
🌸🌸Selamat Membaca🤗🤗
.
.
.
Keesokan paginya mereka bertiga sudah siap pergi menemui Ceri untuk membawa gaun yang akan dipakai Ceri dihari pernikahannya,namun karena perut Citra sakit karena sedang datang bulan,jadi yang pergi hanya Dila dan pak Dudung.
Pak Dudung hanya mengantar membawakan gaun,setelah itu kembali.
Didalam ruangan ganti,
"Selamat pagi Ceri,apakah kau sudah siap,untuk memakai gaunmu" ucap Dila sambil melihat Ceri di dalam pantulan cermin,karena posisi Ceri yang membelakangi Dila.
"Ya Dila" ucap Ceri dengan wajah datarnya,memakai gaun yang diberikan Dila.
Sambil membantu Ceri memakai gaunnya,Dila melihat wajah Ceri,dalam hati Dila bertanya,kenapa Ceri tidak terlihat begitu bahagia padahal besok merupakan hari istimewa baginya.
"Aku tau apa yang kau pikirkan Dila" ucap Ceri melihat Dila di dalam pantulan kaca sambil tersenyum.
"Haa..ketahuan yah" ucap Dila sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aku memang sedang tidak bahagia Dila,kau juga pasti bertanya dalam hati,kenapa aku memesan gaun pernikahan ini tanpa datang langsung kebutikmu" ucap Ceri sambil berbalik ke belakang setelah Dila selesai mengancing gaunnya.
"Gaunnya pas Ceri,dan lihat ini sangat indah ditubuhmu" ucap Dila mencoba mengalihkan pembicaraan Ceri.
"Dengarkan sebentar saja Dila,aku ingin melepaskan beban yang ada dihatiku sebelum menikah dengannya" ucap Ceri.
Sambil menarik nafasnya,Dila melihat Ceri sambil menganggukkan kepalanya.
"Pria yang akan kunikahi adalah pilihan orang tuaku,aku sebenarnya sudah mempunyai kekasih yang sangat aku cintai,namun belakangan ini aku mengetahui jika dia berselingkuh di belakangku" ucap Ceri lalu kemudian terdiam lagi.
Dila masih menatap Ceri,mencoba menjadi pendengar yang baik.
"Setelah tau jika pacarku berselingkuh di belakangku,aku memutuskan menerima lamaran dari pria yang dijodohkan padaku tanpa tau siapa pria yang akan dijodohkan denganku" ucap Ceri.
Dila mengerutkan dahinya melihat Ceri.
"Awalnya aku tidak merasa curiga,namun aku mulai curiga saat jadwal pernikahanku di percepat,padahal aku belum melihat pria yang akan menikahiku,dengan terpaksa aku memesan gaun pernikahan yang sebenarnya aku ingin memakainya saat menikah dengan orang yang aku cintai" ucap Ceri.
"Jadi,karena hal itu kau memesan gaun tanpa pergi ke butikku,terus kau tau dari mana butikku padahal kan di daerahmu ini juga kan banyak butik yang bagus" ucap Dila pada Ceri.
"Hahaha Sahabatku Nella yang merekomendasikan butikmu padaku" ucap Ceri.
__ADS_1
"Nella Hoyt?" ucap Dila memastikan.
"Ya,aku sudah melihat gaun hasil rancanganmu Dila,dan aku tidak ragu lagi" ucap Ceri tersenyum.
"Kenapa waktu itu aku tidak melihatmu saat pernikahan Nella?" tanya Dila.
"Waktu itu aku sedang ke Paris,jadi aku tidak sempat mengikuti pernikahannya" jawab Ceri.
"Ohh begitu,Oke baiklah terima kasih atas kepercayaanmu,dan lanjutkan ceritamu Ceri,aku masih penasaran" ucap Dila kembali dalam mode seriusnya.
"Setelah itu aku mulai melakukan penyelidikan mencari tau tentang siapa yang akan menikahiku,dan ternyata dia adalah mantan kekasihku yang sudah aku putuskan karena berselingkuh dariku,dia ingin menikahiku karena harta orang tuaku,alasan dia berselingkuh dariku,karena aku tidak pernah memberikan tubuhku untuk dirinya,aku memberitahukan ini semua pada orang tuaku namun mereka tidak mempercayaiku,dia telah membuat orang tuaku lebih mempercayai dirinya,aku mencari bukti-bukti perselingkuhannya namun sepertinya dia sudah menyembunyikannya dengan rapat,wanita selingkuhannya aku juga sudah tidak tau ia dimana,hanya foto wanita ini yang kusimpan,lihatlah" ucap Ceri.
