Suami Sempurnaku

Suami Sempurnaku
Nasi goreng


__ADS_3

🌸🌸Selamat Membaca🤗🤗


.


.


.


Keesokan paginya James terbangun,karena merasakan berat di badannya.


"Kau terlihat begitu manis sayang" batin James sambil melihat wajah Dila dari dekat karena posisi Dila yang sedang memeluknya seperti bantal guling.


James menyentuh wajah Dila dengan jari telunjuknya lalu turun ke bibir dan berhenti disana.


Dila membuka matanya terlihat bulu mata lentik Dila seperti kepakkan sayap kupu-kupu yang terlihat indah,mata mereka saling bertemu lalu James mencium Dila.


"Cup"...


"Selamat pagi sayang" ucap James.


"Selamat pagi juga James" ucap Dila lalu tersenyum.


Saat Dila akan bangun dari tidurnya,James memeluknya erat.


"Sayang kenapa kau memelukku,ayo bangunlah,kau akan terlambat ke bandara" ucap Dila.


"Sedikit lagi sayang" ucap James sambil mengeratkan pelukannya pada Dila.


"Aku mau membuatkan sarapan untuk kita berdua sayang" ucap Dila sambil melihat James.


"Hmm baiklah" ucap James lalu melepaskan pelukannya.


Dila bangun dan masuk kedalam kamar mandi,James mengikutinya.


"Kenapa kau mengikutiku sayang? tanya Dila berbalik melihat James.


"Aku mau mandi sayang" ucap James sambil tersenyum.


"Tunggu aku selesai mencuci mukaku dulu sayang" ucap Dila.


"Sekalian mandi saja sayang,bersamaku" ucap James menggoda Dila.


"Ah tidak sayang,nanti bukannya mandi" ucap Dila lalu berlari masuk kedalam kamar mandi.


James hanya tersenyum melihat Dila,


Setelah Dila mencuci mukanya,ia lalu keluar dari kamar mandi dan keluar kamar menuju dapur,meninggalkan James sendirian di dalam kamar.


James keluar kamar setelah mandi dan berganti baju,ia memakai baju kemeja putih sambil memegang jasnya.


"Apa yang kau masak sayang?" tanya James pada Dila.


"Kemarilah sayang duduklah dan sarapannlah,aku membuatkanmu nasi goreng seafood dan telur mata sapi" ucap Dila sambil meletakkan piring di atas meja dan menaruhnya di depan James.


"Huuumm sepertinya enak" ucap James sambil mencium aroma nasi goreng seafood.


"Ya ayo makanlah" ucap Dila sambil berjalan ke arah kamar.


"Kau mau kemana sayang?" tanya James.

__ADS_1


"Aku akan mandi dulu sayang,badanku bau masakan" ucap Dila sambil mencium bajunya.


"Duduklah dulu sayang kita sarapan bersama" ucap James.


"hmm baiklah" ucap Dila kemudian duduk dan makan bersama James.


Mereka berdua makan,setelah itu Dila masuk kedalam kamar dan mandi,James menunggu Dila didepan ruang tengah.


Setelah itu Jhon datang menjemput James.


"Kau ikutlah juga mengantarku sayang" ucap James.


"Ya ,aku akan mengantarmu setelah itu aku akan ke butik" ucap Dila sambil melihat James.


Mereka lalu pergi dengan menggunakan mobil,yang dikendarai oleh Jhon.


Sesampainya di bandara,


"Aku akan sangat merindukanmu sayang" ucap James pada Dila sambil membelai pipi Dila.


"Sudah pergilah sana kau akan terlambat" ucap Dila.


"hmm ya aku pergi dulu sayang,kau tunggulah aku pulang" ucap James.


"Ya,aku akan menunggumu pulang" ucap Dila sambil menggangguk.


Setelah selesai mengantar James,Dila lalu di antar Jhon ke butiknya.


Didalam perjalanan menuju butik,Dila hanya terdiam sambil memperhatikan keluar jendela mobil.


"Nona,kau tidak usah khawatir,tuan akan pulang secepatnya setelah menyelesaikan segala sesuatu disana" ucap Jhon yang melihat kegelisahan pujaan hati dari tuannya.


"Hmm Ya,terima kasih Jhon,tapi sebenarnya apa yang diselesaikan tuanmu disana,kenapa dia tidak memberitahukan aku" ucap Dila yang masih melihat kearah jendela.


