
🌸🌸Selamat membaca🤗🤗
.
.
.
Sesampainya di apartemen Jhon sedang menunggunya di depan.
"Jhon apa yang kau lakukan disini?" tanya Dila.
"Ini nona" Jawab Jhon sambil menyerahkan sebuah kunci mobil kepada Dila.
"Ini" ucap Dila.
"Ya ini kunci mobil,tuan membelikannya buat nona,dan ini sekarang adalah milik nona,surat-surat mobil ini juga atas nama nona" mobilnya ada di parkiran nona" ucap Jhon menjelaskan.
"Tidak Jhon aku tidak mau menerima ini" ucap Dila sambil menyerahkan kembali kunci mobilnya pada Jhon.
"Terimalah nona,atau saya akan di pecat oleh tuan James" ucap Jhon.
"Ck..bosmu itu memang tidak punya hati,jika kau di pecat hanya karena aku tidak menerima pemberiannya" ucap Dila.
"Seperti itulah tuanku,nona..tapi sebenarnya dia baik" ucap Jhon.
"Hmm baiklah Jhon,bilang padanya aku berterimakasih atas pemberiannya yang sangat mewah ini" ucap Dila.
"Terima kasih Nona,ya saya akan menyampaikannya" ucap Jhon.
"sama-sam Jhon" ucap Dila.
"Kalau begitu saya permisi dulu nona" ucap Jhon sambil membungkuk.
"Ya Jhon" ucap Dila.
Jhon pun pergi dari sana,Dila masuk kedalam apartemennya setelah itu langsung masuk kedalam kamar mandi membersihkan dirinya.
Dila yang merasa capek,langsung tertidur setelah membersihkan dirinya.
"Hooammm ya ampun aku tertidur,sudah jam berapa yah" ucap Dila yang kaget melihat keluar yang ternyata sudah gelap.
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam,Dila bangun dari tidurnya sambil mengikat rambutnya,lalu pergi kedapur.
"Aku lapar" ucap Dila sambil membuka kulkasnya.
__ADS_1
"Kulkasku kosong,sepertinya aku harus mengisinya lagi" ucap Dila.
Dila masuk kedalam kamar mandi dan mencuci mukanya,kemudian mengganti bajunya,mengambil tasnya memasukkan dompet ,ponsel beserta kunci mobil yang diberikan James padanya.
Dila menuju parkiran yang disediakan oleh pihak apartemen,menekan tombol di kunci mobil untuk melihat mobil yang akan ia gunakan.
tit...tit..tit..
"Oh ya ampun,James apa pekerjaanmu sampai membelikanku mobil semahal ini,dan ya ampun memangnya aku akan balapan" ucap Dila yang melihat mobil sport mewah sedang terparkir didepannya.
Dila lalu membuka pintu mobilnya dan mulai mengendarainya ke supermarket terdekat.
Setelah sampai di supermarket,Dila lalu mulai bebelanja,saat sedang asyik berbelanja tidak sengaja Dila menabrak seorang wanita bebaju seksi yang juga sedang berbelanja.
"Auw apakah kau tidak punya mata untuk melihat" ucap wanita itu sambil melototkan matanya.
"Maaf nona aku tidak sengaja" ucap Dila sambil memungut barang belanjaannya.
"Maaf-maaf enak saja minta maaf" ucap Wanita itu sambil bertolak pinggang.
"Ada apa Sera kenapa kau berteriak seperti itu" ucap pria yang tiba-tiba saja datang dari belakang Dila.
Dila yang mendengar suara yang sangat tidak asing di telinganya lalu berdiri dan berbalik melihat siapa yang datang.
"Dila" ucap Adit.
"Ah sayang,wanita ini menabrakku,lihatlah tanganku sangat sakit" ucap Sera.
"Heh ya ampun dasar ular betina bisa-bisanya dia berbohong seperti itu,aku hanya tidak sengaja menyenggol keranjang belanjaannya,kok tangannya yang sakit" batin Dila.
Karena malas untuk menanggapi wanita itu akhirnya Dila hanya meminta maaf lalu pergi dari sana karena malas menanggapi wanita itu dan Adit.
"Dila tunggu" ucap Adit.