Dila menatap foto wanita itu dengan seksama,lalu kembali menatap Ceri.
"Lalu kau memutuskan menikah saja dengannya?" tanya Dila.
"Ya,aku akan bercerai setelah menikah dengannya" Jawab Ceri.
"Bagaimana jika itu tidak terjadi Ceri?" tanya Dila sambil memegang bahunya.
Dila masih melihat Ceri,
"Batalkan pernikahan ini Ceri,kau tidak akan bahagia dengan pria penipu seperti dirinya" ucap Dila.
"Aku tidak bisa menentang kedua orang tuaku Dila" ucap Ceri.
"Ya,itu karena setelah pernikahanku ini orang tuaku akan pergi ke Paris dan tinggal dan menetap disana,jadi jika aku bercerai darinya kedua orang tuaku tidak akan tau" ucap Ceri tersenyum pada Dila.
"Tapi Cer" ucap Dila.
"Aku tidak apa-apa Dila,aku sudah lega menceritakannya,oke sekarang kita coba gaun yang itu Dila" ucap Ceri sambil menunjuk gaun satunya lagi yang berada di atas Sofa.
"Oke baiklah" ucap Dila sambil menurunkan resleting gaun yang dipakai Ceri,lalu mengambil gaun yang satunya lagi untuk Ceri.
Setelah semua gaun sudah di coba Ceri,Dila lalu kembali kekamar hotelnya.
Dila melihat Citra yang sedang melipat badannya di atas kasur sambil memegang perutnya.
"Cit,apa kau tidak apa-apa?" ucap Dila sambil melihat Citra.
Citra mengangkat wajahnya menatap Dila.
"Kak perutku sakit sekali" ucap Citra yang terlihat pucat karena menahan sakitnya.
"Oh ya ampun Cit,mukamu pucat sekali" ucap Dila yang kaget melihat Citra.
__ADS_1
Dila menelpon pak Dudung,dan mereka membawa Citra ke Rumah Sakit.
Sesampainya mereka dirumah sakit,Citra lalu di periksa oleh dokter.
"Bagaimana dok?" tanya Dila pada dokter yang memeriksa Citra.
"Tidak ada yang serius nona,teman anda hanya mengalami keram perut karena sedang haid" jawab dokter menjelaskan.
"Tapi kenapa dia terlihat begitu kesakitan?" tanya Dila.
"Masing-masing orang beda dalam mentoleransi rasa sakit dari nyeri haid nona" ucap dokter.
"Oh jadi begitu ya dok" ucap Dila.
"Saya akan memberikan obat penghilang rasa sakit,untuk mengurangi nyeri haid yang dirasakan oleh teman anda" ucap dokter.
"Ya terima kasih dokter" ucap Dila.
"Ini resepnya,kalian bisa menebusnya di apotik rumah sakit" ucap dokter.
"Terima kasih dokter,kami permisi dulu" ucap Dila sambil menggandeng tangan Citra.
Setelah keluar dari ruangan dokter Dila membawa Citra duduk ke tempat duduk untuk pengunjung rumah sakit dan mengantri obat.
Aku ke toilet sebentar yah Cit,kau tunggu sebentar saja,Dila lalu masuk kedalam toilet wanita,saat Dila di dalam toilet.
"Batalkan pernikahanmu dengan Ceri" ucap wanita yang berada diluar.
"Ceri" batin Dila yang berada dibilik toilet.
"Aku baru saja dari dokter kandungan,ternyata aku sudah hamil 4 bulan,Rafa batalkan pernikahanmu dengan Ceri" ucap Wanita itu lagi.
Dila masih mendengarkannya,
"Aku tidak bisa menggugurkannya,ini sudah 4 bulan Rafa" ucap wanita itu.
Dila yang penasaran dengan wanita itu,dia pun cepat memakai celana dan keluar dari dalam bilik toilet.
Wanita itu berbalik dan melihat Dila,mereka saling menatap satu sama lain.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.