Suami Sempurnaku

Suami Sempurnaku
Permainan di Mulai (Visual)


__ADS_3

🌸🌸 Selamat membaca🤗


Visual



Dila Andita



.



.



James Wiliam




.


3.Adit Pradana



.


.


4.Nella Hoyt



.


.


5.Aldo



.


5.Richard



.


.



Lina



__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


"Selamat tuan James dan nona Dila,jadi kapan kalian akan melangsungkan pernikahannya?" tanya Adit yang sebenarnya sedang terbakar api cemburu namun sebisa mungkin di tahannya ia tidak menunjukkan hal itu,ia ingin menunjukkan pada Dila jika baik-baik saja tanpa dirinya.


"kami ti..." ucap Dila namun kali ini dipotong oleh James.


"Secepatnya tuan Adit,kami pasti akan mengundang anda tuan,iya kan honey" ucap James berbalik ke arah Dila dan mencium pucuk kepalanya dari samping kanan Dila sambil tangan James memeluk pinggangnya dengan erat dan sukses membuat Adit sangat kepanasan.


"Oh ya ampun,apa-apaan ini menciumku tanpa permisi,tidak bisa di biarkan ini" batin Dila namun karena didepannya masih ada Adit membuat Dila diam pasrah dengan perlakuan James terhadapnya.


"Brengsek kau Dila,apakah kau sudah tidak mecintaiku,sampai kau mau menikah dengannya..haaahh ternyata kau sama saja dengan yang lain?" batin Adit yang tidak tahan melihat kemesraan kedua pasangan didepannya ini.


"Nikmatilah,permainanmu kucing kecil" batin James dalam hati ia tersenyum.


Dipojok ruangan berdiri dua wanita sedang melihat mereka bertiga..


"hahaha lihatlah Lina,kemarin malu-malu sekarang terang-terangan,,entah permainan apa yang mereka lakukan" ucap Julie sambil tertawa melihat James dan Dila.


"Ya kau benar tante,sepertinya Dila yang memulai permainanya dan mulai terjebak sendiri dengan permainannya,hehehe" ucap Lina sambil tertawa karena Dila yang terlihat risih di peluk James.


"Ah semoga saja mereka berjodoh Lina,aku sangat sayang pada Dila,oh iya nak" ucap Julie.


"Siapa itu tante yang berjodoh?" Ucap Richard sambil mencium pipi Julie.


"Ah nak kau mengagetkan tante saja,ah biasa siapa lagi kalau bukan sahabatmu itu" ucap Julie sambil mengarahkan wajahnya pada James dan Dila.


"Itu bukannya wanita yang terluka malam itu tante,apakah dia yang tante maksud,apa mereka berdua berpacaran?" ucap Richard yang melihat James dan Dila sambil melipat kedua tangannya didada.


"Ya Doakan saja Richard,semoga James dan Dila berjodoh" ucap Julie sambil melihat Richard.


"Berarti mereka berdua masih on the way yah..hahaha" ucap Richard sambil tertawa,tanpa memperhatikan wanita di sampingnya.


"Ah kau ini..kau juga sudah tua tapi belum mendapatkan jodoh,ini di sampingmu ada satu" ucap Julie menunjuk Lina.


Lina yang lagi sibuk memainkan ponselnya kaget mendengar namanya disebut.


"Heeh aku kenapa tante" ucap Lina kaget sambil mengangkat wajahnya,


Richard yang melihat Lina seketika terpesona,


"Hei nak..hei,,,,hmmm ini karena faktor jomblo jadi lihat cewek cantik saja langsung melotot..haha" ucap Julie sambil mengibaskan tangannya di depan Richard.


"Kak air liurmu jatuh" ucap Lina di telinga Richard,membuat Richard tersadar dan melap bibirnya.


"Ah...mana ada". ucap Richard sambil melap bibirnya.


"Hahahahahahah kak kau lucu,aku hanya bercanda saja,perkenalkan namaku Lina" ucap Lina sambil tertawa keras karena melihat tingkah Richard.


"Ya kalian berkenalanlah aku mau ke toilet dulu" ucap Julie lalu berjalan meninggalkan dua orang yang sedang berkenalan.


"Aku Richard,lalu apakah kau datang sendiri" ucap Richard sambil menyalami Lina.

__ADS_1


"Ya aku datang sendiri kak Richard" ucap Dila.


"Hais aku belum terlalu tua Lina kau panggil kakak" ucap Richard menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Memangnya umurmu berapa tahun?" tanya Lina.


"Umurku baru 35 tahun lah belum tua-tua sekali" ucap Richard dengan pedenya.


"Haaaaahaha kak kau itu sudah tua tau..hahaha masih muda dari mana" ucap Lina sambil tertawa.


"Eh itu umur yang tua,tapi wajah masih pucuk" ucap Richard dengan mukanya yang dibuat seimut mungkin.


"Ya ampun kak..aku memanggilmu kakak sebenarnya kau harus bersyukur kak,soalnya umurmu itu sudah dikategorikan ke om-om...hahaha" ucap Lina yang kembali tertawa.


"Ah kau ini tapi tak apa lah,kakak juga bolehlah,jadi kau kesini naik apa?" tanya Richard .


"Naik taksi kak" ucap Lina santai.


" kalau begitu sebentar kau ku antar pulang yah?" tanya Richard.


"Kalau kakak tidak keberatan ya bolehlah" jawab Lina.


"Ya tidak lah,lagian apanya yang keberatan.. lah kamunya aja langsing haha." ucap Richard yang menggoda Lina.


"Hmmm si kakak malah ngajakin bercanda yah,orang ngomong serius,diajak bercanda" ucap Lina sambil bertolak pinggang.


"Hehehe bercanda Li," ucap Richard sambil menoel hidung Lina.


Yang digangu masih terdiam,mengerucutkan bibirnya.


"bibir kok gitu..Kamu sudah makan,yuk kita makan" ucap Richard sambil mengajak Lina.


"Hmmm ayo,aku juga sudah lapar" ucap Lina sambil mengekor di belakang Richard.


Tiba-tiba Richard berhenti karena didepannya ada sahabatnya James yang sedang menggandeng Dila.Lina yang berada di belakang Richard meringis kesakitan.


"Aduh kak apa kau tidak bisa kah,kalau jalan itu jangan langsung berhenti,sakit tau" ucap Lina sambil memegang hidungnya.


"Lina,apa kah itu kau bestie?"tanya Dila sambil mencari bestienya itu.


"Hai La" ucap Lina sambil melihat Dila.


"Oh syukurlah Na,ayo Na.." ucap Dila yang bersyukur orang yang dicarinya dari tadi akhirnya ketemu juga.


"Hei kau mau kemana Honey,kita belum makan malam kan,ayo" ucap James sambil mengeratkan gandengan tangannya pada Dila.


"Kau tidak bisa lari kucing kecil" batin James.


"Wah-wah sudah jadian aja nih, baru juga sebulan yang lalu di bawa kerumah sudah langsung jadian yah" ucap Richard yang kalau berbicara.


"Apa,sebulan yang lalu,,kau berutang penjelasan padaku Dila " batin Adit yang berada pas di belakang mereka,lalu berbalik dan pergi dari sana.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.


__ADS_2