"Sayang kau kenal dengan wanita ini?" ucap Sera sambil menggandeng tangan Adit.
"Ya,dia pacar sahabatku" ucap Adit berbohong,karena takut Sera akan melaporkannya ke pada kedua orang tuanya jika mereka bertemu Dila.
"Oh,kalau begitu aku akan melanjutkan belanjaku dulu ya sayang,ingat jangan lama-lama berbicaranya" ucap Sera sambil melihat Dila dengan tatapan sinisnya dan berbalik lagi melihat Adit dengan tatapan manjanya.
Membuat Dila ingin muntah melihat tingkah wanita itu.
"Dasar kalian berdua memang berjodoh" batin Dila.
"Apa kabar Dila,bagaimana dengan hubunganmu dengan tuan James?" tanya Adit.
__ADS_1
"Kenapa kau mau tau urusanku Adit" Jawab Dila.
"Tuan James sudah kembali ke Paris,kalian berdua tidak berpacaran kan,di acara pernikahan Aldo dan Nella kalian hanya berpura-pura kan,ingin menikah?" ucap Adit.
"Bukan urusanmu Adit" ucap Dila sambil melangkah pergi.
"Kembalilah padaku Dila" ucap Adit membuat Dila berhenti.
Dila berhenti dan berbalik,Dila masih terdiam menatap Adit,Dila tau Adit masih mencintainya namun Dila sendiri sudah tidak mempunyai rasa seperti dahulu kepada Adit.
"Maafkan aku Adit,aku sama sekali sudah tidak mencintaimu,rasa itu sudah lama hilang. Kau berbahagialah dengan pilihan orang tuamu" ucap Dila sambil melihat kearah Sera yang sedang berbelanja,Adit mengikuti pandangan Dila yang melihat ke arah Sera yang tak jauh dari sana.
"Aku tidak mencintainya Dila,aku hanya mencintai dirimu" ucap Adit kembali menatap Dila.
"Hahaha sudahlah Adit,jika kau mencintai aku kau pasti akan terus mempertahankan hubungan kita,tapi nyatanya kau malah takut dengan ancaman kedua orang tuamu" ucap Dila.
"Aku melakukannya untuk kita berdua,jika tidak begitu memangnya kau mau hidup miskin bersamaku?" ucap Adit.
"Ternyata kau memang belum mengenalku sepenuhnya Adit" ucap Dila lalu pergi meninggalkan Adit,ia tidak ingin lagi mendengarkan penjelasan yang sepertinya tidak masuk akal baginya.
Dila lalu pergi kekasir dan membayar semua belanjaannya,setelah itu ia pulang kembali ke apartemennya.
Sesampainya di apartemen Dila meletakkan semua barang belanjaannya dan duduk di sofa,sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kau bodoh Adit,kau bodoh,dua tahun lebih kita berpacaran,kau sama sekali tidak mengenalku,apa yang aku inginkan" ucap Dila yang tidak habis pikir jika Adit berfikir jika Dila hanya melihat hartanya,dan mengukur kebahagian hanya dari harta.
"Sudah cukup,aku tidak mau lagi mengingatmu Adit" ucap Dila lalu berdiri dan masuk kedalam kamarnya mengganti bajunya.
Dila tidak mau lagi mengingat Adit yang merupakan masa lalunya,Dila ingin menjalani kehidupannya dengan tenang.
Dila lalu mulai memasak makan malamnya,setelah selesai memasak Dila langsung saja mulai memakan masakannya,Dila adalah tipe wanita yang sangat mandiri,walaupun kedua orang tuanya dulu adalah orang yang terbilang kaya,namun tidak sekaya James tentunya,tapi orang tuanya mendidiknya untuk melakukan segala sesuatu sendiri.
"Ayah, ibu aku merindukan kalian" ucap Dila sambil memakan makanannya,ia meneteskan air matanya.
Dila meletakkan sendoknya dan mulai menangis,
"Kenapa kalian begitu tega meninggalkan aku sendiri" ucap Dila.
Setelah puas menangis,Dila lalu menghapus air matanya,dan mulai melanjutkan makan malamnya,setelah itu membersihkan meja dan alat masak yang ia gunakan.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.