum penuh arti. Melihat senyuman itu nyali Dila yang tadinya berapi-api seakan padam,dalam hatinya ia jadi berfikir jika sepertinya ia melakukan hal yang salah.


"Oh iya tuan Adit maaf, aku datang bersama calon istriku...sepertinya aku tidak usah repot-repot untuk mengenalkan kalian berdua karena kalian sudah saling mengenal kan" ucap James sambil memeluk pinggang Dila begitu mesra,Adit yang melihat hal itu membuatnya sangat kesal ,bagaimana tidak kesal wanita yang tepat berada dihadapannya dan yang pernah menjadi kekasihnya itu sekalipun tidak pernah ia peluk mesra seperti itu,karena Dila yang tidak pernah memberikan kesempatan. Adit juga kaget dengan pernyataan James yang mengatakan jika Dila adalah calon istrinya.


"Siapapun tolong aku,,aku sudah terjebak didalam permainanku sendiri" batin Dila,ia merasa risih di perlakukan seperti itu karena belum pernah ada yang berani menyentuhnya seperti itu.

__ADS_1


Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.


__ADS_2