"Ya kau benar Jhon,tuanmu itu harus menjelaskan segala sesuatu karena sepertinya masih banyak yang belum kuketahui tentang tuanmu itu Jhon" ucap Dila lalu terdiam.


"Dia juga harus menjelaskan tentang hatinya padaku" batin Dila.


Setelah sampai dibutik,disana sudah ada Lina yang sedang duduk di kursi pelanggan.


"bestie,,selamat pagi" ucap Lina tersenyum.


"Selamat pagi Na" ucap Dila membalas senyuman sahabatnya itu.


"La,hari ini James kembali ke Paris yah,aku tau dari Richard" ucap Lina.


"Hah,Kau sudah pacaran yah Na dengan dokter Richard?" tanya Dila sambil tersenyum menggoda Lina.


"Hee..hehehe iya La,bestie kok bisa tau sih" ucap Lina sambil menggaruk kepalanya.


"Ya habis,caramu memanggil namanya berbeda dari yang biasanya,bestie" ucap Dila sambil mencubit kedua pipi Lina.


"Auw sakit La" ucap Lina.


"Hehehe,selamat yah sayang aku,ditunggu ya undangannya" ucap Dila sambil memeluk sahabatnya itu.


"Tidak bestie..kau yang harus duluan mengirim undanganmu padaku bestie" ucap Lina sambil melihat Dila.


Dila terdiam,matanya berkabut.

__ADS_1


"La..kau kenapa?" tanya Lina.


"Na,aku sekarang bingung" ucap Dila sambil tertunduk.


"Ayo kita masuk kedalam ruangan dulu La" ucap Lina sambil memegang tangan Dila,membawanya masuk kedalam ruangannya.


Lina mendudukkan Dila di sofa ruang kerja sahabatnya itu.


"Ceritakanlah padaku La,apa yang membuatmu bingung sekarang?" tanya Lina.


"Na,selama sebulan ini kami dekat seperti sepasang kekasih namun dia sekalipun tidak pernah mengutarakan perasaannya padaku,aku ingin pengakuan darinya,aku ingin kejelasan dari hubungan kami Na" ucap Dila.


"Bagaimana perasaanmu padanya La?" tanya Lina.


"Aku mencintainya Na" ucap Dila.


"Apakah kau sudah membicarakan hal ini padanya?" tanya Lina sambil melihat sahabatnya Dila.


Dila menggelengkan kepalanya.


"La..kau harus membicarakan hal ini padanya,bicaralah padanya tentang apa yang kau rasakan" ucap Lina.


"Tapi aku malu Na,masa aku duluan yang mengutarakan isi hatiku padanya" ucap Dila.


Lina menarik nafasnya.


"La..la...bagaimana kau mau tau jika,kau tidak jujur juga tentang perasaanmu padanya" ucap Lina.


"Aku akan memikirkan lagi Na" ucap Dila lalu duduk berdiri dan duduk di bangku kerjanya.


"Hmm terserah kau La,apapun keputusanmu,aku akan selalu mendukungmu,tapi ingat La,aku tidak mau melihatmu menangis lagi" ucap Lina sambil mendekati sahabatnya itu.


"Terima kasih Na,kau memang sahabat terbaikku" ucap Dila sambil memeluk Lina.


"Ya itulah aku La,hehehe" ucap Lina.


"Sudah ayo kita lanjutkan pekerjaan La" ucap Lina.


"Hmm ya kau benar bestie" ucap Dila sambil duduk di bangkunya.


Lina keluar dari ruang kerja Dila dan masuk kedalam ruangannya.


Mereka pun kembali melakukan pekerjaan mereka masing-masing.


"Kak Dila,pelanggan kita yang dari luar daerah itu,menyuruh kita membawa saja gaun yang dia pesan,dan akan membayarnya dua kali lipat" ucap Citra yang masuk kedalam ruangan Dila.


"Baiklah Citra,kita akan membawakannya besok,siapkan semua yang akan kita bawa besok,dan tempat kita akan menginap" ucap Dila.


"Kalau tempat kita menginap sudah disediakan juga oleh mereka kak" ucap citra.


"Oh iya,,hmm baguslah kalau begitu". ucap Dila sambil melipat tangannya di atas meja kerjanya.


Sore harinya Dila pulang menggunakan taksi karena tadi pagi ia diantar oleh Jhon.


Dila sebenarnya mempunyai mobil namun mobil itu di pake untuk mengantar segala keperluan dibutik.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih sudah mau membaca karya author yah guys😊😊 Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote nya yah guys..supaya author semangat Upnya🤗🤗🤗.


__ADS_2